Dec 17, 2008

SAATNYA TURNAROUND!


Ada saja saat di mana perusahaan Anda mengalami kolaps atau masalah. Baik besar atau kecil, pastinya mempengaruhi performance secara finansial. Hal ini merupakan salah satu proses yang pasti dialami seluruh perusahaan baik besar, kecil, lokal ataupun global. Tetapi janganlah berharap bahwa situasi tersebut bisa kembali dengan sendirinya, karena saat-saat tersebut adalah saat genting dalam keselamatan perusahaan. Apakah perusahaan tersebut bisa survive atau mati!

Jangankan perusahaan Anda, perusahaan berskala dunia seperti IBM, mengalami masa krisis dan mengharuskan para pemegang saham serta manajemen atas mereka berpikir keras untuk menyelematkan perusahaan. Berikut di bawah ini merupakan langkah-langkah yang dikemukakan Michael Teng dalam bukunya Corporate Turnaround, untuk membantu Anda menyelematkan perusahaan.

Secara garis besar, tujuan pembaharuan ini dibagi menjadi 3 bagian beserta masing-masing langkah mencapai tujuan tersebut.

1. Mengumpulkan informasi

a. Menegaskan tujuan perusahaan
Setelah adanya krisis perusahaan, perlu dilakukan penegasan kembali kepada seluruh badan perusahaan kemana perusahaan akan bergerak dan apa yang akan dicapai dalam jangka waktu pendek dan panjang. Komunikasi tujuan perusahaan ini dilakukan secara menyeluruh tidak hanya kepada jajaran direksi, tetapi seluruh manajerial dan operasional perusahaan. Hal ini dengan tujuan agar semua mengetahui arah yang akan dituju bersama-sama.

b. Tetap bertahan/menggunakan konsultan
Peran serta konsultan dalam hal ini adalah menyampaikan berbagai informasi/analisa yang objektif. Di mana konsultan umumnya memiliki akses informasi yang lebih luas terhadap perkembangan pasar, dan memiliki pola pikir yang lebih netral terhadap suatu masalah. Dalam hal ini sangat diharamkan CEO melepas tangan dalam menjalani pembaharuan, karena peran konsultan adalah sebagai pemberi informasi, sedangkan CEO lah yang mengambil keputusan pembaharuan itu sendiri.

c. Memusatkan informasi pada pesaing dan konsumen
Informasi yang juga harus dianalisa lebih lanjut adalah mengenai pesaing dan konsumen, karena keberlangsungan perusahaan bergantung pada penetapan strategi dalam menghadapi pesaing dan menjawab kebutuhan konsumen.

2. Strategi jangka pendek

a. Mengembangkan harga dan produk yang tepat
Dalam memperbesar market share jangka pendek, dibutuhkan penetapan harga dan benefit produk yang tepat, di mana informasi pesaing dan konsumen yang telah didapat diproses sebelumnya menjadi tolok ukur penetapan harga dan produk ini. Barang yang tepat dengan harga yang terjangkau menjadi peluang terbesar yang dimanfaatkan oleh konsumen. Jangan lupakan mengenai posisi pesaing mengenai harga dan produk serupa.

b. Menerapkan strategi pemasaran yang agresif
Setelah memiliki harga dan produk yang tepat langkah berikutnya adalah memasarkannya dengan gencar. 2 langkah dalam strategi jangka pendek inilah yang sering digunakan oleh produk-produk dengan lifecycle pendek. Dalam jangka waktu tertentu, konsumen akan mengkonsumsi produk dengan pertimbangan 3 poin tersebut : harga, produk dan pemasaran yang luas. Tetapi jika Anda ingin produk anda bertahan di pasaran, silakan masuk ke tujuan jangka panjang berikut ini.

3. Strategi Jangka Panjang

a. Membuat perbedaan dengan kualitas pelayanan
Jika produk dan harga menjadi hal yang kian generik dewasa ini, lakukanlah diferensiasi dalam hal servis. Servis dikatakan tidak akan pernah generik, dikarenakan servis berkaitan dengan emosional dan hubungan antar manusia yang selalu memiliki faktor X. Bangunlah sistem servis bagi konsumen yang sinergis, sehingga konsumen mengetahui value servis dari awal akan mengkonsumsi produk hingga pada saat mereka sudah mengkonsumsinya. Servis dapat menjadi poin konsumen melakukan repeat buying, dan tentu saja WOM kepada kerabatnya.

b. Memperkuat merk
Pembangunan brand merupakan suatu langkah jangka panjang yang menjadi suatu investasi yang besar. Lihat saja brand-brand garapan Unilever yang siap mengalahkan pesaing-pesaingnya, dikarenakan dalam proses bisnisnya, pembangunan brand menjadi poin utama yang menjadi tujuan. Brand memiliki peran serta yang besar dalam menciptakan Loyal Customers yang berimpact pada sales yang berkelanjutan.

c. Investasi dalam ekspansi masa depan
Dalam membangun bisnis, investasi merupakan factor penting untuk diperhitungkan. Melalui investasi bisnis Anda dapat bertumbuh sekian persen. Lakukanlah perencanaan ekspansi masa depan yang terintegrasi dengan tidak menutup hal-hal baru seperti para new stockholders, kerjasama dengan perusahaan/bahkan pesaing dalam mengembangkan produk baru, atau sekedar investasi dalam pengembangan internal perusahaan Anda. Sertakan perencanaan investasi dengan perhitungan yang matang dan analisa yang relevan dengan pertumbuhan pasar riil.

4 comments:

Anonymous said...

tulisan Anda sangat membantu jika perusahaan mengalami posisi sulit.

Anonymous said...

Tapi biasanya kolaps/ krisi perusahaan itu UUD (Ujung-Ujungnya Duit) lho...Kalo udah gitu gimana ya caranya mempertahankan posisi perusahaan perusahaan? Soalnya kan semuanya perlu duit?

Anonymous said...

Dalam keadaan kolaps, pengambilan keputusan dalam perusahaan harus dilakukan dengan cepat namun tetap cermat dan hati-hati, apalagi kalau perusahaan masih ingin tetap bertahan.
Teori-teori dari Michael Teng ini bisa dijadikan acuan, agar setiap pengambilan keputusan tidak dilakukan dengan gegabah.

priswanto said...

Sangat membantu sekali.