Posts

Showing posts from June, 2012

5 Strategi Beriklan Melalui Buzzer Twitter

Image
19 juta lebih user. Twitter kini menjelma menjadi salah satu channel iklan yang cukup gencar digunakan oleh brand maupun individu untuk berbagai kepentingan mulai dari membangun komunitas, menginformasikan discount, launching buku, info seminar dan bahkan pemasang lowongan kerjapun sudah mulai melirik channel ini untuk beriklan.
Biaya memasang iklan di buzzer twitterpun tidak kalah menarik untuk dibahas, jika Anda bermain di channel ini kita akan menemukan variasi iklan twitter mulai dari 50 ribu per tweet sampai 1.5 juta per tweet (konon beberapa akun memasang tarif 2-3 juta per tweet, saya kurang tahu persis karena buat saya angkanya sudah terlalu berlebihan hehe, jadi ga pernah saya kontak buzzernya). Salah satu klien saya sempat geleng-geleng kepala dan mengatakan “tweet doang begitu harus bayar 1 juta?, kamu sedang tidak bercanda khan?”. Haha, yes bos, that’s real.

CSR and Your Brand

Image
Beberapa tahun lalu sewaktu kuliah, di salah satu mata kuliah di kampus ada pembahasan tentang tipisnya perbedaan CSR dengan aktivitas pemasaraan dewasa ini. Mengapa bisa demikian? Karena saat ini sulit sekali mengetahui tujuan utama perusahaan dalam aktivitas sosial mereka apakah digabungkan dengan tujuan pemasaran atau tidak. Namun menurut saya pribadi hal itu tidak penting, mengingat tetap ada pihak yang akan mendapatkan manfaat dari bantuan dan perusahaanpun akan mendapatkan manfaat dari peningkatan citra di tengah masyarakat.

Nah, dalam artikel ini secara khusus saya ingin membahas tentang beberapa contoh kegiatan CSR yang dengan cerdas digabungkan dengan aktivitas komunikasi baik untuk meningkatkan citra merek ataupun meningkatkan awareness brand.

Ide dari penulisan artikel ini adalah ketika sedang “jalan-jalan” di dunia maya, saya melihat iklan produk keluaran Kraft ini di 21cineplex.com. Produknya bernama Frutkuat, "wah saya baru tau ada produk ini :D secara saya jarang …

5 Marketing Myopia

Image
Begitu banyak doktrin-doktrin bisnis yang sering kita baca dari berbagai buku, majalah maupun artikel atau ajaran dari banyak guru yang mungkin memenuhi pikiran kita, yang seolah adalah sebuah kebenaran mutlak dalam sebuah bisnis. Ada kalanya atau mungkin semua teori tadi adalah benar jika diterapkan dengan pemahaman yang benar tapi akan menjadi salah jika kita terlalu harfiah dalam memaknai sebuah teori jika tidak mengkaji, memaknai dan menganalisis dari sudut pandang teori yang lain. Kali ini kita akan bahas 5 hal yang bisa menjadi jebakan jika kita secara tidak bijaksana mengurai dan mengimplementasikan sebuah teori.
Pertama : Brand Terkenal Pasti Laku
Kalau ditanya tentang sebuah produk handphone yang bermerk Nokia, siapa yang tidak mengenal produk ini. Dari hasil riset yang terdapat di www.rankingthebrands.com, diperoleh data bahwa Nokia termasuk di dalam 50 brand terkemuka di dunia, wowowo luar biasa bukan mungkin kalau kita hitung secara matematika brand awareness Nokia di atas…

Diet dan Hidup Sehat? Such a Borink Topic

Image
“Diet” dan “Hidup Sehat”, dua kata kunci yang saya sebutkan tadi mungkin bagi sebagian besar kita menjadi 2 buah kata kunci yang membuat kita “malas” untuk melanjutkan pembicaraan. Arah pembicaraannya udah jelas tuh, seputar makanan sehat, mengatur pola makan, what can eat what can't eat, gyms, olahrga teratur dan sebagainya (nurut saya pribadi) hehe.

Perang Public Campaign via Twitter

Image
Kalo nggak salah di Jakarta lagi rame pemilihan calon Gubernur Jakarta yah? liat di TV aja sudah mulai bermunculan iklan kampanye para calon gubernur. Nah apa lagi di jalan-jalan umum kota Jakarta kali yah udah banyak bertebaran kampanye para calon Gubernur mulai dari Baligho, Spanduk, atau Poster. Ngomongin tentang kampanye para calon gubernur nih, nyadar nggak sih bahwa saat ini ada sesuatu hal yang mulai berubah salah satunya dengan kemunculan Social Media? bener nggak kalo kemunculan Social Media khususnya Twitter kini menjadi salah satu tools media kampanye yang tidak luput dari bidikan sang calon gubernur. 
Nah disini saya nggak akan bahas dalam konteks politiknya yah, namun lebih pada fenomena penggunaan Social Media Twitter sebagai media campaign. Selanjutnya munculah sebuah pertanyaan besar kenapa ya kira-kira mereka menggunakan social media twitter sebagai salah satu channel public campaign mereka bahkan menjadikannya sebagai main public campaign media? yuk kita bahas baren…

6 Alasan Branding Using Satellite Website

Image
Ada yang tahu cafe The Sugarush di jalan Braga Bandung yang cukup terkenal dengan”Rainbow Cake, Red Velvet dan Macaroons”, sekarang jika bicara dua cake tersebut cukup banyak yang mereferensikan untuk pergi ke The Sugarush, nah berhubung ini bukan situs kuliner tentu saya tidak sedang membicarakan makanan hehe, ada satu pertanyaan saya dan coba sebutkan jika memang kamu mampu, apa websitenya? 
Ga bisa, ok next nya silahkan di google, saya beri waktu 1 menit? .................................. Yak done, udah 3 halaman google khan, ketemu blom? Kalo rada ngerti sih pasti ketemu, bukan ajah twitternya, liat Bio nya nah ada tuh websitenya. Haha ribet gitu yah mau cari websitenya ajah, hampir semua yang keluar malahan blog yang membahas The Sugarushnya seperti blognya (http://ceritaperut.blogspot.com/2012/03/tempat-nongkrong-romantis-at-braga.html).
Apa ini, kok 3 halaman google sebagian besar malah blog liputan makanan yang keluar dalam pencarian “Sugarush Bandung”?

8 Viral Marketing Content

Image
Saat menjadi pembicara di brand strategy via online ada seorang penanya yang menanyakan kepada saya konten seperti apa yang membuat orang lain mau melakukan "share"? Siapa toh yang tidak mau konten promonya baik itu dalam bentuk tulisan, gambar, suara maupun video menjadi sesuatu yang grab attention, dibicarakan, ditonton dan di share oleh banyak orang tanpa perlu di minta.


Video Blentech ini punya muatan konten viral yang luar biasa, hampir disetiap kesempatan menjadi pembicara publik maupun perusahaan saya sering memutar video ini, membagikan linknya ke teman-teman dan membicarakan brand nya dalam setiap kesempatan. Mengapa? (nah ini nanti kita bahas mengapa). Atau contoh lain, mengapa yah Tweet dari @nasehatbisnis @merryriana sering sekali di RT oleh followernya? Sesuatu yang dibagikan secara gratis oleh followernya ke followernya sendiri tanpa perlu di minta oleh sipemilik akun? (jangan seperti beberapa aku lain yang "ngemis2" minta di RT dengan iming-iming ha…

4 Things You Should Know Before Using Influencer

Image
Kembali mengingat sebuah video yang menyebutkan bahwa Social Media Is A Next Big Things In Indonesia yang membuat saya amaze mengenai perkembangan Social Media di Indonesia. Why? Twitter user hampir mencapai angka 19,3 juta, sedangkan Facebook mendekati angka 38,7 Juta user. Angka-angka tersebut merupakan alasan kenapa kini Social Media menjadi primadona yang dipilih salah satunya sebagai media iklan (promosi) melalui influencer buzzer twitter. Buktinya banyaknya bermunculan account-account yang menawarkan jasa buzzer, dan tidak jarang kita lihat di Timeline (TL) kita beberapa konten materi promosi, iklan, buzzer muncul dari para influencer tersebut.

Nah ngomongin influencer dan media placement melalui online (Twitter), placement buzzer melalui twitter (influencer) memang memiliki beberapa kelebihan dibandingkan media konvensinal beberapa diantaranya : low cost, tidak ada biaya produksi iklan, area jangkauan sangat luas. Sehingga ada yang menyebutkan Social Media ini low cost = high …

Merayu Konsumen “Pintar”

Image
Apalah artinya sebuah angka, dia hanyalah sebuah ukuran pembeda dalam satuan deret hitung. Tapi ditangan marketer atau orang komunikasi, angka bisa berarti berjuta kesempatan dan permainan bahasa komunikasi.

Welcome to the jungle, mungkin kata-kata inlah yang sekarang pas untuk menggambarkan bagaimana persaingan di industri yang mengutamakan kesehatan, dari penggunaan kata “light”, “mild”, green, dll. Di sebuah rak supermarket bahkan saya menemukan produk sejenis yang serupa tapi tak sama, masih dengan permainan besaran angka 6 days & 7 days.


Kurang Asem

Image
Walahhh.. Asem bener deh! Pada saat saya mencoba games interaktif yang ada di website sebuah produk permen bernama Kurang Asem ini! Produk permen Kurang Asem ini awalnya saya tidak kenal, karena saya adalah salah satu orang yang sudah jarang nonton TV mungkin ada iklannya di TV ya tapi saya belum pernah lihat

Tapi ternyata si produk Kurang Asem ini bisa menjangkau orang-orang seperti saya yang lebih banyak menghabiskan waktu di internet dibandingkan di depan televisi. Malah dia berhasil menarik perhatian saya dan bahkan mengidekan saya untuk berbagi dengan Anda, wah berhasil deh creative sales yang men¬dorong terciptanya Word of Mouth.

Jadi apa sih yang menarik dari si permen Kurang Asem ini? Yang menarik adalah ide creative sales Online nya yang jenaka. Anda bisa membuktikannya sendiri dengan berkunjung ke website nya www.kurangasem.com. Di sana Anda akan langsung disambut oleh si Asembro yang rela melakukan perintah apa saja yang Anda minta. Dari mulai ciuman, merangkak, menari, br…

Rame-Rame Jualan Ramen

Image
Pertumbuhan industri kuliner memang seringkali dipengaruhi oleh tren-tren tertentu. Dulu pernah saat tren ‘pancake’ begitu populer, dan dalam hitungan bulan muncul berbagai restoran/cafe baik yang menjual spesialisasi pancake sampai yang menambah dessert pancake. Lalu beberapa waktu lalu dan sepertinya masih berlangsung hingga sekarang adalah tren red velvet, sebuah cake berwarna merah pekat yang biasa disebut juga dengan Devil’s Cake. Banyak cafe/restoran/pebisnis cake berlomba-lomba menyediakan red velvet untuk ga mau ketinggalan memanfaatkan pasar yang sedang gemuk ini. Lalu beberapa waktu sebelumnya lagi sempat tren tentang bebek, beberapa restoran bebek baru bermunculan di mana-mana... Dan secara khusus di artikel ini yang ingin saya bahas adalah berjamurnya tempat makan ramen di kota Bandung, yang juga diakibatkan sedang trennya makanan asal Jepang ini.

Sebenarnya ramen bukan makanan yang baru, dulu waktu Gokanna Tepan keluar dengan campaign nya lomba makan Hot Ramen, ramen kia…

Paha Jupe Plus Nasi, Mau?

Image
Sepenggal kalimat itu yang menjadi salah satu hal menarik yg ingin saya ulas disini. Bagaimana seorang Julia Perez (Jupe) menjual “aset”nya menjadi sebuah buzz yang cukup menarik.
29 Mei 2012 kemarin sebenarnya hanyalah sebuah Launching bisnis barunya Jupe, sebuah franchise ayam goreng a.k.a Fried Chicken, tapi uniknya Fried Chicken ini mengusung nama besar artis Indonesia yang fenomenal, Julia Perez, yang memang dikenal memiliki image sexy. Uniknya, karena sama-sama menjual keseksiannya, maka Jupe dan ayam goreng malah bisa menjadi sama2 dipromote dengan image sexy. 
Inilah sebuah key point yang cukup unik, nilai yang dijual oleh brand ini bukan lagi bicara content, kualitas produk, kualitas proses, dll.. dll... tapi untuk kali pertama ini yang di sosialisasikan memang berkisar pada image Jupe sendiri yang memang secara brand sudah cukup dikenal sangat luas oleh masyarakat Indonesia. Apalagi dengan statement2 nya yang selalu memicu banyak opini.

Sharing First Not Selling First

Image
Beberapa waktu lalu saya menyempatkan hadir disebuah acara yang diselenggarakan oleh @akberbdg yang kebetulan mengundangan Handoko salah satu pakar advertising & branding sebagai pembicara. Beliau yang memulai profesinya di industri advertising sempat berbicara bahwa pada saat ini konsumen sudah mulai pintar karena bisa membaca dengan baik mengenai keberadaan sebuah brand, kini konsumen tidak bisa terus menerus disuapi oleh produk-produk advertising (one way communication) karena pola komunikasi tersebut sudah berubah menjadi interaksi (two way communication) dimana konsumen (community) menjadi bagian penting yang harus diperhatikan (community enggagement).
“Faktor terpenting yang harus diperhatikan saat ini adalah bagaimana mengcreate sebuah konten materi advertising (promosi) dan menyampaikannya dalam bentuk bentuk berita (story teller), selanjutnya kita implementasikan kedalam sebuah program yang melibatkan konsumen (community) menjadi bagian dari program tersebut”.

10 Solusi Menjual Stok Barang Lama

Image
Bagi para pelaku bisnis khususnya di industri retailer selain sudah dipusingkan strategi persaingan dengan kompetitor dan bagaimana merangkul konsumen mereka supaya mau membeli lebih sering, lebih banyak, sampai akhirnya mau merekomendasikan produk kita kepada relasi mereka, seringkali para pelaku bisnis retail ini harus dihadapkan masalah bagaimana menjual stock barang sisa yang sudah lama karena biasanya saya kira untuk beberapa perusahaan retail mereka sudah stock beberapa item produk dalam kuota tertentu sebagai persediaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Keadaan pasar yang senantiasa dinamis bergerak naik dan turun terkadang menyebabkan  stok barang yang sudah mereka siapkan menjadi barang sisa yang sulit untuk dijual, dikarenakan percepatan kebutuhan konsumen akan sebuah produk akan terus berubah. Kondisi seperti ini seringkali menjadi faktor kerugian bagi beberapa pelaku bisnis retail khususnya para startup yang baru saja memulai bisnis.