"Setiap divisi harus menghasilkan profit sehingga pertumbuhan perusahaan akan sehat" ini salah satu kalimat yang sangat menarik ketika minggu lalu saya meeting dengan salah satu pengusaha besar di Bandung, kok bisa semua divisi harus menghasilkan profit, bukannya pada umumnya biasanya profit dihasilkan oleh tim sales? sehingga sering khan kita denger becandaan, "ah situ mah enak bagian marketing/ admin/ atau bagian lainnya cuma ngabisin duit. kita nih capek2 dilapangan buat jualan dan menghasilkan profit untuk perusahaan".
Ketika kita misalnya bekerja di divisi branding sebuah perusahaan, bukannya lazimnya yah kerjaannya ngabisin uang yang artinya malah mengurangi profit perusahaan? Ato contoh ekstrim, bagaimana mungkin seorang satpam perusahaan bisa menghasilkan profit karena pekerjaannya yang seputar keamanan, bukan melakukan penjualan?
"Kok bisa pak tanya saya?" "yah bisa rex, tergantung bagaimana kita memahami terminologi profit dalam bisnis, ingat yah dalam bisnis bukan dalam terminologi akuntansi". Oh ok, saya paham maksudnya, dan hal ini sangat menarik karena cukup banyak pengusaha yang tidak betul-betul memahami hal ini, saya berikan 1 contoh yang sederhana ajah misalnya, ketika kita bagian produksi mencoba berbagai cara untuk menekan harga pokok produk HPP, bukankah hal ini akan punya impact peningkatan profit perusahaan?
logika sederhananya, dulu modal 500 rupiah, di jual 1000 rupiah untung 500, kemudian kurangin semua biasa katakanlah 300 rupiah, makah profit bersih 500-300 adalah 200 rupiah, nah bagaimana jika bagian riset kemudian menemukan cara yang lebih efisien sehingga harga pokok yang tadinya 500 bisa ditekan ke 300 rupiah? punya impact bukan ke profit perusahaan. Jadi pejaran apa yang bisa kita ambil dari kalimat singkat di atas "Setiap divisi harus menghasilkan profit sehingga pertumbuhan perusahaan akan sehat"?
Mindset dalam pemahaman profit









