Showing posts with label advertising. Show all posts
Showing posts with label advertising. Show all posts

Jan 4, 2017

Perusahaan Banyak Keluarga

Hehe judul sudah cukup verbal bukan, dan ini sesuatu yang sangat lazim terjadi di dunia bisnis, BANYAK KELUARGA di dalam bisnis. Salah? Yah tentu saja tidak salah, kenapa harus salah? Asal keluarga yang berkerja di dalam perusahaan bekerja secara professional dan sesuai dengan aturan perusahaan.

Masalahnnya .....? hehe, yah pada prateknya keluarga yang berkerja di dalam perusahaan sering kali menjadi sumber masalah yang sulit untuk ditangani mulai dari karena orang tersebut kebetulan juga pemegang saham keluarganya, kurang kompeten dalam pekerjaan, unsur enak tidak enak di level management untuk memberikan teguran yang biasa diterapkan di karyawan non keluarga atau prilaku yang terpaksa "dimaklumi" karena .... "yah ga enak lah keluarga sendiri".

Hal ini jika dibiarkan dalam jangka panjang malah akan menjadi potensi yang membuat perusahaan kita malah menjadi tidak produktif, tidak berjalan secara profesional dan yang paling buruk kemungkinan yang bisa terjadi malah mejadi bumerang perpecahan yang punya impak buruk terhadap perusahaan di masa yang akan datang, rasanya jika harus memberikan contoh cukup banyak bisnis yang akhirnya pecah dan berakhir dengan keributan keluarga, either itu bisnisnya masih terus jalan dengan rusaknya hubungan keluarga atau bahkan bisnisnya bubar akibat keluarga.

Namun disisi lain tidak kita pungkiri bahwa Keluarga juga menjadi faktor competitive advantage yang sangat sulit ditiru jikalau mereka memang berkerja secara professional, punya kompetensi kerja yang tinggi, loyalitas yang luar biasa serta dedikasi yang sulit ditemukan di level karyawan non keluarga pada umumnnya, dan satu hal yang juga sangat penting keluarga bisa DIPERCAYA, jargon yang sudah lama ada dan hidup di dalam dunia bisnis.

Jadi, bagaimana kita membangun bisnis yang Banyak keluarga di dalamnya?

1. Competence di Bidangnya

May 1, 2013

4 Ide Manfaatin Iron Man


Asiiik para penggemar koleksi Marvel pasti udah pada gak sabar nungguin seri terakhir dari iron man yang satu ini, iron man 3. Tony Stark yang super cerdas dan mempesona itu bakalan beraksi lebih seruuu di seri yang ketiganya ini.

Gak Cuma iron man 3, kisah cerita marvel lainnya kayak hulk, spiderman, dan superhero lainnya yang bikin penasaran. Yah, memang seperti inilah hal yang biasa terjadi di para penikmat film. Kalau sebuah film diangkat dari sebuah komik atau novel, orang kebanyakan akan membandingkan mana yang lebih membawa emosi mereka masuk ke dalam isi cerita.

Cara-cara produksi film dan penggelut bisnis yang satu area ini, memang jago dalam meningkatkan rasa penasaran khalayak ramai. Trailer udah masuk 2-3 bulan sebelum filmnya tayang. Banyak juga yang kasih pre-order buat booking kursi nonton lebih dulu , macem-macem deh. Nah, sekarang saya mulai singgung nih. Kamu, sebagai pelaku bisnis, udah memanfaatkan momentum yang seperti ini belum?

Momentum seperti hadirnya film-film baru baik dari dalam dan luar negeri, bisa jadi ladang ide kreatif untuk kamu bikin promo yang unik dan menarik. Apa saja bisa kamu ide-in. mulai dari mascot bisnis kamu yang pakai topeng iron man, menu iron man, special gift botol minum gambar iron man, banyaaaak. Tapi, kenapa sih mesti memanfaatkannya? Nih alasannya, simak baik-baik!

1. Focus

Aug 13, 2012

National Night, Give Birth to A Nation


Ask: “Why you eating a mint baby?” 
Answer: “So, I can kiss you on a face”

Dua kalimat di atas adalah kata-kata pembuka pada sebuah video campaign “National Day” yang dibuat oleh Pemerintah Singapura yang bekerja sama dengan produk permen Mentos.

Angka kelahiran yang terus menurun di Singapura (fenomena ini dilihat dari “Angkatan baby-boomer” yang sudah berusia diatas 65 tahun, dan kecenderungan untuk tidak menikah di usia 31-34 tahun), membuat pemerintah Singapura “memutar otak” untuk melakukan beberapa upaya dan program untuk membuat penduduk yang sudah menikah untuk memiliki anak (dalam konteks creative sales kami sebut: conversion) atau memilki anak lebih banyak (istilah creative sales: buy more/repetition), dan juga penduduk nya yang belum menikah menjadi menikah dan memiliki anak (istilah creative sales: akuisisi/acquisition).

Aug 1, 2012

5 Cara Ampuh Meningkatkan Traffic Website Anda!


Sudah menjadi salah satu syarat, jika Anda berbisnis melalui internet Anda perlu memiliki “rumah” atau “kantor” atau “toko” Anda di internet yaitu berupa website. Banyak brand yang tidak berjualan melalui internetpun membangun website perusahaan/produk mereka, karena saat ini banyak orang yang “berkeliaran” di internet, kondisi ini mendatangkan peluang bagi brand untuk dapat berkomunikasi/membangun awareness melalui media internet, seperti memanfaatkan Google Search atau Social Media.

Namun banyak bagi para pebisnis yang telah memiliki website tetap memiliki permasalahan dengan tidak adanya traffic yang mengunjungi web mereka. Boro-boro ada penjualan jika traffic web Anda seperti kuburan. Dari data yang sempat disebutkan oleh Andi Sjarif (Founder SITTI) bahwa tingkat konversi pengunjung web Anda menjadi pembeli adalah rata-rata di angka 1,5% saja! Nah, terjawab kan kenapa selama ini belum juga terjadi peningkatan penjualan di web Anda, lantaran tidak adanya juga pertumbuhan traffic Anda.

Pertama! Pastikan Anda MENGUKUR Traffic Anda!
Sebelum saya jauh-jauh menerangkan cara meningkatkan traffic, saya ingin memastikan selama ini Anda mengukur traffic di web Anda. Mengapa harus di ukur? Tentu saja, karena jika tidak Anda tidak bisa tahu sudah sampai mana perkembangan website Anda dan kata guru kita, Peter F. Drucker : We can’t improve what we can’t measure. Jadi penting sekali untuk memasang alat ukur traffic di web Anda. Paling sederhana dan gratis adalah fasilitas yang diberikan Google melalui GA (Google Analytics). Anda bisa akses melalui www.google.com/analytics. Jika Anda tidak memiliki programmer atau orang yang bisa “memasangkan” GA ini pada web Anda, Anda bisa search tutorialnya di Google (banyak yang men-share cara memasang GA baik untuk web maupun blog).


Jul 31, 2012

5 Ilmu Wajib Bagi Sales Person


ACTION itulah tema besar yang saya dapatkan setelah seharian kemarin mengikuti Business Gathering yang di adakan oleh salah satu Perusahaan Training di Indonesia. Banyak topik bahasan seputar bisnis, dari mind set berpikir, kerangka menjadi bisnis owner, cara berhitung how we can maximize the profit sampai sedikit membahas 5 hal yang yang penting bagi seorang sales di lapangan.

Nah seharian mengikuti Training ini ada 5 tips singkat yang berhubungan dengan NLP dan sales dilapangan yang menrurut saya cukup menari untuk saya sharing di tulisan kali ini. Ok sebelum masuk pada point pembahasan nya coba kita lihat beberapa case penjualan dibawah:

Case 1.
Penjual : “Halo pak selamat pagi, perkenalkan nama saya A ........ Gini loh pak saya ingin menawarkan produk A ......... Kelebihan dari produk kami ini adalah A ............ intinya jika bapak/ ibu menggunakan produk kami bapak/ ibu bisa ........................


Marketer Wajib Baca: 5 Hal yang di Cintai Wanita


Satu waktu yang paling digemari oleh kaum wanita adalah saat berbelanja, itu kenapa sering kita temui sebuah kondisi di mal atau supermarket komposisi jumlah wanita yang biasa berbelanja relatif lebih besar dari jumlah pria. Saking spesialnya beberapa mall besar menyediakan khusus area parkir Ladies Only. Hal di atas diperkuat dengan data riset Nielsen pada tahun 2010 yang menyatakan jumlah konsumen pria yang berbelanja barang konsumsi harian (fast moving consumer good) pada 2010 hanya 26% dan sisanya didominasi oleh para wanita.

Fenomena ini merupakan gambaran bahwa pasar untuk produk-produk yang dijual di mall, supermarket atau minimarket masih dikuasai kaum wanita, sehingga sangat perlu untuk para pemilik brand lebih memahami psikologi wanita dalam membeli sebuah barang. Pada artikel kali ini kita akan bahas 5 hal yang dicintai wanita ketika belanja. Mari kita bahasa satu persatu.

1.Discount
Bagi retailer ini adalah senjata pamungkas untuk menggaet konsumen wanita, di satu waktu, salah satu mal di Bandung mengadakan midnight sale, cari tempat parkir pada malam itu sangat sulit sekali, lebih hebat lagi ketika saya sudah mulai masuk ke dalam mall saya lihat begitu banyak wanita mengantri untuk berlomba-lomba berbelanja membeli berbagai hal yang mereka suka. Jadi yang namanya discount pasti sangat dicintai oleh wanita “kebanyakan”, apakah bisa mengalahkan kecintaannya pada pria? Siapa yang tahu hehe.


Jul 29, 2012

5 Strategi Meningkatkan Penjualan di Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan, bulan penuh berkah dan berlimpah pahala bagi umat muslim sudah tiba, sebuah bulan dimana para umat muslim berlomba-lomba beribadah mencari pahala yang dijanjikan dilipat gandakan di bulan suci ini. Nah itu jika ditinjau dari sisi religinya, lalu bagaimana jika ditinjau dari konteks perilaku konsumennya?

Menurut pendapat saya pribadi pada bulan suci Ramadhan ini perilaku konsumen mengalami kecenderungan berubah menjadi lebih konsumtif, kecenderungan bagi para konsumen untuk spending uang lebih banyak khususnya untuk produk-produk sejenis kebutuhan pokok (bahan baku makanan, makanan olahan, atau makanan siap konsumsi).

Kondisi seperti ini bagi para pebisnis atau marketers merupakan sebuah momentum bagi mereka untuk meraup untung melalui berbagai program promosi yang biasanya dilakukan dengan menambah nilai #value bagi para konsumennya. Bagi para pelaku bisnis yang mau meraup untung di momentum bulan suci Ramadhan? berikut ini mungkin beberapa contoh case upaya yang dilakukan oleh para pebisnis, yang bisa kita coba aplikasikan kedalam bisnis kita.


Blackberry: Antara Benci dan Cinta

“Life was much easier when apple and blackberry were just fruits”

Penggalan kalimat diatas sudah seringkali saya baca dan diulas di beberapa media on line, kadang saya pikir ada benarnya juga ya.. hahahaha.... but, saya hanya ingin memberikan beberapa pemikiran dan sedikit opini dimana saat ini (di Indonesia khususnya) blackberry seolah-olah menjadi salah satu “must have” gadget. Saya sendiri baru saja menggunakan gadget dengan sistem operasi android, hal ini saya lakukan juga hanya karena beberapa aplikasi penting yang hanya bisa di akses menggunakan sistem operasi iOS dan android.

Keputusan menggunakan android, tidak serta merta membuat saya tidak lagi menggunakan blackberry,hmmm... aneh memang, ada banyak hal yang membuat kita seringkali begitu kesal, sekaligus begitu “mencintai” blackberry kita. Kesal karena sering hang dan lemot, tapi sekaligus tidak bisa meninggalkannya begitu saja, bahkan setelah memiliki gadget lain yang memiliki banyak akses ke aplikasi lebih canggih, tetap saja kita tidak bisa meninggalkan blackberry.

Banyak hal terkait di Blackberry yang membuat kita sebagai pengguna sangat sulit sekali berpindah hati untuk tidak lagi menggunakan blackberry, misalnya seperti:


The Next King of Asia

“Because i’m nauhty, naughty. Hey! I’m Mr Simple”  

kira-kira ini lirik yang dinyanyikan salah satu Boys Band Korea "Selatan" –Suju, yang akhir-akhir ini begitu booming di kalangan remaja Indonesia, sampai-sampai rekan kantor saya setiap hari menyanyikan lagu-lagu Suju sambari kerja. Booming-nya Suju dan banyak Boys Band dan Girls Band Korea ini mungkin pembahasan yang sudah sering kita dengar atau baca di banyak artikel dan berita beberapa bulan terakhir ini. Fenomena mulai berkuasanya Industri Korea di seantero dunia ini , tidak semata-mata terjadi pada Industri musiknya saja. Tetapi ternyata menular di berbagai bidang industri lain. Bahkan beberapa kalangan sudah menyatakan bahwa Korea adalah negara adikuasa Asia ketiga setelah Cina dan Jepang.

Jika kita kaji lebih dalam lagi, saat ini yang menggila-gilai produk-produk Korea tidak hanya para remaja ABG yang rela mengantri panjang untuk mendapatkan tiket konser , bergaya rambut dan berpakaian ala korea bahkan sampai ada FansClub yang dinamai Elf Indonesia. Masyarakat dewasa juga ternyata ga kalah hebohnya walaupun dengan produk yang berbeda. Lihat geliat Samsung dengan produk Androidnya, membuat beberapa kalangan sudah mulai rela menggantikan kefanatikannya dari produk-produk Blacberry dan apple kepada produk-produk yang diusung oleh Samsung, dari mulai Samsung Galxi Young sampai Samsung S3.

Cowok sekarang cowok feminin

Wah.. bentar lagi saya disamperin sama banyak cowok-cowok yang ga terima sama judulnya nih hehe.. tapi judul ini sebenarnya hanya gambaran perubahan karakteristik target market pria terutama di kota-kota besar. Seperti apakah perubahan itu? Dan apakah ada dampaknya bagi Anda? Terutama Anda yang memiliki produk dengan target market yang sesuai?

Sebenarnya ide awal saya menuliskan artikel ini adalah saat saya jalan-jalan ke toko olahraga Adidas dan melihat-lihat model terbaru dari berbagai sepatu futsal. Wah.. jadi saya yang suka sama model-model sepatu futsal cowok-cowok jaman sekarang ini. Mengingat Adidas merupakan salah satu brand besar di industri pakaian olahraga, sudah tentu Adidas merupakan salah satu trendsetter dari sisi style. Dan kenapa saya bisa suka? Karena permainan warna dari sepatu-sepatu model terbaru tersebut mempermainkan warna-warna feminin : pink, putih, oranye, hijau muda dan jika ada warna biru pun adalah biru “gonjreng” dipadukan dengan oranye yang ga kalah “gonjreng”nya. Perpaduan permainan warna yang berani dan material sepatu yang berkualitas baik menjadikan totally sepatu itu keren.

Jul 22, 2012

The Secret Ingredient is... Nothing!


Mr. Ping: The secret ingredient is... nothing! 
Po: Huh? 
Mr. Ping: You heard me. Nothing! There is no secret ingredient. 
Po: Wait, wait... it's just plain old noodle soup? You don't add some kind of special sauce or something? 
Mr. Ping: Don't have to. To make something special you just have to believe it's special. 
Po: There is no secret ingredient... 

Nah ingat percakapan di atas? Yah percakapan Po (Kungfu Panda) dengan ayahnya ketika Po bertanya apa resep rahasia dari Noodle Soup yang dibuat oleh ayahnya. "There is no secret ingredient", untuk membuat sesuatu yang sukses kita hanya perlu percaya bahwa hal tersebut akan menjadi sukses, mengapa percaya itu penting? Karena dari rasa "percaya" inilah kita bisa mendrive tenaga, pikiran, uang dan komitmen untuk mencapainya.

Kebetulan saya mengelolah satu akun bisnis di twitter di mana pertanyaan tentang rahasia untuk bisa menjadi pengusaha sukses selalu menjadi top question seolah-olah ada sebuah rahasia bagaimana "sukses" itu bisa dicapai. Anda akan kecewa dengan jawabannya karena akan berkisar pada Niat, Belajar, Komitmen, kerja keras dan Doa. Intinya sama seperti yang dikatakan ayah Po, tidak ada secret ingredient, kita hanya perlu percaya apa yang kelak kita akan jalani akan sukses.

Jul 20, 2012

Ga Mau Susah tapi Mau Sukses? Baca Nih


Saya yakin hampir semua orang di dunia menyadari bahwa kesuksesan sebuah bisnis kuncinya adalah di kapasitas dan kualitas dari orang-orang yang menjalankan roda bisnis tersebut. Tapi terkadang yang membuat munculnya hambatan sebuah bisnis adalah tidak sinkronnya antara pola berfikir perusahaan dan pola berfikir karyawannya. Masing-masing sedapat mungkin berusaha untuk mengoptimalkan keutungan pihaknya, tanpa berusaha mensinergikan kepentingan kedua belah pihak. Lebih parah lagi jika salah satu memiliki pemikiran yang tidak produktif. Padahal jika keduanya bersatu hasilnya akan menjadi  luar biasa untuk keduanya.

Dalam artikel ini saya coba membahas dari sisi seorang karyawan. Terkadang pada sebagian karyawan (tidak untuk semua karyawan tentunya), saat bekerja berfikir, gimana caranya saya bisa bekerja yang sedikit, ga cape tapi bisa mendapatkan income yang besar di tempatnya bekerja. Pemikiran seperti ini sebenarnya adalah pemikiran yang 100% salah karena akan menjerumuskan karyawan tersebut pada titik dimana mereka tidak akan berkembang dan pasti akan berdampak juga pada perkembangan perusahaan. Ada 3 alasan yang menjadi dasar kenapa pemikiran itu salah :

Pertama : Uang Mendekati Orang Berkualitas
Coba, sebutkan 3 jenis perusahaan yang mencari karyawan pemalas! Cari coba dari sabang sampai merauke dari perusahaan skala kampung sampai perusahaan skala internasional. Jawabannya pasti tidak ada. Yup betul itu kenapa di Indonesia yang katanya jumlah pengangguran terbuka saat ini mencapai angka 7 Juta orang (data BPS Feb 2012), padahal kalau saya sering bicara dengan banyak pelaku bisnis mereka sering mengeluh kekurangan karayawan. Lha bingung kan 


Jul 17, 2012

Ferrari Taxi & WOM Strategy


Beberapa hari ini cerita heboh ttg mmcab, taksi porsche & ferrari yg wira-wiri di Jakarta, heboh di bicarakan dan diulas di berbagai forum. Kehebohan terjadi karena hal-hal janggal terjadi, ya, seperti kita semua tahu bahwa jenis mobil yg disebutkan (porsche & ferrari) termasuk dalam kategori mobil mewah, yang rasanya jika di jadikan sebagai kendaraan operasional taksi akan membuat nya “turun derajat”, apalagi dari kicauan official twitternya @mm_cab mengklaim bahwa tarif nya tarif bawah, bahkan sampai tgl 18 Juli 2012 tarif nya gratis tis, wah, mana mungkin BEP alisa balik modal kalau mengenakan tarif bawah.

Kehebohan belum selesai, ter”jaring” juga komentar dari pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, bahwa ternyata MMCab ini belum mengantongi ijin untuk beroperasi sebagai angkutan umum (alias nomor polisi B 888 MMC dan B 999 MMC berpelat kuning ini tidak pernah dikeluarkan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya), so.. tergolong angkutan liar, belum lagi dari dan berita ini meluas sampai terliput di detik news 

10 Reasons Twitter For Media Placement


Beberapa tahun kebelakang ketika sebuah bisnis dihadapkan dengan sebuah kebutuhan media placement (promosi) mungkin kita akan langsung terasosiasi kedalam beberapa media yang masih bersifat konvensional yang biasa digunakan sejak jama dulu, sampai pada akhirnya beberapa tahun terakhir ini muncul dan berkembang social media yang salah satunya adalah si burung Twitter yang pada awal kemunculannya diperuntukan sebagai media sosial (interaksi sosial secara online). 

Dalam perjalanannya si burung kini berkembang menjadi sebuah bisnis salah satunya selain sebagai channel pemasaran adalah sebagai channel media placement (promosi). Nah berbicara mengenai fungsi sebagai channel media placement (promosi) disini saya hanya ingin sedikit berbagi pandangan pribadi mengenai 10 alasan kenapa kita harus memilih bahkan mulai untuk mempertimbangkan alokasi budget promosi melalui media twitter.

1. Low Cost High Impact
Twitter saat ini seringkali diidentikan dengan media “low cost high impact”, why? Yah karena memang biayanya sepengalaman saya lebih rendah dibandingkan dengan media konvensional dalam beberapa case pemasaran. Misal kita ambil contoh bagaimana Ma Icih bisa sukses dengan memanfaatkan twitter sebagai saluran promosinya. Bayangkan bila brand Ma Icih dibangun dengan media seperti TV ataupun billboard, berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk menjangkau pasar secara nasional di bandingkan dengan twitter?


Jul 9, 2012

5 Alasan Beli ID Twitter


Suatu hari di masa lalu (udah lama ceritanya) salah satu tim saya di creasionbrand memberikan kabar yang cukup membuat saya terkejut "mas ada akun twitter yang mau dijual nih, 70 ribu follower dengan harga 5 juta rupiah" ... setempo saya dia dulu karena ini kali pertama saya mendengar hal seperti ini di twitterland. "oh yah jawab saya, yah sudah beli sajah" tanpa pikir panjang saya minta tim saya tersebut untuk membeli akun tersebut, tentu bukan kelak akun tersebut saya ganti menjadi nama saya hahaha tapi banyak hal yang ingin saya pelajari mengenao fenomena twitter di Indonesia ini.

"tapi mas?" wah ada tapinya guman saya, "itu 5 juta tidak termasuk nama/ brand akunya, cuma followernya ajah, kita harus ganti sendiri nama akunnya, kalo mau sama akunnya harganya lebih mahal" wah aya aya wae ini sipenjual twitter haha, bisaan ajah menjual akun twitter pake *syarat dan ketentuan begitu. "yah sudha beli ajah tanpa akunya, kita ganti sendiri" minta saya kepada tim saya tersebut.

Ada 3 hal yang membuat saya penasaran dan akhirnya memutuskan untuk membeli akun tersebut sebetulnya:

1. Is it real human?
Dan ternyata? Yes followernya real human, saya lakukan tracking bagaimana cara si "penjual" membangun follower akun tersebut dan pada satu kesimpulan bahwa akun-akun followernya memang betul human bukan BOT (walaupun tidak menutup kemungkinan yah). Selain tracking, saya juga membuat 'conversation" di akun yang saya beli tersebut dan memang terjadi conversation di akun tersebut walaupun sedikit sekali persentasenya.

Apr 29, 2012

3 Best Practice Online Media for B2B


Online Media ga bisa buat bisnis B2B... Ah kata siapa????

Salah satu hal yang sering saya lakukan beberapa tahun ke belakang adalah perihal memberi edukasi seputar peluang yang ditawarkan oleh medium internet dalam meningkatkan performa penjualan sebuah perusahaan. Tidak hanya di level manajerial, namun banyak pula para business owners yang masih belum sepenuhnya memahami mengenai korelasi antara manajemen Social Media dengan performa penjualan mereka.

Dalam kategori perusahaan yang terdiri dari B2C (business to consumer) dan B2B (business to business) tentu memiliki strategi dan manajemen Social Media yang berbeda, tapi pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menciptakan Brand Equity yang terdiri dari :

Brand awareness
Bagaimana masyarakat online dapat mengetahui produk /brand Anda

Brand association
Bagaimana masyarakat online mengenal produk dengan asosiasi yang tepat

Perceived Quality
Bagaimana masyarakat online dapat mengetahui secara mendalam hal-hal positif dari brand Anda

Brand Loyalty
Bagaimana Anda melakukan pendekatan secara online kepada konsumen Anda dapat membeli produk Anda kembali dan bahkan merekomendasikannya

Apr 22, 2012

4 Kunci Engagement di Social Media



Mempelajari lebih dalam Social Media Bible karangan Lon Safco cukup menarik, terutama dalam pembentukan pola pikir bagaimana kita terjun memanfaatkan Social Media sebagai kendaraan meningkatkan Brand Equity.

Salah satu yang menarik dan akan saya share melalui artikel ini adalah berkaitan dengan Engagement Strategies, di mana Safco menetapkan adanya 4 pilar dalam membangun engagament tersebut. Dan berikut ini akan saya cantumkan pula beberapa contoh yang bisa memberi inspirasi agar kita semua bisa langsung mengaplikasikannya ke brand yang kita kelola.

Untuk mempermudah memahaminya, saya gambarkan dalam modeling pilar di atas, yaitu bahwa dalam memastikan topangan engagement brand dengan target marketnya di Social Media membutuhkan 4 elemen yang terdiri dari Communication, Collaboration, Educate dan Entertainment.

Like to Undress


Sebuah campaign memang sebaiknya dibuat dengan sebuah tujuan yang jelas apakah itu untuk menambah jumlah fans, ataupun meningkatkan engagement dengan audience dan konsumen.

Buat saya, pertama kali melihat campaign Brand Stussy Amsterdam – Like to Undress: Smart!! Terlepas dari tema campaign nya yang “Sensual” (tentu tidak cocok untuk di Indonesia) saya kira campaign ini cukup cerdas dan mampu memanfaatkan sisi keingintahuan manusia. Memancing orang dengan ajakan reveal something yang membuat orang lain penasaran memang salah satu kunci menarik yang seringkali “dimainkan” oleh para brand manager atau marketer, hanya saja dalam hal ini Stussy Amsterdam cukup cerdas menerapkan dalam campaign nya.

Secara garis besar campaign ini sebenarnya menampilkan seorang wanita dengan pakaian lengkap, berlapis-lapis dan bertopi. Yang perlu dilakukan oleh visitor hanyalah meng klik Like button, maka yang terjadi adalah si wanita akan melepaskan atribut yang digunakannya satu persatu, setiap klik like dari visitor akan menyebabkan si wanita menanggalkan atribut yang digunakannya, tapi kita tidak bisa meng klik lebih dari satu kali. Karena kita tdk bisa mengklik lebih dari 1 kali, maka disediakanlah tombol “share” dan “invite to undress”, jadi ibaratnya kalau kita ingin melihat si wanita semakin banyak menanggalkan atribut, kita harus meminta teman atau kenalan kita untuk meng klik juga tombol “like to undress”

Apr 16, 2012

5 Rahasia Salesman Sukses


Pada suatu kesempatan diskusi bersama rekan-rekan pengusaha muda, terlontar sebuah pertanyaan yang sederhana tetapi merupakan problem bagi banyak pelaku usaha ataupun semua orang yang memiliki pekerjaan di bidang penjualan. “Saya punya produk, setiap saya menjajakan produk, selalu saja konsumen yang saya tawari menolak dan terlihat tidak antusias ketika mendengarkan penawaran yang saya tawarkan, kira-kira apa ya sebabnya?”

Dalam dunia bisnis, jualan atau bahasa kerennya selling merupakan tolak ukur utama sebuah bisnis dianggap sukses atau tidak. Secara teori didefinisikan sangat sederhana yaitu ada produk yang diminati konsumen kemudia ada pembeli, sisanya kita tinggal pertemukan jadilah penjualan,,,hehehhe gampang ya. Problemnya adalah pada realisasinya di dunia nyata, tidak semudah itu mendeskripsikan definisinya di lapangan. Faktor kehandalan produk, kemampuan si penjual, persaingan dan kondisi “mind” konsumen punya peran dalam keberhasilan sebuah proses jualan.

Dalam artikel ini saya akan lebih banyak membahas dari sisi penjualnya, bagaimana sih walaupun konsumennya tidak tertarik atau produknya biasa-biasa saja penjualan tetap saja ada peluang untuk bisa terjual? Okay kita ungkap satu persatu.

Apr 15, 2012

8 Tips Personal Branding via Linkedin




“Linkedin, the world's largest professional network with more than 150 million members worldwide and over 25 million members in Asia Pacific, today announced it has surpassed the one million professional member milestone in Indonesia source http://press.linkedin.com”

Siapa yang sudah menggunakan linkedin “bukan hanya punya akunnya yah” hehe? Walaupun sudah cukup lama muncul memang linkedin belum sepopuler twitter atau facebook di Indonesia, usernya seperti press release dari blog linkedin baru tembus 1 juta user, coba bandingkan dengan facebook yang hapir 40 juta atau twitter yang sudah melewati 5 juta user.

Padahal tahukan Anda, linkedin ini menyimpan potensi besar bagi para pelaku bisnis, contoh klien saya pernah berujar bahwa sekarang mencari profesional kunci di perusahaan salah satunya melalui linkedin atau salah satu headhunter yang saya kenal juga berujar hal yang sama, salah satu sumber informasi untuk merekrut professional handal adalah melalui linkedin.

Dua contoh di atas menunjukan bahwa linkedin memiliki potensi yang besar bagi seorang personal untuk membangun personal brandingnya. Dengan begitu tentu, “nilai” diri kita akan bisa meningkat selain tentu jaringan kita akan semakin luas. Nah coba yuk kita diskus beberapa tips untuk membangun personal branding via linkedin (baca juga personal branding via twitter di sini).