Bagusnya melebar atau mendalam yah?

Perkembangan suatu bisnis merupakan “PR” semua para business owner. Apabila memang visi awal mereka membangun dan mengembangkan bisnis tersebut, maka baik dalam jangka pendek maupun panjang mereka harus memiliki perencanaan pengembangan yang riil dan mampu dicapai oleh organisasinya, baik dari segi kapabilitas maupun tren eksternal yang mendukung. 

Pertanyaan selanjutnya adalah pengembangan seperti apa yang baik untuk diambil para business owner? Apakah pengembangan dari segi produk, jumlah SDM, kapabilitas produk, pasar atau bahkan pengembangan infrastruktur? Jika perusahaan Anda kecil, menjawab pertanyaan tersebut tentu bukan masalah karena semua yang menjadi elemen pengembangan sederhana dan jumlah nya tidak banyak. Tapi jika Anda adalah sebuah manufaktur dengan jumlah karyawan hingga 1.000 orang? Pilihan mana yang harus Anda fokuskan untuk sebuah pengembangan?
Sembari mengumpulkan berbagai materi untuk penyusunan thesis saya yang rencananya akan difokuskan di bidang stakeholder engagement, saya mendapatkan salah satu literatur dari pemakalah Inggris dari salah satu situs documents sharing. Dari literatur yang ia mengangkat suatu isu yang bagi saya menarik. Isu yang beliau angkat adalah mengenai konsep pengembangan bisnis yang tren pada masa pasca Revolusi Industri, yaitu pengembangan bisnis melebar. Apa yang dimaksud dengan pengembangan bisnis melebar? 

Sepertinya Anda pasti sudah sering mendengar yang namanya penguasaan bisnis dari hulu hingga hilir. Tren pengembangan bisnis pada saat pasca Revolusi Industri mengarahkan para pemilik bisnis untuk menguasai sebanyak mungkin lini bisnis yang berhubungan. Pola pikir mereka saat itu, apabila mereka dapat menguasai bisnis tersebut secara menyeluruh, contoh nya dari pertanian, pengolahan bahan mentah, bahan jadi hingga distributor, retailer dan transportasi; mereka akan mendapatkan lebih banyak profit karena tidak perlu melalui perantara lain. Memang hingga tahun 1990an tren bisnis melebar tersebut banyak diminati para konglomerat.
Namun saya perhatikan perkembangan tren yang terjadi, kini tidak demikian. Pengembangan bisnis sekarang lebih mengarah pada arah kedalam. Di mana para pebisnis cenderung memilih untuk fokus pada suatu atau beberapa bidang saja yang ditekuni dan dieksplorasi hingga mampu menciptakan berbagai inovasi tertentu. Hal ini memang tidak luput dari arahan yang diciptakan oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia yang “memberi contoh” dan membuktikan melalui Research and Development mereka bahwa menjadi fokus bahkan lebih baik dibanding menguasai semuanya namun tidak ahli di bidangnya. 

Dalam hal ini juga dibuktikan bahwa untuk mendapatkan profit lebih tidak selalu dengan menguasai industri dari hulu hingga hilir, bahkan cost investasi dan waktu bisa jadi lebih besar dibandingkan menjadi fokus pada suatu bidang dan menggali potential profit di dalamnya. Hal ini seperti yang dilakukan Coca Cola Company worldwide, yang fokus dalam quality control dan pembangunan brandnya. Sedangkan sisanya mereka bekerja sama dengan pihak ke-3 dari material bahan baku hingga pembotolan. Hal ini tentu menjadi pilihan Coca Cola untuk memfokuskan dirinya bukan semata-mata tanpa pertimbangan. 

Namun dengan kita lebih fokus pada bidang yang digeluti, tentu selain hasil lebih maksimal, resources yang dibutuhkan pun tidak sebanyak jika kita menguasai seluruh bidang. Dan bagi Anda para manfaktur tentu tahu betapa sulitnya mengelola resources, terutama manusia.

So, bukan selalu Anda harus memilih pengembangan bisnis mendalam dibandingkan melebar, namun Anda perlu mempertimbangkan banyak hal sebelum Anda menetapkannya. Anda dapat mempelajari cara perusahaan-perusahaan di dunia berbisnis, karena dengan begitu Anda tidak perlu repot-repot mengeluarkan beratus-ratus juta untuk research, karena mereka telah melakukannya untuk Anda. 

Namun jangan lupakan faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi bisnis Anda, tentu sumber daya dan lingkungan bisnis yang mereka miliki berbeda dengan yang perusahaan Anda miliki. Dan tentu selain mempelajari tren business development berbagai perusahaan lain baik di satu industri maupun di industri yang berbeda, Anda bisa memulai langkah awal dengan membuat daftar keuntungan dan kerugian dari masing-masing opsi pengembangan. Tentu, cara-cara ini dapat lebih dipertanggung jawabkan dibandingkan hanya mengandalkan feeling atau intuisi Anda bukan? Selamat mencoba!

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Push & Pull Marketing Via Online