Jun 16, 2018

The Beginning of My Business Journey. Part 1

"Pilihan bisnis itu hanya ada dua, memulai atau tidak memulai, sesederhana itu saja"

Sering kali saya diminta sharing soal bagaimana bisa membangun bisnis dari nol, hanya modal secukupnya dan kemudian berkembang menjadi ratusan cabang dalam kurang lima tahun di bidang bisnis kuliner sejak 2013.

Sebelum saya jawab pertanyaan di atas, mungkin ada cerita yang banyak orang tidak ketahui bahwa karir bisnis saya bahkan sudah dimulai sejak masih jaman-jaman kuliah di universitas parahyangan bandung. Ada suatu malam diacara malam keluarga kampus saya melontarkan sebuah pertanyaan tentang seperti apa masa depan karir kami kelak setelah lulus, jawaban yg saya terima saat itu malah membuat saya berpikir "wah ga jelas gini bakal jadi apa yah, apalagi kalo harus lanjut s2 or s3 duit dari mana" yah mungkin itulah keterbatasan pemikiran saat itu sebagai seorang mahasiswa jadi hanya bisa nangkep segitu haha. Hal ini terus jadi pikiran saya sampai sulit sekali kadang-kadang tidur karena memikirkan akan seperti apa saya ke depannya setelah lulus.


Waktu berlanjut, suatu saat seorang sahabat saya bernama Yeni (satu kelompok di Maori, ospek fakultas" membawa sebuah buku berjudul "Rich Dad Poor Dad" entah lagi kemasukan apa saat itu saya ingin sekali meminjam buku tersebut untuk dibaca padahal sejujurnya mana pernah saya baca buku klo bukan mau UTS UAS hehe, untunglah saat itu Yeni tidak berkeberatan meminjam buku tersebut.

Bersemangat saya, malamnya saya buka lembar demi lembar, halaman demi halaman saya baca sampai selesai hari itu juga dan entah kenapa baru saat itulah saya melihat masa depan saya dengan lebih jelas "i will be a business man", mulailah saya membaca buku-buku lain, membuat tulisan, join dengan organisasi yang punya unit business M30 (jual kaos, buat event bazar, jual jaket fakultas) dan berbagai bisnis lainnya.

Sejak itu apapun buku yg terkait bisnis saya baca, kelas management yg bukan jurusan kuliah pun saya ikuti serta aktif beroraganisasi yang orientasinya ada bisnis (M30) bahkan sekali waktu saya pernah coba untuk ikut jadi downline MLM yang hasilnya cuman dapat 1 downline haha (ini saya akui emang ga bakat ajah saya menaklukan hati orang wkwk). Semua, yah semua saya kerjakan untuk bisa merintis bisnis sendiri pada akhirnya karena saya tau untuk kerja akan sulit untuk saya menjadi orang berduit "begitulah di otak saya waktu itu".

Tapi kemudian ada masa di mana, dilema kemudian melanda, tuntutan untuk cepat lulus, berkerja di perusahaan multinasional dll terus menggaung dikepala dan tentu saja tidak ketinggalan orang tua terus memborbardir dengan berbagai pernyataan soal pekerjaan dan bagaimana sulitnya menjadi seorang pengusaha yang tidak jelas penghasilannya, tidak tentu masa depannya dan alasan kelasik banyak orang tua yang ingin anaknya jadi "orang". Bagaimana saya menghadapi ini?

Tidak ada cara lain, Ok saatnya buat bisnis, hasilkan uang sehingga tidak perlu lagi tergantung dengan orang tua, bersama dengan beberapa teman di sebuah malam di area lembang akhirnya dirumuskan lah untuk membuat sebuah bisnis Konsultan Marketing dengan nama Mark Ads (marketing advertising) karena memang saat itu saya dan sahabat saya suka sekali dengan bidang ini serta Creasion yg fokusnya dibidang design dan cetakan (inilah sejarah awal nama blog ini sebetulnya).

Singkat kata jadilah 1 box kartu nama dengan embel2 konsultan marketing, mulailah menyusun beberapa proposal ke cafe-cafe, bisnis retail dll untuk coba presentasikan service yang kami berikana ............. satu hari, dua hari, 1 bulan, 2 bulan lah kok ga ada yang mau yah ......................

Bersambung ..............
by the way image di atas sebelah mobil coklat, itu kantor resmi pertama kita, kos-kos an.

Artikel Sering dibaca lainnya

Why?
6 Alasan Mengapa Konsumen Membeli Brand Anda
"Membeli" Konsumen Masa Depan
Jangan Jadi Pengusaha Yah

1 comment:

muhammad hidayat said...

part 2 nya mana ya belum muncul 😁