"Bro gimana sih biar bisa buat program online campaign yang impact full buat brand kita? Gua udah beberapa kali ngebuat program online cuma sepertinya ga terlalu impact ke bisnis gua, malah gua nilai tidak efektif, habis-habisin duit ajah".
Nah pertanyaan soal membuat kegiatan online campaign ini salah satu pertanyaan yang sering sekali ditanyakan oleh banyak temen-temen di bisnis yang ingin mengadakan online campaign untuk brandnya, soalnya memang gampang gampang susah sih dari pengalaman saya membuat online campaign apalagi kalo yang diharapkan oleh pemilik brand pengukurannya sampai ke sales.
Saya coba akan share, bagaimana tahap-tahap membuat Online campaign berdasarkan pengalaman dalam mengeksekusi brand sendiri 3 tahun kebelakang yang menurut ukuran saya cukup bisa dibilang efetif dalam membangun brand dan penjualan di bisnis saya, namun perlu saya remind, share ini ini khan menurut pengalaman saya belum tentu prosesnya cocok dengan brand dari temen-temen yang membaca ini, jadi artikel ini mungkin dijadikan inspirasi dan guideline ajah untuk kemudian di modifikasi dan kemudian idenya di eksekusi sesuai dengan kebutuhan dan strategi brand dari kita masing-masing.
Ok let's go
1. Buat Campaign Untuk Apa
Nah ini dulu hal yang paling penting dirumuskan kalo mau buat campaign untuk brand kita, TUJUANNYA apa? Mau ningkatin Awareness? Mau Ningkatin Sales? Mau memperbanyak Subscriber? Mau memperbanyak Traffic ato sekedar mau ngabisin budget promosi karena kebanyakan dan bakal ditanya bos kalo tidak habis hehe. Mengapa penting? karena tujuan akan membuat kita bisa merumuskan dengan spesific banyak hal yang terkait dengan campaign yang ingin kita lakukan mulai dari media yang digunakan, program detail yang dikeluarkan, alokasi budget yang digunakan sampai pengukuran efektivitas seperti apa yang akan dilakukan.
Showing posts with label Creative Sales Behavior. Show all posts
Showing posts with label Creative Sales Behavior. Show all posts
Jul 1, 2016
Apr 18, 2013
Nasi Goreng Online, Ide Gua NIh!!
Ide ini sebetulnya sudah dua tahun ke belakang saya pikirkan untuk membuat Nasi Goreng Delivery karena saya lihat belom ada Brand yang serius menggarap ini, bukan tidak ada namun coba sebut 1 nama Brand yang khusus menjual Nasi Goreng dengan berbagai varian rasa?
Lupa saya sudah membahasnya dengan siapa saja, namun setidaknya ide ini sudah saya bahas lebih dari ratusan orang haha, baik itu secara individu maupun ketika sharing melalui seminar-seminar yang kebetulan saya menjadi pembicaranya. Bahkan sopir kantorpun saya share ide ini agar bisa menjadi usaha sampingan karena saya yakin betul jika dikelolah dengan professional dan kreatif bisnis ini akan sangat menguntungkan, berapa sih modal nasi Goreng hehe.
yah waktupun berlalu, ide yah tinggal ide yang tidak pernah ada realisasinya sampai satu hari saya sedang asik nonton datanglah seorang teman membawa sebungkus nasi goreng "eh asik nih bisa delivery, ada macem-macem lagi menunya, nih flyernya", rasanya dunia ini seperti berhenti berputar dan bumi ini seperti berguncang *Hyperbola abis* haha. Sial, ide yang selama ini saya yakin akan berhasil malah dijalankan sama orang lain, nah melihat teman-teman saya sering sekali memesan Nasgor tersebut makin kesel deh nih hati sembari ngomong "ah konsepnya kurang Ok masih, kalo gua buat yang seperti ide gua pasti akan lebih berhasil", Anda tahu, omongan ini 3 bulan lalu, apakah saya sudah membuat Nasgor "idaman" saya tersebut? TIDAK
Sering tidak menjumpai hal seperti ini? atau bahkan Anda alami sendiri di mana Ide-ide yang menurut kita hebat, akan sukses dan pasti bisa berjalan sama sekali tidak ada realisasinya sampai saat ini? Atau ide kita yang keren tiba-tiba dijalankan oleh orang lain dan sukses? Coba yuk kita telaah, dan semoga setelah membaca ini kita tidak lagi membiarkan ide itu "ngangur" dan akhirnya kita tangisi karena orang lain yang menjadikan itu uang.
1. Kuncinya adalah Action
Lupa saya sudah membahasnya dengan siapa saja, namun setidaknya ide ini sudah saya bahas lebih dari ratusan orang haha, baik itu secara individu maupun ketika sharing melalui seminar-seminar yang kebetulan saya menjadi pembicaranya. Bahkan sopir kantorpun saya share ide ini agar bisa menjadi usaha sampingan karena saya yakin betul jika dikelolah dengan professional dan kreatif bisnis ini akan sangat menguntungkan, berapa sih modal nasi Goreng hehe.
yah waktupun berlalu, ide yah tinggal ide yang tidak pernah ada realisasinya sampai satu hari saya sedang asik nonton datanglah seorang teman membawa sebungkus nasi goreng "eh asik nih bisa delivery, ada macem-macem lagi menunya, nih flyernya", rasanya dunia ini seperti berhenti berputar dan bumi ini seperti berguncang *Hyperbola abis* haha. Sial, ide yang selama ini saya yakin akan berhasil malah dijalankan sama orang lain, nah melihat teman-teman saya sering sekali memesan Nasgor tersebut makin kesel deh nih hati sembari ngomong "ah konsepnya kurang Ok masih, kalo gua buat yang seperti ide gua pasti akan lebih berhasil", Anda tahu, omongan ini 3 bulan lalu, apakah saya sudah membuat Nasgor "idaman" saya tersebut? TIDAK
Sering tidak menjumpai hal seperti ini? atau bahkan Anda alami sendiri di mana Ide-ide yang menurut kita hebat, akan sukses dan pasti bisa berjalan sama sekali tidak ada realisasinya sampai saat ini? Atau ide kita yang keren tiba-tiba dijalankan oleh orang lain dan sukses? Coba yuk kita telaah, dan semoga setelah membaca ini kita tidak lagi membiarkan ide itu "ngangur" dan akhirnya kita tangisi karena orang lain yang menjadikan itu uang.
1. Kuncinya adalah Action
Apr 9, 2013
Frank & Mike, The King of Negotiation
Salah satu acara tv show favorit saya adalah The Pickers yang ada di channel History. The Pickers ini bercerita mengenai dua sahabat kecil Frank and Mike, yang memiliki bisnis penjualan barang bekas. Untuk mencari list barang bekas yang mereka ingin jual, mereka berkelana ke seluruh pelosok Amerika, mendatangin tempat-tempat terpencil untuk mendapatkan barang bekas yang mereka inginkan.
Nah proses ketika mereka berkunjung ke satu tempat ke tempat lainnya inilah yang sangat menarik untuk ditonton dan pelajari, selalu ada orang baru yang harus mereka temui dan selalu ada strategi negosiasi yang berbeda yang harus dilakukan sehingga mereka bisa membeli barang bekas yang mereka inginkan sesuai dengan harga yang mereka inginkan tentunya.
To be honest, saya sudah lama ingin menulis sharing inspirasi mengenai acara ini, nah ada kesempatan akhirnya saya bisa membagi ke teman-teman inspirasi dan Frank & Mike ini, coba yuk kita diskus satu per satu.
A. Cintai apa yang Anda lakukan
Nah proses ketika mereka berkunjung ke satu tempat ke tempat lainnya inilah yang sangat menarik untuk ditonton dan pelajari, selalu ada orang baru yang harus mereka temui dan selalu ada strategi negosiasi yang berbeda yang harus dilakukan sehingga mereka bisa membeli barang bekas yang mereka inginkan sesuai dengan harga yang mereka inginkan tentunya.
To be honest, saya sudah lama ingin menulis sharing inspirasi mengenai acara ini, nah ada kesempatan akhirnya saya bisa membagi ke teman-teman inspirasi dan Frank & Mike ini, coba yuk kita diskus satu per satu.
A. Cintai apa yang Anda lakukan
Mar 19, 2013
Amplop Warna Pink
Tulisan ini ingin saya buka dengan sebuah pertanyaan. Amplop warna apa yang digunakan oleh 99 persen orang ketika mengirimkan lamaran kerja? Coklat. Ok pertanyaan berikutnya, buka lowongan kerja di koran tempat Anda tinggal, dari 100 lowongan yang ada di koran tersebut, coba hitung berapa banyak lowongan yang menuliskan "Kirim Lamaran Dengan Amplop Coklat"? Ada berapa? Saya berani bertaruh dari 100 tidak lebih dari 5 perusahaan atau bahkan tidak ada sama sekali.
Nah pertanyaan selanjutnya yang sangat menggelitik saya selama ini adalah mengapa semua lamaran yang dikirim menggunakan amplop warna coklat? Muncullah jawaban dari hasil survey saya iseng yaitu
1. Udah standart kirim lowongan begitu
2. Soalnya udah biasa seperti itu kalo kirim lowongan
3. Lah emang harus warna apa?
Inilah contoh Lack of Creativity yang sudah melanda banyak pelamar kerja dari dulu sampai hari ini. Coba saya lanjutkan pertanyaan saya, jika Anda melamar ke perusahaan besar di mana ribuan orang melamar ke tempat tersebut dan semua pelamar mengirimkan amplop warna coklat, coba kira-kira kapan lamaran Anda di buka? Kapan Anda punya kesempatan test psikologi atau wawancara dan pertanyaan lebih dalam lagi, memangnya pasti dipanggil dari 10 ribu amplop coklat yang ada di HRD perusahaan tersebut?
Dec 10, 2012
Telor Colombus
"Saya punya dua buah telur, siapa yang bisa mendirikan telur ini di lantai yang datar ini tanpa bantuan alat apapun bakal saya ajak jalan-jalan keliling dunia mencari pulau-pulau terbaru", tantangan ini tentu saja menarik minat banyak orang karena hadiahnya sangat menarik "paket wisata bersama Columbus" hehe.
1 orang kemudian mencoba dan gagal, orang kedua mencoba dan gagal dan seterusnya sampai orang ke 1000 tetap tidak ada yang berhasil mendirikan telur tersebut. Akhirnya tantangan ini ditutup karena tidak ada lagi yang mau mencoba karena tantangan tersebut terlihat "mustahil" di lakukan. Colombus pun kemudian berkata "Ok sudah tidak ada lagi yang mau mencoba? Masak sih tidak ada yang sanggup mendirikan kedua buah telur ini di lantai" Suara diam pun terhening sampai ketika Colombus ingin kembali bersuara muncul seorang anak kecil "saya mau coba paman bus, boleh ga?", "oh silahkan" kata Colombus.
Anak itu kemudian maju mendekati telur tersebut, dipecahkannya ujung masing-masing telur dan simsalabim berdirilah telur tersebut di lantai dengan tegapnya tanpa bantuan alat apapun. Semua orang di tempat itu terdiam sampai ada yang nyeletuk "ah kalo gitu sih gua juga bisa".
Nov 19, 2012
Ayam dan telor akhirnya terjawab mana duluan
Ini sebuah kisah yang tidak pernah habis perdebatannya, antara mana duluan ayam atau telor, semua punya argumen dan bahkan saya pernah dengar ada yang meneliti secara ilmiah dengan sebuah kesimpulan bahwa Ayam duluan, saya lupa alasan ilmiahnya apa haha.
Nah ayam telor ini menjadi inspirasi dari tulisan saya kali ini di mana saya selalu bertanya-tanya mengapa perdebatannya harus mengarah pada pertanyaan "Ayam atau Telor mana duluan?" dan dari pertanyaan ini muncullah dua jawaban, yang pertama adalah ayam yang kedua adalah telor (terserah mau dibalik, saya ga mau memperdebatkan ini).
Apakah otak kita kekurangan kreatifitas untuk menemukan sebuah jawaban yang pada akhirnya memculkan kemungkinan baru? Bagaimana dengan jawaban bahwa Ayam dan Telor ternyata di ciptakan Tuhan secara bersamaan, di mana si ayam melihat ada telor di dekatnya kemudian di eraminya dan akhirnya dia punya Anak? Mungkin ga? Yah mungkin ajalah toh semua itu terserah sama yang Di Atas, tapi setidaknya jawaban ini lebih Out Standing dan Out of Crowd, punya differensiasi hehe #narsis.
Oct 22, 2012
4 Inspirasi Bisnis Bebek Garang
Beberapa hari lalu, saya berbincang-bincang dengan seorang pengusaha kuliner besar di Bandung bernama Ali Bagus, pemilik restoran Bebek Garang. Yang kami bicarakan bukan hanya jenis aspek kuliner yang dihasilkan, tetapi juga cara sang pemilik restoran menjalankan usaha kulinernya sehingga menghasilkan jenis aspek kuliner yang sekarang dikenal oleh masyarakat banyak.
Restoran Bebek Garang sudah berdiri sekitar hampir 5 tahun. Dan Ali tidak melalui cara-cara instan untuk mencapai semua itu. Banyak hal yang ia terapkan untuk meraih tujuannya. Berdasarkan pengalaman pemilik sekaligus pengelola restoran tersebut, beberapa strategi yang Beliau lakukan diantaranya adalah:
1. Set a Mind of an Entrepreneur
Strategi ini memang terlalu lumrah untuk dibahas. Tapi pada kenyataannya memang strategi inilah yang paling kuat diantara strategi lainnya. Menjadi pengusaha menurut Ali adalah menjadi orang yang siap rugi. Bagaimana bisa. Tujuan menjadi pengusaha adalah untuk mendapatkan profit yang besar, mengapa menjadi pengusaha adalah menjadi orang yang siap rugi?
Subscribe to:
Posts (Atom)






