Express Marketing, Are You Ready?

Setiap saya memberi seminar/sharing tentang pembangunan merk, saya selalu berangkat dari “gaya hidup”. Gaya hidup yang dimaksud adalah tentu saja gaya hidup dari konsumen kita, di mana masing-masing industri, masing-masing produk tentu memiliki karakteristik yang berbeda-beda, itulah mengapa kita harus selalu memastikan kita terus menerus memantau gaya hidup target market kita.

Mengapa demikian? Karena perubahan gaya hidup tersebut dapat mempengaruhi cara kita berkomunikasi, nilai jual yang kita tawarkan serta tentu saja bisa mendatangkan peluang bisnis yang bisa kita manfaatkan.

Poin terakhir tersebutlah yang akan saya bahas di artikel ini, karena sangat menarik sekali untuk diamati dan bisa membawa inspirasi ke bisnis kita masing-masing, apakah bisa peluang ini meningkatkan penjualan produk yang kita miliki.

Berangkat dari gaya hidup itu sendiri, saat ini di kota-kota besar, waktu menjadi hal yang sangat berharga sekali. Banyak para pekerja yang berangkat pagi pulang malam, terpenjara oleh kemacetan lalu lintas dan tidak punya banyak waktu untuk berbelanja atau membeli produk. Kondisi ini lah yang menuntut kita sebagai pelaku bisnis yang memiliki kepentingan untuk dibeli harus melakukan effort khusus dalam mendekati para target market kita.

Berikut di bawah ini adalah beberapa inovasi dari para pelaku bisnis dari berbagai industri yang memanfaatkan “gaya hidup” masyarakat urban yang membutuhkan “waktu lebih cepat” dalam bertransaksi, untuk meningkatkan peluang pembelian dari para target mereka. Konsumen dimanjakan dan terlebih diberikan solusi terhadap keterbatasan waktu mereka.

Pom Bensin Tahu


Bagi warga Bandung atau warga Jakarta yang sering main ke Bandung tentu sudah pernah dengar atau berkunjung ke Pom Bensin Tahu ini.Konsep pom bensin tahu ini dihadirkan untuk menciptakan experience sekaligus menjawab permasalahan para turis/pembeli yang sebenarnya ingin nyemil tahu tapi malas parkir. Bayangkan saja selama ini kita kalau mau beli tahu (yang fungsinya hanya sebagai cemilan) harus membuang waktu hingga 15 menit atau lebih karena harus cari parkir, turun dari mobil, berjalan, kembali lagi dan bahkan bayar parkir bisa jadi kalau lagi ga pengen-pengen banget, ga jadi beli mungkin saja terjadi. Nah konsep Pom Bensin Tahu ini meruntuhkan semua barrier Anda saat ingin jajan tahu pong, dan Anda tinggal masuk ke drive thru mereka yang bentuknya sama percis dengan pom bensin, bilang mau beli berapa bungkus (karena sudah dibungkus juga per 10.000 kalau ga salah), bayar dan hanya dengan waktu kurang dari 3 menit Anda sudah bisa menikmati tahu hangat Anda bersama keluarga di dalam mobil sambil terus melanjutkan perjalanan.

Pom bensin tahu ini selain menjawab kebutuhan dan menjadi solusi, tentu karena konsepnya yang unik berkembang menjadi Word of Mouth, ya salah satunya dalam bentuk artikel yang saya tulis dan Anda baca ini.

Kreativitas tentu tidak selalu menciptakan hal-hal yang sama sekali baru, karena yang namanya AMT (amati, modifikasi dan tiru) adalah konsep yang sering digunakan oleh para pebisnis dalam menciptakan inovasi dalam bisnisnya. Konsep Drive Thru sendiri bukan hal haru, karena sudah banyak dilakukan oleh para pelaku bisnis fast food, bentuk pom bensin pun setiap hari kita lihat di jalan-jalan. Inovasi pom bensin tahu ini adalah dengan menggabungkan kedua konsep tersebut dan produk yang mereka miliki, yaitu tahu



Carefour Express


Carefour Express ini saya temukan di ITC Permata Hijau. Jika Anda berperilaku seperti pebisnis konvensional tentu akan geleng-geleng kepala dan menganggap ide ini ga masuk akal. Gimana bisa masuk akal, karena kita membuka Carefour baru di sebelah Carefour yang sudah ada karena memang betul bahwa Carefour Express ini letaknya tepat di sebelah Outlet Carefournya. Produk yang dijual di sini pun sudah pasti ada di dalam Carefour nya. Yang ada malah harus menambah karyawan untuk menjaga counter kecil ini.

Tapi tentu pebisnis inovatif tidak akan berpikir dari sisi “susah-susah” nya dulu tapi berpikir dari sudut pandang konsumen dan potensi peningkatan penjualan. Sebagai konsumen, Anda pasti pernah mengalami seperti yang saya alami, pas mau beli 1 buah botol air mineral atau tissue atau Antangin jadi berpikir nga jadi beli karena males jalan, males antri atau butuh waktu lama. Yang ada bukannya jadi belanja di Carefour jadi berpikir belanja ke warung/mini market aja deh nanti. Nah, tentu kalau Anda jadi pemilik Carefour sayang juga kan kalo dalam sehari ada 20-30 orang berpikir demikian hilang deh peluang meningkatkan omset, tapi beda ceritanya kalau Carefour Express ini ada di depan Carefour utamanya, mereka yang mau beli barang-barang sederhana yang biasa di jual di mini market, bisa langsung masuk dan bayar, secepat mereka berbelanja di mini market atau warung income pun ga lari kemana deh.



PHD


Bagi yang tinggal di Jakarta dan Bandung, tentu jadi familiar dengan logo PHD ini. PHD yang merupakan singkatan dari Pizza Hut Delivery ini menjual produk-produk yang mirip dengan Pizza Hut. Kenapa saya bilang mirip? Karena memang keterangan dari salah satu pegawai nya bahwa PHD ini adalah perusahaan yang berbeda dari Pizza Hut, sehingga ada menu-menu yang tidak ada, atau ada menu yang mereka miliki tapi Pizza Hut tidak miliki dan juga ada yang menunya sama tapi secara rasa mungkin berbeda. Lebih lengkap baca menariknya bisnis PHD ini (klik di sini)

Masih dalam konteks “ekspres” PHD mengambil peluang mereka yang mau praktis dalam mengkonsumsi produk-produk lezat milik Pizza Hut. Tentu Pizza Hut memang sudah punya Delivery service, namun sepertinya PHD berusaha untuk fokus dalam mengembangkan layanan Delivery yang maksimal. Mereka yang mau membeli langsung di counternya pun bisa, tapi tidak bisa makan di tempat, semua harus di bawa pulang. Bisa jadi dari sisi layanan sama, namun dari sisi bisnis PHD membuka peluang untuk profit yang jauh lebih besar. Dengan menggarap pasar yang sudah diedukasi terlebih dahulu bahwa brand Pizza Hut memiliki produk yang berkualitas, tentu PHD akan lebih mudah masuk ke market. Dan tentu saja, dari biaya operasional akan jauh lebih rendah dari Pizza Hut, sehingga mereka dapat memanfaatkan pasar dengan sangat baik untuk profitabilitas perusahaan.

Lagi-lagi contoh ide cerdas dalam memanfaatkan kebutuhan konsumen yang ingin serba cepat cepat dan cepat.

Nah... bagaimana? Sudah cukup terinspirasi dengan berbagai gerak gerik yang serba cepat? Baik oleh perusahaan skala besar, menengah dan lokal? Sudah cukup sadarkah bahwa konsumen kita sekarang ini inginnya yang serba cepat, serba ekspres dan serba instan? Siapkah Anda menjawab kebutuhan mereka?

Peluang tersebut bahkan dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan benefit lain, yaitu adanya peluang untuk menjadi trigger mereka yang awalnya tidak berpikir untuk mengkonsumsi produk jadi ingin mengkonsumsi produk. Contoh si pom bensin tahu, mungkin orang yang awalnya menganggap bahwa tahu lembang biasa, pada saat melewati konsep tempat yang unik jadi ingin mencoba experience tersebut dan jadi mencoba membeli produk (bayangkan jika ia hanya membuka toko biasa atau gerobak biasa yang menjual tahu, tentu orang tidak tertarik mencoba), setelah mencoba dan merasakan produknya enak, jadi ketagihan dan menyebarkan WOM ke teman-teman mereka.

Manfaatkanlah peluang tersebut dan pikirkan cara ekspres yang bisa Anda tawarkan melalui produk Anda kepada konsumen Anda! Ingatlah bahwa setiap konsumen ingin pelayanan yang semakin cepat dan semakin praktis di bidang apapun industri Anda. Selamat mencoba!

creative sales

Sumber gambar:
fr.wikipedia.org
phd.com.my
bandung.panduanwisata.com


Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Push & Pull Marketing Via Online