Skip to main content

5 Strategi Bundling Untuk Meningkatkan Penjualan


Beberapa minggu kemarin, saat saya sedang mencari cemilan untuk dibawa nonton bioskop, akhirnya saya membeli snack coklat bernama Hello Panda. Sebenarnya yang ingin saya beli adalah snack coklat bernama Koala’s March. Tapi karena Hello Panda sedang ada promo jadilah saya tergiur karenanya. Promo Hello Panda saat itu, apabila kita membeli 2 buah Hello Panda akan mendapatkan 1 kotak susu cair. Dalam hati wah hemat banget nih, bias sekaligus dapat susu cair, jadi cemilan saya juga tambah banyak dengan solusi yang lebih hemat.

Setelah saya pergi nonton pada akhirnya saya tidak bias menghabiskan semuanya, yang ada susu cairnya juga tidak saya minum at the end. Wahh… bisa aja nih promo membuat saya membeli lebih banyak.

Nah.. buat kalian yang berpikir sedang ingin meningkatkan penjualan (ya iyalah.. siapa yang tidak sedang berpikir meningkatkan penjualan) Anda perlu tahu bahwa dalam meningkatkan penjualan, kita tidak hanya perlu focus pada mendatangkan konsumen baru saja, tetapi juga mengelola konsumen yang sudah pernah membeli. Dalam kasus ini, promo yang dirancang sedemikian rupa memiliki 2 tujuan :

  1. Mendorong konsumen membeli saat itu juga, karena perbandingan dengan competitor, promo ini memberikan benefit lebih
  2. Mendorong konsumen membeli lebih banyak, awalnya hanya mau membeli 1 jadi membeli 2

Program ini sering kita kenal dengan bundling, pada Guideline Creative Sales berada dalam Taktik Promotion.


Pada saat saya ingin menulis artikel ini, saya melakukan riset kecil terlebih dahulu. Saya jalan-jalan ke sebuah supermarket dan mendata promo-promo yan g sedang berlangsung. Dan kagetnya saya, karena sebelumnya tidak pernah memperhatikan, bahwa promo-promo yang diselenggarakan oleh produk-produk di supermarket sebagian besar memanfaatkan program ini. 4 dari 5 promo yang berlangsung adalah terkait membeli lebih banyak dan kemudian menawarkan value, entah itu berupa diskon, hadiah langsung berupa produk atau hadiah langsung berupa merchandise.

Contoh berikutnya adalah Vitamin Water keluaran YouC1000 ini, dimana saat konsumen mau membeli 4 botol sekaligus, konsumen bisa mendapatkan sebuah botol minum yang bagus. Benar lho bagus.. jarang2 kan hadiah langsung barangnya bagus :D biasa std nya kan piring dan gelas cantik yang ga cantik2 amat juga.

Program bundling ini cenderung menjadi program yang lebih solutif untuk pemilik brand, dibandingkan diskon. Hal ini karena seringkali diskon adalah pilihan paling terakhir atau bisa disebut dengan pintu darurat dalam penjualan. Diskon artinya memangkas keuntungan! Tapi dengan bundling, keuntungan Anda tetap bahkan mendorong konsumen Anda membeli lebih banyak, yang artinya cash bertambah!!!! Jadi kenapa tidak menggunakan program bundling ini untuk produk Anda!

Apapun produknya pada dasarnya bisa saja dilakukan program bundling. Tidak hanya berupa produk tapi juga jasa. Contohnya sebuah lab pemeriksaan yang saya datangi beberapa waktu lalu, di mana saya mengantar ibu saya untuk memeriksa kadar gula, lalu si penerima order akan menawarkan paket apabila pemeriksaan kadar gula tersebut disertai pemeriksaan kolesterol akan mendapatkan harga special. Ini adalah bentuk dari bundling dalam produk jasa.

Atau penggabungan antara produk dan jasa bisa dilihat pada pembelian produk kecantikan di salah satu pusat perawatan wajah. Apabila kita membeli cream malam beserta cream siang dan facial wash (paket lengkap perawatan) akan mendapatkan diskon 50% untuk facial (wahhhh kapan lagi facial cuma bisa 100 ribu doank… di tempat perawatan wajah ini memang terkenal cukup mahal, dengan jasa facial seharga 200 ribu lebih). Tentu ini adalah cara menggoda konsumen, atau bahasa solutif nya adalah menawarkan paket yang membuat konsumen smart memilih yang lebih valuable bagi diri mereka.

Nah.. jika Anda sudah berpikir ingin menerapkan program bundling ini, yuk baca beberapa tips di bawah ini:

1. Pastikan valuable!
Kenapa harus dipastikan? Ya supaya konsumen Anda tidak perlu berpikir 2 kali untuk membeli. Gimana memastikan program Anda valuable bagi konsumen? Yang pertama adalah dengan membandingkan competitor Anda, apakah apabila Anda sebagai konsumen melihat manfaat lebih pada program Anda dibandingkan membeli produk pesaing? Jangan-jangan di saat yang sama pesaing Anda mengadakan program yang lebih valuable bagi konsumen.. Yang kedua cara paling akurat adalah dengan menanyakan langsung kepada konsumen Anda. Buatlah beberapa alternative ide bundling lalu tanyakan langsung kepada konsumen. Mana yang paling menarik minat mereka. Hal ini terkorelasi pada pentingnya Anda memilikia database pelanggan Anda.

2. Tetap jaga image!
Pada kasus-kasus tertentu promo adalah hal yang tabu. Kasus seperti apakah? Kasus di mana brand Anda adalah brand yang sangat premium dan eksklusif. Jika Anda mengelola brand yang sangat premium dan eksklusif, promo adalah hal yang wajib Anda hindari! Apalagi program bundling. Image yang akan terlihat saat Anda melakukan aktivitas ini adalah “lagi ga laku nih”.

Saya pernah membaca bahwa brand LV akan membakar produknya yang tidak terjual, hal ini dilakukan untuk menjaga brand mereka. Karena membuatnya menjadi SALE sama saja dengan membunuh brand mereka sendiri. Jadi jangan langsung tergiur oleh program bundling ini! Cek pada strategi brand Anda, karena jika program ini tidak cocok dengan brand Anda jangan takut, pada metode Creative Sales masih ada berates-ratus ide program lainnya yang bisa Anda manfaatkan yang lebih sesuai dengan strategi brand Anda.

3. Pastikan hadiah bundling Anda bagus!
Oke.. memang banyak ibu-ibu di luar sana yang masih tergoda dengan piring, mangkok dan gelas cantik.. yang sebenarnya ga cantik2 amat tapi ingatlah bahwa konsumen Anda bertumbuh terus menerus. Ibu-ibu mengalami metamorphosis, ibu-ibu jaman sekarang atau masa depan akan berbeda dengan ibu-ibu masa lalu. Sekarang ini jika saya lihat tren nya si mangkok, piring dan gelas cantik kian jarang. Yang ada adalah terganti dengan hadiah langsung box makanan plastic yang mungkin lebih dibutuhkan oleh ibu-ibu jaman sekarang.

Nah! Berangkatlah dari karakteristik target market Anda. Apa yang menarik dan menjadi kebutuhan dari target market Anda! Saya pernah melihat bundling yang dilakukan oleh L-Men. Jika membeli 2 pak susu L-Men maka berhadiah majalah panduan diet/hidup sehat. Informasi diet/panduan hidup sehat sudah pasti cocok dengan target market L-Men tersebut.

4. Strategi bundling untuk produk tertentu
Jika Anda memiliki beberapa varian, jangan sampai varian paling laris Anda di-bundling. Hal ini karena akan mengurangi keuntungan Anda! Padahal tanpa bundling pun variasi paling laris Anda akan laku-laku saja. Cek data penjualan Anda (inilah mengapa Anda harus memiliki catatan terhadap penjualan Anda per varian/jenis supaya bisa dianalisa lebih lanjut dan merancang program berikutnya) varian mana yang kurang laris di pasaran, cobalah dengan melakukan program promosi bundling ini. Program bundling ini juga bisa Anda lakukan saat Anda ingin menghabiskan stok barang dengan cepat, karena Anda akan mengeluarkan model baru misalnya, atau Anda ingin memperkenalkan produk dengan agresif, mendorong konsumen membeli saat itu karena ingin penetrasi varian Anda dalam satu waktu tertentu lebih tinggi dari sebelumnya, dll.

5. Kreatif!
Banyak sekali yang bisa dieksplorasi dari hadiah yang akan Anda berikan! Melihat kebutuhan dari target market adalah langkah standar dari mencari ide hadiah program bundling. Menciptakan tren baru/lifestyle baru bagi konsumen adalah the next step dari kreativitas mencari ide untuk hadiah bundling tersebut. Seperti contohnya yang dilakukan oleh keju Kraft. Bagi mereka yang membeli produk dalam paket bundling  tertentu (kalau tidak salah 2 pak), mereka akan mendapatkan pemotong roti.. sehingga anak-anak mereka bisa mendapatkan roti tawar isi keju dengan bentuk mobil, kupu-kupu, dll. Program inipun diintegrasikan hingga ke media lainnya seperti TVC, sehingga pembentukan lifestyle baru tersebut bisa diterima lebih cepat oleh target market.

Jadi… jika sedang memikirkan hadiah untuk konsumen Anda, janganlah terpaku hanya pada hadiah-hadiah “umum” yang sudah sering diberikan oleh Anda atau pesaing, karena hal yang berbeda dan unik akan menjadi WOM tersendiri dan di saat yang sama akan meningkatkan image brand Anda.

Okee…. Sudah siap tempur kembali? Sudah siap meningkatkan penjualan Anda? Yuk.. mulai rancang program bundling Anda sekarang dan cek kembali beberapa tips di atas, agar program bundling Anda bisa sukses di pasaran! Sipppss

Creative Sales Credo #3 #4

Comments

Anonymous said…
bagaimana dengan cost ratio? anda tidak membahas nya. setiap promo harus mementingkan faktor cost ratio karena kita bukan sinterklas.

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…