May 2, 2017

Hokkaido Strategi, Simple, Cepat & Menguntungkan

Minggu lalu ketika sedang cukup lama di jakarta saya dan teman-teman menyempatkan diri untuk main ke Kokas jakarta, yah biasalah orang kuliner, yg dicari tentu sesuatu yang berkaitan dengan kuliner klo sudah pergi ke suatu tempat.

Cukup banyak beberapa SPOT baru ternyata yang bisa dikunjungin cuman yang bolak balik ujung-ujungnya kembali makan di tempat yang "aman" hehe, yg penting udah hafal lah rasanya, nah setelah makan kita rencana untuk kembali lagi ke hotel tempat menginap dan jalan menuju parkir berhentilah tatapan saya di suatu counter 4x4 meter mungkin dengan nama brand Hokkaido Chesee Baked.

"Buset nih brand, ga di indo, ga di malaysia, ga di Australia ketemu ajah dan rame pula, padahal harga ga bisa dibilang murah sih untuk ukuran kue sekali telan wkwk", klo tidak salah butuh duit 20 ribuan untuk sepotong kuenya, cukup 1 potong? JELAS TIDAK, jadi ajah akhirnya beli 100 rebu dapet 6, just for kue yang ga ada 2 menit lenyap ditelan, klo makan Indomie bisa di stock seminggu 100 ribu".

Hokkaido Chesee Baked ini menarik dari sisi Model Bisnis dan Marketing, jual hanya 1 variant, focus dan growth dalam waktu cepat, bertolak belakang sekali dengan pemikiran bahwa kita butuh Variant produk untuk bisa memuaskan banyak konsumen. Seperti halnya Roti Boy yang beberapa tahun belakang juga berkembang cukup cepat, brand Roti Boy ini hanya focus menjual 1 item dengan 1 rasa, berbeda dengan beberapa toko roti besar yang banyak sekali variant seperti yang kita sering lihat.

yah tentu saya tidak sedang ingin melakukan komparasi dengan dua model bisnis yang saya ceritakan di atas, karena masing-masing punya advantage dan disadvantage terhadap model yang digunakan, tapi untuk kita yang baru akan memulai bisnis dan tertarik untuk terjun di bisnis makanan baik itu cake, roti atau apapun, model bisnis seperti Hokkaido Chesee Baked atau Roti Boy bisa menjadi pertimbangan yang cukup bagus, kenapa?


1. Focus
Dengan single variant, kita akan sangat focus untuk mendevelop produk yang terbaik, harga terbaik, sistem bisnis terbaik dan terutama bisa bergerak dengan lebih cepat dibandingkan membangun brand dengan variant produk yang banyak, karena yah simple, makin banyak variant effort yg dibutuhkan untuk menjalankan bisnis tersebut tentu akan lebih banyak juga.

2. Fast Serving
Ini salah satu keunggulan yang sulit ditiru dengan single varinat, kecepatakan layanan, seperti Hokkaido Chesee Baked, selain lama karena antri, tapi untuk penyajian produk bisa dikatakan hanya butuh waktu kurang dari 30 detik untuk 1 box cake sehingga konsumen bisa segera mungkin menikmati produk tersebut.

3. Capex Rendah
Yah ini sih jelaslah, bandingkan toko Roti Break Talk dengan Hokkaido Chesee Baked jelas biaya capitalnya cukup signifikan berbeda karena variant yang disajikan 1 vs puluhan. Jadi tentu sangat solutif untuk kita yang akan memulai bisnis tapi dengan modal lebih terbatas.

4. Easy to Standarize
Standarisasi jualan untuk produk single variant sangat-sangat lebih mudah tentunya dibandingkan kita berjualan dengan puluhan atau bahkan ratusan varian, ga usah single variant deh, coba ajah kita bandingkan kompleksitas standarisasi misalnya Chiness Food dengan 50 kombinasi menu vs KFC, secara logika ajah mana kira2 yang kemungkinan besar produknya akan lebih terstandarisasi jika masing-masing punya 100 cabang?

5. Easy to Dupplicate
Terakhir tentu dengan single variant, sebuah brand akan mudah untuk dikembangkan dengan cepat, membuat brand seperti Hokkaido Chesee Baked tentu akan lebih cepat daripada membangun sebuah cabang katakannya lah Warunk Upnormal, mungkin dengan semua standarisasi yg ada, cukup butuh 1-2 minggu udah bisa berdiri tuh satu cabang Hokkaido Chesee Baked di mall, lah kalo seperti Warunk Upnormal, butuh setidaknya 2-3 bulan untuk bisa dibuka cabangnya.

Tapi
Nah ada tapinya nih kalo ingin membangun bisnis yang dengan model seperti ini untuk bisa berhasil.

1. Differensiasi brand harus kuat
Yah ini syarat 100 persen harus terpenuhi, your product must be outstanding baik itu dari sisi rasa atau harga atau size atau apapun yang menjadi "reason to buy" konsumen terhadap brand tersebut. Seperti Hokkaido Chesee Baked yg begitu digigit lelehan kejunya ga nahan dan memang sangat lezat, yummy, just make sure your product AMAZING.

2. Tervalidasi oleh konsumen
"Reason To Buy" konsumen harus betul2 tervalidasi, artinya, klo jualan Rasa yang enak pastikan hasil riset memang membuktikan bahwa produk yang ada betul2 enak bukan menurut feeling kita enak. Or kalo jualan utamanya adalah harga yang worthy, pastikan komposisi produk dan harga adalah yang terbaik menurut konsumen dibandingkan dengan produk kompetitor.

3. Gerak cepat bangun brand & Outlet
Yah ini kunci penting dalam model bisnis seperti ini, jika product tervalidasi secepat mungkin bergerak untuk dikembangkan, problem model bisnis seperti ini mudah sekali untuk di duplicate sehingga kita harus bergerak dengan cepat untuk menutup peluang pesaing mengambil pasar yang sedang kita bangun dengan mengembangkan bisnis dalam skala massive dan cepat. Nah pada point ini tentu model bisnis ini seperti ini butuh capital yang kuat karena jika hanya 1 outlet katakanlah akan sangat sulit bersaing dan bertahan dari kompetisi yang ada.

Artikel yg juga sering di baca

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!
5 Cara Naikin Profit tanpa Naikin Penjualan
The Power of IG Recommendation
Kisah Sukses Penjualan dgn Lubang Odol "Lebih Besar"



Note.
Silahkan jika ingin di repost atau disebarkan ulang seluruh konten yang ada di dalam blog ini untuk tujuan sharing dan berbagi ilmu. Dilarang untuk penggunaan komersil.

3 comments:

Agung Haryadi said...

Diawal baca masih rada nggak percaya, terus coba dibayangin kalau diri sendiri ngebuka bisnis kuliner kayak gini, ada perasaan takut. Tapi nggak tau kenapa bukannya malah pengen mundur, jatuhnya malah pengen research. It Might possible, banget banget!!

Makasih artikenya, seperti biasa, isinya bikin pikiran kebuka, langsung cesss gitu rasanya
Agung, Owner @Martabak.ah (instagram)

Anonymous said...

Hii Agung, banyak case bisnis seperti ini dan memang sangat menarik. Semoga bermanfaat yah.

Rex

Agung Haryadi said...

Makasih banyakk, Pak Rex hehee :)