Showing posts with label Creative Sales Tactic Product. Show all posts
Showing posts with label Creative Sales Tactic Product. Show all posts

Jul 23, 2013

Private Label, Lampu Kuning Pemilik Brand

Kaget juga pas kemarin beli beberapa kebutuhan sehari-hari di Indomaret, pas dilihat-liat Tisue, Air Miniral Botol, gula dan Cotton But ternyata punya satu Brand yaitu Indomaret. Kaga salah? Iya bener kok, semua produk yang saya beli di atas menggunakan Brand Indomaret. Soal harga? ah pastilah lebih murah, kenapa beli? lah kenapa enggak, Indomaret terkenal kok hehe.

Dalam poduct taktik, ini dinamakan Private Label, yaitu menggunakan nama Toko/ Retailer kita untuk berbagai macam produk yang dijual di dalam toko/ retailer kita tersebut. Biasanya taktik seperti ini digunakan oleh pemilik toko yang menjual berbagai macam kebutuhan masyarakat seperti Indomaret, Alfamart, Yogya, Carefour dsb.

Ini sebuah bahasan yang cukup menarik sebetulnya apalagi brand-brand retailer besar seperti carefour menggarap ini dengan cukup massive sampai sirup pun mereka keluarkan private labelnya tentu dengan harga lebih murah dibandingkan sirup branded dari produsen lain yang juga menjual produknya di Carefour. Soal pangsa pasar? dari data yang saya dapatkan, kontribusi untuk private label pada tahun 2012 untuk Indomaret mendekati 10 persen dari total pendapatan yg berkisar 18 triliun ada tahun tersebut, coba ajah berapa besar tuh dan brand mana yang kena impact sebesar itu gara2 private labelnya Indomaret hehe.

Nah coba kita lihat dari jumlah itemnya, Carefour 2000-3000 iten, Alfamart 100 an item dan Indomaret 400 an item, kalo melihat ekspansi Private Label ini jelas ini jadi genderang perang yang ditabuh pelan-pelan, ga kerasa nanti angkanya makin di atas 10 persen yg artinya ada brand yg kena dampak salesnya akan turun karena private labe ini.

Nah pertanyaan selanjut, Mengapa Private Label akan besar? dan Brand lain perlu dan bahkan wajib untuk khawatir.

1. loyal to Brand vs Loyal to Price
Saat ini bisa dikatakan cukup banyak orang yang membeli kebutuhan sehari-hari yang ada di supermarket karena alasan brand, namun yang membeli karena faktor harga juga pasti tidak kalah besarnya, logika ajah ngapain sih Carefour dan temen-temennya itu kalo promo edan-edanan di koran, billboard dll yang dikomunikasikan selalu harga termurah? Yah sederhana logikanya, banyak yang beli karena harga.

Nah kendala private brand adalah ekuitas mereknya yang mungkin belom setinggi branded produk, "bagus ga nih kualitasnya?" mungkin itu yg masih jadi pertanyaan, namun lambat laun hal ini akan mulai tertutupi dgn ekuitas brand retailer dan edukasi ke masyarakat tentunya, nah jika sudah pada kondisi ini, yah seperti saya hehe, beli ajah private label, udah harga murah kualitas sama ajah, at the end it's depend on the price, and we have the winner, private label.

2. Channel Distribution

Mar 27, 2013

Masterchef on Pizza, Mau?


Beberapa hari lalu saya melihat poster ini nih di depan restoran Pizza Hut. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya melihat promo ini, karena beberapa bulan lalu saat saya makan di Pizza Hut, saya melihat di dalam menunya, ada beberapa masakan yang dibuat khusus oleh si pemenang kedua Master Chef Agus Sasirangan. Gara-gara lihat promo ini, saya jadi keingat dulu saya pernah nemu program yang serupa di Air Asia, yaitu ada masakan khusus Farah Quinn buat Air Asia. 2 promo ini sama-sama memanfaatkan momentum tren “Chef” baik itu Celebrity Chef maupun Masterchef untuk menarik minat para customer.

Ngomongin tentang promo yang berlangsung di Pizza Hut, sepertinya sudah bukan rahasia lagi kalo restoran yang satu ini punya hobi bikin inovasi! Saya sebagai pecinta Pizza Hut memang langganan nyoba-nyoba berbagai menu baru yang mereka keluarkan. Dan karena itulah saya jadi mulai bisa membaca strategi produk yang mereka lakukan.

Menurut saya apa yang dilakukan oleh Pizza Hut adalah dengan tujuan untuk menciptakan “something to talk about” yah.. kalo bahasa marketingnya adalah Word Of Mouth. Kalaupun bukan WOM, mereka ingin agar selalu ada alasan untuk datang ke Pizza Hut.


Feb 26, 2013

Produk Baru Maicih Seharga 300 juta!


Sebagai sebuah brand yang hobi membuat fenomena, kini Maicih kembali menciptakan topic perbincangan yang seru dan inspiratif! Yup betul sekali, Maicih si brand keripik pedas ini telah memiliki produk baru dengan harga 300juta!

Wah.. masa iya harga keripik 300juta? Hehe.. jawabannya bisa Anda lihat di bawah ini. Wah ternyata bukan keripik nih produk terbaru Maicih, tapi sebuah properti!

Beberapa waktu lalu gambar ini saya dapati dari teman saya yang follow Instagramnya Reza atau biasa dikenal dengan Axl. Di salah satu post Instagramnya, ada gambar yang sangat menarik ini, yaitu sebuah area properti yang dibangun di bawah bendera grup Maicih. Lebih jelasnya saya belum tahu dengan pasti apakah perumahan ini sudah dipasarkan secara resmi atau belum.

Yang menarik ingin saya angkat di artikel ini adalah keberanian grup Maicih untuk mempertahankan brand mereka masuk ke lini bisnis lain yang sama sekali berbeda.

Strategi brand ini disebut dengan Source Brand. Source brand adalah suatu strategi mengelola merk dengan mempertahankan brand utamanya dan menambahkan keterangan pada berbagai kategori produk di bawahnya. Contohnya adalah si brand Maicih ini. Saat menjual keripik brand yang digunakan adalah Maicih, begitu juga saat menjual properti, brand yang digunakan tetap Maicih namun dengan tambahan keterangan seperti yang ada di gambar, yaitu Maicih Inti Sinergi.


Feb 4, 2013

Rental Pacar, Mau?


Mendekati moment imlek dan valentine ada 2 pertanyaan yang paling membuat saya sebel: “Udah punya pacar blom?” & “Kapan kawin?” Dan saya yakin hal ini juga pasti dialami para jombloman dan jomblonita yang klo lg moment2 kumpul keluarga sebel klo ditanyain sepert itu. Ditengah-tengah situasi seperti itu saya jadi teringat guyonan (atau beneran ya...) dari seorang teman saya yang secara profile bisa dikatakan “most wanted son in law” (fisik oke, karir cemerlang, usia mapan, hmmmm..... yummy kan?) untuk para Mamah2: “Lucu kali ya klo gue nyediain jasa rental sebagai boyfriend khusus untuk moment imlek” ddduuuaarrr...... Hahahahahaaaaa.......

saya boleh aja ketawa mendengar jasa rental “fake boyfriend” dari teman saya ini, tapi siapa yang menyangka, kalau jasa serupa ternyata telah ada di Brazil sana, hanya saja jasa rental yg dimaksud adalah fake girlfriend di Facebook (sayangnya yg tersedia baru girlfriend, edisi boyfriend masih direncanakan). Biaya yg ditawarkan cukup beragam dari $10.00 - $99.00, service yang ditawarkan juga beragam dari yang hanya sebagai status pacar dengan 3 comment dan durasi 3 hari sampai dengan full paket, status pacar selama 30 hari dengan 30 comment. Gilanya lagi ternyata di situs itu ada lhooo yang testimoni ttg jasa layanannya... dan mayoritas cukup puas dengan service fake girlfriend ini.


Jan 16, 2013

Kopi Slank, Semantap Bandnya


Belanja ke Supermarket menjadi salah satu kegiatan favorit saya sebagai seorang pemasar, mengapa yang sederhana selain cuci mata “marketing” banyak inspirasi yang bisa saya dapatkan ketika sedang pergi berbelanja.

Sebagai contoh, pertarungan para fmcg biasanya di titik-titik distribusi, so di supermarket, hyper market, atau minimarket, bahkan warung kadangan jadi titik lokasi yang utama untuk mereka untuk melancarkan serangan-serangan, baik yg sifatnya impulse pasif (pop, display, packaging, dll) sampai dengan yang sifatnya persuasif aktif (harga heran, harga khusus, trade promo, penempatan spg, bundling, dll), ini khan ladang banget nih buat cuci mata “marketing” dan juga ladang mencari inspirasi bagi kita para pemasar.

Nah kebetulan minggu lalu sampil cuci mata “marketing" saya memang ada keperluan untuk membeli Kopi di supermarket, karena saya penyuka kopi, so.... agenda wajib belanja kopi emang selalu jadi rutinitas penting klo lagi belanja bulanan di supermarket, tapi kali ini ada sebuah brand kopi yg menarik perhatian saya.


Jan 15, 2013

GoodBye BlackBerry


Kata-kata ini sudah saya ucapkan pertengahan tahun lalu kepada gadjet yang konon sangat dicintai masyarakat Indonesia sampai saat ini yaitu BlackBerry. Kenapa saya ingin berpisah dengan BB sederhana pengen beralih ke Android di mana saya bisa mengexplore lebih banyak hal. Yah iyalah, pake BB stigma yang muncul selalu ujung-ujungnya Nge Hang, pake dua akun twitter ajah beratnya udah ajib haha, main game? Forget it. (BB gue loh, ga tau yang lain hehe)

Setengah tahun berlalu sejak kata "putus" saya utarakan dan bahkan sudah pake diumumkan lagi di profile pic dengan tulisan "Add my whatsApp, BB will be shutdown" kira-kira begitu, apa yang terjadi sekarang? TETEP pake BB haha, rasanya kalo pacaran udah selingkuh sekalipun tetep ajah susahnya minta ampun untuk melespaskan pacar pertama dari pelukan, jadi yah jalanin ajah dua-duanya wkwk.

Anda begitu tidak yang sebelumnya menggunakan BB dan mau pindah ke device lain? Entahlah tapi saya kenal beberapa orang yang melakukan hal yang sama dengan saya seperti di atas tapi sampai hari ini nasibnya sama dengan saya "tak sampai hati untuk berpisah walaupun hati ini sudah selingkuh wkwk. Alasan utamanya biasanya kalo pebisnis pasti klien-kliennya dan contactnya rata-rata pake BB, yah cuma itu aneh, padahal khan bisa beralih ke whatsApp tapi yah tetep sulit gitu loh.

Kok bis yah BB membuat kita seperti ini? Asyik rasanya jika kita punya brand yang sulit sekali melepaskan diri dari ketergantungan terhadap Brand kita tersebut, yah tentu bagus lagi kalo konsumen kaga selingkuh tentunya. Coba yuk kita diskusikan beberapa hal yang membuat konsumen "sulit untuk berpisah" dengan brand kita.


Jan 3, 2013

Quaker Oats Cookie


Anda tahu, di kantor saya ada privilege yang luar biasa buat semua karyawannya, apa itu? Gratis sarapan pagi. siang, sore dan bahkan malam. Beneren, iya bener swear tapi makanannya adalah Quaker Oats. Gratis anytime mau makan ada tersedia di dapur, tinggal bilang OB untuk dibuatkan tidak lama akan tersedia di meja karyawan.

Dan tebak apa yang terjadi? Aneh, tidak ada satupun karyawan yang memanfaatkan fasilitas ini sejak diumumkan haha, 1 bungkus Quaker Oats yang dibeli bulan lalu bahkan masih tersisa. Ini berbeda jauh jika yang disediakan gorengan setiap sore (bala-bala, gehu goreng, tempe goreng, cireng), tanpa perlu di komando, sedikit aja lengah misalnya pergi ke WC maka yang tersisa hanya cabe rawit di piring yang disajikan hehe.

Kenapa yah? yah tentu kita bahas dari sisi marketing yah, bukan dari sisi kesehatan. Sederhana Quaker Oats original ga enak rasanya (menurut hampir sebagian responden di kantor) hehe, "rasanya plain bro dan malah jadi ga enak di perut" <------ "Sugesti" wkwk.