Masalah = Solusi = Bisnis

"Masalah adalah sumber utama ide bisnis yang potensial sejauh tersedia solusi untuk masalah tersebut"

Ada beberapa common things yang sangat penting diperhatikan ketika kita memutuskan untuk membangun sebuah bisnis. Sangat tidak disarankan ketika kita memutuskan untuk membangun sebuah bisnis hanya didasarkan pada karena saya "suka", "sepertinya ok", "cocok nih dengan passion saya" ato "lagi ada modal nih, jadi mumpung" or "kepepet banget, mau ga mau harus".

Gaya berbisnis seperti di atas, punya kencenderungan akan membuat kita sulit menjalankan bisnisnya dan tidak menguasai kondisi dan kemampuan yang dibutuhkan sehingga ujung-ujung sangat sulit membuat bisnis berkembang, modal keburu habis duluan atau lebih buruk bisnis jalan tapi terus merugi, boro-boro bicara menjadikan bisnis lebih besar dengan profit yg besar, sekedar untuk menggaji karyawan dan operasional day to day ajah mungkin harus hutang sana sini, gestun, gali lubang tutup lubang sampai menggunakan dana pinjaman tambahan dari bank or sejenisnya.

"Bukannya wajar mas Rex hal tersebut untuk setiap pemula bisnis?" Betul wajar karena biasanya kita melakukan common mistake yang sama, apakah ada yang berbisnis tidak melalui hal tersebut? yah pasti ada, tentu ada challenge tapi biasanya akan lebih terkait dengan bisnis growthnya bukan hal-hal yang sebetulnya tidak perlu dialami jika sejak dari awal melakukan bisnis dengan tuntunan yang tepat.

Contoh, dulu ketika memutuskan untuk berbisnis ketika belum lulus kuliah, karena begitu cintanya dan sukanya saya dengan dunia marketing, maka saya memutuskan untuk menjadi konsultan marketing dan advertising, hasilnya 8 tahun berakhir dengan menumpuk hutang biarpun klien banyak, bingung juga saya kalo ditanya kok bisa bertahan hehe, finaly akhirnya melakukan Pivot ke bisnis kuliner dan menjadikan 8 tahun lebih sebagai kuliah "Harvard" hehe. Mengapa bisa demikian? Yah karena ketika memutuskan terjun ke dalam bisnis alasannya sangat sederhana "passion", pasar? Waduh kira2 ajah kayanya banyak sih, berapa besar? yah besar kali yah, memang orang butuh? Yah pastilah siapa sih yang ga butuh konsultan? ... get my point?


Jadi apa saja yang perlu diperhatikan ketika memutuskan untuk membangun dan menekunin sebuah bisnis sehingga kita dapat membangun bisnis yang lebih menjanjikan masa depan yang lebih baik dan tanpa harus melakukan common mistake yang biasa dilakukan oleh pebisnis "yg penting jalan dulu"? Ok coba kita bahas singkat beberapa point yah.

1. Does it solve a problem?
Ini pertanyaan yang sangat penting ketika memutuskan untuk membangun sebuah bisnis, solusi apa yang ingin di tawarkan kepada konsumen? Dan apakah konsumen betul-betul membutuhkan solusi tersebut?

Dalam hal ini, ketika memutuskan untuk meluncurkan atau memasuki sebuah bisnis kita mendasari keputusan kita pada sebuah masalah terlebih dahulu yang tentu membutuhkan solusi. Ambil contoh gojek, apa masalah banyak orang selama ini?

  • Susah kalo cari ojek harus kepangkalan dulu
  • Mahal, suka seenak-enaknya kalo kasih harga, apalagi kalo anda ngantor di sudirman hehe
  • Klo lagi jam penuh, suka susah cari ojeknya
  • Mau disuruh beli makanan? Mana mau tukang ojeknya, klopun mau itungnya rute bolak balik.
  • Mau disuruh anter-anter makanan kerjasama? Susah, lebih seneng mangkal si abang mah (Curcol pemilik kuliner sebelum gofood muncul)

Dari sini Gojek muncul, memberikan solusi terhadap masalah-masalah di atas dengan memanfaatkan teknologi yang perkembang saat ini tentunya yaitu Apps. Pertanyaan sekarang jika kamu ingin berbinis, Your Business Idea, Does it Solve a Problem?

2. How About The Market?
Pertanyaan kedua setelah kita yakin bahwa apa yang kita akan bangun memberikan solusi kepada konsumen adalah berapa besar konsumen yang membutuhkan solusi tersebut? Hal ini tentu sajah terkait apa bisnis yang akan dijalankan ini feasible atau tidak dari sisi pendapatan, klo feasible tentu worthy untuk dijalankan, jika tidak tentu sebaiknya kita tidak perlu susah payah untuk mengeksekusi bisnis tersebut.

Sebagai contoh, berapa banyak UKM yang butuh design, baik itu logo, flyer, brosur, sign dsb? Seluruh indonesia ..... buanyakkk mas. Nah masalahnya, berapa banyak designer yang betul-betul cocok dengan apa yang kita inginkan? Ini baru ngomong selera, klo udah ngomong sekalian kualitas wah makin ribet mencarinya blom lagi harganya yg kadang ga terjangkau oleh UKM, lalu gimana kalo bisnis Anda ada di daerah2 kecamatan, desa, or kabupaten, bagaimana caranya bisa mengakses kebutuhan tersebut? nah MASALAH khan, Solusinya SRIBU.com. MARKETnya, seluruh Indonesia baik Individu maupun perusahaan yang membutuhkan design dengan banya alternatif, cepat dan harga terjangkau

  1. Masalah .... Akses designer, Quantity, Kualitas, harga, Speed
  2. Solusi ...... SRIBU.com ... Speed cepet, Quantity Banyak pilihan, Kualitas relatif lah, Akses gampang, harga bersahabat.
  3. Pasar .......... Seluruh Indonesia

Kesimpulan, FEASIBLE buat dijadiin bisnis, EKSEKUSI.

3. Will they pay for good price?
Hal ketiga setelah dua point di atas setelah kita melihat peluang untuk memberikan solusi terhadap masalah banyak orang, apakah market mau membayar untuk solusi yang kita berikan tersebut? GoFood, Solusi dengan market yang sangat besar sejauh ada ojek, konsumen rela membayar biaya untuk order dengan harga yang lumayan besar bahkan kadang mahalan bayar Gofood plus tips nya dari pada harga makanan yang kita pesan, but we are willing to pay right? Yeah That's A Business, worth to execute.

Contoh kedua, Design, banyak yg butuh solusi bisa dapat alternatif yang banyak, cepat dalam hitungan hari dan juga market tersebar di seluruh Indonesia, apakah market tersebut  rela membayar untuk layanan seperti Sribu.com? Kamu jawab sendiri deh klo sudah nyobain, tapi yang pasti saya salah satu pelanggan tetap. Yes i will pay that cost for kinds of their solution.

4. The Solution and Problem, does it continue?
Nah ini juga perlu diperhatikan bahwa Bisnis yang kita bangun memang merupakan solusi terhadap sebuah atau beberapa masalah yang memang ga akan pernah beres-beres, yah kecuali memang kita mengejar moment, misal dalam 3-5 tahun Off setelah dapat untung yg lumayan untuk pensiun hehe. Contoh nih, Rumah Sakit, Solusi untuk Masalah orang sakit khan? Nah masalah sakit ini emang pernah akan kelar? Artinya bisnis ini sangat bagus karena Solusi & Masalah tidak akan pernah ada habisnya, sepertinya hal nya juga pendidikan, kuliner dll.

Hanya saja jangan terjebak dengan paradigma lama, Solusi & Masalah mungkin saja sama, tapi apa yang menjadi faktor-faktor penunjangnya mungkin berubah dari waktu ke waktu dengan berkembangnya teknologi, media dan hal-hal lain di sekitar bisnis tersebut.

5. How about other provider?
Nah terakhir yang perlu dilihat dulu sebelum terjun ke sebuah bisnis adalah apakah sudah ada kompetitor sejenis yang bermain di daerah tersebut? Artinya apa? jika pun ingin masuk ke dalam bisnis tersebut, siapkan Solusi yang punya differensiasi sehingga konsumen akan lebih memilih solusi yang kita tawarkan daripada yang kompetitor tawarkan terhadap masalah konsumen.

Solusi yang ditawarkan bisa sama ajah pointnya, tapi cara kita menawarkan dan benefit lebih dari yang kita tawarkan harus betul-betul dikaji dan distrategikan sehingga pilihan konsumen pada akhirnya jatuh pada menggunakan solusi yang kita berikan.

Semoga tulisan ringan ini bisa bermanfaat untuk saya pribadi serta untuk semua pembaca blog ini.

Popular post:

Private Label, Lampu Kuning Pemilik Brand
The Power of Free Marketing Ala Google
Ayam dan telor akhirnya terjawab mana duluan


Note.
Silahkan jika ingin di repost atau disebarkan ulang seluruh konten yang ada di dalam blog ini untuk tujuan sharing dan berbagi ilmu. Dilarang untuk penggunaan komersil.

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Push & Pull Marketing Via Online