"jadilah berbeda ato brand kita tidak akan bertahan hidup lebih lama". Yah dalam dunia bisnis, differensiasi adalah mantra penting yang betul-betul harus dipahami dan dimengerti serta dieksekusi dengan tepat oleh pemilik brand untuk bisa bertahan dan terus perkembang.
Nah masalahnya, dari pengalaman saya banyak menjadi speaker dan sharing, kebanyakan pebisnis khususnya UKM sering sekali tidak betul-betul mengerti sebetulnya apa itu Differensiasi, taunya hanya sekedar menjadi berbeda, menjadi unik, to be the one atau bahkan semua umat manusia dimuka bumi ini sampai bingung dengan apa yang dia jual kecuali dia dan Tuhan yang mengerti dengan apa yang sebetulnya lagi dijual.
Kebanyakan pebisnis juga kalo saya perhatikan sering tidak tepat dalam implementasi Differensiasi brandnya sehingga alih-alih menjadi faktor pembeda yang punnya daya ungkit dan menjadi "reason to buy", differensiasi yang "dia pikirkan" malah menjadi backfire or tidak punya impact sama sekali terhadap bisnisnya.
Membangun differensiasi brand di dalam bisnis merupakan hal yang cukup kompleks dan sulit terutama di kondisi saat ini dimana arus informasi, teknologi dan pengetahuan sangat mudah didapat dan dicari oleh banyak pihak khususnya kompetitor kita. Apa yang menjadi differensiasi hari ini (menurut kita katakanlah) bisa jadi menjadi basi esok hari karena tiba-tiba kompetitor atau orang lain membuat hal yang sama bahkan lebih baik.
Jadi, ada beberapa pendekatan yang bisa dijadikan acuan untuk membangun differensiasi yang kuat sehingga punya daya saing namun sekaligus tidak mudah ditiru oleh kompetitor tentunya.
1. Customer Intimacy Approach
Showing posts with label brand consultant. Show all posts
Showing posts with label brand consultant. Show all posts
May 3, 2017
Apr 3, 2016
Inovatif, Kata Elo ato Kata Siapa?
"Wuih inovatif banget yah cafe baru itu, konsepnya beda banget dengan yang lain, blom pernah ada sebelumnya di bandung yang seperti itu" ............ Beberapa kali 10 tahun ke belakang kalimat seperti ini sering sekali saya dengar, inovatif karena berbeda dan unik, namun ironi nya mostly tempat-tempat yang dikatakan inovatif tersebut sudah tidak terdengar lagi namanya dengan membukuhkan kerugian bisnis yang lumayan besar, kebetulan saya kenal dengan beberapa pemilik bisnisnya.
Or sering juga dibidang teknologi dan starup (yang lagi naik daun banget nih) kita melihat, membaca dan mendengar muncul teknologi-teknologi dan startup baru yang sangat inovatif bahkan kadang sampe kita sendiri bingung nawarin apa sebenernya teknologi dan startup tersebut, heboh di awal tahun dengan budget komunikasi dan media yang luar biasa besar namun akhirnya redup ditelan waktu.
Inovatif kha cafe-cafe yang sangat kreatif (kata orang), or teknologi or startup tersebut sebetulnya? Apa sebetulnya defininya sehingga seseorang, product, jasa ataupun apapun yang terkait dengan bisnis (karena bahasannya bisnis) bisa dikatakan inovatif? Apakah hanya karena Absoluttly Outstanding, Luar biasa keren, Amazing or sesuatu yang sangat baru bisa dikatakan sudah memenuhi syarat untuk dikatankan inovatif?
Ide Baru yang Butuh Validasi
Yap inovatif bukan hanya bicara menciptakan sesuatu yang baru di dunia ini menurut saya, ketika kita men kreasikan sebuah proses, produck atau apapun itu kemudian muncullah sebuah Ide baru yang bisa diimplementasikan di dalam bisnis kita itulah syarat awal sesuatu bisa dikatakan inovatif atau bahkan sesuatu yang sudah ada kemudian kita kembangkan dengan pendekatan yang lebih baru, lebih modern atau lebih kreatifpun bisa dikata inovatif kok, tapi kembali lagi itu baru syarat awal.
Jul 20, 2013
5 Kiat Sukses Usaha Kecil
Bermimpi buat jadi pengusaha? Siapa sih yang nggak mau. Setiap orang yang bukan pengusahapun setidaknya pernah berpikir untuk jadi pengusaha. Lihat saja dalam kurun 3 tahun terakhir ini, di Bandung saja setidaknya sudah mulai menjamur pengusaha-pengusaha baru baik dari bisnis kecil, menengah dan besar.
Perkembangan bisnis dan teknologi saat ini memang secara tidak langsung mengubah paradigm cara berpikir manusia mengenai pola pemakaian dan pemanfaatan teknologo yang digunaka, sehingga salah satunya muncullah bisnis online yang bertebaran di facebook dan media internet lainnya.
Dengan didukungnya semakin bertambah banyaknya orang yang mulai membangun usaha, mulai banyak juga bertebaran aktifitas training dan seminar yang mengangkat dan mengusung tema sukses jadi pengusaha, entrepreneurship dan lain lain.
Tidak main-main harganya bisa dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Tapi sebenarnya apa sih yang perlu diperhatikan secara mendalam ketika kita ingiin ikut terjun menjadi pengusaha dengan memulai bisnis kecil-kecilan? Karena menjamur dan bertambahnya pebisnis-pebisnis baru diiringin juga dengan bertambah banyaknya pengusaha-pengusaha yang gagal dalam membangun bisnis. Namanya bisnis untung rugi itu biasa #katanya.
Nah berikut ini saya mau bagi-bagi tips lancer dan sukses dalam membangun usaha kecil-kecilan.
1. Mulai dari kesenang pribadi
Perkembangan bisnis dan teknologi saat ini memang secara tidak langsung mengubah paradigm cara berpikir manusia mengenai pola pemakaian dan pemanfaatan teknologo yang digunaka, sehingga salah satunya muncullah bisnis online yang bertebaran di facebook dan media internet lainnya.
Dengan didukungnya semakin bertambah banyaknya orang yang mulai membangun usaha, mulai banyak juga bertebaran aktifitas training dan seminar yang mengangkat dan mengusung tema sukses jadi pengusaha, entrepreneurship dan lain lain.
Tidak main-main harganya bisa dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Tapi sebenarnya apa sih yang perlu diperhatikan secara mendalam ketika kita ingiin ikut terjun menjadi pengusaha dengan memulai bisnis kecil-kecilan? Karena menjamur dan bertambahnya pebisnis-pebisnis baru diiringin juga dengan bertambah banyaknya pengusaha-pengusaha yang gagal dalam membangun bisnis. Namanya bisnis untung rugi itu biasa #katanya.
Nah berikut ini saya mau bagi-bagi tips lancer dan sukses dalam membangun usaha kecil-kecilan.
1. Mulai dari kesenang pribadi
Jul 11, 2013
Creating Sales via Crowd Sourcing
Buat yang suka online nampaknya akan cukup familiar dengan yang namanya sribu.com, tees.co.id, dan gantibaju.com, dibalik kesamaan diantara ketiganya yang merupakan sebuah bisnis berbasis online adalah metode “crowd sourcing” yang mereka gunakan salah satunya sebagai bagian dari upaya mereka menjalankan bisnisnya tersebut.
Nah apa sih crowd sourcing? menurut kamus dari William-Webster : “crowd sourcing merupakan praktek memperoleh layanan yang dibutuhkan, idem atau konten, dengan meminta kontribusi dari sekelompok besar orang, dan terutama komunitas online”.
Gampangnya sebagai gambaran untuk 3 role model yang sudah saya jelaskan, ketiganya menjadikan metode crowd sourcing menjadi bagian dari bisnis mereka misalkan sribu.com yang mengundang para desainer freelance professional untuk berkontribusi menjadi desainer sribu.com, jika karya mereka terpilih yang dapet bagian tentunya. Selanjutnya gantibaju.com yang mengkombinasikan jualan baju, dengan e-comerce, dan crowd sourcing dimana mereka membuak peluang bagi para desainer untuk kirim desain dan membuka toko sendiri, dan jika terjual mereka akan mendapatkan royalti, dan hal ini kurang lebih sama diaplikasi oleh tees.co.id yang mengajak masyarakat umum untuk buka toko sendiri untuk jualan.
Nah jika berbicara konteks community dan crowd sourcing tentunya akan sangat luas sekali pembahasannya, dengan demikian dalam tulisan kali ini saya akan batasi lebih pada bagaimana kita menjadikan community sebagai tenaga pendorong yang powerfull bagi bisnis atau brand kita di media online.
Penting tentunya terlebih saat ini internet, social media, dan community merupakan perkawinan yang sangat “sexy” terlebih jika kita bisa memaksimalkan dan mekolaborasinya dalam satu wadah. Oke tanpa panjang lebar langsung saja gan monggo dibaca point-point pentingnya dan semoga ada manfaatnya.
1. Find Right Costumer or Community
Nah apa sih crowd sourcing? menurut kamus dari William-Webster : “crowd sourcing merupakan praktek memperoleh layanan yang dibutuhkan, idem atau konten, dengan meminta kontribusi dari sekelompok besar orang, dan terutama komunitas online”.
Gampangnya sebagai gambaran untuk 3 role model yang sudah saya jelaskan, ketiganya menjadikan metode crowd sourcing menjadi bagian dari bisnis mereka misalkan sribu.com yang mengundang para desainer freelance professional untuk berkontribusi menjadi desainer sribu.com, jika karya mereka terpilih yang dapet bagian tentunya. Selanjutnya gantibaju.com yang mengkombinasikan jualan baju, dengan e-comerce, dan crowd sourcing dimana mereka membuak peluang bagi para desainer untuk kirim desain dan membuka toko sendiri, dan jika terjual mereka akan mendapatkan royalti, dan hal ini kurang lebih sama diaplikasi oleh tees.co.id yang mengajak masyarakat umum untuk buka toko sendiri untuk jualan.
Nah jika berbicara konteks community dan crowd sourcing tentunya akan sangat luas sekali pembahasannya, dengan demikian dalam tulisan kali ini saya akan batasi lebih pada bagaimana kita menjadikan community sebagai tenaga pendorong yang powerfull bagi bisnis atau brand kita di media online.
Penting tentunya terlebih saat ini internet, social media, dan community merupakan perkawinan yang sangat “sexy” terlebih jika kita bisa memaksimalkan dan mekolaborasinya dalam satu wadah. Oke tanpa panjang lebar langsung saja gan monggo dibaca point-point pentingnya dan semoga ada manfaatnya.
1. Find Right Costumer or Community
Jul 10, 2013
Wajib Buat Pebisnis, Office Sales Check Activites
"Gawat gua kalang kabut nih dengan perkembangan bisnis gua"
“Hah? Kok bisa sampai kalang kabut sih?”
“Hmmm gak tau juga nih gue kenapa tapi semua rada ga jelas hariannya, mulai dari report, hasil dan detail jalannya sales”
Ayo siapa yang merasa bisnisnya lagi kalang kabut? Percakapan diatas mungkin pernah Anda alami. Sebenernya sih ini cerita yang penulis alami, hihi. Tapi tenang, kalimat terakhir dari percakapan diatas adalah topik yang akan saya bahas kali ini, Manage Your Sales Activity. Ayo siapkan diri buat baca paragraf-paragraf yang akan saya paparkan ya. Dan..tetap fokus! Itulah cara ampuh untuk memperbaiki capabilitas organisasi perusahaan Anda khususnya dibagian sales.
Buat para pebisnis yang masih pemula nih, gak perlu nunggu harus mapan atau maju dulu kok baru kita bener-bener bikin sales activity. Justru, mulai dari sekaranglah, mulai dari yang kecil-kecil sajalah dulu, dan mulailah dari saat ini. Yuk, kita buat activity sheet untuk mengontrol penjualan kita sudah selaris apa. Produk apa yang banyak digemari dan kurang begitu menarik perhatian para pelanggan tercinta kita.
Contoh kasusnya bisnis yang teman saya jalani. Selama keberjalanannya, dia gak tau produk apa yang paling laris, wong gak pernah dicatet. Dia juga gak tau kapan seharusnya dia ningkatin jumlah bahan baku untuk siap sedia dijual ke pasaran dan itu bisa habis di hari itu juga, wong gak pernah narget. Jangan pernah deh ngikutin jejak langkah teman saya tersebut, kalang kabut beneran deh. Dan kali ini, sudah cukup bisnis kita kalang kabut. Saatnya kita untuk Plan! Do! And Check!
Apa aja sih yang harus kita rencanakan? Lakukan? Dan cek? Nih, saya jabarkan dengan gaya bahasa yang umum :
1. Daily/ Weekly Target
“Hah? Kok bisa sampai kalang kabut sih?”
“Hmmm gak tau juga nih gue kenapa tapi semua rada ga jelas hariannya, mulai dari report, hasil dan detail jalannya sales”
Ayo siapa yang merasa bisnisnya lagi kalang kabut? Percakapan diatas mungkin pernah Anda alami. Sebenernya sih ini cerita yang penulis alami, hihi. Tapi tenang, kalimat terakhir dari percakapan diatas adalah topik yang akan saya bahas kali ini, Manage Your Sales Activity. Ayo siapkan diri buat baca paragraf-paragraf yang akan saya paparkan ya. Dan..tetap fokus! Itulah cara ampuh untuk memperbaiki capabilitas organisasi perusahaan Anda khususnya dibagian sales.
Buat para pebisnis yang masih pemula nih, gak perlu nunggu harus mapan atau maju dulu kok baru kita bener-bener bikin sales activity. Justru, mulai dari sekaranglah, mulai dari yang kecil-kecil sajalah dulu, dan mulailah dari saat ini. Yuk, kita buat activity sheet untuk mengontrol penjualan kita sudah selaris apa. Produk apa yang banyak digemari dan kurang begitu menarik perhatian para pelanggan tercinta kita.
Contoh kasusnya bisnis yang teman saya jalani. Selama keberjalanannya, dia gak tau produk apa yang paling laris, wong gak pernah dicatet. Dia juga gak tau kapan seharusnya dia ningkatin jumlah bahan baku untuk siap sedia dijual ke pasaran dan itu bisa habis di hari itu juga, wong gak pernah narget. Jangan pernah deh ngikutin jejak langkah teman saya tersebut, kalang kabut beneran deh. Dan kali ini, sudah cukup bisnis kita kalang kabut. Saatnya kita untuk Plan! Do! And Check!
Apa aja sih yang harus kita rencanakan? Lakukan? Dan cek? Nih, saya jabarkan dengan gaya bahasa yang umum :
1. Daily/ Weekly Target
Jul 9, 2013
Jual Pulsa Plus Asuransi
Banyak sekali aspek-aspek yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan untuk bisa menjaga kelangsungan bisnisnya. Memperkuat diferensiasi ataupun melakukan inovasi-inovasi pada bisnisnya adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kelangsungan bisnis. Seperti yang dilakukan oleh XL. PT. XL Axiata Tbk bekerja sama dengan Bisma & Equity Life Indonesia menciptakan pelayanan baru yaitu perlindungan asuransi jiwa kepada para pelanggan setia XL.
Case Study yang saya bahas di sini masih memiliki kaitan erat dengan 4C. Bedanya, di sini saya hanya fokus terhadao unsur C Competitor. Kita posisikan bahwa kita ini adalah si pemilik brand dari XL. Dengan pengembangan bisnis untuk menyediakan layanan asuransi jiwa pastinya konsep tersebut tidak datang tiba-tiba. Ada beberapa hal yang mereka analisa dan teliti terlebih dahulu. Di sini, saya akan fokus terhadap segi Competitor.
Tanpa kita sadari, terkadang hal yang membuat kita berubah menjadi baik dari hari ke hari itu karena adanya peranan para pesaing di industri yang sama. Para pesaing tidak selalu membawa hal buruk. Tetapi dengan menyadari bahwa kita memiliki kompetitor, hal ini bisa jadi solusi bagi para pemilik bisnis. Tentu saja dengan strategi dan persaingan yang sehat, adanya kompetitor bisa mendorong kita untuk memberikan dan meningkatkan kualitas pelayanan menjadi lebih baik dari waktu ke watu agar konsumen bisa menjadi loyal terhadap brand atau bisnis kita.
Banyak sekali manfaat dari kehadiran kompetitor terhadap perkembangan bisnis kita. Nah.. Apa saja faktor-faktor yang melatarbelakangi pengembangan konsep yang dilakukan oleh brand XL ini dengan mulai merambah industri asuranis jiwa dilihat dari segi kompetitor? Yuk, simak.
1. Memonitori Pesaing di Pasaran
Case Study yang saya bahas di sini masih memiliki kaitan erat dengan 4C. Bedanya, di sini saya hanya fokus terhadao unsur C Competitor. Kita posisikan bahwa kita ini adalah si pemilik brand dari XL. Dengan pengembangan bisnis untuk menyediakan layanan asuransi jiwa pastinya konsep tersebut tidak datang tiba-tiba. Ada beberapa hal yang mereka analisa dan teliti terlebih dahulu. Di sini, saya akan fokus terhadap segi Competitor.
Tanpa kita sadari, terkadang hal yang membuat kita berubah menjadi baik dari hari ke hari itu karena adanya peranan para pesaing di industri yang sama. Para pesaing tidak selalu membawa hal buruk. Tetapi dengan menyadari bahwa kita memiliki kompetitor, hal ini bisa jadi solusi bagi para pemilik bisnis. Tentu saja dengan strategi dan persaingan yang sehat, adanya kompetitor bisa mendorong kita untuk memberikan dan meningkatkan kualitas pelayanan menjadi lebih baik dari waktu ke watu agar konsumen bisa menjadi loyal terhadap brand atau bisnis kita.
Banyak sekali manfaat dari kehadiran kompetitor terhadap perkembangan bisnis kita. Nah.. Apa saja faktor-faktor yang melatarbelakangi pengembangan konsep yang dilakukan oleh brand XL ini dengan mulai merambah industri asuranis jiwa dilihat dari segi kompetitor? Yuk, simak.
1. Memonitori Pesaing di Pasaran
Jun 7, 2013
6 Tips Instagram for Business
Kalo biasa ngomongin tips gimana memulai bisnis lewat Social Media Facebook dan Twitter, mungkin kali ini saya hanya ingoin sharring sedikit mengenai tips membangun bisnis lewat Social Media Instagram, karena dalam perkembangannya media ini juga salah satu media yang cukup favorit digunakan untuk bisnis selain Facebook dan Twitter, bahkan nggak jarang pelaku bisnis online mengkolaborasi tiga media tersebut sekaligus.
Nah kalo ngomongin Social Media for business, mau itu Facebook, Twitter, dan Instagram tentunya masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan membutuhkan sistem yang juga berbeda baik dalam eksekusi dan aplikasinya, walaupun memang untuk beberapa hal memiliki karakteristik yang sama hanya saja butuh sedikit penyesuaian.
Tulisan ini didasari dari sedikit pengamatan saya saja, mungkin masih banyak tips yang bisa dibahas namun semoga 6 tips ini bisa memberikan insight dan pencerahan untuk para digitalpreneur, Amin. So monggo dibaca saja.
1. Visual Is King
Some people say that “content is king”, well tentunya dong karena kalo kontennya nggak menarik jangankan orang mau klik mau baca aja udah males karena nggak menarik alhasil konten yang kita buat cuma numpang lewat di timeline. Nah karena kita sekarang ngomongin Instagram, content is king juga berlaku disini cuma memang konten yang dibuat lebih ditonjolkan pada aspek visual (gambar), mengenai kontek tekstual tentunya juga dibutuhkan namun biasanya informasi yang di share “straight to the point”, sebagai contoh kalo jualan baju langsung cantumin ukuran dan harga.
2. Hujan # (Hastag)
Nah kalo ngomongin Social Media for business, mau itu Facebook, Twitter, dan Instagram tentunya masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan membutuhkan sistem yang juga berbeda baik dalam eksekusi dan aplikasinya, walaupun memang untuk beberapa hal memiliki karakteristik yang sama hanya saja butuh sedikit penyesuaian.
Tulisan ini didasari dari sedikit pengamatan saya saja, mungkin masih banyak tips yang bisa dibahas namun semoga 6 tips ini bisa memberikan insight dan pencerahan untuk para digitalpreneur, Amin. So monggo dibaca saja.
1. Visual Is King
Some people say that “content is king”, well tentunya dong karena kalo kontennya nggak menarik jangankan orang mau klik mau baca aja udah males karena nggak menarik alhasil konten yang kita buat cuma numpang lewat di timeline. Nah karena kita sekarang ngomongin Instagram, content is king juga berlaku disini cuma memang konten yang dibuat lebih ditonjolkan pada aspek visual (gambar), mengenai kontek tekstual tentunya juga dibutuhkan namun biasanya informasi yang di share “straight to the point”, sebagai contoh kalo jualan baju langsung cantumin ukuran dan harga.
2. Hujan # (Hastag)
Jun 6, 2013
Sukses Gara-Gara Twitter
Beberapa hari yang lalu waktu baca salah satu artikel di internet tentang pertumbuhan Social Media di Indonesia, nggak heran banget kalo orang-orang di Indonesia jadi orang yang paling doyan nge-tweet no. 1 di Dunia! Nggak kebayang aja yah, ngocehnya tiap hari kayak gimana hehehe. Kota yang paling besar ocehannya itu di Jakarta, bahkan menurut informasi yang di dapet dari temen, popularitas televise udah kalah sama twitter di Jakarta. Ya wajar sih, gimana nggak tiap hari nongkrong di timeline banyak update berita lebih cepet.
Nah balik lagi ke gara-gara twitter, kemaren saya liat ada tukang becak di daerah rancaekek tiba-tiba jadi juragan keripik, yang awal mulanya jualan gorengan jadi juragan ayam goreng. Nahloh! Gara-gara twitter. yang udah keluar modal banyak buat dagang, jadi rugi terus-terusan juga gara-gara twitter :p. gimana enggak twitter buat dagang sama curhat disamain hehehe.
Anyway, kalo udah ngomongin twitter nggak bakalan ada habisnya. Sama kayak ngoceh, kalo udah hobi susah berhenti. Social media (khususnya twitter) yang berkembang di Indonesia ini bukan hanya sekedar platform social interaksi semata, selain itu fungsi dan peran dari twitter bisa di aplikasikan sebagai mesin pencari uang otomotis buat kantong Anda! *keren banget kayak MLM hehehe. Nah berikut ini saya mau share 2 kisah sukses pebisnis via twitter dengan strategi-strategi bisnis yang mereka lakukan, siapa tau ada yang bisa inspire Anda untuk melakukan yang lebih atau menciptakan ide ide baru.
1. Maicih – Reza Nurhilman (AXL)
Jun 5, 2013
Social Media – The Rise Of Digitalpreneur
Saya ada pertanyaan nih, benar setuju nggak kalo keberadaan Social Media saat ini menjadi bagian dari momentum Rise Of Digitalpreneur? well mungkin temen-temen pembaca ada yang setuju ada juga yang nggak, keluar dari konteks setuju atau tidak menurut saya pribadi kebangkitan digitalpreneur nampaknya sudah ada sejak dulu diawali munculnya media internet.
Karena kemunculan media internet itu saya nilai menjadi pemicu awal bermunculannya para digitalpreneur, melalui media internet para digitalpreneur ini membuka dan membangun jaringan bisnisnya lewat website berbasis e-commerce, blog, hingga forum-forum jual beli seperti salah satunya kaskus.
Nah dalam tulisan kali ini saya lebih menekankan pada pembahasan kemunculan Social Media yang saat ini semakin memicu bermunculannya digitalpreneur masa depan, kalo ditanya kenapa? sudah jelas nampaknya jawabannya karena Social Media disebut sebagai salah satu media “low cost high impact” yang sangat cocok untuk startup, Social Media juga menawarkan pangsa pasar yang sangat luas, yang terpenting Social Media memungkinkan terbentuknya Community Base yang bisa kita enggage untuk membuka komunikasi dua arah hingga menghasilkan efek viral.
Nah sekarang saya akan coba bahas sedikit mengenai Social Media yang disebut sebagai bagian dari Another Rise Of Digitalpreneur? monggo dibaca saja.
1. Flatform Yang Beralih Fungsi
Karena kemunculan media internet itu saya nilai menjadi pemicu awal bermunculannya para digitalpreneur, melalui media internet para digitalpreneur ini membuka dan membangun jaringan bisnisnya lewat website berbasis e-commerce, blog, hingga forum-forum jual beli seperti salah satunya kaskus.
Nah dalam tulisan kali ini saya lebih menekankan pada pembahasan kemunculan Social Media yang saat ini semakin memicu bermunculannya digitalpreneur masa depan, kalo ditanya kenapa? sudah jelas nampaknya jawabannya karena Social Media disebut sebagai salah satu media “low cost high impact” yang sangat cocok untuk startup, Social Media juga menawarkan pangsa pasar yang sangat luas, yang terpenting Social Media memungkinkan terbentuknya Community Base yang bisa kita enggage untuk membuka komunikasi dua arah hingga menghasilkan efek viral.
Nah sekarang saya akan coba bahas sedikit mengenai Social Media yang disebut sebagai bagian dari Another Rise Of Digitalpreneur? monggo dibaca saja.
1. Flatform Yang Beralih Fungsi
Jun 4, 2013
3H - Hopeng, Hongsui & Hokkie
Orang bodoh akan kalah oleh orang pintar. Namun orang pintar akan kalah oleh orang jenius. Orang jenius? Akan kalah oleh orang bejo (beruntung). Begitulah kurang lebih pepatah yang dikatakan oleh masyarakat. Lalu bagaimana jika kita aplikasikan hal ini dalam kegiatan yang memiliki tujuan yang konkrit dan riil? Apakah kita hanya berbicara soal keberuntungan? Tentu tidak, kan? Pada saat kita memulai bisnis, pasti ada hal-hal yang melatarbelakangi kenapa akhirnya kita memulai bisnis.
Tujuan berbisnis kita pun harus jelas. Apa yang akan kita kembangkan kedepannya dari konsep bisnis yang dibuat dan apa parameter serta target yang ingin dicapai dari bisnis kita nantinya. Jangan sampai kita hanya membangun bisnis karena memang sedang ‘happening’ saja. Sehingga saat industri yang kita kuasai itu sudah tidak happening lagi, bisnis kita pun sudah tidak berjalan lagi. Tidak ada yang salah untuk menjadi mainstream dan mengikuti arus yang sedang happening, tetapi tujuan bisnis kita harus jelas sehingga kelangsungan bisnis kita bisa terus dijaga.
Konsep yang bagus serta survey yang lengkap memang bukan menjadi jaminan bahwa bisnis kita akan berjalan mulus. Sesuai persis dengan rencana. Ada faktor-faktor yang mempengaruhi konsep bisnis kita. Ingat. Beberapa pengusaha mengatakan bahwa siap berbisnis berarti siap untuk rugi. Seorang pengusaha bekerja melawan ketidakpastian. Ketidakpastian bahwa mungkin besok dia akan untung, atau mungkin besok dia akan rugi.
Lima hari yang lalu, saya mendengarkan sharing di sebuah forum diskusi. Pembicaranya adalah Aprie, owner dari Warung Bawal Redsdipo di Bandung. Ada hal yang menarik perhatian saya. Banyak sekali teori dan langkah-langkah berbisnis yang ditulis oleh ahli marketing besar Internasional. Namun yang dijelaskan oleh Aprie ini sangat sederhana dan mudah diserap oleh siapapun.
Dia membeberkan 3 unsur yang mendukung keberhasilan sebuah bisnis. Unsur-unsur ini mungkin sudah banyak kita pelajari dan kita ketahui. Namun disini, unsur-unsur tersebut dikemas dalam paketan yang mudah dicerna. Masih ingat USP kan, rekan-rekan? Nah, yang kita bahas ini bisa dikatakan sebagai USP. Karena rumusan ini sangat simpel dan mudah diingat (unique message). Push to Action?
Tujuan berbisnis kita pun harus jelas. Apa yang akan kita kembangkan kedepannya dari konsep bisnis yang dibuat dan apa parameter serta target yang ingin dicapai dari bisnis kita nantinya. Jangan sampai kita hanya membangun bisnis karena memang sedang ‘happening’ saja. Sehingga saat industri yang kita kuasai itu sudah tidak happening lagi, bisnis kita pun sudah tidak berjalan lagi. Tidak ada yang salah untuk menjadi mainstream dan mengikuti arus yang sedang happening, tetapi tujuan bisnis kita harus jelas sehingga kelangsungan bisnis kita bisa terus dijaga.
Konsep yang bagus serta survey yang lengkap memang bukan menjadi jaminan bahwa bisnis kita akan berjalan mulus. Sesuai persis dengan rencana. Ada faktor-faktor yang mempengaruhi konsep bisnis kita. Ingat. Beberapa pengusaha mengatakan bahwa siap berbisnis berarti siap untuk rugi. Seorang pengusaha bekerja melawan ketidakpastian. Ketidakpastian bahwa mungkin besok dia akan untung, atau mungkin besok dia akan rugi.
Lima hari yang lalu, saya mendengarkan sharing di sebuah forum diskusi. Pembicaranya adalah Aprie, owner dari Warung Bawal Redsdipo di Bandung. Ada hal yang menarik perhatian saya. Banyak sekali teori dan langkah-langkah berbisnis yang ditulis oleh ahli marketing besar Internasional. Namun yang dijelaskan oleh Aprie ini sangat sederhana dan mudah diserap oleh siapapun.
Dia membeberkan 3 unsur yang mendukung keberhasilan sebuah bisnis. Unsur-unsur ini mungkin sudah banyak kita pelajari dan kita ketahui. Namun disini, unsur-unsur tersebut dikemas dalam paketan yang mudah dicerna. Masih ingat USP kan, rekan-rekan? Nah, yang kita bahas ini bisa dikatakan sebagai USP. Karena rumusan ini sangat simpel dan mudah diingat (unique message). Push to Action?
May 22, 2013
Reality Show & Social Media
Kalo liat acara di televisi kayaknya lagi pada “demam kambuhan” program reality show deh, soalnya kalo diperhatikan di beberapa televisi kini cukup aktif dengan campaign program reality show unggulannya, well lets say beberapa diantaranya kini merupakan program yang cukup digemari oleh audience televisi sebut saja Master Chef Indonesia, X-Factor, The Voice Indonesia, Take Me Out Indonesia, Indonesia Mencari Bakat.
Nah seperti kita ketahui program reality show di televisi ini memang merupakan penyakit “demam kambuhan” yang muncul di waktu-waktu tertentu, kenapa? pertama tentunya program reality show ini memiliki rating viewer yang sangat tinggi terlebih jika viewer (penonton) dilibatkan dalam program itu salah satunya vote via sms, acaranya dikemas semenarik mungkin dengan teaser-teasernya, hingga memanfaatkan popularitas public figure yang dijadikan juri atau salah satu peserta yang mulai disukai penonton, udah deh hal tersebut membuat penonton makin penasaran.
Ok, lantas apa hubungannya dengan social media? bukannya televisi dan social media merupakan dua media yang berbeda ya? yang satu elektronik yang satu konvergensi? well kalo dari aspek itu mungkin bener, nah disini sebenarnya saya tertarik untuk membahas mengenai fenomena reality show yang menjamur di televisi, yang menariknya di balik fenomena tersebut mereka juga sangat aktif “mengawinkannya” dengan social media, coba deh perhatiin. Pertanyaannya kenapa yah program reality show cukup rajin mengitegrasikan program reality shownya dengan social media, begitupun sebaliknya? apakah gerangan misteri yang menjadi jawaban atas pertanyaan saya tersebut? nah semoga tulisan ini bisa memberikan sedikit jawaban, lets read.
1. Grab Netizen As Viewer
May 21, 2013
Heineken - The Negotiation
Final Liga Champion kemarin dijadikan ajang untuk tema di beberapa acara atau konten promosi yang dilakukan beberapa brand, nasional maupun internasional. Ada juga brand yang menghabiskan dananya untuk menjadi sponsor di acara nonton bareng pertandingan Final Liga Champion ini dengan membuka stage cukup besar dan mendatangkan beberapa artis sebagai ‘gula pengundang semut’ untuk menaikkan traffic dan memperbanyak crowd di lokasi tempat mereka membuka acara nonton bareng. Semakin banyak crowd, maka kemungkinan mereka untuk mendapatkan awareness dari banyaknya logo yang mereka tempel di sudut ruangan nonton bareng akan semakin besar.
Berbeda dengan brand pada umumnya yang memanfaatkan momen Final Liga Champion ini untuk menjadi sponsor untuk beberapa kegiatan nonton bareng pertandingan tersebut, Heineken membuat aktivasi sendiri yang lebih unik dan seru yang melibatkan peran wanita sebagai pengambil keputusan.
Heineken menyediakan 2 tiket nonton pertandingan Final Liga Champion secara live di London dengan biaya akomodasi dan transportasinya sekaligus. Eits... Jangan kira tidak ada tantangan di dalamnya. Tantangannya cukup rumit. Karena tiket yang tersedia adalah sebanyak 2 orang, maka Heineken menyasar para pasangan. Lokasi yang dipilih adalah di Furniture Store. Laki-laki harus merayu wanitanya untuk mau membeli kursi stadion yang harganya mencapai 20 juta Rupiah.
Jika si laki-laki ini berhasil merayu wanitanya, maka tiket menjadi milik mereka. Terdengar sangat menantang ya? Penasaran? Coba cek videonya disini
1. Gimmick yang Tepat dan Terbatas
May 2, 2013
Ga Mobile Friendly? Konsumen Bakal Pergi
Kalo ngomongin bisnis elektronik (e-commerce) sudah pasti website berbasis online store merupakan sebuah keharusan utama yang perlu dipersiapkan pertamakali, selain tentunya channel lainnya yang bisa kita maksimalkan seperti social media yang saat ini masih cukup booming di Indonesia baik untuk dijadikan sebagai salah satu channel penjualan ataupun media untuk membangun relasi dengan konsumen kita.
Balik ngomongin website berbasi online store sesaat saya menjadi terlintas mengenai perlunya mobile version dari sebuah website yang memang berbasi online store, sebenarnya hal tersebut dilandasi oleh pengalaman teman saya yang cukup sering membeli barang secara “online”. Saat itu saya menangkap sedikit kekecewaan teman saya yang tidak bisa membuka online store sebuah brand yang diakses melalui smartphone miliknya.
Kalo bayangin cerita tersebut mungkin ada benernya juga yah, kadang kalo lagi iseng-iseng buka-buka situs tertentu lewat perangkat gadget (smartphone) milik kita beberapa suka ada yang nggak bisa kebuka (non mobile friendly), dan kalo pun sekalinya kebuka loadingnya cukup lama. Nah dari situ timbul sebuah pertanyaan mengenai pentingkan keberadaan sebuah website berbasis online store dalam bentuk mobile version yang tentunya lebih friendly bagi mobile phone kita selaku konsumen?
May 1, 2013
4 Ide Manfaatin Iron Man
Asiiik para penggemar koleksi Marvel pasti udah pada gak sabar nungguin seri terakhir dari iron man yang satu ini, iron man 3. Tony Stark yang super cerdas dan mempesona itu bakalan beraksi lebih seruuu di seri yang ketiganya ini.
Gak Cuma iron man 3, kisah cerita marvel lainnya kayak hulk, spiderman, dan superhero lainnya yang bikin penasaran. Yah, memang seperti inilah hal yang biasa terjadi di para penikmat film. Kalau sebuah film diangkat dari sebuah komik atau novel, orang kebanyakan akan membandingkan mana yang lebih membawa emosi mereka masuk ke dalam isi cerita.
Cara-cara produksi film dan penggelut bisnis yang satu area ini, memang jago dalam meningkatkan rasa penasaran khalayak ramai. Trailer udah masuk 2-3 bulan sebelum filmnya tayang. Banyak juga yang kasih pre-order buat booking kursi nonton lebih dulu , macem-macem deh. Nah, sekarang saya mulai singgung nih. Kamu, sebagai pelaku bisnis, udah memanfaatkan momentum yang seperti ini belum?
Momentum seperti hadirnya film-film baru baik dari dalam dan luar negeri, bisa jadi ladang ide kreatif untuk kamu bikin promo yang unik dan menarik. Apa saja bisa kamu ide-in. mulai dari mascot bisnis kamu yang pakai topeng iron man, menu iron man, special gift botol minum gambar iron man, banyaaaak. Tapi, kenapa sih mesti memanfaatkannya? Nih alasannya, simak baik-baik!
1. Focus
Garap Market Berbeda? Why Not!
Beberapa hari kebelakang kebetulan saya melakukan perjalanan dinas ke Jakarta, dan kebetulan saat di jalan tol perhatian saya sekilas teralihkan oleh sosok travel Bandung – Jakarta bernama “transline”, sejenak saya berpikir oh mungkin brand bisnis travel baru, namun setelah saya cermati dan perhatikan dengan seksama balutan branding yang melekat pada armada yang masih baru tersebut saya melihat sebuah merk yang cukup familiar khususnya di industri jasa transportasi shuttel travel, adalah brand Cipaganti yang saya maksudkan.
Seperti diketahui Cipaganti bisa dibilang raksasa dalam industri transportasi dan tentunya memiliki unit bisnis yang masing-masingnya memiliki target market yang berbeda-beda, nah disini saya ingin sedikit membahas mengenai strategi Cipaganti yang mengembangkan unit service baru bernama “transline”, yang ternyata menyasar segmen lebih premium (middle up class), apa yang berbeda? Selain fasilitas penjemputan, berdasarkan observasi saya di jalan tol saat itu selain armada baru tentunya travel ini mengemas konsep double seat in every row (di setiap baris hanya ada dua kursi sehingga lebih luas) sehinggal konsumen lebih luas.
Oke balik lagi ke pembahasan, seperti diketahui Cipaganti yang sebelumnya sudah memiliki jasa travel Bandung – Jakarta dan ke beberapa kota lainnya untuk segmen middle, sebelum meluncurkan Transline yang diperuntukan untuk segmen premium, Cipaganti juga meluncurkan Star Shuttle yang memang ditujukan untuk segmen low. Nah dari uraian tersebut, tentunya menarik untuk bersama kita jadikan pembahasan dibalik strategi yang dilakukan oleh Cipaganti dengan melakukan pengembangan produk jasa untuk segmentasi yang berbeda.
1. Lihat Potensi Pasar
Apr 30, 2013
Arya Wiguna “Demi Tuhan” Remix
Bukan lagi Ciyus-Miapah. Kali ini social media lagi happening-happeningnya posting soal Demi Tuhan-nya Arya Wiguna. Gak mungkin deh kayaknya kalian belom nonton video plesetannya atau editan fotonya Arya Wiguna sewaktu marah dan mencaci maki mengenai Eyang Subur di depan kawan-kawan Wartawan sewaktu diwawancara. Gokil, ya? Iya! (Btw tahu khan siapa Arya Wiguna? Itu yang bareng Adi Bing ribut sama eyang subur yang sampe mencak-mencak)
Coba deh kalian search di youtube pake keyword Arya Wiguna. Kalian bakal nemuin banyak banget video plesetan soal rekamannya sewaktu diwawancara oleh beberapa media. Mulai dari video yang dibuat lipsync atau dubbing dengan menggunakan teks lain, membuatkan naskah pembicaraan sebagai lagu yang dibuat menjadi remix, sampai praktek langsung parodi dari video dengan aktor yang berbeda.
Bukan hanya dari aspek video yang dibuat jadi plesetan, tapi juga dari foto yang diambil di salah satu adegan pada saat Arya Wiguna mengucapkan kata “...HAAAAN!” yang diedit menjadi Hulk, dan semacamnya. Yang paling mengejutkan lagi, salah satu music arranger di Twitter membuat satu video di Youtube (http://www.youtube.com/watch?v=R5DPxV2pvxM) dan audio di Soundcloud (https://soundcloud.com/ekagustiwana/arya-wiguna-demi-tuhan-speech) dengan meng-compose video Arya Wiguna saat marah menjadi sebuah lagu yang enak didengar. Dilihat dari channel videonya itu sendiri, video tersebut diupload sejak 2 hari yang lalu tetapi viewersnya sudah tembus 300ribuan. Begitupun dengan Soundcloudnya yang tembus 30ribu plays sejak hari pertama diupload.
Apr 29, 2013
5 Inspirasi Bisnis Forrest Gump
Pada tau film Forrest Gump ga? Ini salah satu film yang terkenal di sekitar tahun 1990-an dan meraih banyak penghargaan. Iya sih emang film jadul, tapi film ini beneran bagus loh, baik dari sisi cerita maupun aktor yang terlibat di dalamnya.
Nah buat yang belum pernah nonton film Forrest Gump, singkat cerita film ini menceritakan perjuangan seorang laki-laki yang bernama Forrest Gump yang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata. Forrest sering jadi bahan ejekan teman-temannya, tapi dibalik kekurangannya itu ternyata dia memiliki kemampuan untuk berlari dengan sangat cepat. Dalam perjalanan hidupnya dia pernah menjadi seorang tentara, dimana ia mendapat banyak penghargaan karena kemampuan larinya yang cepat membuatnya dapat menyelamatkan banyak tentara dalam perang.
Setelah itu ia juga berbisnis udang bersama temannya, meski sempat gagal namun pada akhirnya dia sukses dengan bisnisnya tersebut. Setelah itu ia menjadi terkenal karena melakukan aksi lari mengelilingi Amerika Serikat selama beberapa tahun. Ok buat yang ingin lebih detil ceritanya langsung aja nonton filmnya yah. Nah yang mau saya bahas kali ini adalah ada beberapa hal yang bisa kita ambil pelajarannya dari film ini, khususnya buat yang mau mulai berbisnis nih.
1. Jadilah versi yang terbaik dari dirimu
Apr 21, 2013
Push & Pull Marketing Via Online
Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan
Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode push & pull ini, mulai dari membangun brand equity sampai dengan memperbanyak channel penjualan.
1. Push Marketing (Activity)
Feb 14, 2013
Siap Kaya Mendadak?
Siapa sih yang tidak terhibur dengan iklan-iklan yang Axis suguhkan untuk para penontonnya? Seperti gambar di samping ini nih, pasti kamu berekspresi macam-macam, mulai dari senyum simpul, heran, bahkan ketawa terbahak-bahak. Gimana nggak? Axis selalu mengemas iklannya dengan unik dan beda dari yang lainnya.
Seperti judul yang saya angkat kali ini, Siap Kaya Mendadak?! memang tema yang diangkat Axis untuk iklan ini dan membuat orang penasaran, “Gimana caranya gue bisa kaya mendadak tuh?”. Tapi saat ini saya tidak akan mengulas tentang provider yang satu ini ya, melainkan ide pemasaran yang bisa kita pelajari agar mendapatkan market yang lebih banyak biar bisa jadi orang kaya, mendadak pula. Siap?! Yuk!
Jul 31, 2012
Marketer Wajib Baca: 5 Hal yang di Cintai Wanita
Satu waktu yang paling digemari oleh kaum wanita adalah saat berbelanja, itu kenapa sering kita temui sebuah kondisi di mal atau supermarket komposisi jumlah wanita yang biasa berbelanja relatif lebih besar dari jumlah pria. Saking spesialnya beberapa mall besar menyediakan khusus area parkir Ladies Only. Hal di atas diperkuat dengan data riset Nielsen pada tahun 2010 yang menyatakan jumlah konsumen pria yang berbelanja barang konsumsi harian (fast moving consumer good) pada 2010 hanya 26% dan sisanya didominasi oleh para wanita.
Fenomena ini merupakan gambaran bahwa pasar untuk produk-produk yang dijual di mall, supermarket atau minimarket masih dikuasai kaum wanita, sehingga sangat perlu untuk para pemilik brand lebih memahami psikologi wanita dalam membeli sebuah barang. Pada artikel kali ini kita akan bahas 5 hal yang dicintai wanita ketika belanja. Mari kita bahasa satu persatu.
1.Discount
Bagi retailer ini adalah senjata pamungkas untuk menggaet konsumen wanita, di satu waktu, salah satu mal di Bandung mengadakan midnight sale, cari tempat parkir pada malam itu sangat sulit sekali, lebih hebat lagi ketika saya sudah mulai masuk ke dalam mall saya lihat begitu banyak wanita mengantri untuk berlomba-lomba berbelanja membeli berbagai hal yang mereka suka. Jadi yang namanya discount pasti sangat dicintai oleh wanita “kebanyakan”, apakah bisa mengalahkan kecintaannya pada pria? Siapa yang tahu hehe.
Subscribe to:
Posts (Atom)



















