Ga kerasa sudah hampir 3 bulan belom di update blognya karena sibuk sekali dengan pengembangan bisnis dan project menulis buku Creative marketing, nah menyambut tahun baru 2015 kita akan mulai kembali mengisi halaman-demi halaman dengan artikel yang bermanfaat, selamat menikmati yah. yuk mulai dengan sedikit berbau motivasi mupung awal tahun hehe.
Dari Mario Teguh sampai Jordan Belfort jika ditanya tentang apa sih yang mendasari seseorang sukses atau tidak, sebagian besar akan menjawab keyakinan diri. Tapi kadang keyakinan diri itu susah untuk dibangun. Udah berbagai seminar motivasi diikuti, berpuluh-puluh buku motivasi dibeli (ada yang dibaca sampai habis ada yang 5 halaman awal saja), beratus-ratus akun Twitter motivasi di follow, tapi tetep aja koq susah ya buat merubah diri sendiri.
Di sini saya ingin share tentang 2 hal mudah yang bisa langsung Anda lakukan untuk menciptakan keyakinan diri tersebut. Satu adalah Statement dan yang kedua adalah Kaizen.
1. Statement
Teori bahwa Statement merupakan modal dasar kesuksesan, dipopulerkan oleh Jordan Belfort, seorang praktisi dunia saham yang menjadi super sukses dan saat ini berprofesi sebagai seorang motivator.
Beliau mengatakan bahwa untuk meraih sesuatu, misal dalam hal ini keberhasilan Anda dalam bisnis atau karir, atau keinginan Anda menjadi kreatif, harus diawali dari sebuah statement, yaitu pernyataan sederhana yang Anda sering ucapkan contoh “Saya pasti bisa menjadi orang kreatif” atau “Saya adalah orang sukses. Orang Sukses tidak menyerah di tengah jalan”, dll.
Jan 9, 2015
Oct 27, 2014
Marketing Club Gathering, Ilmu Mahal Nih
Minggu lalu saya berkesempatan untuk referesh Ilmu dengan menghadiri acara Marketing Club di markas besar Google Indonesia di Jakarta, jujur saja kadang dengan berbagai kesibukan yang ada setiap hari mungkin cukup banyak pebisnis seperti saya yang sampai tidak ada waktu untuk terus belajar secara teknis mengenai berbagai ilmu bisnis yang ada saat ini, yah tentu dalam konteks pebisnis bukan kemudian tidak belajar sama sekali namun referensi ilmu yang ada mungkin saat ini lebih banyak memenuhi kepala karena pengalaman setiap hari dengan bisnis dan bertemu dengan banyak orang yang finally ilmunya secara tidak langsung ikut terserap. Nah kesempatan berkumpul dengan teman-teman marketing club ini sesuatu yang cukup "mahal" menurut saya apalagi pembicaranya Bpk. Godo yang sudah sangat terkenal di dunia marketing Indonesia blom lagi tempatnya di Google yang keren hehe.
Seminar ini dibuka dengan sebuah kalimat yang menurut saya cukup menarik, "Apa yang berubah dari Marketing? Dari dulu, sekarang ataupun di masa yang akan datang" ... coba pejamkan mata dan jawab pertanyaan di atas. Sudah? Yah ada 2 hal yang selalu berubah di dalam dunia marketing yaitu KONSUMEN dan TOOLS dan pada sisi inilah salah satu hal yg sangat menarik dalam dunia marketing dan inilah pulah yang membuat ilmu marketing selalu dinamis sampai kapanpun karena kita tidak akan atau mungkin bisa dikatakan jarang akan bertemu kondisi yang sama saat ini dibandingkan dengan masa lalu.
Cara berjualan mobil ke ayah saya mungkin akan sangat berbeda dengan cara berjualan mobil kepada saya atau bahkan generasi setelah saya. Dulu harapan orang membeli HP mungkin disebabkan oleh kebutuhan untuk melakukan telepon dan SMS, sekarang coba saya tanya berapa banyak yang Anda dari tadi pagi melakukan SMS atau bahkan menelepon? Mungkin sebagian besar kita selalu mengenggam dari tadi tapi aktivitas yang kita lakukan mungkin sudah berubah dari 5 tahun lalu yaitu Social media works (Whatsapp, facebook, twitter, path) dan sebagainya. Ini contoh bagaimana konsumen itu berubah dan hal ini menjadi PR penting bagi setiap marketer untuk bisa "menebak/ memprediksi" ke arah mana konsumen akan berubah dan kemudian bergerak mengisi kebutuhan dari konsumen tersebut.
Seminar ini dibuka dengan sebuah kalimat yang menurut saya cukup menarik, "Apa yang berubah dari Marketing? Dari dulu, sekarang ataupun di masa yang akan datang" ... coba pejamkan mata dan jawab pertanyaan di atas. Sudah? Yah ada 2 hal yang selalu berubah di dalam dunia marketing yaitu KONSUMEN dan TOOLS dan pada sisi inilah salah satu hal yg sangat menarik dalam dunia marketing dan inilah pulah yang membuat ilmu marketing selalu dinamis sampai kapanpun karena kita tidak akan atau mungkin bisa dikatakan jarang akan bertemu kondisi yang sama saat ini dibandingkan dengan masa lalu.
Cara berjualan mobil ke ayah saya mungkin akan sangat berbeda dengan cara berjualan mobil kepada saya atau bahkan generasi setelah saya. Dulu harapan orang membeli HP mungkin disebabkan oleh kebutuhan untuk melakukan telepon dan SMS, sekarang coba saya tanya berapa banyak yang Anda dari tadi pagi melakukan SMS atau bahkan menelepon? Mungkin sebagian besar kita selalu mengenggam dari tadi tapi aktivitas yang kita lakukan mungkin sudah berubah dari 5 tahun lalu yaitu Social media works (Whatsapp, facebook, twitter, path) dan sebagainya. Ini contoh bagaimana konsumen itu berubah dan hal ini menjadi PR penting bagi setiap marketer untuk bisa "menebak/ memprediksi" ke arah mana konsumen akan berubah dan kemudian bergerak mengisi kebutuhan dari konsumen tersebut.
Sep 21, 2014
Your Brand Name is Your Business
"Pak seberapa penting menentukan nama brand dalam sebuah bisnis?" Pertanyaan ini mendadak muncul ketika saya mengisi sebuah seminar dengan Topik Strategi Marketing Kuliner. "Khan kita sering liat juga tuh pak ada yang namanya simple-simple ajah bahkan pake nama yang punya tapi bisnisnya lancar dan sukses".
Ok pertanyaan seperti ini memang cukup asik buat dijadikan diskusi, toh dulu membuat rokok dengan brand name Gudang Garam, Djarum Super, atau brand Kopi Kapal Api, bisa tetap besar dan menjadi brand yang luar biasa seperti hal nya nama-nama keren A Mild, Clavo dan sebagainya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut saya melanjutkan dengan sebuah pertanyaan "Bapak kalo sekarang bawa ingin membuat brand rokok, percaya diri tidak memberi nama Rokok Bapak tersebut dengan nama Gudang Peluru?" Suasana hening sebentar dan kemudian saya melanjutkan sharing dengan sebuah argumentasi,
"apa yang bisa dilakukan dahulu mungkin sudah tidak relavan dengan kondisi sekarang karena konsumen, pesaing, pasar selalu berubah mengikuti jaman dan setiap pebisnis harus bisa dealing dengan kondisi tersebut jika ingin sukses".
Dulu memberi sebuah nama brand mungkin bukanlah bagian proses penting dalam membangun kegiatan sales dan marketing karena perusahaan dan juga mungkin konsumennya saat itu fokus/ beroreintasi pada PRODUK. istilah bahasa teman saya "lu punya barang bagus, harga cocok, gua beli". Yang punya Gudang Garam mungkin berpikir saat itu 'ah ini ajah namanya" tanpa perlu melakukan riset konsumen, mempelajari kompetitor dsb karena focusnya adalah membuat produk yang disukai oleh konsumen, tapi jika Anda bicara kondisi dulu disama ratakan dengan kondisi sekarang mungkin sekali brand Anda berakhir dengan tragis hanya karena sebuah nama.
Jadi setelah panjang lebar saya jawab "Penting sekali" untuk memberikan nama Brand bagi bisnis kita dengan benar dan direncanakan dengan baik jika kita bicara kondisi saat ini. Nah mungkin sudah cukup banyak yang bahas tapi it's ok lah kita ulang lagi, apa ajah sih yang penting diperhatikan dalam memberi nama brand bagi bisnis kita.
1. Siapa target market Anda
Ok pertanyaan seperti ini memang cukup asik buat dijadikan diskusi, toh dulu membuat rokok dengan brand name Gudang Garam, Djarum Super, atau brand Kopi Kapal Api, bisa tetap besar dan menjadi brand yang luar biasa seperti hal nya nama-nama keren A Mild, Clavo dan sebagainya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut saya melanjutkan dengan sebuah pertanyaan "Bapak kalo sekarang bawa ingin membuat brand rokok, percaya diri tidak memberi nama Rokok Bapak tersebut dengan nama Gudang Peluru?" Suasana hening sebentar dan kemudian saya melanjutkan sharing dengan sebuah argumentasi,
"apa yang bisa dilakukan dahulu mungkin sudah tidak relavan dengan kondisi sekarang karena konsumen, pesaing, pasar selalu berubah mengikuti jaman dan setiap pebisnis harus bisa dealing dengan kondisi tersebut jika ingin sukses".
Dulu memberi sebuah nama brand mungkin bukanlah bagian proses penting dalam membangun kegiatan sales dan marketing karena perusahaan dan juga mungkin konsumennya saat itu fokus/ beroreintasi pada PRODUK. istilah bahasa teman saya "lu punya barang bagus, harga cocok, gua beli". Yang punya Gudang Garam mungkin berpikir saat itu 'ah ini ajah namanya" tanpa perlu melakukan riset konsumen, mempelajari kompetitor dsb karena focusnya adalah membuat produk yang disukai oleh konsumen, tapi jika Anda bicara kondisi dulu disama ratakan dengan kondisi sekarang mungkin sekali brand Anda berakhir dengan tragis hanya karena sebuah nama.
Jadi setelah panjang lebar saya jawab "Penting sekali" untuk memberikan nama Brand bagi bisnis kita dengan benar dan direncanakan dengan baik jika kita bicara kondisi saat ini. Nah mungkin sudah cukup banyak yang bahas tapi it's ok lah kita ulang lagi, apa ajah sih yang penting diperhatikan dalam memberi nama brand bagi bisnis kita.
1. Siapa target market Anda
Aug 22, 2014
Ide Besar = Bisnis Besar?
"Mas aku dari dulu banyak ide buat bisnis, tapi ga pernah jalan hehe, habis bingung mau di gimanain, eh kadang malah orang lain yang jalanin dan sukses ide yang kupikirkan tersebut". Di satu kesempatan lain saya pernah nge path "Damn, padahal idenya kepikir eh taunya sudah ada yang jalankan" tiba-tiba seorang teman merespon "Gua udah beberapa kali kepikir ide-ide yang akhirnya orang lain yang jalani".
IDE, rasanya setiap orang selalu punya hal ini, jika ada ungkapan "nothing new under the sun" rasanya tidak terlalu berlebihan, hanya tinggal masalah siapa yang lebih dulu menemukan/ terpikir kemudian meng EKSEKUSInya secara kreatif dan sesuai dengan keinginan pasar. Ide ide mengenai Kripik Pedas di branding mungkin sudah ada sejak dulu dan bahkan memang sudah banyak kok yang menjualnya, namun kemudian ada yang membuat Brandingnya dengan lebih baik, ide memberikan level dan kemudian mengarah ke anak muda melalui social media channel serta meledak bisnisnya, nah ini dilakukan oleh Maicih.
So bagaimana agar ide menjadi bisnis, yah menjadi big bisnis tentunya? Jadi bukan hanya sekedar ide yang terungkap, dibicarakan namun pada akhirnya malah orang lain yang menjalankan ide tersebut. Satu hal yang perlu kita selalu ingat, saat kita terpikir, percayalah ada orang lain juga yang mungkin memikirkan hal yang saya, dan kita perlu khawatir jangan-jangan orang tersebut punya ILMU dan punya kemampuan untuk ACTION.
1. How Big
IDE, rasanya setiap orang selalu punya hal ini, jika ada ungkapan "nothing new under the sun" rasanya tidak terlalu berlebihan, hanya tinggal masalah siapa yang lebih dulu menemukan/ terpikir kemudian meng EKSEKUSInya secara kreatif dan sesuai dengan keinginan pasar. Ide ide mengenai Kripik Pedas di branding mungkin sudah ada sejak dulu dan bahkan memang sudah banyak kok yang menjualnya, namun kemudian ada yang membuat Brandingnya dengan lebih baik, ide memberikan level dan kemudian mengarah ke anak muda melalui social media channel serta meledak bisnisnya, nah ini dilakukan oleh Maicih.
So bagaimana agar ide menjadi bisnis, yah menjadi big bisnis tentunya? Jadi bukan hanya sekedar ide yang terungkap, dibicarakan namun pada akhirnya malah orang lain yang menjalankan ide tersebut. Satu hal yang perlu kita selalu ingat, saat kita terpikir, percayalah ada orang lain juga yang mungkin memikirkan hal yang saya, dan kita perlu khawatir jangan-jangan orang tersebut punya ILMU dan punya kemampuan untuk ACTION.
1. How Big
Aug 17, 2014
Strategi Add On untuk Meningkatkan Penjualan
Martabak Toblerone, Nutella, Kikat Green tea, Special Yakult Leci. Apa persamaan dari brand-brand di atas? Yah Brand tersebut ditangan pebisnis kuliner malah di jadikan "bagian produk/ add on" untuk dijual kembali dengan berbagai kreativitas. Martabak Toblerone misalnya, sekarang betul-betul sedang naik daun, di jakarta dan bandung ini merupakan salah satu martabak yang cukup digemari padahal harganya untuk ukuran dompet cukup luar biasa, di atas 100 ribu untuk 1 porsi martabak, dan pembeli ANTRI. Coba hitung sendiri berapa banyak tuh Toblerone yang dipakai kalo di beberapa kota di Indonesia Martabak dengan isi coklat Toblerone ini di jual? jangan-jangan jalur distribusi tradional yang biasa menjual coklat ini bisa kala salesnya kalo di compare 1 Store vs 1 tukang martabak, bisa puluhan kali lipat kali yah.
yakult juga sedang naik daun nih, di beberapa tempat makan besar seperti pizza hut sudah memasukan Yakulzt sebagai bagian dari pengolahan resep minuman mereka, ada berapa banyak pizza hut di Indonesia? Hitung sendiri deh, saya pun kebetulah di bandung punya beberapa cafe yang memasukan Yakuzt sebagai bagian dari olahan minuman dan bisa dibilang ordernya cukup besar harian untuk produk Yakult ini.
Sukro juga bahkan saya pernah lihat iklannya mencoba menjadi produk pendamping untuk makan bakso, terlihat mereka mencoba memposisikan produknya bisa digunakan dalam bisnis kuliner sehingga bisa menghasilkan demand dan konsumsi yang tinggi terhadap produknya dan masih banyak lagi brand yang mungkin secara "sengaja" atau "tidak sengaja" justru dikonsumsi dalam jumlah besar karena menjadi "olahan" dari produk-produk kuliner seperti keju Kraft yang jelas dari dulu sudah menggarap pasar "Warkop Indomie" dan berbagai kebutuhan kuliner lainnya.
Pertanyaan bagaimana Brand kita menjadi pilihan dan "olahan" dari Bisnis kuliner sehingga dari sisi sales bisa didongkrak dengan tajam? Yah blom tentu konsumsinya mengalahkan konsumsi rumah tangga tapi setidaknya demand produk akan lebih sustain jika industri yang dibangun oleh kuliner tersebut membesar seperti Warung Kopi yang menjual Indomie, coba saja hitung sendiri berapa banyak Indomie yang digunakan oleh warkop diseluruh Indonesia?
1. Berikan resep dan kreativitas pengolahan produk
yakult juga sedang naik daun nih, di beberapa tempat makan besar seperti pizza hut sudah memasukan Yakulzt sebagai bagian dari pengolahan resep minuman mereka, ada berapa banyak pizza hut di Indonesia? Hitung sendiri deh, saya pun kebetulah di bandung punya beberapa cafe yang memasukan Yakuzt sebagai bagian dari olahan minuman dan bisa dibilang ordernya cukup besar harian untuk produk Yakult ini.
Sukro juga bahkan saya pernah lihat iklannya mencoba menjadi produk pendamping untuk makan bakso, terlihat mereka mencoba memposisikan produknya bisa digunakan dalam bisnis kuliner sehingga bisa menghasilkan demand dan konsumsi yang tinggi terhadap produknya dan masih banyak lagi brand yang mungkin secara "sengaja" atau "tidak sengaja" justru dikonsumsi dalam jumlah besar karena menjadi "olahan" dari produk-produk kuliner seperti keju Kraft yang jelas dari dulu sudah menggarap pasar "Warkop Indomie" dan berbagai kebutuhan kuliner lainnya.
Pertanyaan bagaimana Brand kita menjadi pilihan dan "olahan" dari Bisnis kuliner sehingga dari sisi sales bisa didongkrak dengan tajam? Yah blom tentu konsumsinya mengalahkan konsumsi rumah tangga tapi setidaknya demand produk akan lebih sustain jika industri yang dibangun oleh kuliner tersebut membesar seperti Warung Kopi yang menjual Indomie, coba saja hitung sendiri berapa banyak Indomie yang digunakan oleh warkop diseluruh Indonesia?
1. Berikan resep dan kreativitas pengolahan produk
Aug 3, 2014
Syahrini .... I Feel Freeee
Artis yang paling punya influence tinggi di social media siapa coba? Wkwk ini sih kalo nanyanya akhir-akhir ini mudah sekali menjawabnya, tidak lain dan tidak bukan adalah Syharini. Coba saya bayangkan dalam 2 bulan ini ajah, setidaknya ada dua peristiwa "heboh" yang melibatkan Syharini sebagai pemeran utamanya yaitu ketika yang bersangkutan mengucapkan "I feel free" dan kemudian terlentang di rumput ketika berada di Roma Italia dan kedua ketika menggunakan Jilbab seperti rumah orang eskimo. Sebagai informasi keduanya kalo tidak salah di upload oleh Syharini di Instagramnya.
Puluhan meme "bisa cek di google" bertebaran berkaitan dengan "i feel Free" yang dilakukan oleh Syharini dengan pose terlentang, sampe di meme jadi sate dan bahkan masuk ke rana Yunani kuno Sparta "This is Sparta". Saya pribadi sampe geleng-geleng kepala melihat betapa "kreatifnya" netizen Indonesia ini dan betapa cintanya mereka dengan Syharini sampe niat repot-repot mengedit gambar dan menyebar luaskannya di rana online.
Tapi by the way bukan 2 bulan ke belakang ini ajah sih brand Syharini ini menjadi brand yang sangat kuat impact viralnya di sosmed khususnya, coba kita lihat-lihat lagi kebelakang seperti kalimat "Sesuatunyya" yang bahkan jadi bahasa sehari-hari yang sering digunakan oleh masyarakat, kalimat "Alhamdullilahnya" yang juga sering digunakan atau "cetar membahana" dan kalimat atau bentuk kreatif lainnya yang sering kali menjadi heboh karena Syharini.
Sebegitu kuatnya kha Brand Syharini sampai sebuah posting di Instagram ajah bisa menjadi viral impact yang luar biasa di social media? Nah ini yang sangat membuat saya penasaran sebagai seorang marketer, kok bisa yah. Kalo saya jawab menurut subjektivitas saya mungkin kurang afdol kali ini karena ini saya coba riset kebeberapa teman di path dengan sebuah pertanyaan "Kasih dong 3 alasan kenapa Syharini sering sekali dijadikan meme di sosmed?". COba saya rangkum yang jawaban kurang lebih dari 20 orang teman di path.
1. Orginal Personal Branding
Puluhan meme "bisa cek di google" bertebaran berkaitan dengan "i feel Free" yang dilakukan oleh Syharini dengan pose terlentang, sampe di meme jadi sate dan bahkan masuk ke rana Yunani kuno Sparta "This is Sparta". Saya pribadi sampe geleng-geleng kepala melihat betapa "kreatifnya" netizen Indonesia ini dan betapa cintanya mereka dengan Syharini sampe niat repot-repot mengedit gambar dan menyebar luaskannya di rana online.
Tapi by the way bukan 2 bulan ke belakang ini ajah sih brand Syharini ini menjadi brand yang sangat kuat impact viralnya di sosmed khususnya, coba kita lihat-lihat lagi kebelakang seperti kalimat "Sesuatunyya" yang bahkan jadi bahasa sehari-hari yang sering digunakan oleh masyarakat, kalimat "Alhamdullilahnya" yang juga sering digunakan atau "cetar membahana" dan kalimat atau bentuk kreatif lainnya yang sering kali menjadi heboh karena Syharini.
Sebegitu kuatnya kha Brand Syharini sampai sebuah posting di Instagram ajah bisa menjadi viral impact yang luar biasa di social media? Nah ini yang sangat membuat saya penasaran sebagai seorang marketer, kok bisa yah. Kalo saya jawab menurut subjektivitas saya mungkin kurang afdol kali ini karena ini saya coba riset kebeberapa teman di path dengan sebuah pertanyaan "Kasih dong 3 alasan kenapa Syharini sering sekali dijadikan meme di sosmed?". COba saya rangkum yang jawaban kurang lebih dari 20 orang teman di path.
1. Orginal Personal Branding
Jul 25, 2014
Google Salesmanku
Ada percakapan yang menarik beberapa waktu lalu dengan sahabat saya ketika asik kongkow di Warunk Indomie UpNormal Bandung, beliau bertanya "Bro situ khan akhir-akhir ini sering banget nolak klien, btw kok bisa yah terus ada yang kontak ke perusahaanmu padahal dari ceritamu sama sekali tidak ada bagian sales yang berkerja seperti telemarketing, sales dor to dor ataupun melakukan aktivitas yang biasa dilakukan seperti kirim proposal dan sebagainya". Hmm pertanyaan ini sebetulnya menarik juga secara yang nanya sebetulnya jagoan dalam bidang online wkwk.
Telemarketing, sales dor to dor, kirim proposal cetak, hahh jadi teringat masa-masa di mana ketika saya mendirikan perusahaan beberapa tahun silam, semua itulah yang dilakukan setiap hari ini, cari sana sini database seperti lewat internet, B2B Directory sampe buka-bukan Yellow Pages untuk sekedar mendapatkan nama dan nomor telepon kemudian di prospek melalu telemarketing, kirim proposal sampe kalo perlu di sms terlebih dahulu, senyum-senyum sendiri saya kalo inget semua itu apalagi kalo diingat-ingat semua proses itu dijalankan tidak kurang dari 4-5 orang, hasilnya? Tebak sendiri deh hehe.
Sekarang, 5 orang tersebut sudah saya gantikan dengan google, biaya hanya 1/4 nya tapi efektivitas jauh sekali untuk dibandingkan. Coba bayangkan, kalo dulu telemarketing melakukan tugasnya yg ditelepon adalah orang yang belum tentu butuh, biaya telepon bisa 2-3 juta karena yang telepon bisa jadi ke HP, bisa jadi luar kota dll dan bagus ga pake diomelin karena menelepon tanpa permisi, namun dengan google sebaliknya, kita di telepon oleh orang yang butuh dengan kita, yah catat orang yang BUTUH dgn kita.
Telemarketing, sales dor to dor, kirim proposal cetak, hahh jadi teringat masa-masa di mana ketika saya mendirikan perusahaan beberapa tahun silam, semua itulah yang dilakukan setiap hari ini, cari sana sini database seperti lewat internet, B2B Directory sampe buka-bukan Yellow Pages untuk sekedar mendapatkan nama dan nomor telepon kemudian di prospek melalu telemarketing, kirim proposal sampe kalo perlu di sms terlebih dahulu, senyum-senyum sendiri saya kalo inget semua itu apalagi kalo diingat-ingat semua proses itu dijalankan tidak kurang dari 4-5 orang, hasilnya? Tebak sendiri deh hehe.
Sekarang, 5 orang tersebut sudah saya gantikan dengan google, biaya hanya 1/4 nya tapi efektivitas jauh sekali untuk dibandingkan. Coba bayangkan, kalo dulu telemarketing melakukan tugasnya yg ditelepon adalah orang yang belum tentu butuh, biaya telepon bisa 2-3 juta karena yang telepon bisa jadi ke HP, bisa jadi luar kota dll dan bagus ga pake diomelin karena menelepon tanpa permisi, namun dengan google sebaliknya, kita di telepon oleh orang yang butuh dengan kita, yah catat orang yang BUTUH dgn kita.
Jul 17, 2014
Gratis buat yang NYOBLOS, Buruan ....
Moment Pemilu Presiden tahun ini jujur saja menyita sangat banyak sekali energi dan perhatian baik dari masyarakat awam, timses dan juga para kader partai. Jika ingin di ingat-ingat, 5 tahun dan 10 tahuin yang lalu kondisi persaingan antar calon dan juga eufopria dukungan untuk para jagoan rasanya tidak se fanatik dan sekeras saat ini, teman-teman di beberapa komunitas yang saya coba ikuti bahkan ada jadi bermusuhan hanya gara-gara berbeda pilihan calon presiden. Padahal “ribut” nya panjang (kurang lebih sebulanan CMIIW), nyoblos nya sebentar ya hehehehe…..
Tapiiii karena saya hanya rakyat biasa dan bukan pengamat politik, maka untuk tulisan saya kali ini tidak akan membahas soal siapa calon pilihan saya dan analisa dan prediksi kedepannya siapa yang akan menang… lah wong saya nda ahli blasss banget kalo ngomongin soal politik hahahaha….. pingin nya membahas yang ringan-ringan saja apa yang dilakukan para brand-brand baik F&B dan industry service memanfaatkan moment Pemilu Presiden kali ini (maklum Pemilu pemilihan Presiden haya terjadi 5 tahun sekali, jadi Pemilu yang kali ini istimewa tentunya).
Seperti yang pernah saya singgung di artikel saya yang lalu (Baca Nih …. Gratis Stabucks) mengenai moment marketing dan persiapan untuk melakukannya, di bahasan kali ini saya masih ingin mengupas sedikit analisa dan kira2 apa saja sih persiapan yang sebaik nya dilakukan untuk memeriahkan moment Pemilu kali ini
1. Planning & forecasting
Tapiiii karena saya hanya rakyat biasa dan bukan pengamat politik, maka untuk tulisan saya kali ini tidak akan membahas soal siapa calon pilihan saya dan analisa dan prediksi kedepannya siapa yang akan menang… lah wong saya nda ahli blasss banget kalo ngomongin soal politik hahahaha….. pingin nya membahas yang ringan-ringan saja apa yang dilakukan para brand-brand baik F&B dan industry service memanfaatkan moment Pemilu Presiden kali ini (maklum Pemilu pemilihan Presiden haya terjadi 5 tahun sekali, jadi Pemilu yang kali ini istimewa tentunya).
Seperti yang pernah saya singgung di artikel saya yang lalu (Baca Nih …. Gratis Stabucks) mengenai moment marketing dan persiapan untuk melakukannya, di bahasan kali ini saya masih ingin mengupas sedikit analisa dan kira2 apa saja sih persiapan yang sebaik nya dilakukan untuk memeriahkan moment Pemilu kali ini
1. Planning & forecasting
Jul 11, 2014
Konsumen "Die Hard"
Sepanjang suasana pemilu ini ada banyak hal yang sangat menarik untuk diamati khususnya soal pendukung kedua calon presiden RI, eh tapi digaris bawahi dulu yah, saya sedang tidak membahasa dari sisi politik tapi ingin membahas dari sisi marketing terlepas dari dukung mendukung capres.
Ada tidak diantara anda yang sampai bersitegang karena membela masing-masing calon dengan sahabat, keluarga, teman kerja dan bahkan orang yang belum Anda kenal sebelumnya? Banyak mungkin yah wkwk, saya sendiri termasuk bagian di atas karena situasi yang memang sedang hot-hotnya sering kali terlibat diskusi yang tajam mengenai masing-masing wapres. Hebatnya semua seperti merasa benar, memiliki data yang konkrit dan punya alasan yang sangat kuat bahwa apa yang mereka pikirkan soal capresnya adalah yang paling benar.
Di Social media juga lebih hebat lagi, berhamburan link artikel, komen, gambar dan berbagai hal lain yang berhubungan dengan pemilihan calon presiden ini, entah betul entah salah pokoknya hantam bleh, sampai-sampai beberapa "tokoh" masyarakat kebabalasan dalam membela capresnya dengan mengorbankan kredibilitasnya karena mengangkat isue-isue yang tidak relevan. Beberapa teman saya bahkan berujar "gua sampe musuhan sama teman gua wkwk" WOW, tapi bisa juga sih, saya juga sampai harus unfollow beberapa orang yang menurut saya sudah cukup anoying "nyampah".
Media cetak dan TV? apalagi, sudah bingung mau yang mana yang ditonton wkwk, yah kalo pendukung Jokowi pasti suka nonton Metro TV dan Kompas TV tapi akan sangat enek nonton TV One dan MNC mungkin haha pun sebaliknya karena masing-masing terjebak pada pusaran dukung mendukung
Kok bisa sampai segitunya yah? Banyak sekali Die hard yang muncul untuk membela kedua pasangan ini baik itu yang memang tulus muncul untuk menjadi die hard maupun yang memang dibayar. Ah kalo dibayar sih ga menariklah buat dibahas, kita coba lihat bagaimana Die Hard-Die hard "Ikhlas" muncul dan sangat agressive membela dan mempromosikan brand yang mereka bela, asik bener khan kalo sampai brand kita punya Die hard-Die Hard seperti ini.
1. Merasa terwakili
Ada tidak diantara anda yang sampai bersitegang karena membela masing-masing calon dengan sahabat, keluarga, teman kerja dan bahkan orang yang belum Anda kenal sebelumnya? Banyak mungkin yah wkwk, saya sendiri termasuk bagian di atas karena situasi yang memang sedang hot-hotnya sering kali terlibat diskusi yang tajam mengenai masing-masing wapres. Hebatnya semua seperti merasa benar, memiliki data yang konkrit dan punya alasan yang sangat kuat bahwa apa yang mereka pikirkan soal capresnya adalah yang paling benar.
Di Social media juga lebih hebat lagi, berhamburan link artikel, komen, gambar dan berbagai hal lain yang berhubungan dengan pemilihan calon presiden ini, entah betul entah salah pokoknya hantam bleh, sampai-sampai beberapa "tokoh" masyarakat kebabalasan dalam membela capresnya dengan mengorbankan kredibilitasnya karena mengangkat isue-isue yang tidak relevan. Beberapa teman saya bahkan berujar "gua sampe musuhan sama teman gua wkwk" WOW, tapi bisa juga sih, saya juga sampai harus unfollow beberapa orang yang menurut saya sudah cukup anoying "nyampah".
Media cetak dan TV? apalagi, sudah bingung mau yang mana yang ditonton wkwk, yah kalo pendukung Jokowi pasti suka nonton Metro TV dan Kompas TV tapi akan sangat enek nonton TV One dan MNC mungkin haha pun sebaliknya karena masing-masing terjebak pada pusaran dukung mendukung
Kok bisa sampai segitunya yah? Banyak sekali Die hard yang muncul untuk membela kedua pasangan ini baik itu yang memang tulus muncul untuk menjadi die hard maupun yang memang dibayar. Ah kalo dibayar sih ga menariklah buat dibahas, kita coba lihat bagaimana Die Hard-Die hard "Ikhlas" muncul dan sangat agressive membela dan mempromosikan brand yang mereka bela, asik bener khan kalo sampai brand kita punya Die hard-Die Hard seperti ini.
1. Merasa terwakili
Jul 4, 2014
Konsumen Dalam 10 Jari
Sering kali saya mendengar komentar bahwa sosial media seperti twitter tidaklah efektif untuk digunakan sebagai tools dalam membangun bisnis apalagi meningkatkan penjualan, "twitter itu cuma untuk iseng" "Twitter itu cuma sebentar ajah impactnya dan ga terlalu penting untuk bisnis" "mana bisa jualan menggunakan twitter di bisnis ini" dan berbagai komen lainnya yang sangat meng under estimate twitter.
Saya beritahu Anda, jika Anda masih berpikir dengan pemikiran-pemikiran di atas hanya ada dua kemungkinan yang ada, pertama memang bisnis Anda tidak cocok menggunakan twitter sebagai media yang bisa digunakan untuk membangun bisnis Anda atau kedua Anda tidak mengerti bagaimana media ini bekerja sehingga bisa digunakan sebagai media untuk membantu pengembangan bisnis Anda.
Dan kalo boleh sedikit sharing, cukup banyak yang berpikir bawah twitter tidak akan memberikan impact yang positif apalagi sampai ke wilayah sales hanya karena sebetulnya yang bersangkutan tidak mengerti bagaimana cara memanfaatkannya dengan maksimal atau sometime dibeberapa kesempatan saya suka bilang "mungkin terlalu jadul dan males belajar" untuk mau mencoba mengerti.
Ok pada satu sisi saya setuju bahwa ada memang bisnis di mana twitter tidak bisa memberikan advantage atau KPI sampai wilayah sales, untuk hal ini tidak ada yang perlu dibahas, rasanya pasti betul, namun melakukan generalisasi bahwa twitter tidak bisa memberikan impact untuk bisnis adalah sesuatu pemikiran yang salah besar, mengapa?
Yah tapi karena pada kenyataannya banyak juga bisnis yang bisa besar, penjualan bisa sukses karena memanfaatkan media twitter, ambil contoh yang paling fenomenal Ma Icih, dengan media twitter produk kripik ini sukses melakukan penjualan yang konon omsetnya mencapai milirian setiap bulan atau salah satu brand di mana saya terlibat dari 0 membangun bisnisnya yaitu @NasGorMafia yang fokus berjualan nasi goreng, saya bisa bilang karena twitternya brand ini bisa berkembang menjadi besar sampai 8 cabang hanya dalam waktu 6 bulan.
Bagaimana bisa? Yah mungkin saya bisa sharing beberapa hal yang membuat media twitter bisa maksimal memberikan kontribusi pada bisnis kita bahkan sampai sales tentunya.
1. Ubah pola pikir, ini investasi bukan biaya
Saya beritahu Anda, jika Anda masih berpikir dengan pemikiran-pemikiran di atas hanya ada dua kemungkinan yang ada, pertama memang bisnis Anda tidak cocok menggunakan twitter sebagai media yang bisa digunakan untuk membangun bisnis Anda atau kedua Anda tidak mengerti bagaimana media ini bekerja sehingga bisa digunakan sebagai media untuk membantu pengembangan bisnis Anda.
Dan kalo boleh sedikit sharing, cukup banyak yang berpikir bawah twitter tidak akan memberikan impact yang positif apalagi sampai ke wilayah sales hanya karena sebetulnya yang bersangkutan tidak mengerti bagaimana cara memanfaatkannya dengan maksimal atau sometime dibeberapa kesempatan saya suka bilang "mungkin terlalu jadul dan males belajar" untuk mau mencoba mengerti.
Ok pada satu sisi saya setuju bahwa ada memang bisnis di mana twitter tidak bisa memberikan advantage atau KPI sampai wilayah sales, untuk hal ini tidak ada yang perlu dibahas, rasanya pasti betul, namun melakukan generalisasi bahwa twitter tidak bisa memberikan impact untuk bisnis adalah sesuatu pemikiran yang salah besar, mengapa?
Yah tapi karena pada kenyataannya banyak juga bisnis yang bisa besar, penjualan bisa sukses karena memanfaatkan media twitter, ambil contoh yang paling fenomenal Ma Icih, dengan media twitter produk kripik ini sukses melakukan penjualan yang konon omsetnya mencapai milirian setiap bulan atau salah satu brand di mana saya terlibat dari 0 membangun bisnisnya yaitu @NasGorMafia yang fokus berjualan nasi goreng, saya bisa bilang karena twitternya brand ini bisa berkembang menjadi besar sampai 8 cabang hanya dalam waktu 6 bulan.
Bagaimana bisa? Yah mungkin saya bisa sharing beberapa hal yang membuat media twitter bisa maksimal memberikan kontribusi pada bisnis kita bahkan sampai sales tentunya.
1. Ubah pola pikir, ini investasi bukan biaya
Subscribe to:
Posts (Atom)









