Showing posts with label marketing. Show all posts
Showing posts with label marketing. Show all posts
Apr 24, 2013
Mind Share - Market Share - Heart Share
Coba nulis pembahasan yang rada serius ah, he4 Cuma bingung mau mulai dari mana tapi intinya melalui tulisan kali ini saya ingin bahas sedikit mengenai pendekatan 3S (biar gampang nyebutnya) koq tiba-tiba? He4 tulisan ini didasari sedikit pengalaman kebetulan salah satu perkuliah MBA beberapa hari kemarin nggak biasanya diselenggarakan di luar kelas, tepatnya di Starbuck TSM, saya juga awalnya bingung kok kuliah diadain di Starbuck belajar apa ngopi?
Seperti yang sudah diprediksikan sebelumnya oleh saya dan teman-teman disana kami berkesempatan mendengarkan sharing dari sang Store Manager mengenai kisah sukses perkembangan Starbuck khususnya di Indonesia, nah dari cerita tersebut dosen marketing saya tiba-tiba nyamber menyinggung sedikit mengenai kesuksesan merk mendunia “Starbuck” yang berhasil berkembang di Indonesia dengan 148 outletnya melalui pendekatan 3S (mind share, market share, dan heart share).
Dari sedikit penjabaran beliau setidaknya saya mendapatkan sedikit pencerahan mengenasi konsep 3S, dan melalui tulisan ini saya tertatik untuk berbagi sedikit mengenai ilmu yang saya dapatkan tersebut, nah jadi kalo masih ada yang kurang-kurangnya mohon dimaklumi dan diralat saja yah, wong saya juga masih belajar he4.
1. Mind Share
Jul 31, 2012
5 Ilmu Wajib Bagi Sales Person
ACTION itulah tema besar yang saya dapatkan setelah seharian kemarin mengikuti Business Gathering yang di adakan oleh salah satu Perusahaan Training di Indonesia. Banyak topik bahasan seputar bisnis, dari mind set berpikir, kerangka menjadi bisnis owner, cara berhitung how we can maximize the profit sampai sedikit membahas 5 hal yang yang penting bagi seorang sales di lapangan.
Nah seharian mengikuti Training ini ada 5 tips singkat yang berhubungan dengan NLP dan sales dilapangan yang menrurut saya cukup menari untuk saya sharing di tulisan kali ini. Ok sebelum masuk pada point pembahasan nya coba kita lihat beberapa case penjualan dibawah:
Case 1.
Penjual : “Halo pak selamat pagi, perkenalkan nama saya A ........ Gini loh pak saya ingin menawarkan produk A ......... Kelebihan dari produk kami ini adalah A ............ intinya jika bapak/ ibu menggunakan produk kami bapak/ ibu bisa ........................
Marketer Wajib Baca: 5 Hal yang di Cintai Wanita
Satu waktu yang paling digemari oleh kaum wanita adalah saat berbelanja, itu kenapa sering kita temui sebuah kondisi di mal atau supermarket komposisi jumlah wanita yang biasa berbelanja relatif lebih besar dari jumlah pria. Saking spesialnya beberapa mall besar menyediakan khusus area parkir Ladies Only. Hal di atas diperkuat dengan data riset Nielsen pada tahun 2010 yang menyatakan jumlah konsumen pria yang berbelanja barang konsumsi harian (fast moving consumer good) pada 2010 hanya 26% dan sisanya didominasi oleh para wanita.
Fenomena ini merupakan gambaran bahwa pasar untuk produk-produk yang dijual di mall, supermarket atau minimarket masih dikuasai kaum wanita, sehingga sangat perlu untuk para pemilik brand lebih memahami psikologi wanita dalam membeli sebuah barang. Pada artikel kali ini kita akan bahas 5 hal yang dicintai wanita ketika belanja. Mari kita bahasa satu persatu.
1.Discount
Bagi retailer ini adalah senjata pamungkas untuk menggaet konsumen wanita, di satu waktu, salah satu mal di Bandung mengadakan midnight sale, cari tempat parkir pada malam itu sangat sulit sekali, lebih hebat lagi ketika saya sudah mulai masuk ke dalam mall saya lihat begitu banyak wanita mengantri untuk berlomba-lomba berbelanja membeli berbagai hal yang mereka suka. Jadi yang namanya discount pasti sangat dicintai oleh wanita “kebanyakan”, apakah bisa mengalahkan kecintaannya pada pria? Siapa yang tahu hehe.
Jul 29, 2012
Blackberry: Antara Benci dan Cinta
“Life was much easier when apple and blackberry were just fruits”
Penggalan kalimat diatas sudah seringkali saya baca dan diulas di beberapa media on line, kadang saya pikir ada benarnya juga ya.. hahahaha.... but, saya hanya ingin memberikan beberapa pemikiran dan sedikit opini dimana saat ini (di Indonesia khususnya) blackberry seolah-olah menjadi salah satu “must have” gadget. Saya sendiri baru saja menggunakan gadget dengan sistem operasi android, hal ini saya lakukan juga hanya karena beberapa aplikasi penting yang hanya bisa di akses menggunakan sistem operasi iOS dan android.
Keputusan menggunakan android, tidak serta merta membuat saya tidak lagi menggunakan blackberry,hmmm... aneh memang, ada banyak hal yang membuat kita seringkali begitu kesal, sekaligus begitu “mencintai” blackberry kita. Kesal karena sering hang dan lemot, tapi sekaligus tidak bisa meninggalkannya begitu saja, bahkan setelah memiliki gadget lain yang memiliki banyak akses ke aplikasi lebih canggih, tetap saja kita tidak bisa meninggalkan blackberry.
Banyak hal terkait di Blackberry yang membuat kita sebagai pengguna sangat sulit sekali berpindah hati untuk tidak lagi menggunakan blackberry, misalnya seperti:
Jul 20, 2012
Ga Mau Susah tapi Mau Sukses? Baca Nih
Saya yakin hampir semua orang di dunia menyadari bahwa kesuksesan sebuah bisnis kuncinya adalah di kapasitas dan kualitas dari orang-orang yang menjalankan roda bisnis tersebut. Tapi terkadang yang membuat munculnya hambatan sebuah bisnis adalah tidak sinkronnya antara pola berfikir perusahaan dan pola berfikir karyawannya. Masing-masing sedapat mungkin berusaha untuk mengoptimalkan keutungan pihaknya, tanpa berusaha mensinergikan kepentingan kedua belah pihak. Lebih parah lagi jika salah satu memiliki pemikiran yang tidak produktif. Padahal jika keduanya bersatu hasilnya akan menjadi luar biasa untuk keduanya.
Dalam artikel ini saya coba membahas dari sisi seorang karyawan. Terkadang pada sebagian karyawan (tidak untuk semua karyawan tentunya), saat bekerja berfikir, gimana caranya saya bisa bekerja yang sedikit, ga cape tapi bisa mendapatkan income yang besar di tempatnya bekerja. Pemikiran seperti ini sebenarnya adalah pemikiran yang 100% salah karena akan menjerumuskan karyawan tersebut pada titik dimana mereka tidak akan berkembang dan pasti akan berdampak juga pada perkembangan perusahaan. Ada 3 alasan yang menjadi dasar kenapa pemikiran itu salah :
Coba, sebutkan 3 jenis perusahaan yang mencari karyawan pemalas! Cari coba dari sabang sampai merauke dari perusahaan skala kampung sampai perusahaan skala internasional. Jawabannya pasti tidak ada. Yup betul itu kenapa di Indonesia yang katanya jumlah pengangguran terbuka saat ini mencapai angka 7 Juta orang (data BPS Feb 2012), padahal kalau saya sering bicara dengan banyak pelaku bisnis mereka sering mengeluh kekurangan karayawan. Lha bingung kan
Jul 17, 2012
Ferrari Taxi & WOM Strategy
Beberapa hari ini cerita heboh ttg mmcab, taksi porsche & ferrari yg wira-wiri di Jakarta, heboh di bicarakan dan diulas di berbagai forum. Kehebohan terjadi karena hal-hal janggal terjadi, ya, seperti kita semua tahu bahwa jenis mobil yg disebutkan (porsche & ferrari) termasuk dalam kategori mobil mewah, yang rasanya jika di jadikan sebagai kendaraan operasional taksi akan membuat nya “turun derajat”, apalagi dari kicauan official twitternya @mm_cab mengklaim bahwa tarif nya tarif bawah, bahkan sampai tgl 18 Juli 2012 tarif nya gratis tis, wah, mana mungkin BEP alisa balik modal kalau mengenakan tarif bawah.
Kehebohan belum selesai, ter”jaring” juga komentar dari pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, bahwa ternyata MMCab ini belum mengantongi ijin untuk beroperasi sebagai angkutan umum (alias nomor polisi B 888 MMC dan B 999 MMC berpelat kuning ini tidak pernah dikeluarkan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya), so.. tergolong angkutan liar, belum lagi dari dan berita ini meluas sampai terliput di detik news
10 Reasons Twitter For Media Placement
Beberapa tahun kebelakang ketika sebuah bisnis dihadapkan dengan sebuah kebutuhan media placement (promosi) mungkin kita akan langsung terasosiasi kedalam beberapa media yang masih bersifat konvensional yang biasa digunakan sejak jama dulu, sampai pada akhirnya beberapa tahun terakhir ini muncul dan berkembang social media yang salah satunya adalah si burung Twitter yang pada awal kemunculannya diperuntukan sebagai media sosial (interaksi sosial secara online).
Dalam perjalanannya si burung kini berkembang menjadi sebuah bisnis salah satunya selain sebagai channel pemasaran adalah sebagai channel media placement (promosi). Nah berbicara mengenai fungsi sebagai channel media placement (promosi) disini saya hanya ingin sedikit berbagi pandangan pribadi mengenai 10 alasan kenapa kita harus memilih bahkan mulai untuk mempertimbangkan alokasi budget promosi melalui media twitter.
Twitter saat ini seringkali diidentikan dengan media “low cost high impact”, why? Yah karena memang biayanya sepengalaman saya lebih rendah dibandingkan dengan media konvensional dalam beberapa case pemasaran. Misal kita ambil contoh bagaimana Ma Icih bisa sukses dengan memanfaatkan twitter sebagai saluran promosinya. Bayangkan bila brand Ma Icih dibangun dengan media seperti TV ataupun billboard, berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk menjangkau pasar secara nasional di bandingkan dengan twitter?
Jul 9, 2012
15 Tips Meningkatkan Profit
Hmmm bingung mau nulis apa, hal ini sering kali saya alami ketika ada waktu untuk menulis namun ide belom muncul di kepala, jadi yah tengak tengok kiri kanan, buka-buka website dan artikel yang diharapkan bisa memberikan inspirasi sebagai bahan tulisan hehe (ini tips lo buat nulis).
Nah minggu ini hal diatas terjadi lagi hehe, blom ada ide yang "jrenk" untuk dijadikan bahan tulisan, tapi kebetulan saya teringat sebuah ebook menarik dari Brad Sugar mengenai 5 Ways untuk increase your business profit yang terdiri dari lead generation, coversation rate, number of transaction, avarage sales dan profit margin.
Nah coba yuk kita lihat yang increase profit margin, apa ajah sih yang bisa dilakukan untuk meningkatkan Profit Margin bagi perusahaan kita yang saya rangkum dari Brad Sugar.
Ini cara paling sederhana dan cukup banyak menjadi pilihan bisnis owner untuk meningkatkan Profit Margin usahanya. Peningkatan harga ini kesannya mudah dilakukan namun impactnya perlu dipelajari dan dianalisa terlebih dahulu sebelum dilaksanakan dari tiga sudut pandang yaitu company, pesaing dan konsumen.
Jun 28, 2012
CSR and Your Brand
Beberapa tahun lalu sewaktu kuliah, di salah satu mata kuliah di kampus ada pembahasan tentang tipisnya perbedaan CSR dengan aktivitas pemasaraan dewasa ini. Mengapa bisa demikian? Karena saat ini sulit sekali mengetahui tujuan utama perusahaan dalam aktivitas sosial mereka apakah digabungkan dengan tujuan pemasaran atau tidak. Namun menurut saya pribadi hal itu tidak penting, mengingat tetap ada pihak yang akan mendapatkan manfaat dari bantuan dan perusahaanpun akan mendapatkan manfaat dari peningkatan citra di tengah masyarakat.
Nah, dalam artikel ini secara khusus saya ingin membahas tentang beberapa contoh kegiatan CSR yang dengan cerdas digabungkan dengan aktivitas komunikasi baik untuk meningkatkan citra merek ataupun meningkatkan awareness brand.
Ide dari penulisan artikel ini adalah ketika sedang “jalan-jalan” di dunia maya, saya melihat iklan produk keluaran Kraft ini di 21cineplex.com. Produknya bernama Frutkuat, "wah saya baru tau ada produk ini :D secara saya jarang sekali nonton TV Jadi cocok sekali nih memasang iklan di dunia maya, spesial untuk orang-orang seperti saya yang jarang nonton TV karena kata teman saya sih produk ini sudah ada iklannya di TV".
Nah, dalam artikel ini secara khusus saya ingin membahas tentang beberapa contoh kegiatan CSR yang dengan cerdas digabungkan dengan aktivitas komunikasi baik untuk meningkatkan citra merek ataupun meningkatkan awareness brand.
Ide dari penulisan artikel ini adalah ketika sedang “jalan-jalan” di dunia maya, saya melihat iklan produk keluaran Kraft ini di 21cineplex.com. Produknya bernama Frutkuat, "wah saya baru tau ada produk ini :D secara saya jarang sekali nonton TV Jadi cocok sekali nih memasang iklan di dunia maya, spesial untuk orang-orang seperti saya yang jarang nonton TV karena kata teman saya sih produk ini sudah ada iklannya di TV".
Jun 18, 2012
6 Alasan Branding Using Satellite Website
Ada yang tahu cafe The Sugarush di jalan Braga Bandung yang cukup terkenal dengan”Rainbow Cake, Red Velvet dan Macaroons”, sekarang jika bicara dua cake tersebut cukup banyak yang mereferensikan untuk pergi ke The Sugarush, nah berhubung ini bukan situs kuliner tentu saya tidak sedang membicarakan makanan hehe, ada satu pertanyaan saya dan coba sebutkan jika memang kamu mampu, apa websitenya?
Ga bisa, ok next nya silahkan di google, saya beri waktu 1 menit? .................................. Yak done, udah 3 halaman google khan, ketemu blom? Kalo rada ngerti sih pasti ketemu, bukan ajah twitternya, liat Bio nya nah ada tuh websitenya. Haha ribet gitu yah mau cari websitenya ajah, hampir semua yang keluar malahan blog yang membahas The Sugarushnya seperti blognya (http://ceritaperut.blogspot.com/2012/03/tempat-nongkrong-romantis-at-braga.html).
Apa ini, kok 3 halaman google sebagian besar malah blog liputan makanan yang keluar dalam pencarian “Sugarush Bandung”?
Jun 17, 2012
8 Viral Marketing Content
Saat menjadi pembicara di brand strategy via online ada seorang penanya yang menanyakan kepada saya konten seperti apa yang membuat orang lain mau melakukan "share"? Siapa toh yang tidak mau konten promonya baik itu dalam bentuk tulisan, gambar, suara maupun video menjadi sesuatu yang grab attention, dibicarakan, ditonton dan di share oleh banyak orang tanpa perlu di minta.
Video Blentech ini punya muatan konten viral yang luar biasa, hampir disetiap kesempatan menjadi pembicara publik maupun perusahaan saya sering memutar video ini, membagikan linknya ke teman-teman dan membicarakan brand nya dalam setiap kesempatan. Mengapa? (nah ini nanti kita bahas mengapa). Atau contoh lain, mengapa yah Tweet dari @nasehatbisnis @merryriana sering sekali di RT oleh followernya? Sesuatu yang dibagikan secara gratis oleh followernya ke followernya sendiri tanpa perlu di minta oleh sipemilik akun? (jangan seperti beberapa aku lain yang "ngemis2" minta di RT dengan iming-iming hadiah, ini sih orang RT memang karena di"paksa").
4 Things You Should Know Before Using Influencer
Kembali mengingat sebuah video yang menyebutkan bahwa Social Media Is A Next Big Things In Indonesia yang membuat saya amaze mengenai perkembangan Social Media di Indonesia. Why? Twitter user hampir mencapai angka 19,3 juta, sedangkan Facebook mendekati angka 38,7 Juta user. Angka-angka tersebut merupakan alasan kenapa kini Social Media menjadi primadona yang dipilih salah satunya sebagai media iklan (promosi) melalui influencer buzzer twitter. Buktinya banyaknya bermunculan account-account yang menawarkan jasa buzzer, dan tidak jarang kita lihat di Timeline (TL) kita beberapa konten materi promosi, iklan, buzzer muncul dari para influencer tersebut.
Nah ngomongin influencer dan media placement melalui online (Twitter), placement buzzer melalui twitter (influencer) memang memiliki beberapa kelebihan dibandingkan media konvensinal beberapa diantaranya : low cost, tidak ada biaya produksi iklan, area jangkauan sangat luas. Sehingga ada yang menyebutkan Social Media ini low cost = high impact. Balik ngomongin placement buzzer di twitter via influencer mungkin saya ingin sedikit share mengenai faktor apa saja yang perlu kita perhatikan dalam melakukan aktivasi online menggunakan jasa influencer sebagai channel promosi (buzzer) kita.
Berikut ini 4 hal utama yang perlu diperhatikan saat kita akan melakukan aktivasi online dengan menggunakan influencer sebagai media buzzer kita?
Jun 11, 2012
Kurang Asem
Walahhh.. Asem bener deh! Pada saat saya mencoba games interaktif yang ada di website sebuah produk permen bernama Kurang Asem ini! Produk permen Kurang Asem ini awalnya saya tidak kenal, karena saya adalah salah satu orang yang sudah jarang nonton TV mungkin ada iklannya di TV ya tapi saya belum pernah lihat
Tapi ternyata si produk Kurang Asem ini bisa menjangkau orang-orang seperti saya yang lebih banyak menghabiskan waktu di internet dibandingkan di depan televisi. Malah dia berhasil menarik perhatian saya dan bahkan mengidekan saya untuk berbagi dengan Anda, wah berhasil deh creative sales yang men¬dorong terciptanya Word of Mouth.
Jadi apa sih yang menarik dari si permen Kurang Asem ini? Yang menarik adalah ide creative sales Online nya yang jenaka. Anda bisa membuktikannya sendiri dengan berkunjung ke website nya www.kurangasem.com. Di sana Anda akan langsung disambut oleh si Asembro yang rela melakukan perintah apa saja yang Anda minta. Dari mulai ciuman, merangkak, menari, break dance sampai buang air kecil.. kata apa saja yang terfikir oleh Anda boleh coba dimasukkan ke kolom perintah dan Asembro akan melakukannya untuk Anda. Tapi ada saja kata-kata yang ditolak oleh si Asembro ini
May 18, 2012
30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto
Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.
Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi. Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.
1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet diskon 50 persen.
2. Tweet and Discount
Setiap yang makan diberikan program tweet dan discount, dimana jika melakukan tweet akan mendapat discount sebesar misal 30 persen. Contoh “Wah enak banget nih sop buntut di warung @RajaBuntut , Makyuss abis”. Ingat. pas tweet pastikan ID @RajaBuntut nya diletakan setelah beberapa kalimat (agar semua follower si pen tweet membaca, jika diletakan di awal percuma karena jadi mention sifatnya). Ga perlu cantumkan no telepon biar orang jadi penasaran (taro juga boleh tentunya).
3. Ikuti Promo Discount Web
Sekaranga ada banyak discount web dengan base klien yang cukup besar seperti disdus.com nah boleh dicoba untuk mengikuti program promo mereka. Mekanismenya sederhana, kita memberikan discount misal sebesar 30 persen, nanti mereka akan promokan discount tersebut di website mereka. (kita akan dikenakan charge sesuai denga kebijakan dari disdusnya). Cara ini cukup efektif jika margin dari makanan yang kita jual cukup besar atau memang kita sedang ada budget promo.
May 14, 2012
Loyal Kok Selingkuh
Sering ga sih kita sebagai pelaku bisnis merasa terheran-heran ketika menyadari konsumen yang kita anggap loyal kok lama kelamaan hilang satu persatu, eh setelah dicaritahu ternyata mereka bukannya ga beli karena sudah pindah rumah atau ga pakai jenis produk yg kita jual, ternyata mereka udah pindah ke pesaing sebelah alasannya karena promonya lebih banyak.
Kejadian yang saya gambarkan di atas, bukan hal yang aneh, sehingga ada sebuah anekdot mengatakan "konsumen itu loyal ama promo bukan dg brand, tidak ada konsumen loyal di dunia ini." Hehehe pandangan ini ada benernya juga sih, tapi ga sepenuhnya tepat. Tengok konsumen Harley Davidson atau yang lagi marak sekarang konsumen komunitas motor, mereka rela mengeluarkan uang banyak untuk melengkapi atribut yang merupakan identitas mereka bahkan untuk beberapa kelompok motor liar (catatan : tidak semua kelompok motor liar) bahkan rela untuk diospek secara fisik hanya untuk dapat bergabung menjadi anggota. Wow hebat kan.
May 1, 2012
Creative Sales #5, Membuat Konsumen Merekomendasikan Brand
Saya yakin setiap pemilik bisnis akan tersenyum-senyum jika pada suatu momen di tempat umum ada seseorang atau sekelompok orang sedang asik membicarakan brand dari produk yang dia miliki, apalagi kalau terceletuk kata “Lu harus coba lagi, keren deh produknya.” Wow pasti haapy deh.
Kondisi di atas, yang membuat para pemilk brand senang bukan semata-mata karena mereka narsis dengan produknya sendiri, tetapi itu menunjukkan sudah adanya ikatan emosional dan loyalitas dari pelanggan lama dalam mengkonsumsi produk yang dimiliki, sehingga konsumen tersebut merekomendasikan produk yang dianggap bagus itu ke banyak orang lain. Kalau begini ceritanya yang membuat si pemilik bisnis tersenyum bukan semata-mata karena produknya dibilang bagus, tapi bayang-bayang pertumbuhan omset akan meningkat-lah yang membuat si pemilik bisnis senyum-senyum seharian.
Apr 29, 2012
3 Best Practice Online Media for B2B
Online Media ga bisa buat bisnis B2B... Ah kata siapa????
Salah satu hal yang sering saya lakukan beberapa tahun ke belakang adalah perihal memberi edukasi seputar peluang yang ditawarkan oleh medium internet dalam meningkatkan performa penjualan sebuah perusahaan. Tidak hanya di level manajerial, namun banyak pula para business owners yang masih belum sepenuhnya memahami mengenai korelasi antara manajemen Social Media dengan performa penjualan mereka.
Dalam kategori perusahaan yang terdiri dari B2C (business to consumer) dan B2B (business to business) tentu memiliki strategi dan manajemen Social Media yang berbeda, tapi pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menciptakan Brand Equity yang terdiri dari :
Brand awareness
Bagaimana masyarakat online dapat mengetahui produk /brand Anda
Brand association
Bagaimana masyarakat online mengenal produk dengan asosiasi yang tepat
Perceived Quality
Bagaimana masyarakat online dapat mengetahui secara mendalam hal-hal positif dari brand Anda
Brand Loyalty
Bagaimana Anda melakukan pendekatan secara online kepada konsumen Anda dapat membeli produk Anda kembali dan bahkan merekomendasikannya
Apr 22, 2012
4 Kunci Engagement di Social Media

Mempelajari lebih dalam Social Media Bible karangan Lon Safco cukup menarik, terutama dalam pembentukan pola pikir bagaimana kita terjun memanfaatkan Social Media sebagai kendaraan meningkatkan Brand Equity.
Salah satu yang menarik dan akan saya share melalui artikel ini adalah berkaitan dengan Engagement Strategies, di mana Safco menetapkan adanya 4 pilar dalam membangun engagament tersebut. Dan berikut ini akan saya cantumkan pula beberapa contoh yang bisa memberi inspirasi agar kita semua bisa langsung mengaplikasikannya ke brand yang kita kelola.
Untuk mempermudah memahaminya, saya gambarkan dalam modeling pilar di atas, yaitu bahwa dalam memastikan topangan engagement brand dengan target marketnya di Social Media membutuhkan 4 elemen yang terdiri dari Communication, Collaboration, Educate dan Entertainment.
Like to Undress
Sebuah campaign memang sebaiknya dibuat dengan sebuah tujuan yang jelas apakah itu untuk menambah jumlah fans, ataupun meningkatkan engagement dengan audience dan konsumen.
Buat saya, pertama kali melihat campaign Brand Stussy Amsterdam – Like to Undress: Smart!! Terlepas dari tema campaign nya yang “Sensual” (tentu tidak cocok untuk di Indonesia) saya kira campaign ini cukup cerdas dan mampu memanfaatkan sisi keingintahuan manusia. Memancing orang dengan ajakan reveal something yang membuat orang lain penasaran memang salah satu kunci menarik yang seringkali “dimainkan” oleh para brand manager atau marketer, hanya saja dalam hal ini Stussy Amsterdam cukup cerdas menerapkan dalam campaign nya.
Secara garis besar campaign ini sebenarnya menampilkan seorang wanita dengan pakaian lengkap, berlapis-lapis dan bertopi. Yang perlu dilakukan oleh visitor hanyalah meng klik Like button, maka yang terjadi adalah si wanita akan melepaskan atribut yang digunakannya satu persatu, setiap klik like dari visitor akan menyebabkan si wanita menanggalkan atribut yang digunakannya, tapi kita tidak bisa meng klik lebih dari satu kali. Karena kita tdk bisa mengklik lebih dari 1 kali, maka disediakanlah tombol “share” dan “invite to undress”, jadi ibaratnya kalau kita ingin melihat si wanita semakin banyak menanggalkan atribut, kita harus meminta teman atau kenalan kita untuk meng klik juga tombol “like to undress”
Apr 16, 2012
5 Rahasia Salesman Sukses
Pada suatu kesempatan diskusi bersama rekan-rekan pengusaha muda, terlontar sebuah pertanyaan yang sederhana tetapi merupakan problem bagi banyak pelaku usaha ataupun semua orang yang memiliki pekerjaan di bidang penjualan. “Saya punya produk, setiap saya menjajakan produk, selalu saja konsumen yang saya tawari menolak dan terlihat tidak antusias ketika mendengarkan penawaran yang saya tawarkan, kira-kira apa ya sebabnya?”
Dalam dunia bisnis, jualan atau bahasa kerennya selling merupakan tolak ukur utama sebuah bisnis dianggap sukses atau tidak. Secara teori didefinisikan sangat sederhana yaitu ada produk yang diminati konsumen kemudia ada pembeli, sisanya kita tinggal pertemukan jadilah penjualan,,,hehehhe gampang ya. Problemnya adalah pada realisasinya di dunia nyata, tidak semudah itu mendeskripsikan definisinya di lapangan. Faktor kehandalan produk, kemampuan si penjual, persaingan dan kondisi “mind” konsumen punya peran dalam keberhasilan sebuah proses jualan.
Dalam artikel ini saya akan lebih banyak membahas dari sisi penjualnya, bagaimana sih walaupun konsumennya tidak tertarik atau produknya biasa-biasa saja penjualan tetap saja ada peluang untuk bisa terjual? Okay kita ungkap satu persatu.
Subscribe to:
Posts (Atom)

















