Online Event vs Offline Event

Ga tau kenapa tiba-tiba pengen ngomongin event, mungkin karena abis liat event di Ciwalk sepertinya sehingga terinspirasi buat nulis singkat. Ok, kita mulai dengan pertanyaan mendasar, mengapa event? Yah tentu ini pertanyaan dengan ribuan kemungkinan jawaban tergantung dari tujuan eventnya (begitu khan kira-kira jawaban yang terpikir). Saya ingin tambahkan clue-nya, mengapa event offline sementara target market Anda sebagian besar juga merupakan pengguna internet, mengapa tidak buat saja event secara online?

Barusan saya melihat event, for me (menurut gua yah) dengan crowd seperti itu dan kira-kira spending biayanya sangat besar (diatas 200 juta mungkin) lebih baik mengadakan event secara online, mengapa?

Pertamanya, jangan tanya perbandingan awarenessnya, tentu aktvitas online akan lebih banyak punya dampak secara awareness karena tidak ada kendala dari sisi lokasi dan keterbatasan geographis (dimanapun user brand anda bisa berpartisipasi) sehingga akan banyak yang bisa berpartisipasi di dalam event tersebut.

Kedua, soal ikatan (engagement) no worry lah, sekarang jamanya sudah online kok, conversation creates engagement, asal di maintain dengan tepat bahkan event online bisa menciptakan ikatan jauh lebih erat dibandingkan dengan event offline, karena brand bisa melakukan pembicaraan lebih intens dibandingkan denga event offline. Selain itu, offline juga memberikan kesempatan konsumen untuk terlibat penuh di dalam event tersebut dan memberikan kontribusinya baik itu komen, pertanyaan maupun aktivitas lainnya yang terus berlanjut selama dan sesudah event.

Ketiga soal biaya, berapa banyak biaya yang harus Anda habiskan untuk membuat event di 6 kota? Coba bandingkan dengan event online? Biaya yang kita habiskan (sudah termasuk promosi) mungkin tidak sampai setengahnya dari event biaya, kembali lagi tentu, soal efektivitas tentu bisa diperdebatkan dan tergantung dari tujuan even tersebut dilaksanakan kembali lagi.

Terakhir soal hubungan ke depannya. Di online, setelah event Anda bisa menjalin hubungan yang tidak terputus dengan target brand Anda, misalnya jika brand anda memiliki fanspage, dengan fasilitas tersebut, walaupun event sudah selesai dilaksanakan. Perusahaan masih dapat terus membangun hubungan dan memberikan informasi-informasi terbaru kepada target brandnya, hal ini tentu sulit dilakukan dalam event offline, karena membutuhkan lebih banyak waktu dan biaya dalam pelaksanaannya.

Hehe.. terakhir tentu, semua hal yang saya tulis bisa diperdebatkan, but the point saya hanya ingin memberikan sedikit perspektif dan berbandingan ala kadarnya ketika sebuah brand memilih untuk melakukan event, tentu sajah kembali lagi, banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih event online atau offline khususnya berhubungan dengan objectives dari brand. Bagaimana menurut Anda?

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Push & Pull Marketing Via Online