"mas kayanya buat bisnis kuliner gampang yah, tinggal cari koki yg jago cari tempat dan minimal punya modal awal lah bisa tuh kita langsung berbisnis"
Yah BETUL 100%, ga ada yang salah dengan statement di atas klo cuman mau "buka" "punya" bisnis di bidang kuliner ato di bidang apapun lah, asal ga usah mikirin nanti soal omset berapa, dapat untung ato enggak, balik modal nya kapan, setelah beberapa lama bisnis masih jalan ato enggak yah sekali lagi BETUL 100% pernyataan diatas hehe.
Tapi sayangnya "buka" bisnis adalah pekerjaan yang paling gampang yang dilalui oleh setiap pebisnis, namun setelah "buka" pekerjaan berat yang akan menunggu adalah apakah bisnisnya mampu mendatangkan konsumen, bisa mencetak omset sesuai target, apakah profit bersihnya bagus dan sesuai target, apakah costnya terkontrol, apakah bisa dikembangkan menjadi bisnis yang lebih besar dan berbagai tantangan-tantangan lain yang tidak kalah sulitnya untuk dijalankan.
"wah jadi sulit banget juga kalo gitu yah" hehe klo setiap orang yg mau menjalankan bisnis memikirkan 2 paragrap di atas pasti mereka akan berpikir dan berhitung kembali yang artinya kalo tetap terjun sebagai pebisnis mereka pasti sudah betul-betul memperhitungkan setiap hal yang ada di 2 paragraph tersebut tentunya.
Nah beberapa tulisan ke depan saya akan coba membahas step by step terminologi business yang penting untuk setiap pebisnis untuk bisa sukses dan bisnisnya terus bisa berkembang tentunya. Apa ajah itu, Buy Leads, Buy Now, Buy More, Buy Often, Buy Recommendation.
Buy Lead (Mendatangkan Konsumen)
Showing posts with label creasionbrand. Show all posts
Showing posts with label creasionbrand. Show all posts
Dec 20, 2017
Sep 11, 2016
4 Tips Membuat Powerfull Content di Instagram
Kalo ditanya media apa yang sekarang lagi hot-hot nya digunakan banyak pebisnis untuk berbagai kepentingan brandnya mungkin salah satunya adalah Instagram. Untuk beberapa bisnis khususnya kuliner, instagram ini sudah seperti KEHARUSAN kalo mau brand kita dikenal oleh banyak calon konsumen dan kemudian tentu bisa mendatangkan sales bagi perusahaan, sehingga tidak aneh jika kita melihat demikian massivenya instagram yang berhubungan kuliner saat ini baik itu yang menggunakan buzzer (istilah gaul untuk pemilik akun yang bisa diajak berkerjasama untuk promosi iklan) maupun IG ads.
Nah pada kesempatan kali ini saya ingin sharing mengenai bagaimana membangun konten iklan IG yang punya impact dan bisa mencapai tujuan dari iklan yang kita pasang tentunya, karena saya perhatikan banyak sekali pebisnis yang tidak mengerti bagaimana strategi memasang iklan Instagram yang tepat, efektif dan menghasilkan, bukan sekedar pasang dan akhirnya tidak ada impact sama sekali untuk bisnis kita.
Tapi sebelulum kita mulai, selalu dingat pertanyaan saya ini. Apa ukuran sebuah iklan di IG sukses atau tidak? Dimensi jawaban ini bisa beragam, tergantung ketika kita menetapkan tujuan awal, biasanya sih UUD, ujung-ujungnya duit, namun pada sisi yang lebih advance tujuan menggunakan IG untuk beriklan juga bisa berupa Brand Building, jadi hal paling penting sebelum mendevelop content adalah menetapkan tujuan dari iklan sehingga bisa diukur hasilnya.
Ok kita mulai yuk, bagaimana membangun konten timeline maupoun iklan yang punya impact terhadap objectives yang kita inginkan di Instagram.
1. Images & Video yang Powerfull
Nah pada kesempatan kali ini saya ingin sharing mengenai bagaimana membangun konten iklan IG yang punya impact dan bisa mencapai tujuan dari iklan yang kita pasang tentunya, karena saya perhatikan banyak sekali pebisnis yang tidak mengerti bagaimana strategi memasang iklan Instagram yang tepat, efektif dan menghasilkan, bukan sekedar pasang dan akhirnya tidak ada impact sama sekali untuk bisnis kita.
Tapi sebelulum kita mulai, selalu dingat pertanyaan saya ini. Apa ukuran sebuah iklan di IG sukses atau tidak? Dimensi jawaban ini bisa beragam, tergantung ketika kita menetapkan tujuan awal, biasanya sih UUD, ujung-ujungnya duit, namun pada sisi yang lebih advance tujuan menggunakan IG untuk beriklan juga bisa berupa Brand Building, jadi hal paling penting sebelum mendevelop content adalah menetapkan tujuan dari iklan sehingga bisa diukur hasilnya.
Ok kita mulai yuk, bagaimana membangun konten timeline maupoun iklan yang punya impact terhadap objectives yang kita inginkan di Instagram.
1. Images & Video yang Powerfull
Oct 17, 2013
Jualan Konten,Visi Bisnis Masa Depan
Kemarin malam menyempatkan diri membaca sebuah headline berita dari Daily Social yang menyebutkan salah satu provider telekomunikasi di Indonesia, Indosat yang meresmikan peluncuran Ideabox sebuah program Inkubator Startup hasil pengembangan dari program IWIC (Indosat Wireless Innovation Contest), sebuah program pencarian developer-developer digital berbakat yang sudah diselenggarakan hingga tahun ke tujuh.
Nah jikaberbicara mengenai program Inkubator Startup, selain Indosat Telkom merupakan salah satu perusahaan di bidang telekomunikasi yang sudah menyelenggarakan program Inkubator Startup sejak 2 tahun kebelakang melalui program Indigo Incubator, yang di desain untuk mendukung perkembangan startup di Indonesia khususnya yang berbasis produk IT,dimana intinya akan dipilih beberapa startup digitalpreneur yang akan dibina, diberikan fasilitas, hingga pendanaan oleh Telkom.
Melalui tulisan kali ini saya tidak akan membahas mendalam mengenai inkubator startup, namun lebih pada bagaimana sebuah “konten” (berbasis digital) saat ini menjadi orientasi (visi)dari bisnis di masa depan, kenapa? pernyataan tersebut tentunya saya utarakan bukan dikarenakan tanpa alasan yang jelas, hal pertama adalah insight dari seorang dosen yang dijadikan tulisan mengenai bagaimana google melalui jaringan konten digital yang dimilikinya menjadi sebuah kekuatan yang menakutkan bahkan menjadi ancaman serius khususnya untuk industri telekomunikasi, kedua adalah revolusi digital dimana era internet yang terus berkembang turut berperan dalam merubah perspektif bisnis dan perilaku konsumen.
Mungkin kedua poin tersebut masih belum cukup mewakili alasan mengenai konten digital akan menjadi orientasi bisnis masa depan karena tentunya masih ada aspek-aspek lainnya yang juga turut berpengaruh, terlepas dari hal tersebut mungkin tulisan ini bisa memberikan insight mengenai bisnis masa depan yang berorientasi pada konten.
1. Selamat datang Revolusi Digital
Nah jikaberbicara mengenai program Inkubator Startup, selain Indosat Telkom merupakan salah satu perusahaan di bidang telekomunikasi yang sudah menyelenggarakan program Inkubator Startup sejak 2 tahun kebelakang melalui program Indigo Incubator, yang di desain untuk mendukung perkembangan startup di Indonesia khususnya yang berbasis produk IT,dimana intinya akan dipilih beberapa startup digitalpreneur yang akan dibina, diberikan fasilitas, hingga pendanaan oleh Telkom.
Melalui tulisan kali ini saya tidak akan membahas mendalam mengenai inkubator startup, namun lebih pada bagaimana sebuah “konten” (berbasis digital) saat ini menjadi orientasi (visi)dari bisnis di masa depan, kenapa? pernyataan tersebut tentunya saya utarakan bukan dikarenakan tanpa alasan yang jelas, hal pertama adalah insight dari seorang dosen yang dijadikan tulisan mengenai bagaimana google melalui jaringan konten digital yang dimilikinya menjadi sebuah kekuatan yang menakutkan bahkan menjadi ancaman serius khususnya untuk industri telekomunikasi, kedua adalah revolusi digital dimana era internet yang terus berkembang turut berperan dalam merubah perspektif bisnis dan perilaku konsumen.
Mungkin kedua poin tersebut masih belum cukup mewakili alasan mengenai konten digital akan menjadi orientasi bisnis masa depan karena tentunya masih ada aspek-aspek lainnya yang juga turut berpengaruh, terlepas dari hal tersebut mungkin tulisan ini bisa memberikan insight mengenai bisnis masa depan yang berorientasi pada konten.
1. Selamat datang Revolusi Digital
Oct 10, 2013
Bengkel Irit BBM .... Googling Ajah
Hari senin seperti biasanya memulai rutinitas kerja ke Jakarta untuk bertemu dengan beberapa klien, singkat cerita sepanjang perjalanan saya di jalan tol dari Bandung menuju Jakarta pandangan saya kembali terfokus pada sesuatu hal yang menurut saya menarik untuk dijadikan tulisan, adalah spanduk besar yang terpampang di salah satu jembatan penyebrangan yang dilalui oleh tol Cipularang arah ke Jakarta yang saya maksudkan (mohon maap saya tidak ingat KM-nya).
Pertanyaannya apa yang menarik dari sebuah spanduk? paling kontennya berisi informasi atau paling-paling promosi? nah buat yang ngejawab begitu mungkin kalian ada benarnya juga, karena spanduk yang saya lihat itu memang berisi konten informasi dan promosi secara tidak langsung, lalu apa yang berbeda? adalah bagaimana konten tersebut dikemas dengan copywriting singkat namun berhasil menarik perhatian orang dan push to act karena penasaran.
Oke biar nggak nambah bingung iklan yang saya maksud adalah “Bengkel Irit BBM”, jadi yang menarik perhatian saya saat itu adalah sebuah spanduk panjang dan besar berwarna putih yang dipasang di 2 jembatan penyebrangan yang sudah pasti dilalui oleh kendaraan yang hendak ke Jakarta dari Bandung melalui tol Cipularang, dan menariknya dalam spanduk tersebut hanya ada 2 konten yang saya ingat, pertama adalah logo Google, dan kedua adalah Copywriting “Bengke Irit BBM” yang sudah saya sebutkan tadi.
Nah karena sudah saya bilang tadi saya penasaran makanya saat itu juga saya ambil tablet saya dan buka google, lalu menuliskan keyword “Bengkel Irit BBM”, dan tebak apa yang muncul di jajaran 3 teratas google berdasarkan pencarian Keyword tersebut? yup, adalah Provis Auto Sport sebuah bengkel yang melayani berbagai pelayanan salah satunya ya spesialisasi irit BBM untuk kendaraan. Terbayar sudah rasa penasaran saya, dengan demikian melalui tulisan kali ini saya ingin share mengenai kreativitas yang dilakukan oleh Provis dalam hal promotion untuk generate leads, mengkolaborasi metode konvensional dengan digital, langsung saja monggon dibaca gan.
1. Memaksimalkan Pencarian Google
Pertanyaannya apa yang menarik dari sebuah spanduk? paling kontennya berisi informasi atau paling-paling promosi? nah buat yang ngejawab begitu mungkin kalian ada benarnya juga, karena spanduk yang saya lihat itu memang berisi konten informasi dan promosi secara tidak langsung, lalu apa yang berbeda? adalah bagaimana konten tersebut dikemas dengan copywriting singkat namun berhasil menarik perhatian orang dan push to act karena penasaran.
Oke biar nggak nambah bingung iklan yang saya maksud adalah “Bengkel Irit BBM”, jadi yang menarik perhatian saya saat itu adalah sebuah spanduk panjang dan besar berwarna putih yang dipasang di 2 jembatan penyebrangan yang sudah pasti dilalui oleh kendaraan yang hendak ke Jakarta dari Bandung melalui tol Cipularang, dan menariknya dalam spanduk tersebut hanya ada 2 konten yang saya ingat, pertama adalah logo Google, dan kedua adalah Copywriting “Bengke Irit BBM” yang sudah saya sebutkan tadi.
Nah karena sudah saya bilang tadi saya penasaran makanya saat itu juga saya ambil tablet saya dan buka google, lalu menuliskan keyword “Bengkel Irit BBM”, dan tebak apa yang muncul di jajaran 3 teratas google berdasarkan pencarian Keyword tersebut? yup, adalah Provis Auto Sport sebuah bengkel yang melayani berbagai pelayanan salah satunya ya spesialisasi irit BBM untuk kendaraan. Terbayar sudah rasa penasaran saya, dengan demikian melalui tulisan kali ini saya ingin share mengenai kreativitas yang dilakukan oleh Provis dalam hal promotion untuk generate leads, mengkolaborasi metode konvensional dengan digital, langsung saja monggon dibaca gan.
1. Memaksimalkan Pencarian Google
Oct 9, 2013
E-Cash, Uang Tunai di Hanphone
Sekitar satu tahun yang lalu, saya sempat menyaksikan sebuah video semacam prototype sebuah produk bahwa beberapa waktu mendatang akan ada saatnya semua transaksi akan dilakukan melalui handphone pribadi masing-masing. Seseorang hanya perlu mendekatkan handphone mereka ke alat scanning untuk memindai data yang ada di handphone mereka ke alat pindai tujuan dia mentransfer informasi atau mentransfer dana. Handphone akan berfungsi sebagai mana layaknya sebuah dompet.
Bukan hanya media untuk melakukan transaksi, bahkan untuk menyimpan identitas diri kita. Ternyata ada beberapa brand yang sudah merealisasikan teknologi ini. Salah satunya adalah Bank Mandiri yang menamakan program E-Cash mereka dengan sebutan Mandiri Cash. Bedanya dengan prototype yang pernah dibuat di Youtube adalah tidak ada proses scanning. Transaksi dilakukan di handphone dan menggunakan koneksi internet untuk mentransfer informasi atau dana dari e-wallet mereka ke channel tujuan mereka.
Kalian sudah dengar berita terbaru Blackberry yang akhirnya terjun ke dunia e-money juga? Seperti Bank Mandiri, Blackberry juga mulai mengembangkan produk mengenai transaksi online yang dilakukan dengan hanya menggunakan handphone dan jaringan internet untuk melakukan pembayaran. Kedua brand ini menyediakan tempat bagi para konsumen mereka untuk ‘menabung’ di akun mereka di Mandiri Cash untuk produk Bank Mandiri dan BBM Money untuk produk dari Blackberry. Sehingga pembayaran nantinya akan dilakukan langsung dari handphone mereka. Tidak perlu menggunakan token atau tool ketiga lainnya.
Bukan hanya media untuk melakukan transaksi, bahkan untuk menyimpan identitas diri kita. Ternyata ada beberapa brand yang sudah merealisasikan teknologi ini. Salah satunya adalah Bank Mandiri yang menamakan program E-Cash mereka dengan sebutan Mandiri Cash. Bedanya dengan prototype yang pernah dibuat di Youtube adalah tidak ada proses scanning. Transaksi dilakukan di handphone dan menggunakan koneksi internet untuk mentransfer informasi atau dana dari e-wallet mereka ke channel tujuan mereka.
Kalian sudah dengar berita terbaru Blackberry yang akhirnya terjun ke dunia e-money juga? Seperti Bank Mandiri, Blackberry juga mulai mengembangkan produk mengenai transaksi online yang dilakukan dengan hanya menggunakan handphone dan jaringan internet untuk melakukan pembayaran. Kedua brand ini menyediakan tempat bagi para konsumen mereka untuk ‘menabung’ di akun mereka di Mandiri Cash untuk produk Bank Mandiri dan BBM Money untuk produk dari Blackberry. Sehingga pembayaran nantinya akan dilakukan langsung dari handphone mereka. Tidak perlu menggunakan token atau tool ketiga lainnya.
Oct 7, 2013
Ganteng Maksimal & Cross Media Campaign
Beberapa waktu lalu saya sempat mengikuti Workshop Creative Sales di hotel Ibis Tamarin Jakarta, kebetulan memang teman-teman saya yang menjadi pembicara, nah di salah satu sesi workshop tersebut ada sesi terakhir yang cukup menarik untuk dijadikan pembahasan dalam tulisan kali ini, adalah Cross Media Campaign materi yang disampaikan di sesi terakhir oleh pembicara dari creasion-education, Andi Primaretha.
Cross Media Campaign tentunya memberikan insight baru bagi saya, kalo yang saya pahami Cross Media Campaign merupakan sebuah aktifitas bagaimana kita memaksimalkan aktifitas promosi yang mengangkat campaign tertentu dengan mengintegrasikan beberapa media (menjadi cross media), misalkan di ranah online (website, social media, google, hingga mobile apps), media ATL (tv ads, radio, billboard), dan media BTL seperti event, nah intinya sih bagaimana kita mengemas campaign kita secara sinergi kedalam beberapa media tersebut (sinergi).
Lantas apa yang melandasi tulisan saya kali ini? tentunya bukan mau membahas mengenai Cross Media Campaign, namun lebih pada pembahasan sebuah case yang saya nilai merupakan sebuah aktifitas Cross Media Campaign, cerita ini diawali pada saat saya mengakses detik - mobile apps di sela-sela sabtu pagi, tujuannya sih waktu itu pengen update info saja, namun saat itu fokus saya teralih oleh salah satu highlight berita yang berjudul “Ariel Kini Punya Teman Baru Yang Selalu Setia”, he4 bukan berarti suka berita gossip yah namun karena penasaran ya saya klik beritanya waktu itu.
Singkat cerita saya baca berita tersebut yang intinya si teman baru Ariel ini senantiasa menemaninya dan biki dia merasa semakin ganteng, diakhiri dengan quotes : “Siapakah dia? Temukan Jawabannya di – Link video Ganteng Maksimal”, semakin penasaran saya pun klik link tersebut dan saya diarahkan ke halaman youtube salah satu brand sabun muka untuk cowok yang cukup gencar promo menggandeng brand ambassador noah band.
1. Bendera #GantengMaksimal
Cross Media Campaign tentunya memberikan insight baru bagi saya, kalo yang saya pahami Cross Media Campaign merupakan sebuah aktifitas bagaimana kita memaksimalkan aktifitas promosi yang mengangkat campaign tertentu dengan mengintegrasikan beberapa media (menjadi cross media), misalkan di ranah online (website, social media, google, hingga mobile apps), media ATL (tv ads, radio, billboard), dan media BTL seperti event, nah intinya sih bagaimana kita mengemas campaign kita secara sinergi kedalam beberapa media tersebut (sinergi).
Lantas apa yang melandasi tulisan saya kali ini? tentunya bukan mau membahas mengenai Cross Media Campaign, namun lebih pada pembahasan sebuah case yang saya nilai merupakan sebuah aktifitas Cross Media Campaign, cerita ini diawali pada saat saya mengakses detik - mobile apps di sela-sela sabtu pagi, tujuannya sih waktu itu pengen update info saja, namun saat itu fokus saya teralih oleh salah satu highlight berita yang berjudul “Ariel Kini Punya Teman Baru Yang Selalu Setia”, he4 bukan berarti suka berita gossip yah namun karena penasaran ya saya klik beritanya waktu itu.
Singkat cerita saya baca berita tersebut yang intinya si teman baru Ariel ini senantiasa menemaninya dan biki dia merasa semakin ganteng, diakhiri dengan quotes : “Siapakah dia? Temukan Jawabannya di – Link video Ganteng Maksimal”, semakin penasaran saya pun klik link tersebut dan saya diarahkan ke halaman youtube salah satu brand sabun muka untuk cowok yang cukup gencar promo menggandeng brand ambassador noah band.
1. Bendera #GantengMaksimal
Jul 20, 2013
5 Kiat Sukses Usaha Kecil
Bermimpi buat jadi pengusaha? Siapa sih yang nggak mau. Setiap orang yang bukan pengusahapun setidaknya pernah berpikir untuk jadi pengusaha. Lihat saja dalam kurun 3 tahun terakhir ini, di Bandung saja setidaknya sudah mulai menjamur pengusaha-pengusaha baru baik dari bisnis kecil, menengah dan besar.
Perkembangan bisnis dan teknologi saat ini memang secara tidak langsung mengubah paradigm cara berpikir manusia mengenai pola pemakaian dan pemanfaatan teknologo yang digunaka, sehingga salah satunya muncullah bisnis online yang bertebaran di facebook dan media internet lainnya.
Dengan didukungnya semakin bertambah banyaknya orang yang mulai membangun usaha, mulai banyak juga bertebaran aktifitas training dan seminar yang mengangkat dan mengusung tema sukses jadi pengusaha, entrepreneurship dan lain lain.
Tidak main-main harganya bisa dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Tapi sebenarnya apa sih yang perlu diperhatikan secara mendalam ketika kita ingiin ikut terjun menjadi pengusaha dengan memulai bisnis kecil-kecilan? Karena menjamur dan bertambahnya pebisnis-pebisnis baru diiringin juga dengan bertambah banyaknya pengusaha-pengusaha yang gagal dalam membangun bisnis. Namanya bisnis untung rugi itu biasa #katanya.
Nah berikut ini saya mau bagi-bagi tips lancer dan sukses dalam membangun usaha kecil-kecilan.
1. Mulai dari kesenang pribadi
Perkembangan bisnis dan teknologi saat ini memang secara tidak langsung mengubah paradigm cara berpikir manusia mengenai pola pemakaian dan pemanfaatan teknologo yang digunaka, sehingga salah satunya muncullah bisnis online yang bertebaran di facebook dan media internet lainnya.
Dengan didukungnya semakin bertambah banyaknya orang yang mulai membangun usaha, mulai banyak juga bertebaran aktifitas training dan seminar yang mengangkat dan mengusung tema sukses jadi pengusaha, entrepreneurship dan lain lain.
Tidak main-main harganya bisa dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Tapi sebenarnya apa sih yang perlu diperhatikan secara mendalam ketika kita ingiin ikut terjun menjadi pengusaha dengan memulai bisnis kecil-kecilan? Karena menjamur dan bertambahnya pebisnis-pebisnis baru diiringin juga dengan bertambah banyaknya pengusaha-pengusaha yang gagal dalam membangun bisnis. Namanya bisnis untung rugi itu biasa #katanya.
Nah berikut ini saya mau bagi-bagi tips lancer dan sukses dalam membangun usaha kecil-kecilan.
1. Mulai dari kesenang pribadi
Jul 11, 2013
Creating Sales via Crowd Sourcing
Buat yang suka online nampaknya akan cukup familiar dengan yang namanya sribu.com, tees.co.id, dan gantibaju.com, dibalik kesamaan diantara ketiganya yang merupakan sebuah bisnis berbasis online adalah metode “crowd sourcing” yang mereka gunakan salah satunya sebagai bagian dari upaya mereka menjalankan bisnisnya tersebut.
Nah apa sih crowd sourcing? menurut kamus dari William-Webster : “crowd sourcing merupakan praktek memperoleh layanan yang dibutuhkan, idem atau konten, dengan meminta kontribusi dari sekelompok besar orang, dan terutama komunitas online”.
Gampangnya sebagai gambaran untuk 3 role model yang sudah saya jelaskan, ketiganya menjadikan metode crowd sourcing menjadi bagian dari bisnis mereka misalkan sribu.com yang mengundang para desainer freelance professional untuk berkontribusi menjadi desainer sribu.com, jika karya mereka terpilih yang dapet bagian tentunya. Selanjutnya gantibaju.com yang mengkombinasikan jualan baju, dengan e-comerce, dan crowd sourcing dimana mereka membuak peluang bagi para desainer untuk kirim desain dan membuka toko sendiri, dan jika terjual mereka akan mendapatkan royalti, dan hal ini kurang lebih sama diaplikasi oleh tees.co.id yang mengajak masyarakat umum untuk buka toko sendiri untuk jualan.
Nah jika berbicara konteks community dan crowd sourcing tentunya akan sangat luas sekali pembahasannya, dengan demikian dalam tulisan kali ini saya akan batasi lebih pada bagaimana kita menjadikan community sebagai tenaga pendorong yang powerfull bagi bisnis atau brand kita di media online.
Penting tentunya terlebih saat ini internet, social media, dan community merupakan perkawinan yang sangat “sexy” terlebih jika kita bisa memaksimalkan dan mekolaborasinya dalam satu wadah. Oke tanpa panjang lebar langsung saja gan monggo dibaca point-point pentingnya dan semoga ada manfaatnya.
1. Find Right Costumer or Community
Nah apa sih crowd sourcing? menurut kamus dari William-Webster : “crowd sourcing merupakan praktek memperoleh layanan yang dibutuhkan, idem atau konten, dengan meminta kontribusi dari sekelompok besar orang, dan terutama komunitas online”.
Gampangnya sebagai gambaran untuk 3 role model yang sudah saya jelaskan, ketiganya menjadikan metode crowd sourcing menjadi bagian dari bisnis mereka misalkan sribu.com yang mengundang para desainer freelance professional untuk berkontribusi menjadi desainer sribu.com, jika karya mereka terpilih yang dapet bagian tentunya. Selanjutnya gantibaju.com yang mengkombinasikan jualan baju, dengan e-comerce, dan crowd sourcing dimana mereka membuak peluang bagi para desainer untuk kirim desain dan membuka toko sendiri, dan jika terjual mereka akan mendapatkan royalti, dan hal ini kurang lebih sama diaplikasi oleh tees.co.id yang mengajak masyarakat umum untuk buka toko sendiri untuk jualan.
Nah jika berbicara konteks community dan crowd sourcing tentunya akan sangat luas sekali pembahasannya, dengan demikian dalam tulisan kali ini saya akan batasi lebih pada bagaimana kita menjadikan community sebagai tenaga pendorong yang powerfull bagi bisnis atau brand kita di media online.
Penting tentunya terlebih saat ini internet, social media, dan community merupakan perkawinan yang sangat “sexy” terlebih jika kita bisa memaksimalkan dan mekolaborasinya dalam satu wadah. Oke tanpa panjang lebar langsung saja gan monggo dibaca point-point pentingnya dan semoga ada manfaatnya.
1. Find Right Costumer or Community
Jul 10, 2013
Wajib Buat Pebisnis, Office Sales Check Activites
"Gawat gua kalang kabut nih dengan perkembangan bisnis gua"
“Hah? Kok bisa sampai kalang kabut sih?”
“Hmmm gak tau juga nih gue kenapa tapi semua rada ga jelas hariannya, mulai dari report, hasil dan detail jalannya sales”
Ayo siapa yang merasa bisnisnya lagi kalang kabut? Percakapan diatas mungkin pernah Anda alami. Sebenernya sih ini cerita yang penulis alami, hihi. Tapi tenang, kalimat terakhir dari percakapan diatas adalah topik yang akan saya bahas kali ini, Manage Your Sales Activity. Ayo siapkan diri buat baca paragraf-paragraf yang akan saya paparkan ya. Dan..tetap fokus! Itulah cara ampuh untuk memperbaiki capabilitas organisasi perusahaan Anda khususnya dibagian sales.
Buat para pebisnis yang masih pemula nih, gak perlu nunggu harus mapan atau maju dulu kok baru kita bener-bener bikin sales activity. Justru, mulai dari sekaranglah, mulai dari yang kecil-kecil sajalah dulu, dan mulailah dari saat ini. Yuk, kita buat activity sheet untuk mengontrol penjualan kita sudah selaris apa. Produk apa yang banyak digemari dan kurang begitu menarik perhatian para pelanggan tercinta kita.
Contoh kasusnya bisnis yang teman saya jalani. Selama keberjalanannya, dia gak tau produk apa yang paling laris, wong gak pernah dicatet. Dia juga gak tau kapan seharusnya dia ningkatin jumlah bahan baku untuk siap sedia dijual ke pasaran dan itu bisa habis di hari itu juga, wong gak pernah narget. Jangan pernah deh ngikutin jejak langkah teman saya tersebut, kalang kabut beneran deh. Dan kali ini, sudah cukup bisnis kita kalang kabut. Saatnya kita untuk Plan! Do! And Check!
Apa aja sih yang harus kita rencanakan? Lakukan? Dan cek? Nih, saya jabarkan dengan gaya bahasa yang umum :
1. Daily/ Weekly Target
“Hah? Kok bisa sampai kalang kabut sih?”
“Hmmm gak tau juga nih gue kenapa tapi semua rada ga jelas hariannya, mulai dari report, hasil dan detail jalannya sales”
Ayo siapa yang merasa bisnisnya lagi kalang kabut? Percakapan diatas mungkin pernah Anda alami. Sebenernya sih ini cerita yang penulis alami, hihi. Tapi tenang, kalimat terakhir dari percakapan diatas adalah topik yang akan saya bahas kali ini, Manage Your Sales Activity. Ayo siapkan diri buat baca paragraf-paragraf yang akan saya paparkan ya. Dan..tetap fokus! Itulah cara ampuh untuk memperbaiki capabilitas organisasi perusahaan Anda khususnya dibagian sales.
Buat para pebisnis yang masih pemula nih, gak perlu nunggu harus mapan atau maju dulu kok baru kita bener-bener bikin sales activity. Justru, mulai dari sekaranglah, mulai dari yang kecil-kecil sajalah dulu, dan mulailah dari saat ini. Yuk, kita buat activity sheet untuk mengontrol penjualan kita sudah selaris apa. Produk apa yang banyak digemari dan kurang begitu menarik perhatian para pelanggan tercinta kita.
Contoh kasusnya bisnis yang teman saya jalani. Selama keberjalanannya, dia gak tau produk apa yang paling laris, wong gak pernah dicatet. Dia juga gak tau kapan seharusnya dia ningkatin jumlah bahan baku untuk siap sedia dijual ke pasaran dan itu bisa habis di hari itu juga, wong gak pernah narget. Jangan pernah deh ngikutin jejak langkah teman saya tersebut, kalang kabut beneran deh. Dan kali ini, sudah cukup bisnis kita kalang kabut. Saatnya kita untuk Plan! Do! And Check!
Apa aja sih yang harus kita rencanakan? Lakukan? Dan cek? Nih, saya jabarkan dengan gaya bahasa yang umum :
1. Daily/ Weekly Target
Jul 9, 2013
Jual Pulsa Plus Asuransi
Banyak sekali aspek-aspek yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan untuk bisa menjaga kelangsungan bisnisnya. Memperkuat diferensiasi ataupun melakukan inovasi-inovasi pada bisnisnya adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kelangsungan bisnis. Seperti yang dilakukan oleh XL. PT. XL Axiata Tbk bekerja sama dengan Bisma & Equity Life Indonesia menciptakan pelayanan baru yaitu perlindungan asuransi jiwa kepada para pelanggan setia XL.
Case Study yang saya bahas di sini masih memiliki kaitan erat dengan 4C. Bedanya, di sini saya hanya fokus terhadao unsur C Competitor. Kita posisikan bahwa kita ini adalah si pemilik brand dari XL. Dengan pengembangan bisnis untuk menyediakan layanan asuransi jiwa pastinya konsep tersebut tidak datang tiba-tiba. Ada beberapa hal yang mereka analisa dan teliti terlebih dahulu. Di sini, saya akan fokus terhadap segi Competitor.
Tanpa kita sadari, terkadang hal yang membuat kita berubah menjadi baik dari hari ke hari itu karena adanya peranan para pesaing di industri yang sama. Para pesaing tidak selalu membawa hal buruk. Tetapi dengan menyadari bahwa kita memiliki kompetitor, hal ini bisa jadi solusi bagi para pemilik bisnis. Tentu saja dengan strategi dan persaingan yang sehat, adanya kompetitor bisa mendorong kita untuk memberikan dan meningkatkan kualitas pelayanan menjadi lebih baik dari waktu ke watu agar konsumen bisa menjadi loyal terhadap brand atau bisnis kita.
Banyak sekali manfaat dari kehadiran kompetitor terhadap perkembangan bisnis kita. Nah.. Apa saja faktor-faktor yang melatarbelakangi pengembangan konsep yang dilakukan oleh brand XL ini dengan mulai merambah industri asuranis jiwa dilihat dari segi kompetitor? Yuk, simak.
1. Memonitori Pesaing di Pasaran
Case Study yang saya bahas di sini masih memiliki kaitan erat dengan 4C. Bedanya, di sini saya hanya fokus terhadao unsur C Competitor. Kita posisikan bahwa kita ini adalah si pemilik brand dari XL. Dengan pengembangan bisnis untuk menyediakan layanan asuransi jiwa pastinya konsep tersebut tidak datang tiba-tiba. Ada beberapa hal yang mereka analisa dan teliti terlebih dahulu. Di sini, saya akan fokus terhadap segi Competitor.
Tanpa kita sadari, terkadang hal yang membuat kita berubah menjadi baik dari hari ke hari itu karena adanya peranan para pesaing di industri yang sama. Para pesaing tidak selalu membawa hal buruk. Tetapi dengan menyadari bahwa kita memiliki kompetitor, hal ini bisa jadi solusi bagi para pemilik bisnis. Tentu saja dengan strategi dan persaingan yang sehat, adanya kompetitor bisa mendorong kita untuk memberikan dan meningkatkan kualitas pelayanan menjadi lebih baik dari waktu ke watu agar konsumen bisa menjadi loyal terhadap brand atau bisnis kita.
Banyak sekali manfaat dari kehadiran kompetitor terhadap perkembangan bisnis kita. Nah.. Apa saja faktor-faktor yang melatarbelakangi pengembangan konsep yang dilakukan oleh brand XL ini dengan mulai merambah industri asuranis jiwa dilihat dari segi kompetitor? Yuk, simak.
1. Memonitori Pesaing di Pasaran
Jul 5, 2013
6 Tips Membangun Kepercayaan Konsumen
Mungkin banyak sebagian konsumen dalam menentukan dan memilih produk untuk dibeli dan digunakan bukan hanya melulu soal kualitas yang bagus dan brand yang terkenal, tapi mungkin saja karena penjualnya yang ramah dan menyenangkan.
Hehe. Banyak saya rasakan sendiri hal-hal seperti itu. Sama seperti halnya ketika saya membeli sebuah kepingan DV Film, saya akan lebih suka membeli di Penjual A, walaupun sebenarnya jumlah koleksi filmny nggak terlalu banyak tapi penjualnya sangat ramah dan informative karena dia paham betul perkembangan film-film baru yang ada, daripada saya harus beli ke penjual B, ya walaupun koleksinya lebih lengkap, dia agak jutek dan pelit informasi, apalagi kalo saya tidak membeli dan hanya Tanya-tanya saja.
Membangun kedekatan emosi itu menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam upaya meningkatkan penjualan untuk pengembangan bisnis dan brand. Bagaimana tidak? Dengan memberikan kualitas pelayanan yang baik, secara langsung akan membuat konsumen merasa senang dan tersolusikan sehingga loyalitas akan terbangun sendiri tanpa perlu repot-repot di drive kembali oleh si pembeli melalui . Hanya saja masih banyak beberapa penjual yang belum “ngeh” dengan hal yang ini, apalagi untuk skala bisnis kecil, masih banyak saja yang memiliki kualitas dan mutu pelayanan yang rendah.
Nah kali ini saya akan mencoba saling berbagi mengenai beberapa kiat atau tips trik yang bisa diterapkan untuk membangun kepercayaan konsumen dalam upaya meningkatkan penjualan: 6 kiat yang akan di share diantaranya :
1. Grab The Testimonial
Hehe. Banyak saya rasakan sendiri hal-hal seperti itu. Sama seperti halnya ketika saya membeli sebuah kepingan DV Film, saya akan lebih suka membeli di Penjual A, walaupun sebenarnya jumlah koleksi filmny nggak terlalu banyak tapi penjualnya sangat ramah dan informative karena dia paham betul perkembangan film-film baru yang ada, daripada saya harus beli ke penjual B, ya walaupun koleksinya lebih lengkap, dia agak jutek dan pelit informasi, apalagi kalo saya tidak membeli dan hanya Tanya-tanya saja.
Membangun kedekatan emosi itu menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam upaya meningkatkan penjualan untuk pengembangan bisnis dan brand. Bagaimana tidak? Dengan memberikan kualitas pelayanan yang baik, secara langsung akan membuat konsumen merasa senang dan tersolusikan sehingga loyalitas akan terbangun sendiri tanpa perlu repot-repot di drive kembali oleh si pembeli melalui . Hanya saja masih banyak beberapa penjual yang belum “ngeh” dengan hal yang ini, apalagi untuk skala bisnis kecil, masih banyak saja yang memiliki kualitas dan mutu pelayanan yang rendah.
Nah kali ini saya akan mencoba saling berbagi mengenai beberapa kiat atau tips trik yang bisa diterapkan untuk membangun kepercayaan konsumen dalam upaya meningkatkan penjualan: 6 kiat yang akan di share diantaranya :
1. Grab The Testimonial
Jun 24, 2013
Meretas Segmentasi Konsumen Di Social Media
Tema yang akan kita bahas kali ini kebetulan membahas mengenai Segmentasi, nah kalo ngomongin aktifitas bisnis apapun itu, tentunya nggak lepas dari yang namanya Segmentasi, kenapa? karena bisa dibilang Segmentasi merupakan salah satu fondasi awal dari kebijakan Strategi Marketing atau Branding yang akan kita eksekusi, nggak hanya itu Segmentasi juga merupakan salah satu bagian pertama yang diperhatikan ketika kita sebuah bisnis menghasilkan sebuah produk.
Kenapa membahas Segmentasi dalam konteks konsumen di Social Media? tentunya dalam tulisan-tulisan sebelumnya banyak dibahas mengenai Digital Marketing, bagaimana sebuah aktifitas marketing dari yang sebelumnya vertikal menjadi horizontal dengan adanya media digital seperti internet dan Social Media, sebuah media yang turut memunculkan Digitalpreneur menjadi para pelaku bisnis online yang sukses. Mungkin melalui tulisan ini saya hanya ingin membahas sedikit mengenai gambaran bagaimana meretas Segmentasi di Social Media khususnya.
Sebelum mulai pembahasan ada baiknya kita membahas sedikit mengenai apa itu Segmentasi? sederhananya sih Segmentasi itu merupakan sebuah upaya kita (baik sebagai pelaku bisnis, marketing, atau branding) dalam mengkategorikan pasar (konsumen). Misalkan Segmentasi berdasarkan social economic status (S.E.S) atau mengklasifikasi konsumen berdasarkan tingkat pendapatan dan status social seperti SES A, B, C1, C2, D, dan E, atau Segmentasi berdasarkan usia remaja, dewasa, dan orang tua.
Kenapa membahas Segmentasi dalam konteks konsumen di Social Media? tentunya dalam tulisan-tulisan sebelumnya banyak dibahas mengenai Digital Marketing, bagaimana sebuah aktifitas marketing dari yang sebelumnya vertikal menjadi horizontal dengan adanya media digital seperti internet dan Social Media, sebuah media yang turut memunculkan Digitalpreneur menjadi para pelaku bisnis online yang sukses. Mungkin melalui tulisan ini saya hanya ingin membahas sedikit mengenai gambaran bagaimana meretas Segmentasi di Social Media khususnya.
Sebelum mulai pembahasan ada baiknya kita membahas sedikit mengenai apa itu Segmentasi? sederhananya sih Segmentasi itu merupakan sebuah upaya kita (baik sebagai pelaku bisnis, marketing, atau branding) dalam mengkategorikan pasar (konsumen). Misalkan Segmentasi berdasarkan social economic status (S.E.S) atau mengklasifikasi konsumen berdasarkan tingkat pendapatan dan status social seperti SES A, B, C1, C2, D, dan E, atau Segmentasi berdasarkan usia remaja, dewasa, dan orang tua.
Jun 20, 2013
6 taktik promosi untuk perempuan
Suatu hari saya bertemu dengan seorang teman perempuan. Kalau diperhatikan dandanannya sudah jauh berbeda dibandingkan jaman waktu kuliah dulu, lebih fashionable dan nampak memakai atribut yang bermerk. Lalu tanpa diminta pun sambil ngobrol sesekali dia mengatakan merk-merk atribut yang dia pakai sekarang, mulai dari syal, jam tangan, sepatu sampai tas jinjingnya. Selain itu dia juga menyebutkan mana yang asli dan mana yang KW.
Saya hanya tersenyum saja menanggapi ceritanya, dalam hati saya berkata “sepertinya yang namanya perempuan memang ditakdirkan untuk punya naluri hobi belanja”. Karakter perempuan yang cenderung lebih emosional ga cuma dalam kehidupan sehari-hari tapi juga sangat terasa ketika berbelanja, coba deh diingat-ingat kita berbelanja lebih sering karena memang butuh atau cenderung lebih karena mendadak pengen aja? Kayaknya sh lebih sering mendadak beli karena ada promo yang menarik yah hehe.
Nah selain itu perempuan juga cenderung cerewet dan kalo sudah berkumpul dengan teman-temannya nalurinya adalah ngerumpi. Yup ngerumpi tentang apapun, mulai dari keseharian sampai urusan belanja-belanja ini.
Nah pada kesempatan kali ini, saya mau share nih 7 taktik promosi yang bisa kita manfaatkan untuk menggarap segmen perempuan.
1. Promo gratis
Saya hanya tersenyum saja menanggapi ceritanya, dalam hati saya berkata “sepertinya yang namanya perempuan memang ditakdirkan untuk punya naluri hobi belanja”. Karakter perempuan yang cenderung lebih emosional ga cuma dalam kehidupan sehari-hari tapi juga sangat terasa ketika berbelanja, coba deh diingat-ingat kita berbelanja lebih sering karena memang butuh atau cenderung lebih karena mendadak pengen aja? Kayaknya sh lebih sering mendadak beli karena ada promo yang menarik yah hehe.
Nah selain itu perempuan juga cenderung cerewet dan kalo sudah berkumpul dengan teman-temannya nalurinya adalah ngerumpi. Yup ngerumpi tentang apapun, mulai dari keseharian sampai urusan belanja-belanja ini.
Nah pada kesempatan kali ini, saya mau share nih 7 taktik promosi yang bisa kita manfaatkan untuk menggarap segmen perempuan.
1. Promo gratis
Jun 19, 2013
Jasa Antar Pizza Via DomiCopter “Helicopter”
Apa sih musuh terbesar dari sebuah jasa antar? Pasti macet. Jasa antar memang mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di jalanan seperti ban bocor, cuaca buruk atau kecelakaan di jalanan. Namun pastinya jika hal tersebut terjadi, maka anggota lain yang ada di tim tersebut bisa mengganti peran pengantar sebelumnya. Lain halnya jika menghadapi kemacetan. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan oleh seorang pengantar jasa antar adalah menghadapi kemacetan tersebut dan menerjangnya. Namun bagaimana jika sebuah bisnis bisa memberikan pelayanan jasa antar kepada konsumennya dengan menggunakan helicopter yang bebas hambatan dari kemacetan? Wih. Seru, ya!
Kalau softrinknya ada Coca Cola yang selalu memberikan inovasi terbaru, untuk pizza ada Domino’s. Kali ini Domino’s membuat sebuah konsep yang sangat kreatif. Seperti memecahkan sebuah masalah terbesar yang dihadapi oleh pelayan jasa antar: kemacetan, kini Domino’s membuka pelayanan jasa antar melalui DomiCopter. Melalui konsep pelayanan jasa antar terbaru yang dikembangkan oleh Domino’s, mereka menjanjikan kecepatan pelayanan antar nomor satu dibandingkan dengan jasa antar lainnya.
Kalau softrinknya ada Coca Cola yang selalu memberikan inovasi terbaru, untuk pizza ada Domino’s. Kali ini Domino’s membuat sebuah konsep yang sangat kreatif. Seperti memecahkan sebuah masalah terbesar yang dihadapi oleh pelayan jasa antar: kemacetan, kini Domino’s membuka pelayanan jasa antar melalui DomiCopter. Melalui konsep pelayanan jasa antar terbaru yang dikembangkan oleh Domino’s, mereka menjanjikan kecepatan pelayanan antar nomor satu dibandingkan dengan jasa antar lainnya.
Jun 18, 2013
7 Tips Menyusun Program Pemasaran
Kalo ngomongin pemasaran ujung-ujungnya pasti yang ditanya adalah sales performance, yang intinya nggak perform kalo gagal mencapai target penjualan yang sudah ditetapkan. Pertanyaan selanjutnya bagaimana penjualan bisa mencapai performa maksimal?
Jawabannya tentunya adalah melalui program-program pemasaran yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh tim pemasaran. Nah sekarang kalo kita ngomongin program pemasaran tentunya konsepnya harus kreatif alias out of the box dong, dan harus memiliki konten yang bisa menciptakan ketertarikan (grab attention) bagi konsumen, namun demkian alih-alih program yang out of the box atau kreatif terkadang tim pemasar lupa akan batasan dalam mengcreate sebuah program pemasaran yang baik.
Dalam kesempatan kali ini saya cuma mau share sedikit saja mengenai bagaimana mengcreate sebuah program pemasaran yang baik, semoga apa yang ditulis ini bisa memberikan insight bagi para pembaca, monggo dibaca.
1. Kreatif & Out Of The Box
Hal pertama yang paling sulit dalam mencreate sebuah program pemasaran, sudah disebutkan dalam kalimat pembuka tulisan ini adalah program itu sendiri harus kreatfi atau out of the box kata sebagaian orang, dalam hal ini program yang ditawarkan harus benar-benar unik dan segar sehingga bisa grab more attention dari konsumen kita, bahkan akan lebih oke jika program pemasaran yang dibuat disetting untuk menciptakan word of mouth.
2. Relevan
Jawabannya tentunya adalah melalui program-program pemasaran yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh tim pemasaran. Nah sekarang kalo kita ngomongin program pemasaran tentunya konsepnya harus kreatif alias out of the box dong, dan harus memiliki konten yang bisa menciptakan ketertarikan (grab attention) bagi konsumen, namun demkian alih-alih program yang out of the box atau kreatif terkadang tim pemasar lupa akan batasan dalam mengcreate sebuah program pemasaran yang baik.
Dalam kesempatan kali ini saya cuma mau share sedikit saja mengenai bagaimana mengcreate sebuah program pemasaran yang baik, semoga apa yang ditulis ini bisa memberikan insight bagi para pembaca, monggo dibaca.
1. Kreatif & Out Of The Box
Hal pertama yang paling sulit dalam mencreate sebuah program pemasaran, sudah disebutkan dalam kalimat pembuka tulisan ini adalah program itu sendiri harus kreatfi atau out of the box kata sebagaian orang, dalam hal ini program yang ditawarkan harus benar-benar unik dan segar sehingga bisa grab more attention dari konsumen kita, bahkan akan lebih oke jika program pemasaran yang dibuat disetting untuk menciptakan word of mouth.
2. Relevan
Jun 12, 2013
Jokowi, Kuliah? BSI Ajah
Ada yang ingat dengan tagline “mau kuliah? di BSI aja”? saya kira kemungkinan besar anda mengenal tagline tersebut, yup itulah tagline yang di usung oleh BSI dalam menjaring calon mahasiswa. Menurut saya pribadi sekilas kalo cuma dengerin taglinenya tersebut rasanya biasa aja dan nggak ada yang special, bener nggak? nah akan lain cerita kalo kita liat iklan televisi yang diantaranya menggunakan sosok orang penting versi “KW” he4, ngerti kan maksud saya? yup adalah sosok Barack Obama orang no 1 di Amerika Serikat dan Joko Widodo orang no satu di Jakarta, persamaannya apa? yang pasti keduanya merupakan sosok yang cukup dikenal banyak orang.
Nah menariknya BSI ini menggunakan sosok Barack Obama dan Joko Widodo versi KW super yang menurut saya sangat kreatif dan cerdas, kenapa? pertama pastinya sudah saya jelaskan tadi sosok tersebut dikenal banyak orang walaupun KW saya kira akan cepat orang mengenali, kedua karena KWnya itu menjadi daya tarik bagi penonton karena dinilai lucu, apa benang merah dari kedua hal tersebut?
Tentunya jika dihubungkan dengan iklan BSI orang akan mudah mengingat iklan tersebut karena diasosiasikan dengan sosok terkenal walaupun KW, asumsi saya kalo orang inget sosok Barack Obama dan Joko Widodo kemungkinan bisa ada peluang terasosiasi kepada Brand BSI, karena kelucuan dan keunikan yang sangat cepat diingat oleh masyarakat.
1. Nyeleneh Dengan Keluar Dari Kebiasaan
Nah menariknya BSI ini menggunakan sosok Barack Obama dan Joko Widodo versi KW super yang menurut saya sangat kreatif dan cerdas, kenapa? pertama pastinya sudah saya jelaskan tadi sosok tersebut dikenal banyak orang walaupun KW saya kira akan cepat orang mengenali, kedua karena KWnya itu menjadi daya tarik bagi penonton karena dinilai lucu, apa benang merah dari kedua hal tersebut?
Tentunya jika dihubungkan dengan iklan BSI orang akan mudah mengingat iklan tersebut karena diasosiasikan dengan sosok terkenal walaupun KW, asumsi saya kalo orang inget sosok Barack Obama dan Joko Widodo kemungkinan bisa ada peluang terasosiasi kepada Brand BSI, karena kelucuan dan keunikan yang sangat cepat diingat oleh masyarakat.
1. Nyeleneh Dengan Keluar Dari Kebiasaan
Jun 7, 2013
6 Tips Instagram for Business
Kalo biasa ngomongin tips gimana memulai bisnis lewat Social Media Facebook dan Twitter, mungkin kali ini saya hanya ingoin sharring sedikit mengenai tips membangun bisnis lewat Social Media Instagram, karena dalam perkembangannya media ini juga salah satu media yang cukup favorit digunakan untuk bisnis selain Facebook dan Twitter, bahkan nggak jarang pelaku bisnis online mengkolaborasi tiga media tersebut sekaligus.
Nah kalo ngomongin Social Media for business, mau itu Facebook, Twitter, dan Instagram tentunya masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan membutuhkan sistem yang juga berbeda baik dalam eksekusi dan aplikasinya, walaupun memang untuk beberapa hal memiliki karakteristik yang sama hanya saja butuh sedikit penyesuaian.
Tulisan ini didasari dari sedikit pengamatan saya saja, mungkin masih banyak tips yang bisa dibahas namun semoga 6 tips ini bisa memberikan insight dan pencerahan untuk para digitalpreneur, Amin. So monggo dibaca saja.
1. Visual Is King
Some people say that “content is king”, well tentunya dong karena kalo kontennya nggak menarik jangankan orang mau klik mau baca aja udah males karena nggak menarik alhasil konten yang kita buat cuma numpang lewat di timeline. Nah karena kita sekarang ngomongin Instagram, content is king juga berlaku disini cuma memang konten yang dibuat lebih ditonjolkan pada aspek visual (gambar), mengenai kontek tekstual tentunya juga dibutuhkan namun biasanya informasi yang di share “straight to the point”, sebagai contoh kalo jualan baju langsung cantumin ukuran dan harga.
2. Hujan # (Hastag)
Nah kalo ngomongin Social Media for business, mau itu Facebook, Twitter, dan Instagram tentunya masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan membutuhkan sistem yang juga berbeda baik dalam eksekusi dan aplikasinya, walaupun memang untuk beberapa hal memiliki karakteristik yang sama hanya saja butuh sedikit penyesuaian.
Tulisan ini didasari dari sedikit pengamatan saya saja, mungkin masih banyak tips yang bisa dibahas namun semoga 6 tips ini bisa memberikan insight dan pencerahan untuk para digitalpreneur, Amin. So monggo dibaca saja.
1. Visual Is King
Some people say that “content is king”, well tentunya dong karena kalo kontennya nggak menarik jangankan orang mau klik mau baca aja udah males karena nggak menarik alhasil konten yang kita buat cuma numpang lewat di timeline. Nah karena kita sekarang ngomongin Instagram, content is king juga berlaku disini cuma memang konten yang dibuat lebih ditonjolkan pada aspek visual (gambar), mengenai kontek tekstual tentunya juga dibutuhkan namun biasanya informasi yang di share “straight to the point”, sebagai contoh kalo jualan baju langsung cantumin ukuran dan harga.
2. Hujan # (Hastag)
Jun 6, 2013
Sukses Gara-Gara Twitter
Beberapa hari yang lalu waktu baca salah satu artikel di internet tentang pertumbuhan Social Media di Indonesia, nggak heran banget kalo orang-orang di Indonesia jadi orang yang paling doyan nge-tweet no. 1 di Dunia! Nggak kebayang aja yah, ngocehnya tiap hari kayak gimana hehehe. Kota yang paling besar ocehannya itu di Jakarta, bahkan menurut informasi yang di dapet dari temen, popularitas televise udah kalah sama twitter di Jakarta. Ya wajar sih, gimana nggak tiap hari nongkrong di timeline banyak update berita lebih cepet.
Nah balik lagi ke gara-gara twitter, kemaren saya liat ada tukang becak di daerah rancaekek tiba-tiba jadi juragan keripik, yang awal mulanya jualan gorengan jadi juragan ayam goreng. Nahloh! Gara-gara twitter. yang udah keluar modal banyak buat dagang, jadi rugi terus-terusan juga gara-gara twitter :p. gimana enggak twitter buat dagang sama curhat disamain hehehe.
Anyway, kalo udah ngomongin twitter nggak bakalan ada habisnya. Sama kayak ngoceh, kalo udah hobi susah berhenti. Social media (khususnya twitter) yang berkembang di Indonesia ini bukan hanya sekedar platform social interaksi semata, selain itu fungsi dan peran dari twitter bisa di aplikasikan sebagai mesin pencari uang otomotis buat kantong Anda! *keren banget kayak MLM hehehe. Nah berikut ini saya mau share 2 kisah sukses pebisnis via twitter dengan strategi-strategi bisnis yang mereka lakukan, siapa tau ada yang bisa inspire Anda untuk melakukan yang lebih atau menciptakan ide ide baru.
1. Maicih – Reza Nurhilman (AXL)
Jun 5, 2013
Social Media – The Rise Of Digitalpreneur
Saya ada pertanyaan nih, benar setuju nggak kalo keberadaan Social Media saat ini menjadi bagian dari momentum Rise Of Digitalpreneur? well mungkin temen-temen pembaca ada yang setuju ada juga yang nggak, keluar dari konteks setuju atau tidak menurut saya pribadi kebangkitan digitalpreneur nampaknya sudah ada sejak dulu diawali munculnya media internet.
Karena kemunculan media internet itu saya nilai menjadi pemicu awal bermunculannya para digitalpreneur, melalui media internet para digitalpreneur ini membuka dan membangun jaringan bisnisnya lewat website berbasis e-commerce, blog, hingga forum-forum jual beli seperti salah satunya kaskus.
Nah dalam tulisan kali ini saya lebih menekankan pada pembahasan kemunculan Social Media yang saat ini semakin memicu bermunculannya digitalpreneur masa depan, kalo ditanya kenapa? sudah jelas nampaknya jawabannya karena Social Media disebut sebagai salah satu media “low cost high impact” yang sangat cocok untuk startup, Social Media juga menawarkan pangsa pasar yang sangat luas, yang terpenting Social Media memungkinkan terbentuknya Community Base yang bisa kita enggage untuk membuka komunikasi dua arah hingga menghasilkan efek viral.
Nah sekarang saya akan coba bahas sedikit mengenai Social Media yang disebut sebagai bagian dari Another Rise Of Digitalpreneur? monggo dibaca saja.
1. Flatform Yang Beralih Fungsi
Karena kemunculan media internet itu saya nilai menjadi pemicu awal bermunculannya para digitalpreneur, melalui media internet para digitalpreneur ini membuka dan membangun jaringan bisnisnya lewat website berbasis e-commerce, blog, hingga forum-forum jual beli seperti salah satunya kaskus.
Nah dalam tulisan kali ini saya lebih menekankan pada pembahasan kemunculan Social Media yang saat ini semakin memicu bermunculannya digitalpreneur masa depan, kalo ditanya kenapa? sudah jelas nampaknya jawabannya karena Social Media disebut sebagai salah satu media “low cost high impact” yang sangat cocok untuk startup, Social Media juga menawarkan pangsa pasar yang sangat luas, yang terpenting Social Media memungkinkan terbentuknya Community Base yang bisa kita enggage untuk membuka komunikasi dua arah hingga menghasilkan efek viral.
Nah sekarang saya akan coba bahas sedikit mengenai Social Media yang disebut sebagai bagian dari Another Rise Of Digitalpreneur? monggo dibaca saja.
1. Flatform Yang Beralih Fungsi
Jun 4, 2013
3H - Hopeng, Hongsui & Hokkie
Orang bodoh akan kalah oleh orang pintar. Namun orang pintar akan kalah oleh orang jenius. Orang jenius? Akan kalah oleh orang bejo (beruntung). Begitulah kurang lebih pepatah yang dikatakan oleh masyarakat. Lalu bagaimana jika kita aplikasikan hal ini dalam kegiatan yang memiliki tujuan yang konkrit dan riil? Apakah kita hanya berbicara soal keberuntungan? Tentu tidak, kan? Pada saat kita memulai bisnis, pasti ada hal-hal yang melatarbelakangi kenapa akhirnya kita memulai bisnis.
Tujuan berbisnis kita pun harus jelas. Apa yang akan kita kembangkan kedepannya dari konsep bisnis yang dibuat dan apa parameter serta target yang ingin dicapai dari bisnis kita nantinya. Jangan sampai kita hanya membangun bisnis karena memang sedang ‘happening’ saja. Sehingga saat industri yang kita kuasai itu sudah tidak happening lagi, bisnis kita pun sudah tidak berjalan lagi. Tidak ada yang salah untuk menjadi mainstream dan mengikuti arus yang sedang happening, tetapi tujuan bisnis kita harus jelas sehingga kelangsungan bisnis kita bisa terus dijaga.
Konsep yang bagus serta survey yang lengkap memang bukan menjadi jaminan bahwa bisnis kita akan berjalan mulus. Sesuai persis dengan rencana. Ada faktor-faktor yang mempengaruhi konsep bisnis kita. Ingat. Beberapa pengusaha mengatakan bahwa siap berbisnis berarti siap untuk rugi. Seorang pengusaha bekerja melawan ketidakpastian. Ketidakpastian bahwa mungkin besok dia akan untung, atau mungkin besok dia akan rugi.
Lima hari yang lalu, saya mendengarkan sharing di sebuah forum diskusi. Pembicaranya adalah Aprie, owner dari Warung Bawal Redsdipo di Bandung. Ada hal yang menarik perhatian saya. Banyak sekali teori dan langkah-langkah berbisnis yang ditulis oleh ahli marketing besar Internasional. Namun yang dijelaskan oleh Aprie ini sangat sederhana dan mudah diserap oleh siapapun.
Dia membeberkan 3 unsur yang mendukung keberhasilan sebuah bisnis. Unsur-unsur ini mungkin sudah banyak kita pelajari dan kita ketahui. Namun disini, unsur-unsur tersebut dikemas dalam paketan yang mudah dicerna. Masih ingat USP kan, rekan-rekan? Nah, yang kita bahas ini bisa dikatakan sebagai USP. Karena rumusan ini sangat simpel dan mudah diingat (unique message). Push to Action?
Tujuan berbisnis kita pun harus jelas. Apa yang akan kita kembangkan kedepannya dari konsep bisnis yang dibuat dan apa parameter serta target yang ingin dicapai dari bisnis kita nantinya. Jangan sampai kita hanya membangun bisnis karena memang sedang ‘happening’ saja. Sehingga saat industri yang kita kuasai itu sudah tidak happening lagi, bisnis kita pun sudah tidak berjalan lagi. Tidak ada yang salah untuk menjadi mainstream dan mengikuti arus yang sedang happening, tetapi tujuan bisnis kita harus jelas sehingga kelangsungan bisnis kita bisa terus dijaga.
Konsep yang bagus serta survey yang lengkap memang bukan menjadi jaminan bahwa bisnis kita akan berjalan mulus. Sesuai persis dengan rencana. Ada faktor-faktor yang mempengaruhi konsep bisnis kita. Ingat. Beberapa pengusaha mengatakan bahwa siap berbisnis berarti siap untuk rugi. Seorang pengusaha bekerja melawan ketidakpastian. Ketidakpastian bahwa mungkin besok dia akan untung, atau mungkin besok dia akan rugi.
Lima hari yang lalu, saya mendengarkan sharing di sebuah forum diskusi. Pembicaranya adalah Aprie, owner dari Warung Bawal Redsdipo di Bandung. Ada hal yang menarik perhatian saya. Banyak sekali teori dan langkah-langkah berbisnis yang ditulis oleh ahli marketing besar Internasional. Namun yang dijelaskan oleh Aprie ini sangat sederhana dan mudah diserap oleh siapapun.
Dia membeberkan 3 unsur yang mendukung keberhasilan sebuah bisnis. Unsur-unsur ini mungkin sudah banyak kita pelajari dan kita ketahui. Namun disini, unsur-unsur tersebut dikemas dalam paketan yang mudah dicerna. Masih ingat USP kan, rekan-rekan? Nah, yang kita bahas ini bisa dikatakan sebagai USP. Karena rumusan ini sangat simpel dan mudah diingat (unique message). Push to Action?
Subscribe to:
Posts (Atom)



















