Showing posts with label brand. Show all posts
Showing posts with label brand. Show all posts

Jul 27, 2018

Pelajaran dari F & B di Amrik

Kesempatan beberapa waktu lalu ke USA betul-betul memberikan banyak sekali inspirasi dan pelajaran yg bisa dipetik oleh saya pribadi dan tim tentunya. Kadang memang dipikir2 cukup banyak literatur online yang membahasa banyak strategi, taktik dan program di lapangan namun beda banget ketika kita melihat langsung, merasakan dan mengalami sendiri experience nya.

Sudah lama sebetulnya mau di share cuman di draft doang hehe, yah kebeneran siang ini lagi buka2 draft keliatan file ini, boleh lah dan izinkahn saya sharing.

1. Fast service industry (5 minutes’ food service)
Ini hal yg sangat menarik di mana banyak sekali restaurant dengan konsep Fast Food Fast service yang ada di Amrik dan sangat ramai dengan pembeli bahkan antrinya sangat Panjang tapi hebatnya bahkan kita tidak perlu menunggu lebih dari 5-10 menit untuk pesanan yang cukup banyak. Jika diperhatikan konsep2 Fast Food seperti ini sudah cukup banyak diadopsi di Indonesia khusus oleh Global Brand seperti Mc Donald, KFC dll di mana dengan membangun system Fast Food akan sangat mungkin bisnis bisa dijalankan dengan lebih efisien khususnya terkait karyawan.

Pertanyaan bagaimana dengan yang banyak menu? Nah ini juga menarik teryata konsep dengan banyak menu juga bisa dijadikan konsep Fast Food Fast Service, jumlah SDM efisien tapi revenue tetap besar dan menarik, menariknya di Indonesia konsep banyak menu ini sudah lama dan banyak kita jumpai melalui bisnis Nasi Padang dan Warung Tegal hehe.

So kesimpulan sebetulnya soal konsep di Indonesia kita punya banyak yang keren-keren tapi satu hal yang perlu dikembangkan dan diupgrade adalah bagaimana membangun konsep Fast Food Fast Service dengan standart tinggi yang meliputi Training, Konsep tempat serta memenuhui unsur Food Safety yang ketak.

2. Invest in technology 
Satu hal yang sangat terasa cukup massive di amrik adalah penggunaan teknologi dalam bisnis F & B, self service order, bayar sendiri pake kartu kredit atau bahkan order sebelum datang sudah menjadi hal umum di sana, malah dibeberapa kesempatan karyawan café sering kali kebingungan dengan uang kembalian karena mereka sangat jarang bertemu dengan konsumen yang bayar pake cash, dan udah bisa di tebak hehe kita turis yah biasa bayar pake cash.


Feb 27, 2018

10 Golden Rule Memulai Bisnis Kuliner

Sering sekali disetiap kesempatan workshop, training atau diskusi ringan saya ditanya "gimana mas memulai bisnis kulinernya dulu dari nol banget, tanpa pengalaman kemudian bisa berkembang seperti sekarang".

Klo ditanya bagaimana memulai saya mungkin bisa cerita panjang lebar hehe karena memang pengalaman memulai bisnis ini seru sekali untuk diceritakan dan mungkin bisa jadi sebuah buku sendiri.

Tapi melalui tulisan kali ini, saya mungkin mau mencoba merangkum 10 Golden Rule (biar keren ajah lah judulnya) ketika akan memulai bisnis kuliner khususnya sehingga mungkin temen-temen yang akan or ingin memulai bisnis punya sedikit gambaran dan arah sehingga kelak tidak "tersesat" di dunia yang keliatannya "enak" tapi sebetulnya sangat "kejam" yaitu dunia bisnis kuliner.

Oh iya sebelum saya mulai, jika temen-teman membaca artikel ini janji yah untuk menyebarkan link artikelnya ke group, sosmed dan ke kontak pribadi karena mungkin saja ada yang memerlukan or mungkin bisa menjadi manfaat bagi banyak orang yang membacanya. Janji yah, klo ga janji dilarang membaca tulisan berikutnya hehe.

Dec 20, 2017

"Membeli" Konsumen Masa Depan

"mas kayanya buat bisnis kuliner gampang yah, tinggal cari koki yg jago cari tempat dan minimal punya modal awal lah bisa tuh kita langsung berbisnis"

Yah BETUL 100%, ga ada yang salah dengan statement di atas klo cuman mau "buka" "punya" bisnis di bidang kuliner ato di bidang apapun lah, asal ga usah mikirin nanti soal omset berapa, dapat untung ato enggak, balik modal nya kapan, setelah beberapa lama bisnis masih jalan ato enggak yah sekali lagi BETUL 100% pernyataan diatas hehe.

Tapi sayangnya "buka" bisnis adalah pekerjaan yang paling gampang yang dilalui oleh setiap pebisnis, namun setelah "buka" pekerjaan berat yang akan menunggu adalah apakah bisnisnya mampu mendatangkan konsumen, bisa mencetak omset sesuai target, apakah profit bersihnya bagus dan sesuai target, apakah costnya terkontrol, apakah bisa dikembangkan menjadi bisnis yang lebih besar dan berbagai tantangan-tantangan lain yang tidak kalah sulitnya untuk dijalankan.

"wah jadi sulit banget juga kalo gitu yah" hehe klo setiap orang yg mau menjalankan bisnis memikirkan 2 paragrap di atas pasti mereka akan berpikir dan berhitung kembali yang artinya kalo tetap terjun sebagai pebisnis mereka pasti sudah betul-betul memperhitungkan setiap hal yang ada di 2 paragraph tersebut tentunya.

Nah beberapa tulisan ke depan saya akan coba membahas step by step terminologi business yang penting untuk setiap pebisnis untuk bisa sukses dan bisnisnya terus bisa berkembang tentunya. Apa ajah itu, Buy Leads, Buy Now, Buy More, Buy Often, Buy Recommendation.

Buy Lead (Mendatangkan Konsumen)

Jan 4, 2017

Perusahaan Banyak Keluarga

Hehe judul sudah cukup verbal bukan, dan ini sesuatu yang sangat lazim terjadi di dunia bisnis, BANYAK KELUARGA di dalam bisnis. Salah? Yah tentu saja tidak salah, kenapa harus salah? Asal keluarga yang berkerja di dalam perusahaan bekerja secara professional dan sesuai dengan aturan perusahaan.

Masalahnnya .....? hehe, yah pada prateknya keluarga yang berkerja di dalam perusahaan sering kali menjadi sumber masalah yang sulit untuk ditangani mulai dari karena orang tersebut kebetulan juga pemegang saham keluarganya, kurang kompeten dalam pekerjaan, unsur enak tidak enak di level management untuk memberikan teguran yang biasa diterapkan di karyawan non keluarga atau prilaku yang terpaksa "dimaklumi" karena .... "yah ga enak lah keluarga sendiri".

Hal ini jika dibiarkan dalam jangka panjang malah akan menjadi potensi yang membuat perusahaan kita malah menjadi tidak produktif, tidak berjalan secara profesional dan yang paling buruk kemungkinan yang bisa terjadi malah mejadi bumerang perpecahan yang punya impak buruk terhadap perusahaan di masa yang akan datang, rasanya jika harus memberikan contoh cukup banyak bisnis yang akhirnya pecah dan berakhir dengan keributan keluarga, either itu bisnisnya masih terus jalan dengan rusaknya hubungan keluarga atau bahkan bisnisnya bubar akibat keluarga.

Namun disisi lain tidak kita pungkiri bahwa Keluarga juga menjadi faktor competitive advantage yang sangat sulit ditiru jikalau mereka memang berkerja secara professional, punya kompetensi kerja yang tinggi, loyalitas yang luar biasa serta dedikasi yang sulit ditemukan di level karyawan non keluarga pada umumnnya, dan satu hal yang juga sangat penting keluarga bisa DIPERCAYA, jargon yang sudah lama ada dan hidup di dalam dunia bisnis.

Jadi, bagaimana kita membangun bisnis yang Banyak keluarga di dalamnya?

1. Competence di Bidangnya

Dec 30, 2016

Corporate Collaboration, Membangun Kekuatan Secara Berjamaah

Beberapa hari yang lalu saya sempat bertemu dengan beberapa pengusaha kuliner  yang kebetulan juga sahabat-sahabat baik saya di bandung, ada beberapa topik menarik yang sempat kita bahas salah satunya tentang Corporate Collaboration di mana hal ini akan menjadi sangat penting dalam setiap bisnis saat ini dan dimasa yang akan datang.

Seperti apa sih Corporate Collaboration itu? Saya ambil contoh sederhana ajah, jika kamu pengusaha Mie Ayam, pesaing kamu juga pengusaha mie ayam dan mungkin juga temen kamu yang lain bisnisnya juga menggunakan Mie yang sama, di sini muncul pertanyaan mengapa kamu, pesaing kamu dan teman kamu tidak berkolaborasi saja untuk mendapatkan harga terbaik untuk Mie nya? Misal kamu memiliki 5 cabang dengan pengambilan 3 ton per bulan, Pesaing kamu memiliki 3 cabang dengan pengembalian 1 ton per bulan dan temen kamu yang kebetulan juga pake Mie mengambil 1 ton per bulan.

Pertanyaannya? kira-kira dari 3 pihak (kamu, pesaing dan temen) dapat harga yang berbeda tidak? Bisa jadikan mungkin karena hubungan dekat dengan supplier mie, atau kontrak dll, pertanyaan selanjutnya, jika pembelian (kamu, pesaing dan temen) digabung artinya ada 5 ton per bulan, bisa tidak dijadikan bahan negosiasi ke supplier tersebut? Atau coba sekali waktu hitung HPP, bagaimana jika (kamu, pesaing dan temen) buat ajah sekalian perusahaan produksi Mie, bisa jadi bisnis baru, harga jual ke (kamu, pesaing dan temen) bisa lebih murah karena bisnis sendiri dan secara kualitas juga mungkin lebih terjaga, masuk akal?

Coba sedikit kita diskusikan, sisi manfaat besar dari Corporate Collaboration yang mungkin bisa menjadi bahan renungan buat pebisnis khususnya yang belum punya daya tawar yang kuat dan malah mungkin dalam beberapa hal menjadi beban karena dalam hal ini katakanlah memang perusahaan masih kecil dan blom di"anggap" oleh pihak2 di mana kita cukup bergantung dengan pihak tersebut.

1. Reduce Cost

Sep 11, 2016

Mau LAKU? Pahami Calon Konsumenmu

"Apa yang paling penting dalam berjualan mas biar laku?" Seringkali dalam banyak diskusi atau workshop pertanyaan ini muncul dari partner diskusi atau peserta workshop, pertanyaan yang membutuhkan jawabam Multi Dimensi haha. Mengapa, yah karena BIAR LAKU dalam bisnis itu tidak bisa berdiri sendiri atau terjadi hanya karena 1 faktor, sangat banyak faktor yang harus dipenuhi ketika produk kita ingin LAKU, misalnya saya kasih contoh apakah harga murah cukup untuk membuat produk kita LAKU? Bagaimana kalo semua orang menjual MURAH?

Atau contoh lain apakah dengan promosi yang gencar dengan budget besar akan pasti membuat produk kita akan LAKU? Kalo semudah itu tentu berlombah-lombah ajah promosi yang banyak dan gencar, tapi pada prakteknya banyak yang sudah promosi gencar produknya tetap ga LAKU dipasaran khan?

Jadi harus mulai dari mana sehingga kita bisa membuat produk yang kita jual akhirnya bisa LAKU di pasar dan bukan sekedar LAKU tapi terus LAKU dan mendatangkan keuntungan yang konsisten bagi kita?

Seperti yang sudah saya singgung, banyak tahap yang harus dilakukan oleh seorang pebisnis sehingga produknya bisa LAKU secara kontinue di pasar, namun jika ditanya, mulai dari mana maka secara pribadi saya akan memberikan jawaban mulailah dari PEMAHAMAN mengenai CALON KONSUMEN. Point jawaban ini ingin mengatakan bahwa;
  1. Bisnis itu dimulai dari menemukan dan memahami apa kebutuhan, keinginan dan ekspektasi calon konsumen. Siapa konsumen kita, berapa umurnya, tinggal di mana, ngapain ajah tiap hari dan berbagai informasi mengenai mereka.
  2. Produk diciptakan setelah tahap pertama dilalui, bukan sebaliknya, sudah ada produknya baru kemudian disesuaikan konsumennya siapa (biarpun pada prateknya inilah yang paling sering terjadi, biasanya orang sudah punya dulu ajah yang akan dijual baru kemudian mikirin konsumennya, tidak salah tapi hal ini bisa kita bahas lain kali)

Jun 28, 2016

Don't Give Up


Bukan style saya sebetulnya untuk menulis artikel yang lebih ke arah motivasi, tapi entah kenapa hari ini ingin sekali menulis artikel terkait motivasi DON'T GIVE UP.

Saya membuat tulisan ini terinspirasi dengan kemenangan bersejarah dari Cleveland Caveliers dengan Lebron James nya pada final NBA 2016, mengapa bersejerah dan sangat memotivasi karena untuk pertama kalinya dalam sejarah final tim yang tertinggal 1-3 dan masih memainkan 2 pertandingan tandang bisa berbalik dan memenangkan pertandingan final apalagi yang dihadapi adalah tim juara bertahan yang tahun lalu mengalahkan James dkk dan memiliki rekor menang kalah terbaik sepanjang sejarah NBA.

Beberapa hari kebelakang ketika tertinggal 3-1 pun saya sudah tidak pernah lagi mengecek pertandingan final karena saya beranggapan "sudah pasti kalah", tidak ada gunanya dilihat lagi haha, malah bikin BT, tapi sekali waktu iseng melihat berita, "loh udah 3-2", hari berikutnya "loh 3-3" dan benar-benar supprise beberapa hari kemudian Cleveland yang juara bukan Golden State, What...... How come .............

Sebagai pengusaha, apa yang bisa kita pelajari dari perjalan final NBA 2016 ini yang mungkin akan sangat bermanfaat bagi kita

Don't Give, It is Not Over Yet

Jul 20, 2013

5 Kiat Sukses Usaha Kecil

Bermimpi buat jadi pengusaha? Siapa sih yang nggak mau. Setiap orang yang bukan pengusahapun setidaknya pernah berpikir untuk jadi pengusaha. Lihat saja dalam kurun 3 tahun terakhir ini, di Bandung saja setidaknya sudah mulai menjamur pengusaha-pengusaha baru baik dari bisnis kecil, menengah dan besar.

Perkembangan bisnis dan teknologi saat ini memang secara tidak langsung mengubah paradigm cara berpikir manusia mengenai pola pemakaian dan pemanfaatan teknologo yang digunaka, sehingga salah satunya muncullah bisnis online yang bertebaran di facebook dan media internet lainnya.

Dengan didukungnya semakin bertambah banyaknya orang yang mulai membangun usaha, mulai banyak juga bertebaran aktifitas training dan seminar yang mengangkat dan mengusung tema sukses jadi pengusaha, entrepreneurship dan lain lain.

Tidak main-main harganya bisa dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Tapi sebenarnya apa sih yang perlu diperhatikan secara mendalam ketika kita ingiin ikut terjun menjadi pengusaha dengan memulai bisnis kecil-kecilan? Karena menjamur dan bertambahnya pebisnis-pebisnis baru diiringin juga dengan bertambah banyaknya pengusaha-pengusaha yang gagal dalam membangun bisnis. Namanya bisnis untung rugi itu biasa #katanya.

Nah berikut ini saya mau bagi-bagi tips lancer dan sukses dalam membangun usaha kecil-kecilan.

1. Mulai dari kesenang pribadi

Jul 11, 2013

Creating Sales via Crowd Sourcing

Buat yang suka online nampaknya akan cukup familiar dengan yang namanya sribu.com, tees.co.id, dan gantibaju.com, dibalik kesamaan diantara ketiganya yang merupakan sebuah bisnis berbasis online adalah metode “crowd sourcing” yang mereka gunakan salah satunya sebagai bagian dari upaya mereka menjalankan bisnisnya tersebut.

Nah apa sih crowd sourcing? menurut kamus dari William-Webster : “crowd sourcing merupakan praktek memperoleh layanan yang dibutuhkan, idem atau konten, dengan meminta kontribusi dari sekelompok besar orang, dan terutama komunitas online”.

Gampangnya sebagai gambaran untuk 3 role model yang sudah saya jelaskan, ketiganya menjadikan metode crowd sourcing menjadi bagian dari bisnis mereka misalkan sribu.com yang mengundang para desainer freelance professional untuk berkontribusi menjadi desainer sribu.com, jika karya mereka terpilih yang dapet bagian tentunya. Selanjutnya gantibaju.com yang mengkombinasikan jualan baju, dengan e-comerce, dan crowd sourcing dimana mereka membuak peluang bagi para desainer untuk kirim desain dan membuka toko sendiri, dan jika terjual mereka akan mendapatkan royalti, dan hal ini kurang lebih sama diaplikasi oleh tees.co.id yang mengajak masyarakat umum untuk buka toko sendiri untuk jualan.

Nah jika berbicara konteks community dan crowd sourcing tentunya akan sangat luas sekali pembahasannya, dengan demikian dalam tulisan kali ini saya akan batasi lebih pada bagaimana kita menjadikan community sebagai tenaga pendorong yang powerfull bagi bisnis atau brand kita di media online.

Penting tentunya terlebih saat ini internet, social media, dan community merupakan perkawinan yang sangat “sexy” terlebih jika kita bisa memaksimalkan dan mekolaborasinya dalam satu wadah. Oke tanpa panjang lebar langsung saja gan monggo dibaca point-point pentingnya dan semoga ada manfaatnya.

1. Find Right Costumer or Community

Jul 10, 2013

Wajib Buat Pebisnis, Office Sales Check Activites

"Gawat gua kalang kabut nih dengan perkembangan bisnis gua"
“Hah? Kok bisa sampai kalang kabut sih?”
“Hmmm gak tau juga nih gue kenapa tapi semua rada ga jelas hariannya, mulai dari report, hasil dan detail jalannya sales”

Ayo siapa yang merasa bisnisnya lagi kalang kabut? Percakapan diatas mungkin pernah Anda alami. Sebenernya sih ini cerita yang penulis alami, hihi. Tapi tenang, kalimat terakhir dari percakapan diatas adalah topik yang akan saya bahas kali ini, Manage Your Sales Activity. Ayo siapkan diri buat baca paragraf-paragraf yang akan saya paparkan ya. Dan..tetap fokus! Itulah cara ampuh untuk memperbaiki capabilitas organisasi perusahaan Anda khususnya dibagian sales.

Buat para pebisnis yang masih pemula nih, gak perlu nunggu harus mapan atau maju dulu kok baru kita bener-bener bikin sales activity. Justru, mulai dari sekaranglah, mulai dari yang kecil-kecil sajalah dulu, dan mulailah dari saat ini.  Yuk, kita buat activity sheet untuk mengontrol penjualan kita sudah selaris apa. Produk apa yang banyak digemari dan kurang begitu menarik perhatian para pelanggan tercinta kita.

Contoh kasusnya bisnis yang teman saya jalani. Selama keberjalanannya, dia gak tau produk apa yang paling laris, wong gak pernah dicatet. Dia juga gak tau kapan seharusnya dia ningkatin jumlah bahan baku untuk siap sedia dijual ke pasaran dan itu bisa habis di hari itu juga, wong gak pernah narget. Jangan pernah deh ngikutin jejak langkah teman saya tersebut, kalang kabut beneran deh. Dan kali ini, sudah cukup bisnis kita kalang kabut. Saatnya kita untuk Plan! Do! And Check!

Apa aja sih yang harus kita rencanakan? Lakukan? Dan cek? Nih, saya jabarkan dengan gaya bahasa yang umum :

1. Daily/ Weekly Target

Jul 9, 2013

Jual Pulsa Plus Asuransi

Banyak sekali aspek-aspek yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan untuk bisa menjaga kelangsungan bisnisnya. Memperkuat diferensiasi ataupun melakukan inovasi-inovasi pada bisnisnya adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kelangsungan bisnis. Seperti yang dilakukan oleh XL. PT. XL Axiata Tbk bekerja sama dengan Bisma & Equity Life Indonesia menciptakan pelayanan baru yaitu perlindungan asuransi jiwa kepada para pelanggan setia XL.

Case Study yang saya bahas di sini masih memiliki kaitan erat dengan 4C. Bedanya, di sini saya hanya fokus terhadao unsur C Competitor. Kita posisikan bahwa kita ini adalah si pemilik brand dari XL. Dengan pengembangan bisnis untuk menyediakan layanan asuransi jiwa pastinya konsep tersebut tidak datang tiba-tiba. Ada beberapa hal yang mereka analisa dan teliti terlebih dahulu. Di sini, saya akan fokus terhadap segi Competitor.

Tanpa kita sadari, terkadang hal yang membuat kita berubah menjadi baik dari hari ke hari itu karena adanya peranan para pesaing di industri yang sama. Para pesaing tidak selalu membawa hal buruk. Tetapi dengan menyadari bahwa kita memiliki kompetitor, hal ini bisa jadi solusi bagi para pemilik bisnis. Tentu saja dengan strategi dan persaingan yang sehat, adanya kompetitor bisa mendorong kita untuk memberikan dan meningkatkan kualitas pelayanan menjadi lebih baik dari waktu ke watu agar konsumen bisa menjadi loyal terhadap brand atau bisnis kita.

Banyak sekali manfaat dari kehadiran kompetitor terhadap perkembangan bisnis kita. Nah.. Apa saja faktor-faktor yang melatarbelakangi pengembangan konsep yang dilakukan oleh brand XL ini dengan mulai merambah industri asuranis jiwa dilihat dari segi kompetitor? Yuk, simak.

1. Memonitori Pesaing di Pasaran

Jun 7, 2013

6 Tips Instagram for Business

Kalo biasa ngomongin tips gimana memulai bisnis lewat Social Media Facebook dan Twitter, mungkin kali ini saya hanya ingoin sharring sedikit mengenai tips membangun bisnis lewat Social Media Instagram, karena dalam perkembangannya media ini juga salah satu media yang cukup favorit digunakan untuk bisnis selain Facebook dan Twitter, bahkan nggak jarang pelaku bisnis online mengkolaborasi tiga media tersebut sekaligus.

Nah kalo ngomongin Social Media for business, mau itu Facebook, Twitter, dan Instagram tentunya masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan membutuhkan sistem yang juga berbeda baik dalam eksekusi dan aplikasinya, walaupun memang untuk beberapa hal memiliki karakteristik yang sama hanya saja butuh sedikit penyesuaian.

Tulisan ini didasari dari sedikit pengamatan saya saja, mungkin masih banyak tips yang bisa dibahas namun semoga 6 tips ini bisa memberikan insight dan pencerahan untuk para digitalpreneur, Amin. So monggo dibaca saja.

1. Visual Is King
Some people say that “content is king”, well tentunya dong karena kalo kontennya nggak menarik jangankan orang mau klik mau baca aja udah males karena nggak menarik alhasil konten yang kita buat cuma numpang lewat di timeline. Nah karena kita sekarang ngomongin Instagram, content is king juga berlaku disini cuma memang konten yang dibuat lebih ditonjolkan pada aspek visual (gambar), mengenai kontek tekstual tentunya juga dibutuhkan namun biasanya informasi yang di share “straight to the point”, sebagai contoh kalo jualan baju langsung cantumin ukuran dan harga.

2. Hujan # (Hastag)

Jun 6, 2013

Sukses Gara-Gara Twitter

Wah udah nggak jelas aja nih judul artikelnya, hehhe. Apa sih yang jadi gara-gara dari Twitter? banyak banget!! Sampe banyak orang yang dibuat susah gara-gara twitter, senang gara-gara twitter, nggak aneh temen saya juga jadian sekaligus putus gara-gara twitter. ckck. Perkembangan Social Media memang makin bertumbuh setiap harinya, khususnya di Indonesia.

Beberapa hari yang lalu waktu baca salah satu artikel di internet tentang pertumbuhan Social Media di Indonesia, nggak heran banget kalo orang-orang di Indonesia jadi orang yang paling doyan nge-tweet no. 1 di Dunia! Nggak kebayang aja yah, ngocehnya tiap hari kayak gimana hehehe. Kota yang paling besar ocehannya itu di Jakarta, bahkan menurut informasi yang di dapet dari temen, popularitas televise udah kalah sama twitter di Jakarta. Ya wajar sih, gimana nggak tiap hari nongkrong di timeline banyak update berita lebih cepet.

Nah balik lagi ke gara-gara twitter, kemaren saya liat ada tukang becak di daerah rancaekek tiba-tiba jadi juragan keripik, yang awal mulanya jualan gorengan jadi juragan ayam goreng. Nahloh! Gara-gara twitter. yang udah keluar modal banyak buat dagang, jadi rugi terus-terusan juga gara-gara twitter :p. gimana enggak twitter buat dagang sama curhat disamain hehehe.

Anyway, kalo udah ngomongin twitter nggak bakalan ada habisnya. Sama kayak ngoceh, kalo udah hobi susah berhenti. Social media (khususnya twitter) yang berkembang di Indonesia ini bukan hanya sekedar platform social interaksi semata, selain itu fungsi dan peran dari twitter bisa di aplikasikan sebagai mesin pencari uang otomotis buat kantong Anda! *keren banget kayak MLM hehehe. Nah berikut ini saya mau share 2 kisah sukses pebisnis via twitter dengan strategi-strategi bisnis yang mereka lakukan, siapa tau ada yang bisa inspire Anda untuk melakukan yang lebih atau menciptakan ide ide baru.

1. Maicih – Reza Nurhilman (AXL)

May 2, 2013

Ga Mobile Friendly? Konsumen Bakal Pergi


Kalo ngomongin bisnis elektronik (e-commerce) sudah pasti website berbasis online store merupakan sebuah keharusan utama yang perlu dipersiapkan pertamakali, selain tentunya channel lainnya yang bisa kita maksimalkan seperti social media yang saat ini masih cukup booming di Indonesia baik untuk dijadikan sebagai salah satu channel penjualan ataupun media untuk membangun relasi dengan konsumen kita.

Balik ngomongin website berbasi online store sesaat saya menjadi terlintas mengenai perlunya mobile version dari sebuah website yang memang berbasi online store, sebenarnya hal tersebut dilandasi oleh pengalaman teman saya yang cukup sering membeli barang secara “online”. Saat itu saya menangkap sedikit kekecewaan teman saya yang tidak bisa membuka online store sebuah brand yang diakses melalui smartphone miliknya.

Kalo bayangin cerita tersebut mungkin ada benernya juga yah, kadang kalo lagi iseng-iseng buka-buka situs tertentu lewat perangkat gadget (smartphone) milik kita beberapa suka ada yang nggak bisa kebuka (non mobile friendly), dan kalo pun sekalinya kebuka loadingnya cukup lama. Nah dari situ timbul sebuah pertanyaan mengenai pentingkan keberadaan sebuah website berbasis online store dalam bentuk mobile version yang tentunya lebih friendly bagi mobile phone kita selaku konsumen?


May 1, 2013

4 Ide Manfaatin Iron Man


Asiiik para penggemar koleksi Marvel pasti udah pada gak sabar nungguin seri terakhir dari iron man yang satu ini, iron man 3. Tony Stark yang super cerdas dan mempesona itu bakalan beraksi lebih seruuu di seri yang ketiganya ini.

Gak Cuma iron man 3, kisah cerita marvel lainnya kayak hulk, spiderman, dan superhero lainnya yang bikin penasaran. Yah, memang seperti inilah hal yang biasa terjadi di para penikmat film. Kalau sebuah film diangkat dari sebuah komik atau novel, orang kebanyakan akan membandingkan mana yang lebih membawa emosi mereka masuk ke dalam isi cerita.

Cara-cara produksi film dan penggelut bisnis yang satu area ini, memang jago dalam meningkatkan rasa penasaran khalayak ramai. Trailer udah masuk 2-3 bulan sebelum filmnya tayang. Banyak juga yang kasih pre-order buat booking kursi nonton lebih dulu , macem-macem deh. Nah, sekarang saya mulai singgung nih. Kamu, sebagai pelaku bisnis, udah memanfaatkan momentum yang seperti ini belum?

Momentum seperti hadirnya film-film baru baik dari dalam dan luar negeri, bisa jadi ladang ide kreatif untuk kamu bikin promo yang unik dan menarik. Apa saja bisa kamu ide-in. mulai dari mascot bisnis kamu yang pakai topeng iron man, menu iron man, special gift botol minum gambar iron man, banyaaaak. Tapi, kenapa sih mesti memanfaatkannya? Nih alasannya, simak baik-baik!

1. Focus

Garap Market Berbeda? Why Not!


Beberapa hari kebelakang kebetulan saya melakukan perjalanan dinas ke Jakarta, dan kebetulan saat di jalan tol perhatian saya sekilas teralihkan oleh sosok travel Bandung – Jakarta bernama “transline”, sejenak saya berpikir oh mungkin brand bisnis travel baru, namun setelah saya cermati dan perhatikan dengan seksama balutan branding yang melekat pada armada yang masih baru tersebut saya melihat sebuah merk yang cukup familiar khususnya di industri jasa transportasi shuttel travel, adalah brand Cipaganti yang saya maksudkan.

Seperti diketahui Cipaganti bisa dibilang raksasa dalam industri transportasi dan tentunya memiliki unit bisnis yang masing-masingnya memiliki target market yang berbeda-beda, nah disini saya ingin sedikit membahas mengenai strategi Cipaganti yang mengembangkan unit service baru bernama “transline”, yang ternyata menyasar segmen lebih premium (middle up class), apa yang berbeda? Selain fasilitas penjemputan, berdasarkan observasi saya di jalan tol saat itu selain armada baru tentunya travel ini mengemas konsep double seat in every row (di setiap baris hanya ada dua kursi sehingga lebih luas) sehinggal konsumen lebih luas.

Oke balik lagi ke pembahasan, seperti diketahui Cipaganti yang sebelumnya sudah memiliki jasa travel Bandung – Jakarta dan ke beberapa kota lainnya untuk segmen middle, sebelum meluncurkan Transline yang diperuntukan untuk segmen premium, Cipaganti juga meluncurkan Star Shuttle yang memang ditujukan untuk segmen low. Nah dari uraian tersebut, tentunya menarik untuk bersama kita jadikan pembahasan dibalik strategi yang dilakukan oleh Cipaganti dengan melakukan pengembangan produk jasa untuk segmentasi yang berbeda.

1. Lihat Potensi Pasar

Apr 29, 2013

5 Inspirasi Bisnis Forrest Gump


Pada tau film Forrest Gump ga? Ini salah satu film yang terkenal di sekitar tahun 1990-an dan meraih banyak penghargaan. Iya sih emang film jadul, tapi film ini beneran bagus loh, baik dari sisi cerita maupun aktor yang terlibat di dalamnya.

Nah buat yang belum pernah nonton film Forrest Gump, singkat cerita film ini menceritakan perjuangan seorang laki-laki yang bernama Forrest Gump yang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata. Forrest sering jadi bahan ejekan teman-temannya, tapi dibalik kekurangannya itu ternyata dia memiliki kemampuan untuk berlari dengan sangat cepat. Dalam perjalanan hidupnya dia pernah menjadi seorang tentara, dimana ia mendapat banyak penghargaan karena kemampuan larinya yang cepat membuatnya dapat menyelamatkan banyak tentara dalam perang.

Setelah itu ia juga berbisnis udang bersama temannya, meski sempat gagal namun pada akhirnya dia sukses dengan bisnisnya tersebut. Setelah itu ia menjadi terkenal karena melakukan aksi lari mengelilingi Amerika Serikat selama beberapa tahun. Ok buat yang ingin lebih detil ceritanya langsung aja nonton filmnya yah. Nah yang mau saya bahas kali ini adalah ada beberapa hal yang bisa kita ambil pelajarannya dari film ini, khususnya buat yang mau mulai berbisnis nih.

1. Jadilah versi yang terbaik dari dirimu

Aug 15, 2012

Brand ke-Barat-Baratan perlu ga sih?


“Mih, beli Sunpride aja nih produk impor”, kira-kira begitula cuplikan percakapan suami-istri muda yang lagi belanja buah-buahan di Yogya Supermarket. Dalam hati saya cuma bergumam "apanya yg produk impor, perkebunannya di Lampung tuh!" Dan memang benar bahwa Sunpride adalah produk lokal Indonesia, jika di antara Anda yang selama ini menganggap itu produk impor, berarti PT. Sewu Segar Nusantara sebagai pengelola brand Sunpride ini telah sukses membangun brand yang ber-image produk impor. Dari sebuah acara buka puasa bersama, Martin M Widjaja, Acting Chief Executive Officer Sunpride menjelaskan bahwa 80 persen ragam buah produk yang dimiliki Sunpride, ditanam di Indonesia.

Ada lagi Krisbow, sebuah merk yang sering kita temui di Ace Hardware. Kira-kira menurut Anda  brand Krisbow ini berasal dari negara mana? Dengan desain yang berkarakter luar negeri, serta kualitas produk yang baik, bukan salah Anda jika menganggap Krisbow berasal dari luar negeri Aslinya? Ya produk lokal donk


Aug 13, 2012

National Night, Give Birth to A Nation


Ask: “Why you eating a mint baby?” 
Answer: “So, I can kiss you on a face”

Dua kalimat di atas adalah kata-kata pembuka pada sebuah video campaign “National Day” yang dibuat oleh Pemerintah Singapura yang bekerja sama dengan produk permen Mentos.

Angka kelahiran yang terus menurun di Singapura (fenomena ini dilihat dari “Angkatan baby-boomer” yang sudah berusia diatas 65 tahun, dan kecenderungan untuk tidak menikah di usia 31-34 tahun), membuat pemerintah Singapura “memutar otak” untuk melakukan beberapa upaya dan program untuk membuat penduduk yang sudah menikah untuk memiliki anak (dalam konteks creative sales kami sebut: conversion) atau memilki anak lebih banyak (istilah creative sales: buy more/repetition), dan juga penduduk nya yang belum menikah menjadi menikah dan memiliki anak (istilah creative sales: akuisisi/acquisition).

Aug 1, 2012

5 Cara Ampuh Meningkatkan Traffic Website Anda!


Sudah menjadi salah satu syarat, jika Anda berbisnis melalui internet Anda perlu memiliki “rumah” atau “kantor” atau “toko” Anda di internet yaitu berupa website. Banyak brand yang tidak berjualan melalui internetpun membangun website perusahaan/produk mereka, karena saat ini banyak orang yang “berkeliaran” di internet, kondisi ini mendatangkan peluang bagi brand untuk dapat berkomunikasi/membangun awareness melalui media internet, seperti memanfaatkan Google Search atau Social Media.

Namun banyak bagi para pebisnis yang telah memiliki website tetap memiliki permasalahan dengan tidak adanya traffic yang mengunjungi web mereka. Boro-boro ada penjualan jika traffic web Anda seperti kuburan. Dari data yang sempat disebutkan oleh Andi Sjarif (Founder SITTI) bahwa tingkat konversi pengunjung web Anda menjadi pembeli adalah rata-rata di angka 1,5% saja! Nah, terjawab kan kenapa selama ini belum juga terjadi peningkatan penjualan di web Anda, lantaran tidak adanya juga pertumbuhan traffic Anda.

Pertama! Pastikan Anda MENGUKUR Traffic Anda!
Sebelum saya jauh-jauh menerangkan cara meningkatkan traffic, saya ingin memastikan selama ini Anda mengukur traffic di web Anda. Mengapa harus di ukur? Tentu saja, karena jika tidak Anda tidak bisa tahu sudah sampai mana perkembangan website Anda dan kata guru kita, Peter F. Drucker : We can’t improve what we can’t measure. Jadi penting sekali untuk memasang alat ukur traffic di web Anda. Paling sederhana dan gratis adalah fasilitas yang diberikan Google melalui GA (Google Analytics). Anda bisa akses melalui www.google.com/analytics. Jika Anda tidak memiliki programmer atau orang yang bisa “memasangkan” GA ini pada web Anda, Anda bisa search tutorialnya di Google (banyak yang men-share cara memasang GA baik untuk web maupun blog).