Showing posts with label Creative Sales Insight. Show all posts
Showing posts with label Creative Sales Insight. Show all posts

Sep 23, 2013

Pecat Konsumenmu

Judul di atas mungkin cukup provokatif yah hehe, dikala setiap perusahaan sibuk untuk selalu mencari konsumen dan memaintainnya dengan baik agar terus berbisnis dengan kita eh malah bisa-bisanya saya bilang "pecat konsumen Anda". OK ceritanya begini, beberapa waktu lalu setelah mengisi seminar Creative Sales, salah seorang peserta selesai seminar bertanya "Bro, gini gua punya agency design nih, udah jalan 3 tahun, klien cukup banyak tapi kok perasaan ga untung-untung yah?"

Pertanyaan ini juga yang dulu sering saya tanyakan ke diri sendiri ketika beberapa tahun lalu masih punya agency design (yang akrhinya saya putuskan untuk ditutup), punya banyak klien tapi malah buntung. Syukurlah saat ini saya sudah punya jawaban untuk sahabat saya tersebut. Saya tanya ke beliau "dari sekian banyak klien tersebut, berapa persen yang punya kontribusi paling besar ke pendapatan perusahaan?" kemudian sahabat saya tersebut menjawab "cuma 3 klien sih, sisanya kecil-kecil", nah kemudian saya lanjutkan pertanyaan saya "tapi bener ga, yang kecil-kecil ini malah bikin habis waktu banyak, bawel, banyak maunya dan bayarannya pun kecil?", kemudian sahabat saya tersebut menjawab "BENER BANGET LO BRO" haha, saya tulis hurup gede biar ekstrim.

Sebetulnya yang mengalami hal seperti ini bukan hanya di industri design grafis seperti milik sahabat saya tersebut, mungkin di beberapa industri lainnya pun mengalami hal serupa di mana pendapatan utama hanya dari beberapa klien namun sumber daya tersedot habis di klien lain yang tidak punya kontribusi besar terhadap perusahaan, yah biasalah banyak sih alasannya mulai dari cari portfolio, melatih SDM dan cari pengalaman, tapi walaupun semua yg diatas bisa dicapai, iya kalo usahanya masih jalan karena ga kuat nanggung bebas operasional.


Nov 13, 2012

Wonder Girls Aja Pakai Batik


Baru beberapa waktu lalu Indonesia dikunjungi pasukan cantik dari Korea, SNSD, yang cukup menggemparkan penggemar musik Korea di Indonesia terutama para remajanya. Minggu lalu datang lagi girls band lain yang tidak kalah fenomenalnya untuk mengguncang panggung musik Indonesia yang menamakan diri mereka dengan nama Wonder Girls.

Yang menarik dari konser Girls band dari Korea kali ini adalah kelima gadis Korea yang tergabung dalam Wonder girls ini tampil dengan mengenakan kebaya khas Indonesia saat menyanyikan lagu 'Be My Baby'. SunYe memakai kebaya ungu, Yubin mengenakan kebaya merah, Lim dengan kebaya biru, Sohee dengan kebaya merah muda dan Yenny dengan kebaya hijau. (link : http://bit.ly/VrRrNZ) Nice !! mereka berusaha melakukan pendekatan lokal untuk semakin memperkuat ikatan emosional dari para penggemarnya di Indonesia.


Nov 7, 2012

5 Siasat Membuat Konsumen Terus Datang


Bagaimana bila makanan di cafe kita ga enak, apakah ada peluang untuk tetap ramai dikunjungin orang?, ini pertanyaan yang gampang-gampang susah untuk di jawab karena sebagian besar kita pasti percaya bawah bahwa rasa adalah segalanya untuk sebuah cafe, bahkan seorang sahabat saya pernah berkata "mau konsep cafe sebagus apapun, kalo rasanya biasa ajah ujung-ujungnya orang ga akan dateng lagi kok".

Lantas adakah cara untuk "memanipulasi" konsumen agar tetap datang walaupun rasa di cafe kita biasa-biasa ajah? Adakah cara agar konsumen "melupakan" rasa makanan kita dan tetap merasa "harus datang" dan "datang" lagi karena sesuatu? Apakah "sesuatu" itu? Nah kebeneran saya di sebuah cafe di bandung, momentnya pas nih buat nulis dan sharing soal ini. Coba yuk kita kupas apa itu "sesuatu" yang membuat kita datang lagi walaupun secara rasa biasa-biasa ajah.

1. Berikan sesuatu yang "dibutuhkan" tapi sulit ditemukan
Saya selalu kembali sebuah cafe walaupun saya dan beberapa sahabat saya tahu persis bahwa cafe tersebut rasanya biasa-biasa ajah dan tidak ada yang intimewah, bahkan dari sisi harga tidak juga bisa dikatakan murah merian, lantas kenapa datang dan datang lagi? Sederhana karena ada "Nasi Merah".


Oct 1, 2012

Spionase Konvensional vs 3.0 #2


Setelah di tulisan sebelumnya sharing sedikit mengenai “spionase” metode konvensional kini saatnya kita membahas mengenai “spionase” metode Web 3.0. Nah sebelumnya perlu kita bahas sedikit bahwa metode ini memiliki advantage low cost dibandingkan dengan metode konvensional yang notabene membutuhkan cost dan effort yang cukup besar dalam banyak hal.

“kemajuan teknologi informasi khususnya media konvergensi (internet) nampaknya kini menyebabkan perputaran informasi menjadi sangat cepat, bebas, dan tidak terbatas. Kini hanya dengan menuliskan satu kata atau beberapa kalimat saja kita bisa mengetahui banyak hal mengenai apa yang kita cari. Terlebih kini dengan web 3.0 yang lebih berorientasi pada konten sharing semakin mempermudah pencarian informasi yang belum tentu kita dapatkan jika menggunakan metoda konvensional.” #Web 3.0"


1. Google 
Situs paling populer di dunia yang selalu menjadi tampilan yang pertamakali muncul saat kita membuka browser, situs yang setiap bulannya dikunjungi kirang lebih 91 Juta orang ini bisa membantu kita dalam mencari data, fakta, atau informasi apapun. Sederhananya anda mengetik keyword-keyword yang berhubungan dengan kompetitor maka google tidak akan sungkan segera memunculkan data – data yang berhubungan dengan keyword tertentu (example : event, strategi, marketing, public relation, promosi, campaign, konsumen, achivement) atau untuk konteks image (flyer, poster, packaging, billboard, catalog, design), nah dengan “mengawinkan” salah satu keyword tersebut dengan nama merk atau produk kompetitior kita kemungkinan besar akan muncul beberapa bahkan banyak data yang bisa kita jadikan referensi data untuk dijadikan kekuatan untuk mengukur sejauh mana kekuatan dan pergerakan kompetitor dimana selanjutnya kita menentukan langkah apa yang perlu diambil.

Lagi melalui google, tools-tools seperti google insight, google keyword tool box, Google trend juga dapat digunakan untuk menggali banyak informasi seputar kompetisi brand kita.


Sep 19, 2012

SPIONASE konvensional vs 3.0 Bagian #1


1. Apa yang sedang kompetitor lakukan atau rencanakan saat ini? 2. Langkah apa yang harus dilakukan untuk bisa bersaing (counter) dengan kompetitor?

Dua pertanyaan mendasar yang saya yakin akan selalu muncul di benak para marketers atau para pebisnis visioner yang tidak mau salah mengambil langkah atau ditinggalkan oleh para pesaingnnya. Oke pertanyaan selanjutnya yang akan muncul dari dua pertanyaan tersebut adalah 3.bagaimana kita bisa mengetahui apa yang sedang dilakukan atau direncanakan oleh kompetitor, dan 4. apa langkah yang harus kita buat untuk bisa tetap bersaing dengan kompetitor kita?

Dari ke empat pertanyaan di atas saya kira hanya ada satu jawaban “spionase” (riset) yang dalam hal ini konteksnya adalah aktifitas mengumpulkan data dan fakta mengenai pesaing kita dan bagaimana kondisi persaingan di lapangan, melalui data dan fakta tersebut kita bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah saya lontarkan sebelumnya, nah dengan terjawabnya pertanyaan-pertanyaan tersebut langkah selanjutnya adalah menentukan langkah apa yang harus kita jalankan.

Ngomongin “spionase” dalam dunia marketing, berdasarakan ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan terdapat dua upaya yang bisa dilakukan oleh para pelaku bisnis dan marketers dalam bersaing dengan pesaing khususnya dalam mengumpulkan data dan fakta, kenapa? karena pihak yang memiliki dan menguasai data merupakan pihak yang kemungkinan memiliki Competitive Advantage dibandingkan pesaing. Adalah Metode Konvensional dan Metode Web 3.0 jawabannya, nah pada kesempatan kali ini melalui artikel ini saya ingin terlebih dahulu membahas mengenai #Metode Konvensional, apa saja yang bisa kita lakukan? lets find out.