Showing posts with label Creative Sales Credo 2. Show all posts
Showing posts with label Creative Sales Credo 2. Show all posts
Nov 23, 2012
Gratis Edward Cullen
Agak heran juga ketika minggu lalu saya nonton film Breaking Dawn, sudah diniatkan datang dari jam 10 pagi buat ngantri, eh ternyata loket antrian begitu lengang. Wow ada apa gerangan seperti ada yang tidak biasa. Sudah tidak aneh, jika setiap ada film box office datang ke kota Bandung, XXI tempat saya biasa nonton sudah dipenuhi calon penonton sebelum pintu bioskop dibuka, berbeda dengan keadaan hari ini.
Sambil menunggu waktu pemutaran film, kemudian saya berjalan ke bagiaan timur bioskop dan di sana sudah berjibun antrian, awalnya saya berfikir ‘ooo di sini to antriannya.’ Tapi kemudian saya terheran-heran karena para pengunjung itu tidak mengantri di depan loket tapi di sebelah loket. Saya kemudian berusaha mencari tahu dengan bertanya kepada salah satu SPG kartu kredit yang kebetulan ada di sekitar loket, ternyata itu adalah antrian buka tabungan bank BJB berhadiah. Para pengunjung saat itu cukup membuka rekening dengan nominal Rp.150.000 dan akan mendapatkan hadiah 2 voucher nonton Breaking Dawn di Bioskop ini. Terjawab sudah keheranan saya awal.
Sebuah metode Buy Now (Creative Sales-Credo 2) yang cukup efektif dengan memanfaatkan momen launching dari film Breaking Dawn yang pastinya sudah ditunggu oleh para penggemar film di kota Bandung.
Mengamati aktivitas dari bank BJB tersebut, ada 3 poin penting yang bisa kita jadikan pembelajaran dalam meng-konversi prospek menjadi konsumen, yaitu :
Nov 6, 2012
5 Siasat Membuat Konsumen Do Action
Komunikasi menjadi kunci penting setiap pemasaran yang dilakukan oleh seorang pemasar. Bahkan komunikasi atau yang sering kita kenal dengan iklan/advertisement/offering ini seringkali dilakukan dari yang paling canggih sampai ke bentuk yang paling sederhana.
Buat orang-orang yang memulai usaha dengan modal kecil biasanya dengan segala cara melakukan banyak hal tang terpikir pada saat itu, bahkan dengan bentuk yang paling sederhana, bikin stiker atau hanya sekedar “ngomong” dan iming2 hadiah untuk minta customer nya mau rekomendasi ataupun minimal bicara ke pada teman, rekan atau saudara.
Pada dasarnya mau itu advertisement via online, offline, berbudget besar sampai ratusan juta ataupun hanya ratusan ribu, kita sebagai pemasar selalu dipaksa untuk berpikir kreatif dan merancang pesan komunikasi agar didengar, dibaca, dilihat dan membuat konsumen Do Action setelah membaca dan melihat advertisement/offering kita. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan offering
1. Gunakan “lured words”
Sepeti semut yang tertarik dengan banda-benda yang manis, dalam pemasaran jangan pernah lupa untuk melakukan “lured words”, cantumkan copy atau kata2 yang membuat customer semakin ingin membeli atau melakukan action. Copy seperti: “Harga normal 10juta, 2juta jika membeli sekarang”, “Special offer untuk pemegang kartu kredit XXXX untuk belanja selama pameran”.
Oct 16, 2012
Tingkatkan Penjualan dgn Speak-Speak Dewa (SSP)
Telemarketer: "Gini pak, coba bapak hitung berapa appointment yang pernah telemarketing bapak buat seminggu? Nah dari appointment tersebut berapa yang akhirnya betul-betul mau bertemu? Nah dari yang bertemu itu kemudian berapa yang tertarik menjadi klien kemudian berapa yang real menjadi klien?
Calon klien: "Yah memang sih so far dua bulan blom menghasilkan padahal yang ditelepon sudah banyak sekali"
Telemarketer: "Kalo dari training nanti misalnya ternyata telemarketingnya dapat membuat banyak appointment dan anggap ajah 1 klien bapak dapat perbulan apakah sudah balik modal biaya trainingnya?
Calon Klien: "Yah yah .... ya udah sih"
Telemarketer: "jadi ga mahal khan pak? itu baru bulan pertama dengan asumsi jelek banget 1 klien, kalo ada 2-3 setiap bulan? Blom lagi kalo tidak efektif di telemarketingnya, sudah digaji eh tidak menghasilkan lagi, yang rugi khan juga bapak".
Calon Klien: "Yah udah kirim dulu deh proposalnya, kasih best price yah (teteppp hehe).
Kalo dari cerita di atas si telemarketer tidak bisa memberikan argumen yang tepat untuk complaint yang diberikan/ penolakan yang diberikan oleh calon kliennya, 1000 persen tidak akan terjadi "penjualan" pada saat itu apalagi pembicaraan dilakukan via telepon. Apakah hal ini sering terjadi di sekeliling kita atau bahkan terjadi di tim atau perusahaan kita?
Oct 8, 2012
7 Tips Menggoda Konsumen di Twitter
Indonesia memang bukan negara terbanyak pengguna Twitter, urutannya nomor 5 (Data januari 2012) tapi Jakarta adalah kota dengan paling banyak tweet dan Bandung di urutan ke-6 (Data Juni 2012) dibandingkan semua kota di seluruh dunia. Artinya apa? Artinya orang Jakarta (terutama) ga banyak di Twitter, tapi paling eksis :D !!! Jadi jangan suka heran kalo paling hobi nyumbang Trending Topic dari soal video porno sampai bulu mata Cherrybelle.. semua bisa jadi populer :D
Semakin banyaknya orang yang hilir mudik di Twitter bolehlah kita coba manfaatkan, jadikan mereka sebagai leads kita. Setelah kita jadikan leads tentu saja donk waktunya kita membuat mereka mau beli atau sekedar coba produk kita. Simak 7 tips praktis berikut ini yang bisa menggoda goda si target market kita yang sering keliaran di Twitter untuk lebih akrab dengan kita, jatuh cinta dengan brand kita dan akhirnya bisa membeli lebih banyak, lebih sering atau bahkan merekomendasikan ke teman-teman mereka.
1. Tunjukkan produk Anda
Jangan Cuma di profile pic doank sekali-sekali, tapi tiap hari donk kasi liat produk Anda yang menarik. Ingat ya konsumen Cuma bisa liat produk kita lewat foto, makanya jangan pelit-pelit investasi foto. Kalo mau jual risoles tapi warna fotonya aja hijau-hijau kurang cahaya karena jepret dari kamera Blackberry yang ala kadarnya, jangan harap konsumen mau ngiler dan pengen beli. Atau kalau produk kita fashion dan penyajiannya Cuma dilipat doank ga akan menarik tuh, tapi kalo jual sepatu yang pakai sepatunya kakinya mulus dan jenjang jadi beda cerita kan
Sep 12, 2012
Kisah Sukses Penjualan dgn Lubang Odol "Lebih Besar"
Alkisah, Penjualan sebuah brand Odol pada tahun 80 an dulu sudah stagnan pada sebuah angka penjualan. Si Bos besar akhirnya punya ide untuk mencari seorang marketing manager yang mampun menjawab tantangannya yaitu meningkatkan penjualan brand odol tersbut (katakan saja 100 persen) dari penjualan sekarang.
Akhinrya dibuatlah sayembara dan lowongan kerja untuk mencari super manajer ini, berikut isi sayembaranya:
"Dicari seorang Marketing Manager yang bisa meningkatkan penjualan brand kami dengan gaji 1 juta dollar, Di salam surat lamaran tuliskan apa rencana Anda untuk mencapai target penjualan tersebu"
Tentu saja pada jaman itu gaji 1 juta dollar itu sangat luar biasa besarnya, sehingga ribuan atau puluhan ribu pelamar mengirimkan lamarannya. Hampir semua lamaran berisi kisah sukses di tempat kerja sebelumnya dan rencana-rencana besar untuk meningkatkan penjualan Brand Odol in. Sampailah pada sebuah lamaran yang membuat syok Bos dari brand tersebut karena di dalam lamarannya hanya tertulis 3 baris kata:
- Saya tidak mau digaji 1 juga dollar, bayar saya dengan persentase saham sesuai peningkatan penjualan kelak.
- Ide saya hanya akan saya jabarkan jika Anda meng Hire saya.
- Jika gagal, saya yang bayar 1 juta dollarnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)





