Showing posts with label demarketing. Show all posts
Showing posts with label demarketing. Show all posts

Apr 29, 2012

3 Best Practice Online Media for B2B


Online Media ga bisa buat bisnis B2B... Ah kata siapa????

Salah satu hal yang sering saya lakukan beberapa tahun ke belakang adalah perihal memberi edukasi seputar peluang yang ditawarkan oleh medium internet dalam meningkatkan performa penjualan sebuah perusahaan. Tidak hanya di level manajerial, namun banyak pula para business owners yang masih belum sepenuhnya memahami mengenai korelasi antara manajemen Social Media dengan performa penjualan mereka.

Dalam kategori perusahaan yang terdiri dari B2C (business to consumer) dan B2B (business to business) tentu memiliki strategi dan manajemen Social Media yang berbeda, tapi pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menciptakan Brand Equity yang terdiri dari :

Brand awareness
Bagaimana masyarakat online dapat mengetahui produk /brand Anda

Brand association
Bagaimana masyarakat online mengenal produk dengan asosiasi yang tepat

Perceived Quality
Bagaimana masyarakat online dapat mengetahui secara mendalam hal-hal positif dari brand Anda

Brand Loyalty
Bagaimana Anda melakukan pendekatan secara online kepada konsumen Anda dapat membeli produk Anda kembali dan bahkan merekomendasikannya

Apr 22, 2012

4 Kunci Engagement di Social Media



Mempelajari lebih dalam Social Media Bible karangan Lon Safco cukup menarik, terutama dalam pembentukan pola pikir bagaimana kita terjun memanfaatkan Social Media sebagai kendaraan meningkatkan Brand Equity.

Salah satu yang menarik dan akan saya share melalui artikel ini adalah berkaitan dengan Engagement Strategies, di mana Safco menetapkan adanya 4 pilar dalam membangun engagament tersebut. Dan berikut ini akan saya cantumkan pula beberapa contoh yang bisa memberi inspirasi agar kita semua bisa langsung mengaplikasikannya ke brand yang kita kelola.

Untuk mempermudah memahaminya, saya gambarkan dalam modeling pilar di atas, yaitu bahwa dalam memastikan topangan engagement brand dengan target marketnya di Social Media membutuhkan 4 elemen yang terdiri dari Communication, Collaboration, Educate dan Entertainment.

Like to Undress


Sebuah campaign memang sebaiknya dibuat dengan sebuah tujuan yang jelas apakah itu untuk menambah jumlah fans, ataupun meningkatkan engagement dengan audience dan konsumen.

Buat saya, pertama kali melihat campaign Brand Stussy Amsterdam – Like to Undress: Smart!! Terlepas dari tema campaign nya yang “Sensual” (tentu tidak cocok untuk di Indonesia) saya kira campaign ini cukup cerdas dan mampu memanfaatkan sisi keingintahuan manusia. Memancing orang dengan ajakan reveal something yang membuat orang lain penasaran memang salah satu kunci menarik yang seringkali “dimainkan” oleh para brand manager atau marketer, hanya saja dalam hal ini Stussy Amsterdam cukup cerdas menerapkan dalam campaign nya.

Secara garis besar campaign ini sebenarnya menampilkan seorang wanita dengan pakaian lengkap, berlapis-lapis dan bertopi. Yang perlu dilakukan oleh visitor hanyalah meng klik Like button, maka yang terjadi adalah si wanita akan melepaskan atribut yang digunakannya satu persatu, setiap klik like dari visitor akan menyebabkan si wanita menanggalkan atribut yang digunakannya, tapi kita tidak bisa meng klik lebih dari satu kali. Karena kita tdk bisa mengklik lebih dari 1 kali, maka disediakanlah tombol “share” dan “invite to undress”, jadi ibaratnya kalau kita ingin melihat si wanita semakin banyak menanggalkan atribut, kita harus meminta teman atau kenalan kita untuk meng klik juga tombol “like to undress”

Apr 16, 2012

5 Rahasia Salesman Sukses


Pada suatu kesempatan diskusi bersama rekan-rekan pengusaha muda, terlontar sebuah pertanyaan yang sederhana tetapi merupakan problem bagi banyak pelaku usaha ataupun semua orang yang memiliki pekerjaan di bidang penjualan. “Saya punya produk, setiap saya menjajakan produk, selalu saja konsumen yang saya tawari menolak dan terlihat tidak antusias ketika mendengarkan penawaran yang saya tawarkan, kira-kira apa ya sebabnya?”

Dalam dunia bisnis, jualan atau bahasa kerennya selling merupakan tolak ukur utama sebuah bisnis dianggap sukses atau tidak. Secara teori didefinisikan sangat sederhana yaitu ada produk yang diminati konsumen kemudia ada pembeli, sisanya kita tinggal pertemukan jadilah penjualan,,,hehehhe gampang ya. Problemnya adalah pada realisasinya di dunia nyata, tidak semudah itu mendeskripsikan definisinya di lapangan. Faktor kehandalan produk, kemampuan si penjual, persaingan dan kondisi “mind” konsumen punya peran dalam keberhasilan sebuah proses jualan.

Dalam artikel ini saya akan lebih banyak membahas dari sisi penjualnya, bagaimana sih walaupun konsumennya tidak tertarik atau produknya biasa-biasa saja penjualan tetap saja ada peluang untuk bisa terjual? Okay kita ungkap satu persatu.

Apr 15, 2012

8 Tips Personal Branding via Linkedin




“Linkedin, the world's largest professional network with more than 150 million members worldwide and over 25 million members in Asia Pacific, today announced it has surpassed the one million professional member milestone in Indonesia source http://press.linkedin.com”

Siapa yang sudah menggunakan linkedin “bukan hanya punya akunnya yah” hehe? Walaupun sudah cukup lama muncul memang linkedin belum sepopuler twitter atau facebook di Indonesia, usernya seperti press release dari blog linkedin baru tembus 1 juta user, coba bandingkan dengan facebook yang hapir 40 juta atau twitter yang sudah melewati 5 juta user.

Padahal tahukan Anda, linkedin ini menyimpan potensi besar bagi para pelaku bisnis, contoh klien saya pernah berujar bahwa sekarang mencari profesional kunci di perusahaan salah satunya melalui linkedin atau salah satu headhunter yang saya kenal juga berujar hal yang sama, salah satu sumber informasi untuk merekrut professional handal adalah melalui linkedin.

Dua contoh di atas menunjukan bahwa linkedin memiliki potensi yang besar bagi seorang personal untuk membangun personal brandingnya. Dengan begitu tentu, “nilai” diri kita akan bisa meningkat selain tentu jaringan kita akan semakin luas. Nah coba yuk kita diskus beberapa tips untuk membangun personal branding via linkedin (baca juga personal branding via twitter di sini).

Sribu Dot Com, Lampu Kuning Bisnis Design


Dunia online nampaknya selalu saja memberi kita kejutan salah satunya dalam konteks peluang bisnis dan creative sales, bener nggak sih? adalah sribu.com yang ditemukan oleh Ryan Gondokusumo pada pertengahan tahun 2011 bagi saya pribadi menjadi sebuah terobosan bisnis yang sangat briliant melalui media online. Mungkin jika sebelumnya individu atau sebuah perusahaan memiliki kebutuhan akan design mereka diharuskan mengharuskan menggunakan jasa dari pihak ketiga yang dalam hal ini biasanya adalah agency atau professional designer, kini sribu.com muncul sebagai solusi baru untuk menjawab kebutuhan mereka akan design.

Kalo saya amati sekilas mengenai sribu.com sebenarnya konsep bisnisnya sangat sederhana dimana sribu.com menjadi sebuah wadah bagi 11480 designer freelance  yang bisa ikut serta berkontribusi memberikan hasil karya designnya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari klien.

Mengenai sistem kerjasama antara sribu.com dan designer freelance sekilas saya simpulkan lebih pada request (brief) by project, dimana para designer freelance yang sudah mendaftar sebelumnya *(melakukan registrasi sebagai designer ke sribu.com) bisa ikut berkontribusi mengirimkan hasil karya designnya sesuai dengan brief dari klien *(dengan memilih beberapa brief yang masuk dari klien). Nah designer yang berpartisipasi mengirimkan hasil designnya, tinggal menunggu keputusan klien yang memilih satu design dari ratusan design hasil karya designer yang berpartisipasi. Bagi designer yang terpilih hasil karyanya, apa yang mereka dapatkan? mereka mendapatkan 80% dari total nilai jual, sedangkan sribu.com mendapatkan jatah 20% sebagai komisi.

Apr 10, 2012

7 Konten Twitter yg Sering di Retweet


“Bos, konten yang seperti apa sih yang menarik orang untuk melakukan retweet? Nah kalo banyak yang retweet khan peluang buat di follow dan orang kenal kita jadi semakin terbuka lebar hehe”.  Pertanyaan ini sering sekali ditanyakan kepada saya dalam berbagai kesempatan, dalam hati sih mau ngomong “salah tempat tanya om, wong tweet saya ajah jarang ada yang retweet” haha.

Memang ini menarik sekali untuk diskusikan, saya coba amati beberapa waktu ini melalui beberapa timeline yang saya follow maupun tim kantor manage serta sempat didiskusikan juga dengan rekan kerja sama di kantor pertanyaan di atas “konten seperti apa  yang bisa di retweet bahkan di favorite” oleh follower-follower kita di twitter. Tujuannya di RT yang macem-macem bisa agar informasi yang kita inginkan tersebar luas sampai menambah jumlah follower.

Coba yuk kita diskusikan beberapa strategi konten (menurut pengamatan pribadi saya dan hasil diskusi dengan rekan kerja di kantor) yang membuat follower kita dengan suka rela melakukan retweet.

Brand Name "SILIT"


Pertama kali melihat, membaca dan mendengar brand ini campur-campur rasanya: lucu (pengen ketawa), agak geli (cenderung negatif), bingung, aneh, dan pengen tau bagaimana asal mula si produsen memilih sebuah nama brand untuk produk alat memasak ini. Mungkin bagi orang Indonesia yang tidak mengerti boso jowo (bahasa daerah Jawa), brand name ini “no meaning” alias ga ada arti spesifiknya, tapi bagi sebagian orang yang mengerti dan menggunakan bahasa Jawa, akan kaget jika mendengar, melihat, mendengar atau membaca produk perlengkapan memasak dengan brand name seperti ini. 

Yah.... brand perlengkapan memasak yang saya maksud adalah SILIT, brand cookware asal Jerman yang saat ini mulai masuk menggarap pasar Indonesia. Dan yang membuat saya agak bingung, ternyata dalam bahas Jerman Silit juga tidak memiliki arti. Tapi kalo Anda orang jawa, arti Silid ini agak sedikit kurang enak didengar sebetulnya (coba lihat di sini artinya http://kamusslang.com/arti/silit). Saya kurang tau juga bagaimana pertimbangan strategi perusahaan ini sebetulnya dengan tetap menggunakan brand SILIT di Indonesia.

Melebarkan Sayap “market share” Melalui P.H.D (Pizza Hut Delivery)



Siapa sih yang nggak tahu Pizza Hut? belakangan kayaknya merk ini cukup gencar promo mengenai PHD di mana-mana dan salah satunya yang seringkali saya lihat melalui media billboard di beberapa titik jalan raya. PHD yang core businessnya menawarkan jasa Delivery Service makanan cepat saji yang dalam hal ini adalah “Pizza”, saya kira merupakan sebuah terobosan besar yang dilakukan oleh Pizza Hut dalam meningkatkan market share dimana ujung-ujungnya sudah pasti untuk ningkatin sales mereka.

Menarik, karena menurut saya Pizza Hut sendiri sebagai salah satu raksasa restoran cepat saji “fast food” yang menawarakan makanan “Pizza” ini sudah memiliki beberapa outlet yang tersebar di beberapa titik di Indonesia, dan mereka juga melayani jasa Delivery Service. Nah kira-kira apa yah alasan Pizza Hut melakukan sebuah terobosan besar dengan meluncurkan Pizza Hut Delivery atau belakangan yang lebih kita kenal dengan singkatan PHD? bukankah Pizza Hut sudah memiliki counter yang tersebar di seluruh Indonesia. Penasaran? yuk kita coba bahas.

Apr 2, 2012

Global Campaign with Local Brand Execution


Di artikel yang lalu, Ades Eco-Friendly, sebenarnya sudah sempat kami bahas tentang pegantian kemasan air minum dalam kemasan ADES yang keluar dari “pakem” per air minuman, yaitu mengusung tema go green. Disebutkan pula bahwa kami sempat melihat kemasan yang sangat mirip sekali dengan ADES sudah ada di negeri Sakura, Jepang.

Selidik punya selidik ternyata minuman tersebut (brand nya I LOHAS) memang memiliki induk company yang sama, yaitu The Coca Cola Company.  Dan ternyata di Jepang sendiri The Coca Cola Company lewat salah satu kemasan air mineralnya memang sedang memiliki campaign meminimalkan penggunaan plastik dengan cara meluncurkan kemasan air mineral yang lebih tipis. Selain meminimalkan penggunaan plastik, I LOHAS juga mengcampaignkan “cara menikmati” kemasan tersebut setelah kita menggunakannya:

Campaign serupa juga saat ini diterapkan oleh The Coca Cola Company untuk Indonesia, namun dengan pertimbangan yang lebih bijak menurut saya, yaitu tidak dengan “mendatangkan” brand I LOHAS ke Indonesia, tapi dengan mengadopsi konsep, desain, dan “cara menikmati” kemasan I LOHAS dengan penggunaan brand lokal Indonesia: ADES.

Mengusik Raksasa Mie Instant, Berani?


Tropicana slim mengeluarkan Mie Instant? Akhirnya setelah sekian lama menunggu. Sejak memulai hidup sehat "ceritanya" saya sering berandai-andai kalo kelak ada produsen yang mengeluarkan Mie Sehat low calories dan Less Sodium (garam) sehingga tidak perlu menderita dengan tidak lagi mengkonsumsi “mie instant” hehe.

Nah setelah sekian lama akhirnya Nutrifood melakukannya, mengeluarkan Mie “Sehat” Tropinaca Slim, Low Fat Noodles. Why it took so long haha. Mie Instant yang dibuat dengan proses dipanggang (bukan goreng) ini di klaim memiliki 40% calories dibandingkan mie instant biasa, lebih sedikit garam/ sodium dan Low fat. Jika saya perhatikan energi total 230 kkal yang tertulis di belakang kemasannya memang betul hampir setengah dari energi total 450 kkal mie instant biaya. Soal rasa juga pribadi saya langsung jatuh cinta deh, enak. Sedikit tips, RoastedDuck nya malah lebih enak dijadiin mie goreng daripada pake kuah haha.

Creative Sales, Beli Pulsa Gratis Hape

Wah-wahhhh headline iklan-iklan di industri operator selular kian hebohhh ya :D Selain industri operator selular yang memiliki belanja iklan besar juga adalah produk rokok. Tapi sayangnya (untungnya bukan sayangnya ya!) produk rokok memiliki banyak sekali batasan dalam berkomunikasi dalam iklan. Jadi yang paling seru untuk diamati ya tentu saja perang di antara komunikasi industri operator selular

Banyak memang yang menarik tapi beberapa minggu terakhir saya paling tertarik dengan dua kampanye promo yang sedang digencarkan oleh XL dan Esia ini. Esia keluar dengan kehebohan yang membuat orang mengaga, yaitu Beli Pulsa Gratis HAPE, wah-wah... saya sih belum mendengar ada promo yang sedahsyat ini nih... dan benar saja ternyata dengan beli pulsa 600.000 rupiah, konsumen bisa mendapatkan gratisan Hape yang bisa internetan pula.. dan pulsanya bisa mereka gunakan untuk keperluan apa saja tidak hanya paket internet.

Mar 27, 2012

Mau Meningkatkan Penjualan?

“Boss, produk gue bagus bgt lho, enak, coba loe rasain, loe pasti pengen makan lagi…tapi gue heran, knp ya pejualan gue ga sesuai perkiraan gue? Kata temenku ketika suatu hari kita sdh mendiskusikan bisnis makanan dlm packaging yg dia punya.

Seringkali kita sbg pemilik bisnis terheran-heran dg kondisi penjualan dari produk yg kita miliki. Sebelum membuat produk, padahal sdh di riset, dan mayoritas responden mengatakan produk kita bagus, dan mulailah dg percaya diri kita melempar produk kita ke pasar. Ternyataa mimpi indah cuma jadi pendamping tidur kita, kenyataannya penetrasi produk kita di pasar tdk sebagus yg dibayangkan, kenapa hayo?

Untuk mengungkap tabir rahasia ini, ayo kita bedah bareng2 knp kondisi itu terjadi pada banyak pelaku bisnis:


Mar 25, 2012

Social Media “A Golden Ways Or Instant Ways To Build Your Personal Brand”


Ada yang nggak setuju dengan judul di atas? Kalo nggak setuju jangan baca tulisan ini yah. He4 barusan aja buka twitter iseng-iseng cek-cek acoount orang,  nggak sengaja merhatiin di setiap saya cek account orang yang berbeda kenapa yah selalu ada account seseorang yang di profilenya dituliskan kalo dia itu memiliki spesialisasi tertentu “memiliki profesi khusus dimana dia diposisikan sebagai orang yang ahli dibidang tersebut”.  Nah ngeliat fenomena bermunculan dan menjamurnya account-account pribadi yang dimana memposisikan dirinya sebagai ahli atau spesialisasi di bidang tertentu merangsang saya untuk sedikit menulis mengenai fenomena ini.

Cek-cek profile account twitter orang-orang, dengan gamblang saya membaca berbagai spesialisasi yang mereka klaim, mulai dari yang namanya motivator, creativepreneur, conselor, financial advisor, health expert, nutristion expert, fintess advisor, business advisor & expert, hingga romance advisor juga ada. Fenomena kemunculan social media Twitter yang saat ini melebihi angka 5 juta user di Indonesia nampaknya dijadikan media oleh beberapa orang  yang sadar akan potensi social media dalam membangun Personal Branding mereka.

Ambil Hati Konsumen dengan Kustomisasi


Beberapa minggu yang lalu saya menyempatkan diri untuk sekedar berjalan-jalan ke kawasan Lembang, Jawa Barat. Melintasi jalan dengan pemandangan alam memang menyenangkan, tapi selain itu ada pemandangan unik yang “sedikit” mencuri perhatian saya. Di sepanjang jalan ke Lembang banyak sekali terdapat warung-warung kecil yang menjual beberapa makanan untuk “mengganjal” perut, namun yang saya amati menarik bukan makananya, tapi sign warung nya.

Seperti yang sering kita jumpai di jalan-jalan besar, banyak sekali warung2 yang sign maupun tembok nya disponsori oleh brand tertentu, seperti rokok, profider telpon, maupun minuman, dan biasanya sudah memiliki template khusus (yang seragam atau senada) dan disertai nama warung/toko tersebut.

Menariknya saya coba amati beberapa sign dari brand Torabika, saya melihat sang model yang digunakan terlihat sangat alami, bahkan terlihat seperti bukan model iklan/talent iklan yang biasa kita lihat di billboard-billboard ataupun iklan2 majalah. Dan dari segi photo editing juga terkesan tidak terlalu melalui proses editing yang maksimal. Bukan hanya dari segi foto, setelah saya amati di sepanjang jalan, ternyata “sang model” tersebut sangat banyak (orang yang berbeda-beda).

Mar 21, 2012

Strategi Toko Online



Pemandangan yang mulai membuat saya biasa jika mengunjugi detik.com beberapa waktu ini adalah banner dari blibli.com, salah satu toko online yang sepertinya sangat aktif mengeluarkan budget campaign untuk membangun brandnya sebagai toko online yang Bring a better life, simple, fun and experience dan set you free. Sepertinya bukan saya saja, jika cukup aktif di online rasanya toko-toko online seperti halnya blibli ini cukup banyak saat ini, agresive dalam melakukan komunikasi dan juga memberikan penawaran-penawaran yang sangat menarik agar orang berbelanja di tokonya.

Nah sekarang coba kita lihat sedikit data di bawah (mungkin sudah ada perubahan):

Dengan data seperti di samping, tidak salah memang saat ini toko online menjamur bak kacang goreng dibelantara dunia online, mulai dari yang menawarkan spesific produk/ brand sampai yang menjual berbagai produk mulai dari eletronic sampai produk kesehatan. Coba lihat beberapa daftar toko online dibawah (yg saya ketahui dan cukup aktif melakukan campaign di online)
http://www.tokone.com
http://www.tokopedia.com
http://www.marketnesia.com
http://www.rakuten.co.id
http://www.tokobagus.com
http://www.blibli.com

Konsumen khususnya online user saat ini memang sangat dimanjakan dengan semua kemudahan, fasilitas dan tawaran yang diberikan oleh toko-toko online yang ada saat ini, bayangkan saja diskon Samsung Notes atau Mcbook air (hampir 1 juta) yang dijual bisa membuat kita kucek-kucek mata dan ngecek dompet untuk berencana beli (baru rencana hehe, khan tetep cek dulu ke pusat eletronic), blom lagi varian brand yang dijual demikian beragam sehingga kita tidak perlu lagi susah-susah mencari apa yang kita perlukan dengan cara pergi ke pusat belanja.

Ades Eco-Friendly


Apakah ada yang sudah mengetahui bahwa brand air mineral Ades mengeluarkan kemanasan baru? Pergantian desain kemasan air mineral ini tidak hanya dari sisi desain label nya tapi juga dari sisi bentuk dan spesifikasi plastik yang digunakan.

Pada saat saya membelinya di sebuah kedai roti, saya sempat pangling dan bertanya hingga 2 kali ke si petugas, mbak ini Ades yang biasanya? Si petugasnya mengatakan betul, mereka mengganti kemasan, dan saya baru percaya saat membaca ada tulisan Coca Cola Company di kemasannya.

Masalahnya karakter desain yang Ades pilih sebagai identitas barunya ini meurut saya adalah karakter yang cukup di luar kebiasaan di industri air mineral di Indonesia. Salah seorang teman saya mengatakan bahwa karakter desain air mineral serupa ditemukan di Jepang, yang memang lebih mengarah pada alam dan embun (warna hijau), dan memang kenapa saya merasa ini sesuatu yang berbeda dan membuat pangling adalah yang biasanya air mineral menggunakan warna biru (seperti kemasan Ades sebelumnya), saat ini Ades lebih memilih keluar dari crowd dengan menggunakan warna hijau.

Mar 20, 2012

Agung Hercules, Brand, Fitness & Dangdut


Nah seperti yang saya sering katakan sebelumnya, media online saat ini memang sangat powerfull sekali, orang yang kemarin mungkin tidak dikenal, bahkan terdengar saja blom namanya tiba-tiba menjadi tenar dan dibicarakan banyak orang di social media. Lagi iseng buka portal online untuk baca-baca tiba-tiba melihat sosok Agung Hercules, penyanyi Dangdut Macho (Yoi Macho) dengan lagunya "ayo fitnes" "monalisa" "Astuti" ternyata sedang ramai dibicarakan di linimasa di twitter.

Siapa itu Agung Hercules, buset deh dari namanya ada waktu pertama baca muka saya mesem-mesem sendiri, paten nih orang membuat Brand Namanya, punya keunikan dan out of crowd, pas liat photonya buset ternyata beneran badannya kaya pelatih fitnes sesuai dengan brand name yang diusungnya wkwk. Dan tentu saja sebagai orang yang bergerak di bidang marketing ga tahan buat tahu lebih jauh mengenai Agung Hercules ini langsung deh search twitternya (9.626), video youtube (111 ribu penayangan) dan percakapan di twitternya jika dipantau dari twazzup juga cukup ramai. Kesimpulannya "bakal tenar nih orang"hahaha (pendapat pribadi loh, biasa media khan sekarang hunting berita di social media juga)


Fitnah yg Membahagiakan


Dalam satu bulan terakhir ini, banyak hal baik yang saya alami sendiri, membaca artikel di media massa maupun sharing dari teman-teman saya, baik itu komplain ataupun pujian tentang pelayanan dari berbagai Brand yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah kejadian yang menimpa salah satu teman yang diceritakan pagi ini, dengan bersemangat ia menceritakan bahwa minggu lalu mendapatkan sebuah kejutan luar biasa dari salah satu travel yang ada di Kota Bandung.

Awalnya pada hari Jumat minggu sebelumnya dia berniat untuk berpergian ke Jakarta mengunakan jasa sebuah travel, karena week end akhirnya hanya bisa mendapatkan tiket kepergian jam 22.00, padahal saat itu waktu masih menunjukkan pukul 18.00. Sebenarnya sih BT juga, tapi apa boleh buat demi sampai ke Jakarta hari itu juga akhirnya ia menunggu. Setengah jam menunggu, tiba-tiba seorang ibu menghampiri dan menawarkan salah satu tiket yang dimiliki dengan alasan anaknya tidak jadi ikut ke Jakarta. Jadilah akhirnya pergi jam 19.00, lumayan menghemat 3 jam nunggu ga jelas.

Mar 19, 2012

Social Movement via Twitter (Sebuah Apresiasi)



Dunia online selalu memberikan kita sesuatu yang menarik untuk dibahas dan dijadikan tulisan, sepertinya topik yang berhubungan dengan dunia online umumnya dan khususnya social media saat ini tidak ada habis-habisnya untuk didiskusikan. Ada-ada saja yang muncul dan membuat heboh di social media belakangan ini seperti Sinta-Jojo, Briptu Norman, Ayu Ting Ting, Kowawa dan  terakhir ini seorang abdi negara yang ganteng dari bandung yang sempat cukup ramai muncul di timeline.

Nah semua yang muncul di atas bukan yang saya ingin bahas hehe, saya malah tertarik dengan banyaknya muncul Social Movement di social media khususnya di twitter seperti jakarta berkebun, akademi berbagi, Blood4LifeID, NasehatBisnis, wrausahamuda mandiri dan berbagai ID lainnya baik dibuat oleh individu-individu yang memang peduli dengan aktivitas social ataupun yang digawangi oleh berbagai brand sebagai CSR, campaign atau apapun namanya.