Posts

Showing posts from April, 2008

Service is Love

Jadi perlakukanlah pelanggan layaknya teman anda, agar iapun menganggap anda temannya. “Dengarkanlah” apa yang dia ceritakan, niscaya iapun akan bercerita hal-hal yang baik tentang anda.

Begitulah kira-kira apa yang disampaikan Hermawan Kertajaya berkaitan dengan Service. Service menjadi pembahasan tersendiri yang selalu menarik. Bayangkan saja perusahaan yang begitu established nya bisa saja hancur karena servis yang buruk, dan juga sebaliknya, perusahaan yang masih kecil bisa cepat menjadi besar dan terkenal dikarenakan servis yang baik.

Apa sebenarnya yang disebut sebagai servis? Dengan berkembangnya jaman, makna servis pun kian berubah. Seperti halnya jaman baheula, pas jaman kuda gigit besi, dan begitulah pola pikir para pebisnis, bahwa servis adalah “tambahan” pelayanan dari produk yang telah kita beli. Servis dianggap sebagai nilai plus dalam menjual sebuah produk. Pola pikir seperti inilah yang membuat para pemasar atau owner kian kali terjebak dalam “stagnansi” bisnis, di mana …

Kerennya ABG jaman sekarang...

Karakteristik kelompok ABG memang sangat menarik untuk diperhatikin, bukan hanya keinginan mereka yang beragam, tapi juga karena kelompok ini tergolong “baru” terbentuk dan memiliki pengaruh yang sangat besar sekali terhadap konsumsi merek secara keseluruhan.

Mengapa dikategorikan baru? Istilah dan kelompok ABG itu sendiri terbentuk sejak arus informasi terasa lebih terbuka luas, dibandingkan era sebelumnya. Di mana online seperti membuka mata di pagi hari dan mencari arti kata yang dulu dilakukan di kamus menjadi tinggal beberapa detik saja. ABG menjadi kelompok yang sangat sulit dipahami sekaligus yang sangat dicari oleh pemasar.

Mengapa sangat besar pengaruhnya terhadap konsumsi merek? Mereka terletak pada peralihan antara anak kecil dan remaja, di mana posisi mereka sebagai anak-anak sangat didengarkan oleh orang tua mereka, di mana konsumsi merk rumah tangga ditentukan oleh anak-anak (dan iklan yang mereka lihat di TV). Di sisi lain, mereka sudah mulai memiliki pengaruh yang besar …

Strategi Meningkatkan Profit

Surat Pembaca

Dear creasion brand,
senangnya melihat artikel artikel yang begitu mencerahkan dari creasion brand. pengen nanya nih, gimana sih caranya meningkatkan profit tanpa embel2 diskon dan sebagainya? actually aku sedang bikin artikel tentang hal itu dan perlu sedikit pencerahan dan pemahaman lagi.

Halo
Pertanyaan yang menarik sekali mbak, memang kadang dan seringkali malah brand manager, marketing manager atau siapapun yang sering bertanggung jawab terhadap masalah profit perusahaan ini memikirkan jalan tersingkat untuk menaikan profit adalah diskon. Padahal harus dikaji lagi bahwa kenaikan penjualan dengan adanya diskon mungkin akan menaikan revenue tapi belum tentu menaikan profit perusahaan karena tergantung dari economic of scalenya dan beberapa faktor lainnya. Makanya harusnya di dalam diskon terkandung unsur promosi untuk meningkatkan market share dari sebuah produk bukan semata-mata ditujukan untuk meningkatkan profit perusahaan.
Lantas strategi meningkatkan profit tanpa em…

Data...Apa Pentingnya?

Sejauh mana menurut pandangan Anda pentingnya sebuah data? Bagi banyak orang, data hanyalah angin lalu yang mungkin hanya merepotkan untuk mendapatkan dan mengelolahnya. Tapi jauh di atas fungsi tersebut, data adalah modal mutlak keberhasilan strategi sebuah bisnis.
Dan hebatnya ternyata banyak sekali perusahaan yang berjalan tanpa data, baik yang bersifat “past“, “present” atau “future”. Jadi hampir bisa dikatakan perusahaan selama ini berjalan BUTA!! Ya.. setidaknya begitulah yang kami temukan dari beberapa klien yang kami tangani, baik dalam skala lokal maupun nasional. Bagi beberapa (atau banyak) perusahaan data menjadi sesuatu yang asing dan tidak menjadi prioritas (bahkan tak terpikirkan sama sekali). Ada pula yang hampir seluruh periode kerjasama, yang kami lakukan adalah meyakinkan bahwa data itu penting dan terus menerus merributkan hal ini (dan kami belum berhasil!)
Dengan data, Anda bisa menaklukan pasar apapun yang Anda masuki, Anda bisa mengalahkan siapapun pesaing Anda, …

Building Corporate Brand

Image
Dalam membangun sebuah brand, banyak faktor yang harus diperhatikan, dan tentu saja tidak mudah melainkan membutuhkan proses yang melibatkan berbagai elemen termasuk di dalamnya faktor waktu. Membangun brand sama halnya seperti mendidik seorang anak, Brand sebagai orang tua, dan masyarakat sebagai anaknya. Sebagai orang tua, Brand harus sabar dan menanamkan nilai-nilai yang dianggapnya penting bagi anak-anak mereka. Dan tentu saja, bertumbuhnya pola pikir anak akan sangat dipengaruhi oleh hal-hal yang ditanamkan oleh orang tua (timbulnya persepsi).

Membangun Brand dipengaruhi juga faktor seberapa luasnya posisi sebuah Brand. Menurut beberapa pakar, brand dapat dikategorikan menjadi 3 hal : Product Brand, Service Brand dan Corporate Brand. Product Brand adalah yang selama ini paling sering kita ketahui dan kita lihat iklannya, mis. Pepsodent, Sunsilk, Lux, dll. Sedangkan Corporate Brand dari Product-Product Brand tersebut adalah Unilever. Ada pula yang disebut dengan Service Brand, yang…