"mas kayanya buat bisnis kuliner gampang yah, tinggal cari koki yg jago cari tempat dan minimal punya modal awal lah bisa tuh kita langsung berbisnis"
Yah BETUL 100%, ga ada yang salah dengan statement di atas klo cuman mau "buka" "punya" bisnis di bidang kuliner ato di bidang apapun lah, asal ga usah mikirin nanti soal omset berapa, dapat untung ato enggak, balik modal nya kapan, setelah beberapa lama bisnis masih jalan ato enggak yah sekali lagi BETUL 100% pernyataan diatas hehe.
Tapi sayangnya "buka" bisnis adalah pekerjaan yang paling gampang yang dilalui oleh setiap pebisnis, namun setelah "buka" pekerjaan berat yang akan menunggu adalah apakah bisnisnya mampu mendatangkan konsumen, bisa mencetak omset sesuai target, apakah profit bersihnya bagus dan sesuai target, apakah costnya terkontrol, apakah bisa dikembangkan menjadi bisnis yang lebih besar dan berbagai tantangan-tantangan lain yang tidak kalah sulitnya untuk dijalankan.
"wah jadi sulit banget juga kalo gitu yah" hehe klo setiap orang yg mau menjalankan bisnis memikirkan 2 paragrap di atas pasti mereka akan berpikir dan berhitung kembali yang artinya kalo tetap terjun sebagai pebisnis mereka pasti sudah betul-betul memperhitungkan setiap hal yang ada di 2 paragraph tersebut tentunya.
Nah beberapa tulisan ke depan saya akan coba membahas step by step terminologi business yang penting untuk setiap pebisnis untuk bisa sukses dan bisnisnya terus bisa berkembang tentunya. Apa ajah itu, Buy Leads, Buy Now, Buy More, Buy Often, Buy Recommendation.
Buy Lead (Mendatangkan Konsumen)
Showing posts with label Promotion Tactic. Show all posts
Showing posts with label Promotion Tactic. Show all posts
Dec 20, 2017
Sep 9, 2013
Android Khong Guan ... Eh Salah, Kitkat
Minggu lalu, pemberitaan dunia on line sangat hangat membicarakan peluncuran seri OS terbaru milik android, sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa awalnya, jika saja tidak dibungkus sebuah naming yang memberikan efek word of mouth yang sangat luar biasa. Seperti kita tahu, android selalu menggunakan nama2 permen ataupun makanan yang manis2 dan ber urut abjad untuk nama-nama seri OS android nya, sedikit saya coba review, yang versi awal dinamakan Cupcake, Donut, Eclair, Froyo, Gingerbread, Honeycomb, dan Jelly Bean (hmmm... jadi ngiler.. :p).
Rumor yang tersebar abjad “K” yang digadang-gadang akan menjadi nama baru OS android adalah Key Lime Pie, dan nama ini yang memang diketahui bahkan oleh internal Google sendiri akan menjadi nama seri terbaru OS android, sampai dengan hari peuncuran nya tiba2 Google mengumumkan bahwa nama OS terbaru nya adalah KitKat.
Kerjasama antara raksasa bidang IT Google dan produsen makanan Nestle KitKat ini cukup unik, karena tidak ada nilai uang dalam kontrak yang melibatkan dua buah perusahaan yang masing-masing besar di industri yang berbeda, apalagi kepiawaian Boss Google menyimpan rahasia bahkan di internal nya juga patut diacungi jempol, pasca peluncuran OS baru Android ini, internal Google hanya mengetahui jika code name yang diberikan adalah Key Lime Pie, tapi ternyata pas di hari-H Jrengg.... ternyata barulah dibuka informasi nya bahawa ternyata kode nama OS android yang terbaru adaah KitKat, mengambil nama dari produsen coklat yang pasti nya kita semua tahu
Nah, ujung2 nya pada saat kita ngobrolin soal kerja sama pastinya jadi bertanya-tanya, apa ya benefit untuk masing-masing pihak? Hmmm... saya kan coba bahas beberapa poin menurut padangan saya tentunya dari cerita yang sangat luar biasa minggu lalu dijagat online.
1. Double your publicity
Rumor yang tersebar abjad “K” yang digadang-gadang akan menjadi nama baru OS android adalah Key Lime Pie, dan nama ini yang memang diketahui bahkan oleh internal Google sendiri akan menjadi nama seri terbaru OS android, sampai dengan hari peuncuran nya tiba2 Google mengumumkan bahwa nama OS terbaru nya adalah KitKat.
Kerjasama antara raksasa bidang IT Google dan produsen makanan Nestle KitKat ini cukup unik, karena tidak ada nilai uang dalam kontrak yang melibatkan dua buah perusahaan yang masing-masing besar di industri yang berbeda, apalagi kepiawaian Boss Google menyimpan rahasia bahkan di internal nya juga patut diacungi jempol, pasca peluncuran OS baru Android ini, internal Google hanya mengetahui jika code name yang diberikan adalah Key Lime Pie, tapi ternyata pas di hari-H Jrengg.... ternyata barulah dibuka informasi nya bahawa ternyata kode nama OS android yang terbaru adaah KitKat, mengambil nama dari produsen coklat yang pasti nya kita semua tahu
Nah, ujung2 nya pada saat kita ngobrolin soal kerja sama pastinya jadi bertanya-tanya, apa ya benefit untuk masing-masing pihak? Hmmm... saya kan coba bahas beberapa poin menurut padangan saya tentunya dari cerita yang sangat luar biasa minggu lalu dijagat online.
1. Double your publicity
Aug 21, 2013
Buy 1 Get 1 Untung apa Rugi?
Dua hari kemarin selain ada kemeriahan ultah Negara kita Indonesia, juga ada kemeriahan yang heboh banget di berbagai toko olahraga. Ga tau apa semua toko olahraga sudah janjian atau memang karena salah satu grup toko olahraga tersebut bikin promo yang “gila” makanya toko-toko olahraga lain ga mau kalah narik traffic :)
Yang memiliki promo berjudul “DIRGAHAYU INDONESIA” dengan sales promo hebohnya BUY 1 GET 1 Absolutely Free ini adalah grup nya Sports Station, yang termasuk juga Athlete’s Foot dan Planet Sports. Jadi kebayang kan weekend kemarin seperti apa ramenya toko2 tersebut.. secara harga sepatu 1 juta bisa jadi tinggal 500ribu :)
Banyak yang bilang kalo yang namanya Buy 1 Get 1 atau bisa diasumsikan sebagai diskon 50% itu bikin rugi, sebaiknya think again! Karena banyak dampak menguntungkan yang didapatkan selain memandang bahwa promo ini “menurunkan profit”. Hal inilah yang saya perhatikan selama kemarin “ikutan menggila belanja” :) :)
Tiba-tiba konsumen jadi ngerasa “butuh”
Kira-kira hal inilah yang saya rasakan :) dan hasil pemantauan conversation yang terjadi selama berada di lokasi promo besar-besaran Buy 1 Get 1 Sport Station group kemarin. Barang yang saya beli kemarin adalah sepatu dan tas. Apakah sebelum saya melihat pengumuman promo ini saya merasa butuh sepatu dan tas? Mmmhh.. rasanya ga juga sih karena saya sudah punya sepatu dan tas, tapi kalo ada model baru dengan harga setengahnya dan secara psikologi saya berpikir bahwa dengan sepatu baru saya akan “lebih efektif” berolahraga (yang padahal nga juga :)) akhirnya saya merasa bahwa “saya butuh”.
Yang memiliki promo berjudul “DIRGAHAYU INDONESIA” dengan sales promo hebohnya BUY 1 GET 1 Absolutely Free ini adalah grup nya Sports Station, yang termasuk juga Athlete’s Foot dan Planet Sports. Jadi kebayang kan weekend kemarin seperti apa ramenya toko2 tersebut.. secara harga sepatu 1 juta bisa jadi tinggal 500ribu :)
Banyak yang bilang kalo yang namanya Buy 1 Get 1 atau bisa diasumsikan sebagai diskon 50% itu bikin rugi, sebaiknya think again! Karena banyak dampak menguntungkan yang didapatkan selain memandang bahwa promo ini “menurunkan profit”. Hal inilah yang saya perhatikan selama kemarin “ikutan menggila belanja” :) :)
Tiba-tiba konsumen jadi ngerasa “butuh”
Kira-kira hal inilah yang saya rasakan :) dan hasil pemantauan conversation yang terjadi selama berada di lokasi promo besar-besaran Buy 1 Get 1 Sport Station group kemarin. Barang yang saya beli kemarin adalah sepatu dan tas. Apakah sebelum saya melihat pengumuman promo ini saya merasa butuh sepatu dan tas? Mmmhh.. rasanya ga juga sih karena saya sudah punya sepatu dan tas, tapi kalo ada model baru dengan harga setengahnya dan secara psikologi saya berpikir bahwa dengan sepatu baru saya akan “lebih efektif” berolahraga (yang padahal nga juga :)) akhirnya saya merasa bahwa “saya butuh”.
Aug 1, 2013
Starbucks, Merangsang Melalui Membercard
Saya tercetus ide menulis artikel ini karena beberapa waktu lalu Starbucks di Indonesia pada akhirnya me-launch member card mereka. Waktu liat publikasi mereka tentang member card ini yang ada di benak saya adalah “what took you so long?????”
Ya betul.. aneh ya padahal Starbucks adalah brand yang sangat matang, dan customer based nya pun besar sekali. Selama ini cara mereka mendapatkan database adalah dari customer survey (yang biasanya dilakukan ke random customers dan pengisian dilakukan melalui online). Tapi selebihnya bisa jadi Starbucks tidak tahu dengan pasti “siapa saja yang membeli” selama ini.
Memang salah satu kegunaan dari sebuah brand memiliki member card adalah untuk mengumpulkan database konsumen, sehingga kita tahu dengan pasti “siapa saja yang membeli produk saya selama ini”. Hal ini tentu kegunaannya banyak, selain untuk mengirimkan promosi di masa mendatang dengan lebih mudah, kita juga bisa menggunakan data tersebut untuk riset. Atau bisa juga dengan sistem member yang lebih advance, kita bisa mengetahui tingkat konsumsi dari masing-masing konsumen kita.
Uniknya dari member card Starbucks, cara untuk mendapatkannya tergolong mudah. Biasanya member card dibuat eksklusif di mana konsumen harus membeli minimal purchase tertentu baru bisa mendapatkan, tapi dengan sistem yang cukup advance untuk setiap data membernya, Starbucks menggunakan sistem “saldo” dalam aplikasi member mereka. Konsumen cukup mengisi “saldo 100.000” maka bisa mendapatkan member card. Tentu dengan berbagai benefit khusus untuk member.
Ya betul.. aneh ya padahal Starbucks adalah brand yang sangat matang, dan customer based nya pun besar sekali. Selama ini cara mereka mendapatkan database adalah dari customer survey (yang biasanya dilakukan ke random customers dan pengisian dilakukan melalui online). Tapi selebihnya bisa jadi Starbucks tidak tahu dengan pasti “siapa saja yang membeli” selama ini.
Memang salah satu kegunaan dari sebuah brand memiliki member card adalah untuk mengumpulkan database konsumen, sehingga kita tahu dengan pasti “siapa saja yang membeli produk saya selama ini”. Hal ini tentu kegunaannya banyak, selain untuk mengirimkan promosi di masa mendatang dengan lebih mudah, kita juga bisa menggunakan data tersebut untuk riset. Atau bisa juga dengan sistem member yang lebih advance, kita bisa mengetahui tingkat konsumsi dari masing-masing konsumen kita.
Uniknya dari member card Starbucks, cara untuk mendapatkannya tergolong mudah. Biasanya member card dibuat eksklusif di mana konsumen harus membeli minimal purchase tertentu baru bisa mendapatkan, tapi dengan sistem yang cukup advance untuk setiap data membernya, Starbucks menggunakan sistem “saldo” dalam aplikasi member mereka. Konsumen cukup mengisi “saldo 100.000” maka bisa mendapatkan member card. Tentu dengan berbagai benefit khusus untuk member.
Jul 31, 2013
Free Trial, Cicip Dulu yg Penting
Beberapa minggu ini saya sedang senang-senang nya ngulik hal-hal yang berkaitan dengan kuliner, sebagai salah satu kontributor tetap www.ceritaperut.com otomatis saya dan teman-teman kontributor memang jadinya sering explore hal-hal yang berkaitan dengan kuliner, walaupun sebenarnya ketertarikan utama memang karena awal nya kita sangat mencintai makanan dan minuman, heheheh... iya juga lah siapa juga yang ga seneng makan heheheh...
Dari hasil explore explore itu pada akhirnya kita merasa kalo ternyata ngomongin soal makanan dan minuman, sekedar kripik, cemilan, sampe dengan kue dan cafe resto, kunci utama untuk disukai sama banyak orang benar-bener terletak di urusan cicip mencicip, itu dia sebabnya pada akhirnya saya seringkali mendengar istilah: “yang penting orang jilat dulu deh, urusan abis itu dibuang atau diabisin jadi urusan kedua”
Saya jadi teringat percakapan dengan Owner Mom Milk beberapa waktu lalu di Solo, di mana saat itu ketika pertama kali membuka cafenya yang cukup besar beliau memberikan FREE “Nyusu” selama 1 minggu penuh untuk segenap warga Solo yang menjadi target marketnya, dan impactnya dari cerita beliau dan kalo melihat ekspansi bisnisnya sepertinya taktik tersebut cukup berhasil, yah tentu kembali lagi memang didukung oleh produk yang memang kuat juga (rekomendasi deh kalo ke Solo harus ke Mom Milk).
Sebenarnya hal ini (Free Trial) bisa diterapkan juga bukan hanya di industri kuliner, tapi juga di berbagai produk, apalagi service, sering kan dapet voucher gratisan spa atau voucher makan di cafe atau resto? Nah, dalam Metode Creative Sales, yang seperti ini kami sebut dengan Promotion Tactic – Free Trial.
Seberapa penting Free Trial ini? Coba yuk kita bahas beberapa poin yang bisa mendukung agar Tactic Free Trial ini bisa membuah kan hasil
1. Target Market yang tepat
Dari hasil explore explore itu pada akhirnya kita merasa kalo ternyata ngomongin soal makanan dan minuman, sekedar kripik, cemilan, sampe dengan kue dan cafe resto, kunci utama untuk disukai sama banyak orang benar-bener terletak di urusan cicip mencicip, itu dia sebabnya pada akhirnya saya seringkali mendengar istilah: “yang penting orang jilat dulu deh, urusan abis itu dibuang atau diabisin jadi urusan kedua”
Saya jadi teringat percakapan dengan Owner Mom Milk beberapa waktu lalu di Solo, di mana saat itu ketika pertama kali membuka cafenya yang cukup besar beliau memberikan FREE “Nyusu” selama 1 minggu penuh untuk segenap warga Solo yang menjadi target marketnya, dan impactnya dari cerita beliau dan kalo melihat ekspansi bisnisnya sepertinya taktik tersebut cukup berhasil, yah tentu kembali lagi memang didukung oleh produk yang memang kuat juga (rekomendasi deh kalo ke Solo harus ke Mom Milk).
Sebenarnya hal ini (Free Trial) bisa diterapkan juga bukan hanya di industri kuliner, tapi juga di berbagai produk, apalagi service, sering kan dapet voucher gratisan spa atau voucher makan di cafe atau resto? Nah, dalam Metode Creative Sales, yang seperti ini kami sebut dengan Promotion Tactic – Free Trial.
Seberapa penting Free Trial ini? Coba yuk kita bahas beberapa poin yang bisa mendukung agar Tactic Free Trial ini bisa membuah kan hasil
1. Target Market yang tepat
Jul 27, 2013
3 Tips Bundling Taktik Untuk Meningkatkan Penjualan
Ini contohnya. Satu botol soft drink berukuran 1,5 liter seharga 12ribuan dan satu kaleng wafer seharga 20ribuan. Kedua produk ini bisa didapat keduanya sekaligus dengan paketan harga sejumlah 60ribuan, terdiri dari 2 botol soft drink dan 2 kaleng wafer. Konsumen tidak bisa membeli softdrinknya saja ataupun membeli wafernya saja untuk mendapatkan harga spesial itu.
Sama halnya dengan yang sering dilakukan oleh para brand-brand provider yang ada di Indonesia saat gadget atau smartphone terbaru masuk ke Indonesia. Pada peluncuran Galaxy S4 bulan lalu, misalnya. Galaxy S4 dengan harga normal sekitar 9 sampai 10 jutaan pada saat pertama kali launching, dibundling dengan paket provider plus paket internetnya menjadi seharga 8 jutaan. Inilah yang disebut bundling; menggabungkan dua brand berbeda (baik masih dala satu brand induk ataupun beda brand sama sekali) dan memberikan gabungan penawaran kepada konsumen yang tidak bisa mereka dapatkan dengan membeli salah satu produk saja yang dibundling.
Strategi bundling ini dilakukan sesuai dengan objektif yang dituju. Jika melihat pada kasus bahwa provider membundling dengan smartphone terbaru, mereka ini memanfaatkan momen untuk meningkatkan penjualan. Namun ada lagi taktik promosi dari bundling ini yang memiliki objektif untuk menghabiskan stok lama di gudang. Sebuah pemilik bisnis membundling produk baru dengan produk lama mereka dan memberikan paket harga yang sangat menggiurkan sehingga dia bisa menguras habis stok lama mereka dengan penjualan pada stok baru mereka.
“Saya jadi tertarik untuk menggunakan taktik promosi bundling ini. Bagaimana yaa caranya biar efektif?”. Kepikiran juga pertanyaan yang serupa? Simak ya!
1. Berikan value lebih untuk produk yang dibundling
Jul 26, 2013
Cross Selling Ala Cici Koko
Ngomongin soal jualan, saya jadi teringat masa-masa ketika saya masih kecil suka ikut Mama ke pasar. Karena masa kecil saya memang dihabiskan di kawasan yang mayoritas penduduknya etnis Chinese, makanya pasar yang saya kunjungi sehari-hari juga adalah pasar yang customer maupun penjual nya mayoritas hadir dari kalangan Chinese juga.
Banyak yang mengatakan kalo orang Chinese pandai sekali berdagang, awalnya saya masih kurang paham apa yang dimaksud, tapi beranjak dewasa saya mulai mengerti dari mana persepsi itu terbentuk, heheheheee.... kalau di ingat-ingat, memang para pedagang di Pasar Muara Karang (pasar yang dekat sekali dengan tempat tinggal saya dari kecil sampai SMA) ini seringkali melakukan aktifitas cross selling.
Mungkin saat itu para Cici-cici dan Koko-koko disana belum ada yang paham apa itu cross selling, tapi disadari atau tidak sebenarnya mereka sudah melakukan cross selling, baik dengan cara yang halus maupun dengan cara yang agak hard selling, misal kalimat2 seperti: “Lu beli mie gue 2 porsi, sekalian lah sama krupuk nya, anak lu pasti suka lah”, atau “beli baju di gue murah, kalo lu beli sama sepatu dan tas ntar gue diskon lebih gede”.
Cross selling sendiri adalah sebuah metode promotion tactic yang sudah sangat umum digunakan, definisi resminya kurang lebih adalah membuat konsumen membeli produk tambahan (biasanya produk yang berhubungan dengan produk yang sedang dijual) pada saat melakukan proses penjualan. Atau definisi menurut www.businessdictionary.com: “Encouraging a customer who buys a product (gasoline, for example) to buy a related or complementary product (engine oil, for example)”.
Banyak yang mengatakan kalo orang Chinese pandai sekali berdagang, awalnya saya masih kurang paham apa yang dimaksud, tapi beranjak dewasa saya mulai mengerti dari mana persepsi itu terbentuk, heheheheee.... kalau di ingat-ingat, memang para pedagang di Pasar Muara Karang (pasar yang dekat sekali dengan tempat tinggal saya dari kecil sampai SMA) ini seringkali melakukan aktifitas cross selling.
Mungkin saat itu para Cici-cici dan Koko-koko disana belum ada yang paham apa itu cross selling, tapi disadari atau tidak sebenarnya mereka sudah melakukan cross selling, baik dengan cara yang halus maupun dengan cara yang agak hard selling, misal kalimat2 seperti: “Lu beli mie gue 2 porsi, sekalian lah sama krupuk nya, anak lu pasti suka lah”, atau “beli baju di gue murah, kalo lu beli sama sepatu dan tas ntar gue diskon lebih gede”.
Cross selling sendiri adalah sebuah metode promotion tactic yang sudah sangat umum digunakan, definisi resminya kurang lebih adalah membuat konsumen membeli produk tambahan (biasanya produk yang berhubungan dengan produk yang sedang dijual) pada saat melakukan proses penjualan. Atau definisi menurut www.businessdictionary.com: “Encouraging a customer who buys a product (gasoline, for example) to buy a related or complementary product (engine oil, for example)”.
Jul 25, 2013
Limited Offer Tactic Air Asia
Saya awalnya bukan tipe orang yang senang mengunjungi berbagai macam tempat, terutama dengan menggunakan pesawat. Awalnya saya tidak suka travelling. Menurut saya, travelling itu butuh banyak persiapan. Dimulai dari packing, menyiapkan barang-barang bawaan, sampai ke hal-hal yang berkaitan dengan finansial: membeli tiket transportasi.
Namun rasanya hal ini hanya bersifat temporer. Saya jadi senang travelling. Jika diulik faktor penyebab kenapa saya sekarang jadi menyukai travelling mungkin di ujung akan menemukan satu poin berkenaan dengan perkembangan dunia penerbangan di Indonesia.
“Ke Malaysia, hanya 49ribu! Jadwal beli: 15 – 20 Jan 2013. Beli sekarang di airasia.com!”. Siapa yang tidak mau? Bahkan yang tidak menyukai travelling pun bisa jadi akan tergiur melihat penawaran seperti ini.
Kemunculan promo-promo yang diluncurkan perusahaan maskapai penerbangan Air Asia ini seolh menjadi solusi bagi para traveler atau traveler-want-to-be yang ingin travelling murah. Tentu saja promo-promo yang mereka berikan selalu disambut dengan hangat oleh masyarakat khususnya para pecinta travelling sebagai target market mereka.
Seperti membentuk templatenya sendiri, setiap promo yang diluncurkan oleh Air Asia selalu memiliki batasan kuantitas. Jelas saja. Harga yang menggiurkan yang mereka tawarkan pasti mengundang banyak sekali respon dari target marketnya sehingga mereka harus memberikan batasan untuk bisa mendapatkan promo yang mereka launch. Dalam hal ini, perusahaan maskapain penerbangan ini selalu menerapkan jenis taktik promosi: LIMITED OFFER.
Namun rasanya hal ini hanya bersifat temporer. Saya jadi senang travelling. Jika diulik faktor penyebab kenapa saya sekarang jadi menyukai travelling mungkin di ujung akan menemukan satu poin berkenaan dengan perkembangan dunia penerbangan di Indonesia.
“Ke Malaysia, hanya 49ribu! Jadwal beli: 15 – 20 Jan 2013. Beli sekarang di airasia.com!”. Siapa yang tidak mau? Bahkan yang tidak menyukai travelling pun bisa jadi akan tergiur melihat penawaran seperti ini.
Kemunculan promo-promo yang diluncurkan perusahaan maskapai penerbangan Air Asia ini seolh menjadi solusi bagi para traveler atau traveler-want-to-be yang ingin travelling murah. Tentu saja promo-promo yang mereka berikan selalu disambut dengan hangat oleh masyarakat khususnya para pecinta travelling sebagai target market mereka.
Seperti membentuk templatenya sendiri, setiap promo yang diluncurkan oleh Air Asia selalu memiliki batasan kuantitas. Jelas saja. Harga yang menggiurkan yang mereka tawarkan pasti mengundang banyak sekali respon dari target marketnya sehingga mereka harus memberikan batasan untuk bisa mendapatkan promo yang mereka launch. Dalam hal ini, perusahaan maskapain penerbangan ini selalu menerapkan jenis taktik promosi: LIMITED OFFER.
Jul 22, 2013
The Power of Free Marketing Ala Google
Gmail, Google Search, Hangouts, Android, Google+, Keep, Chrome, Youtube, Google Insight, Google Keyword tool Box, Google translate, Google Adsense, Blogspot, List di atas adalah fasilitas yang hampir setiap hari saya gunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari email, chatting, mencari informasi, menyimpan pesan, melihat iklan, menggunakan browser sampai mencari aplikasi gratis maupun berbayar melalui handphone.
Tebak apa yang menjadi persamaan semua produk di atas? yak mudah sekali semua disediakan oleh google secara GRATIS. Tidak ada satupun fasilitas yang saya gunakan diatas berbayar, dan hebatnya dengan semua FREE tersebut, hampir sebagian besar memberikan solusi untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari saya di perusahaan. Atau ada dari Anda yg tidak menggunakan salah satu fasilitas yang saya sebut diatas sehari-hari? Rasanya hampir mustahil kita tidak menggunakan salah satu tools di atas apalagi jika berhubungan dengan bisnis.
Nah yg unik kemudian saya sering sekali ditanya jika sedang sharing Promotion Tactic dengan Element FREE ini, "lah terus dari mana dong Google dapat duit kalo sumua productnya dibuat gratis gitu??" Nah, tunggu dulu, tidak semua tentu gratis, coba lihat gambar di bawah (google revenue stream):
Tebak apa yang menjadi persamaan semua produk di atas? yak mudah sekali semua disediakan oleh google secara GRATIS. Tidak ada satupun fasilitas yang saya gunakan diatas berbayar, dan hebatnya dengan semua FREE tersebut, hampir sebagian besar memberikan solusi untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari saya di perusahaan. Atau ada dari Anda yg tidak menggunakan salah satu fasilitas yang saya sebut diatas sehari-hari? Rasanya hampir mustahil kita tidak menggunakan salah satu tools di atas apalagi jika berhubungan dengan bisnis.
Nah yg unik kemudian saya sering sekali ditanya jika sedang sharing Promotion Tactic dengan Element FREE ini, "lah terus dari mana dong Google dapat duit kalo sumua productnya dibuat gratis gitu??" Nah, tunggu dulu, tidak semua tentu gratis, coba lihat gambar di bawah (google revenue stream):
Subscribe to:
Posts (Atom)








