Minggu lalu ketika sedang cukup lama di jakarta saya dan teman-teman menyempatkan diri untuk main ke Kokas jakarta, yah biasalah orang kuliner, yg dicari tentu sesuatu yang berkaitan dengan kuliner klo sudah pergi ke suatu tempat.
Cukup banyak beberapa SPOT baru ternyata yang bisa dikunjungin cuman yang bolak balik ujung-ujungnya kembali makan di tempat yang
"aman" hehe, yg penting udah hafal lah rasanya, nah setelah makan kita rencana untuk kembali lagi ke hotel tempat menginap dan jalan menuju parkir berhentilah tatapan saya di suatu counter 4x4 meter mungkin dengan nama brand
Hokkaido Chesee Baked.
"Buset nih brand, ga di indo, ga di malaysia, ga di Australia ketemu ajah dan rame pula, padahal harga ga bisa dibilang murah sih untuk ukuran kue sekali telan wkwk", klo tidak salah butuh duit 20 ribuan untuk sepotong kuenya, cukup 1 potong?
JELAS TIDAK, jadi ajah akhirnya beli 100 rebu dapet 6, just for kue yang ga ada 2 menit lenyap ditelan, klo makan Indomie bisa di stock seminggu 100 ribu".
Hokkaido Chesee Baked ini menarik dari sisi Model Bisnis dan Marketing, jual hanya 1 variant, focus dan growth dalam waktu cepat, bertolak belakang sekali dengan pemikiran bahwa kita butuh Variant produk untuk bisa memuaskan banyak konsumen. Seperti halnya Roti Boy yang beberapa tahun belakang juga berkembang cukup cepat, brand Roti Boy ini hanya focus menjual 1 item dengan 1 rasa, berbeda dengan beberapa toko roti besar yang banyak sekali variant seperti yang kita sering lihat.
yah tentu saya tidak sedang ingin melakukan komparasi dengan dua model bisnis yang saya ceritakan di atas, karena masing-masing punya advantage dan disadvantage terhadap model yang digunakan, tapi untuk kita yang baru akan memulai bisnis dan tertarik untuk terjun di bisnis makanan baik itu cake, roti atau apapun, model bisnis seperti
Hokkaido Chesee Baked atau Roti Boy bisa menjadi pertimbangan yang cukup bagus, kenapa?