4 Tips Membuat Powerfull Content di Instagram

Kalo ditanya media apa yang sekarang lagi hot-hot nya digunakan banyak pebisnis untuk berbagai kepentingan brandnya mungkin salah satunya adalah Instagram. Untuk beberapa bisnis khususnya kuliner, instagram ini sudah seperti KEHARUSAN kalo mau brand kita dikenal oleh banyak calon konsumen dan kemudian tentu bisa mendatangkan sales bagi perusahaan, sehingga tidak aneh jika kita melihat demikian massivenya instagram yang berhubungan kuliner saat ini baik itu yang menggunakan buzzer (istilah gaul untuk pemilik akun yang bisa diajak berkerjasama untuk promosi iklan) maupun IG ads.

Nah pada kesempatan kali ini saya ingin sharing mengenai bagaimana membangun konten iklan IG yang punya impact dan bisa mencapai tujuan dari iklan yang kita pasang tentunya, karena saya perhatikan banyak sekali pebisnis yang tidak mengerti bagaimana strategi memasang iklan Instagram yang tepat, efektif dan menghasilkan, bukan sekedar pasang dan akhirnya tidak ada impact sama sekali untuk bisnis kita.

Tapi sebelulum kita mulai, selalu dingat pertanyaan saya ini. Apa ukuran sebuah iklan di IG sukses atau tidak? Dimensi jawaban ini bisa beragam, tergantung ketika kita menetapkan tujuan awal, biasanya sih UUD, ujung-ujungnya duit, namun pada sisi yang lebih advance tujuan menggunakan IG untuk beriklan juga bisa berupa Brand Building, jadi hal paling penting sebelum mendevelop content adalah menetapkan tujuan dari iklan sehingga bisa diukur hasilnya.

Ok kita mulai yuk, bagaimana membangun konten timeline maupoun iklan yang punya impact terhadap objectives yang kita inginkan di Instagram.

1. Images & Video yang Powerfull

Ini kunci utama yang sangat penting diperhatikan oleh siapapun yang beriklan di Instagram. Kecepatan seseorang untuk melihat timeline kemudian melakukan scroll menurut seorang teman saya diagency hanya 1.8 detik, artinya kalo image or video kita tidak punya STOPPING POWER yang membuat orang "WOW" untuk kemudian melihat iklan kita, maka sia-sialah iklan tersebut. Jadi kunci utama yang pertama ada Image yang Powerfull yang ketika target iklan kita melihat mereka akan berkata "WOW' 'Eh keren nih" "WAW enak banget" "Edun Mantap"

Gimana membuat Image dan Video yang WOW? nah ini masalahnya susah haha, tapi cara paling gampang bagaimana kita tau sebuah iklan itu WOW image or videonya, lihat saja iklan-iklan yg sudah dibuat oleh brand lain, perhatikan jumlah Likenya dan komennya, nah di APU ajah. Amati, Pikirin dan Upgrade lebih kreatif, jangan ATM.

Kedua, berinvestasilah untuk tim atau agency yang dapat membuat images or video yang powerfull baik dari sisi cerita maupun eksekusinya karena biasanya cukup banyak pemilik bisnis yang tidak punya skill di sini, jikapun ada belum tentu ada waktu untuk melakukan eksekusi.

2. Caption yang To The Poin
Caption/Headline Instagram itu ga panjang hanya sekitar 60 karakter hurup, jadi kalo ingin menjual sesuatu atau menyampaikan sesuatu bersegerahlah dengan Copy Writing yang juga tentunya harus punya unsur PUSH to ACTION, sehingga target market kita tertarik untuk membaca keseluruhan dari iklan yang kita buat.

Contoh jika kita ingin mengedepankan Mozarella, Tulisnya diawal dengan Hurup CAPITAL, Mozarella Melted by Chef Rex, bla bla ...... sehingga target yang membaca bisa langsung menangkap pesan yang ingin disampaikan melalui iklan tersebut. ingat 1.8 detik, it's your time to convince your target market to sell all the message.

3. Body Copy yg clear 
Yah ini jaring terakhir sebelum target market memberikan respon terhadap iklan yang kita buat, Body Copy (Kalimat lengkap setelah caption/ headline). Jadi hal ini harus betul-betul diperhatikan dengan detail, sebagai contoh ketika target market sudah tertarik nih untuk membeli online or delivery, eh ternyata no telepon/ WA/ Line ID nya tidak dicantumkan. Atau ketika seseorang tertarik untuk membeli melalui GoFood, eh teryata blum tercantum di GoFood apa yang diiklankan.

nah di body copy ini, kesempatakan untuk mencatumkan informasi lain bisa dimanfaatkan karena pada dasarnya target market sudah "terjebak sukarela" di dalamnya, yg penting adalah tidak lupa mencantumkan hal terpenting yaitu channel jualan dimana target market bisa di Push To Action untuk bertindak seperti Syarat dan ketentuan, Alamat, Account IG, No Telepon. Hot line atau apapun yang penting untuk Push to Action.

Contoh jika konten iklan adalah sebuah Activation brand (Kuis misalnya) pastikan Syarat dan kententuan tercantum jelas di body copy sehingga target market bisa "bertindak" sesuai dengan kemauan brand kita, misal harus tag temen dan re gram, harus menggunakan hastag tertentu dan lainnya, nah pastikan di tulis dengan jelas.

4 Ukur Hasil
Nah terakhir ini juga amat sangat penting dalam membangun Powerfull Content dalam Instagram, evaluasi dan pengukuran hasil sebelum dan setelah iklan. Loh kok ada sebelum? yah sebeulm iklan di pasang, kita harus selalu melakukan test apakah iklan tersebut punya impact, cara? bisa dengan melakukan post di timeline sendiri dulu dulu or akun-akun IG personal, liat impact responnya, jika sekiranya cukup baik baru dipasang iklannya.

Nah setelah iklan juga harus diukur kembali, apa dampak terhadap penjualan, dampak terhadap brand, berapa banyak yang like, berapa banyak yg komen dan sebagainya sehingga bisa menjadi dasar untuk kegiatan iklan berikutnya.

So, sudah siap untuk hasil yang lebih baik dalam beriklan di Instagram?

Semoga Bermanfaat.


Klo bingung mau pasang iklan Instagram bisa hubungin agency langganan saya nih http://www.kartelmediaplacement.com/ 

sumber gambar
www.marketingcloud.com

Comments

Tsurayya said…
mas, klo pake tools2 berbayar utk mengoptimasi ig biar nyasar banyak orang..itu bahaya ga sih... soalnya pengen nyoba tapi takut kena blok,,follower baru 15ribuan

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Push & Pull Marketing Via Online