Skip to main content

Creative Mainstream

"Bos, kalo bisnis jangan mainstream, harus kreatif dong biar unik dan keren" "Lagian susahlah kalo mainstream khan udah banyak yang kerjain bisnisnya, so gua ga mau mainstream kalo lo mau ajak gua bisnis" Percakapan ini kebetulan saya dengar ketika bersantai di Starbucks Bandung, hmmm kalo bisnis jangan mainstream. Jangan-jangan jargon ini juga menjangkiti banyak newbie bisnis atau calon pebisnis yang ingin dan akan terjun ke dunia bisnis.

Beberapa tahun kebelakang saya mengamati banyak bisnis baru yang muncul yang bisnisnya kadang "luar biasa", aneh dan bahkan kadang muncul pertanyaan "Nih orang lagi jualan apa yah?" haha, mungkin karena begitu kreatifnya sampe saya yang mungkin saja calon konsumennya sampe bingung mengenai apa yang dijual, hebatnya lagi karena unik dan "tidak Mainstream" ada media yang sibuk melakukan liputan, menjadi bahan pembicaraan karena "tidak mainstream" tapi setelah 1 tahun kemana bisnisnya? Game over. Beberapa contoh juga sering kali mainstream ini diimplementasikan dengan nama-nama yang sangat luar biasa aneh, menggunakan nama-nama dunia gaib yang mengesankan tidak "mainstream" namun yang itu akhirnya berakhir dengan bisnisnya KO.

Apa yang salah dengan bisnis yang "mainstream"? Anda pernah tahu penjual Ayam goreng yang sukses? Penjual bakso yang sukses? BANYAK. Hampir disetiap daerah ada penjualan ayam goreng dan bakar serta penjual Bakso yang ramai dengan pengunjung, mainstream bukan jualan ayam dan bakso? Kalo defini "mainstream" adalah bisnis yang totally berbeda dengan yang sudah-sudah menurut saya siap-siap saja dengan resiko gagal yang tinggi dan biaya yang besar.  Lantas bagaimana? Tidak masalah sebetulnya melakukan bisnis yang "mainstream" asal dilakukan dengan Creative Mainstream, bahkan mungkin peluang untuk bisnisnya bisa lebih sukses karena memang sudah "biasa" bagi konsumen dan juga mungkin sudah banyak yang sukses di bisnis tersebut.

Jadi bagaimana sih Creative Mainstream itu? Nah kali ini saya ingin sharing soal ini bagaimana kita bisa sukses dengan melakukan sesuatu yang Mainstream tapi dengan cara yang kreatif, melakukan bisnis yang mungkin sudah dilakukan banyak orang namun tetap punya peluang untuk bisa sukses dan besar.

1. Lihatlah apa yg sudah sukses

Lihatlah di kota Anda, tukang bakso mana yang sangat ramai dikunjungi oleh penduduk kota tersebut? Pelajari mengapa tempat tersebut ramai mulai dari produk, price, promotion dan berbagai hal yang membuat tempat tersebut ramai. Apakah tempat tersebut punya cabang dan berkembang di daerah lain?

Setelah dipelajari dengan baik, bertanyanya bisa kha saya membuat bisnis Bakso yang jauh lebih sukses dari tempat ini? Nah disinilah dituntut untuk pebisnis punya visi lebih jauh dari sekedar menjadi pedagang yang punya 1 toko dan terus bertahan selama 10 tahun dengan toko yang itu-itu ajah, kecuali Anda sudah cukup puas.

Pointnya, kalo bisnis Bakso bisa sukses, anyway bakso itu "Mainstream" banget, berarti ada peluang membuat bisnis bakso yang sukses, tinggal How to nya, di sini lah untuk memiliki mindset Creative Mainstream Anda harus punya ILMU untuk melakukannya, yaitu ilmu bisnis. Dan rasanya setelah 11 tahun berkecimpung di dalam dunia marketing, inilah salah satu kunci yang saya lihat yang menyebabkan banyak bisnis baru gagal, sekedar bertahan atau bahkan terlilit dengan hutang karena tidak memiliki cukup ilmu dalam membangun bisnis.

2. Berilah nilai tambah
Ok kembali lagi ke Bakso, akhirnya Anda memutuskan untuk membuka bisnis bakso karena memang sudah ada contoh suksesnya dan juga memang secara target market cukup besar, apa yang harus dilakukan? VALUE ADDED, yah berikan nilai tambah baik dari sisi Produk, Price,Place, Promotion dan P P lainnya yang intinya bisa membuat bisa Anda BERBEDA dengan pesaing dan juga VALUE ADDED ini bisa diterima oleh konsumen dan menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen untuk membeli Bakso.

Contoh, dari sisi produk Anda membuat Variant Bakso yang variatif dengan kombinasi variant bakso isi keju, Bakso iji Cabe rawit, Bakso isi Keong dan sebagainya (ingat pertimbangkan dari sisi konsumen), atau dari sisi Size Anda buat Gozzila Size (Gozzila Bakso ---> Name, dan tentu dari rasa harus sudah diriset dulu).

NIlai tambah ini adalah kunci di mana walaupun bisnis yang kita masuki "mainstream" namun tetap punya potensi untuk besar dan sukses di pasar, nah jadi coba lakukan kajian dan riset yang mendalam bagaimana kita bisa menciptakan dan memberikan nilai tambah yang tepat untuk konsumen.

3. Bangun Brand dengan kreatif
Hal yang juga akan sangat penting adalah membangun brand setelah kita memutuskan untuk masuk ke sebuah bisnis dan sudah memiliki nilai tambah bisnis "Mainstream" kita. Ini kunci penting mengapa? Pertama karena bisnis yang Anda masuki "mainstream" sehingga butuh effort besar dalam membangun brand, kedua adalah kompetisi, di dalam bisnis yang mainstream biasanya sudah ada kompetitor yang cukup kuat sehingga kita harus punya taktik yang kuat untuk bisa bersaing dengan kompetitor tersebut atau bahkan menjadi lebih besar dari mereka, kuncinya adalah pelajari dengan cermat mengenai kompetitor Anda.

Bagaimana masih tetap mau membuka bisnis yang "nggak Mainstream"? ato mending buka bisnis yang jelas-jelas udah banyak yang sukses "Mainstream" tapi dengan nilai tambah yang kuat? Salam Creative Sales.

Baca juga Popular Post:

Brown & Cony: Is it love?
Pempek WAR
Ayam dan telor akhirnya terjawab mana duluan
Galau Market, Aku Tanpamu Butiran Debu
7 Bisnis Sampingan Dashyat Lewat Twitter

Creasionbrand I Creative Sales & Brand Consultant

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…