Dec 19, 2016

Telor 1/2 Matang

"Mas rex ada waktu untuk bisa ngobrol-ngbrol soal bisnis, ada temen saya yang mau "curhat" soalnya dia sudah pasrah mau nutup bisnisnya, udah jalan beberapa bulan cuman ga ada hasil ajah dan udah bingung banget harus seperti apa membangun bisnisnya"

Percaya tida percaya sudah lebih dari 3 orang dalam satu bulan ini yang kurang lebih minta konsultasi dan diskusi dengan permasalahan yang sama dengan yang diatas, dan saya yakin diluaran sana masih banyak sepertinya temen-temen pengusaha yang juga memiliki masalah yang sama dengan sedikit cerita saya di atas, betul khan?

Singkatnya saya bertemu dengan salah satunya untuk ngobrol lebih dalam untuk bisa mencari tahu dan kemudian mungkin bisa memberikan sedikit masukan mengenai bisnisnya. Oh iya karena ga enak biarlah kali ini kita panggil dia dengan nama Dinda yah.

Saya "Dinda, ini produk bumbu nasgor dinda tahan berapa lama?"
Dinda "Tahun sekitar 1 bulan mas rex"
Saya "Ini nama brandnya apa sudah di cek HAKI nya? Apa sudah di survey kalo namanya punya konotasi yang kurang baik?"
Dinda "Blom mas rex"
Saya "Dinda mengerti tentang marketing? Business Plan? Revenue Stream?"
Dinda "Enggak mas rex, dinda hanya sukanya masak, dan dinda yakin buatan dinda pasti enak"
Saya "Ohh. Lah blom ngerti ilmu bisnis kok nekat masuk ke dalam dunia bisnis? Berani keluarin uang buat produksi bumbu, bayar karyawan dan sewa lokasi produksi? dasarnya apa?
Dinda "Semangat mas rex, kata guru dinda dan beberapa pembicara seminar, jalani ajah dulu, nyemplung dulu, nanti juga akan ada waktunya kita akan berhasil asal semua dijalankan dengan penuh keyakinan"
Saya "&*****#%#^&" Mau Tak gebok ini gurunya haha.


Dari sedikit percakapan di atas, sebetulnya kita bisa menarik kesimpulan yang sangat jelas bahwa banyak sekali pebisnis pemula yang sering kali memulai bisnis hanya dengan modal semangat yang membara plus kemampuan untuk membuat produk yang katanya "enak". inilah penyebab utama kalo bisa dibilang demikian sebetulnya besarnya persentase kegagalan kebanyakan pebisnis pemula, tidak ada arah, mapping ataupun guidance yang jelas dan tepat bagaimana bisnis itu bisa dijalankan.

Ok balik lagi ke dinda, setelah panjang lebih ngobrol hampir 2 jam, saya memberikan sedikit masukan yang mungkin juga berguna untuk yang lagi mengalami surutnya bisnis ataupun mau melangkah masuk ke dalam dunia bisnis

Bisnis itu dunia kejam
yah itu realitanya untuk yang tidak mengerti bisnis tapi nekat mau berbisnis, jaman sekarang dengan semakin banyaknya informasi, mudahnya akses serta kemudahan dalam berbagai hal justru membuat bisnis makin kejam. Kita punya warung kelontongan, tiba-tiba 1 bulan kemudian secara berdekatan berdiri DeltaMart dan AprilMart, bisa game over bisnis kita.

Jadi? Belajarlah dengan dalam Ilmu bisnis agar kita bisa survive di dalam bisnis, tidak ada jalan lain, inilah syarat pertama untuk berbisnis saat ini, tanpa ilmu sebaiknya tunda saja dulu keinginan untuk berbisnis, sudah hampir habis cerita "hoki" seperti bisnis-bisnis jaman dulu yang mulai dan jalan ajah kemudian 5-10 tahun bisa menjadi besar. Hari ini, orang liat bisnis kita prospek, hanya butuh hitungan minggu akan muncul bisnis serupa dengan modal yang mungkin lebih besar dan sumber daya yang jauh lebih kuat dari kita.

Belajar apa? yah belajar ilmu bisnis dong. masak ilmu sulap. Pelajari apa itu bisnis plan, apa itu marketing mix, apa itu revenue stream, seperti apa berkerjanya teori-teori bisnis tersebut, bagaimana pergerakan pesaing yang udah ada, pointnya pelajari semua hal yang ujungnya akan membuat kita AHAAA .... dapat ilham yang BENER untuk dijalankan dan dieksekusi. Bukan Ilham abal2 karena hanya dorongan semangat membara.

Ilmu adalah competitive advantage, sesuatu yang sulit di replikasi karena juga terkait dengan kreativitas, jadi jelas ini MODAL AWAL.

Silahturahmi dan Kerjasama
Yah, saat ini salah satu modal penting dalam membangun bisnis adalah relasi, contoh sederhana ajah dengan ngobrol dengan saya, dinda bisa memahami bahwa ada hal-hal yang tidak pas sehingga bisnisnya rugi dan membuat putus asah, dengan kenal, saya bisa memberikan banyak masukan bagaimana dinda bisa membangun bisnisnya dan bahkan pada tahap lebih lanjut ternyata malah saya juga tertarik untuk investasi membangun bisnis dinda untuk menjadi besar bersama. Keren khan silahturahmi itu.

Kembaili ke laptop

Saya "ok dinda sekarang sudah paham dari semua obrolah kita di atas?"
Dinda "iya kak, dinda paham, ok dinda akan mulai belajar ilmu bisnisnya, coba ikuti hal-hal yang terkait ilmu bisnis lebih mendalam melalui workshop dan sekaligus dinda mohon dibimbing yah kak biar dinda bisa berhasil. Dinda semangat lagi nih kak, teryata bisnis harus pake ilmu yah, bukan soal semangat ajah"
Saya "nah gitu, ayok 2/3 bulan ke depan diperdalam ilmunya dengan buku-buku yang tadi kakak sarankan untuk dibaca, klo ada yang tidak dimengerti silahkan nanya2, dari situ Insya Allah mata dan pikiran kamu akan jauh lebih terbuka soal bisnis, jangan seperti telor 1/2 matang, blom saatnya berbisnis eh udah nekat terjun, klo telor 1/2 mateng sih enak, yah enak buat yang makan "kompetitor" kamu hehe".


Semoga bermanfaat.

Popular post:

Private Label, Lampu Kuning Pemilik Brand
The Power of Free Marketing Ala Google
Ayam dan telor akhirnya terjawab mana duluan


Note.
Silahkan jika ingin di repost atau disebarkan ulang seluruh konten yang ada di dalam blog ini untuk tujuan sharing dan berbagi ilmu. Dilarang untuk penggunaan komersil.

No comments: