"Pak seberapa penting menentukan nama brand dalam sebuah bisnis?" Pertanyaan ini mendadak muncul ketika saya mengisi sebuah seminar dengan Topik Strategi Marketing Kuliner. "Khan kita sering liat juga tuh pak ada yang namanya simple-simple ajah bahkan pake nama yang punya tapi bisnisnya lancar dan sukses".
Ok pertanyaan seperti ini memang cukup asik buat dijadikan diskusi, toh dulu membuat rokok dengan brand name Gudang Garam, Djarum Super, atau brand Kopi Kapal Api, bisa tetap besar dan menjadi brand yang luar biasa seperti hal nya nama-nama keren A Mild, Clavo dan sebagainya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut saya melanjutkan dengan sebuah pertanyaan "Bapak kalo sekarang bawa ingin membuat brand rokok, percaya diri tidak memberi nama Rokok Bapak tersebut dengan nama Gudang Peluru?" Suasana hening sebentar dan kemudian saya melanjutkan sharing dengan sebuah argumentasi,
"apa yang bisa dilakukan dahulu mungkin sudah tidak relavan dengan kondisi sekarang karena konsumen, pesaing, pasar selalu berubah mengikuti jaman dan setiap pebisnis harus bisa dealing dengan kondisi tersebut jika ingin sukses".
Dulu memberi sebuah nama brand mungkin bukanlah bagian proses penting dalam membangun kegiatan sales dan marketing karena perusahaan dan juga mungkin konsumennya saat itu fokus/ beroreintasi pada PRODUK. istilah bahasa teman saya "lu punya barang bagus, harga cocok, gua beli". Yang punya Gudang Garam mungkin berpikir saat itu 'ah ini ajah namanya" tanpa perlu melakukan riset konsumen, mempelajari kompetitor dsb karena focusnya adalah membuat produk yang disukai oleh konsumen, tapi jika Anda bicara kondisi dulu disama ratakan dengan kondisi sekarang mungkin sekali brand Anda berakhir dengan tragis hanya karena sebuah nama.
Jadi setelah panjang lebar saya jawab "Penting sekali" untuk memberikan nama Brand bagi bisnis kita dengan benar dan direncanakan dengan baik jika kita bicara kondisi saat ini. Nah mungkin sudah cukup banyak yang bahas tapi it's ok lah kita ulang lagi, apa ajah sih yang penting diperhatikan dalam memberi nama brand bagi bisnis kita.
1. Siapa target market Anda
Sep 21, 2014
Aug 22, 2014
Ide Besar = Bisnis Besar?
"Mas aku dari dulu banyak ide buat bisnis, tapi ga pernah jalan hehe, habis bingung mau di gimanain, eh kadang malah orang lain yang jalanin dan sukses ide yang kupikirkan tersebut". Di satu kesempatan lain saya pernah nge path "Damn, padahal idenya kepikir eh taunya sudah ada yang jalankan" tiba-tiba seorang teman merespon "Gua udah beberapa kali kepikir ide-ide yang akhirnya orang lain yang jalani".
IDE, rasanya setiap orang selalu punya hal ini, jika ada ungkapan "nothing new under the sun" rasanya tidak terlalu berlebihan, hanya tinggal masalah siapa yang lebih dulu menemukan/ terpikir kemudian meng EKSEKUSInya secara kreatif dan sesuai dengan keinginan pasar. Ide ide mengenai Kripik Pedas di branding mungkin sudah ada sejak dulu dan bahkan memang sudah banyak kok yang menjualnya, namun kemudian ada yang membuat Brandingnya dengan lebih baik, ide memberikan level dan kemudian mengarah ke anak muda melalui social media channel serta meledak bisnisnya, nah ini dilakukan oleh Maicih.
So bagaimana agar ide menjadi bisnis, yah menjadi big bisnis tentunya? Jadi bukan hanya sekedar ide yang terungkap, dibicarakan namun pada akhirnya malah orang lain yang menjalankan ide tersebut. Satu hal yang perlu kita selalu ingat, saat kita terpikir, percayalah ada orang lain juga yang mungkin memikirkan hal yang saya, dan kita perlu khawatir jangan-jangan orang tersebut punya ILMU dan punya kemampuan untuk ACTION.
1. How Big
IDE, rasanya setiap orang selalu punya hal ini, jika ada ungkapan "nothing new under the sun" rasanya tidak terlalu berlebihan, hanya tinggal masalah siapa yang lebih dulu menemukan/ terpikir kemudian meng EKSEKUSInya secara kreatif dan sesuai dengan keinginan pasar. Ide ide mengenai Kripik Pedas di branding mungkin sudah ada sejak dulu dan bahkan memang sudah banyak kok yang menjualnya, namun kemudian ada yang membuat Brandingnya dengan lebih baik, ide memberikan level dan kemudian mengarah ke anak muda melalui social media channel serta meledak bisnisnya, nah ini dilakukan oleh Maicih.
So bagaimana agar ide menjadi bisnis, yah menjadi big bisnis tentunya? Jadi bukan hanya sekedar ide yang terungkap, dibicarakan namun pada akhirnya malah orang lain yang menjalankan ide tersebut. Satu hal yang perlu kita selalu ingat, saat kita terpikir, percayalah ada orang lain juga yang mungkin memikirkan hal yang saya, dan kita perlu khawatir jangan-jangan orang tersebut punya ILMU dan punya kemampuan untuk ACTION.
1. How Big
Aug 17, 2014
Strategi Add On untuk Meningkatkan Penjualan
Martabak Toblerone, Nutella, Kikat Green tea, Special Yakult Leci. Apa persamaan dari brand-brand di atas? Yah Brand tersebut ditangan pebisnis kuliner malah di jadikan "bagian produk/ add on" untuk dijual kembali dengan berbagai kreativitas. Martabak Toblerone misalnya, sekarang betul-betul sedang naik daun, di jakarta dan bandung ini merupakan salah satu martabak yang cukup digemari padahal harganya untuk ukuran dompet cukup luar biasa, di atas 100 ribu untuk 1 porsi martabak, dan pembeli ANTRI. Coba hitung sendiri berapa banyak tuh Toblerone yang dipakai kalo di beberapa kota di Indonesia Martabak dengan isi coklat Toblerone ini di jual? jangan-jangan jalur distribusi tradional yang biasa menjual coklat ini bisa kala salesnya kalo di compare 1 Store vs 1 tukang martabak, bisa puluhan kali lipat kali yah.
yakult juga sedang naik daun nih, di beberapa tempat makan besar seperti pizza hut sudah memasukan Yakulzt sebagai bagian dari pengolahan resep minuman mereka, ada berapa banyak pizza hut di Indonesia? Hitung sendiri deh, saya pun kebetulah di bandung punya beberapa cafe yang memasukan Yakuzt sebagai bagian dari olahan minuman dan bisa dibilang ordernya cukup besar harian untuk produk Yakult ini.
Sukro juga bahkan saya pernah lihat iklannya mencoba menjadi produk pendamping untuk makan bakso, terlihat mereka mencoba memposisikan produknya bisa digunakan dalam bisnis kuliner sehingga bisa menghasilkan demand dan konsumsi yang tinggi terhadap produknya dan masih banyak lagi brand yang mungkin secara "sengaja" atau "tidak sengaja" justru dikonsumsi dalam jumlah besar karena menjadi "olahan" dari produk-produk kuliner seperti keju Kraft yang jelas dari dulu sudah menggarap pasar "Warkop Indomie" dan berbagai kebutuhan kuliner lainnya.
Pertanyaan bagaimana Brand kita menjadi pilihan dan "olahan" dari Bisnis kuliner sehingga dari sisi sales bisa didongkrak dengan tajam? Yah blom tentu konsumsinya mengalahkan konsumsi rumah tangga tapi setidaknya demand produk akan lebih sustain jika industri yang dibangun oleh kuliner tersebut membesar seperti Warung Kopi yang menjual Indomie, coba saja hitung sendiri berapa banyak Indomie yang digunakan oleh warkop diseluruh Indonesia?
1. Berikan resep dan kreativitas pengolahan produk
yakult juga sedang naik daun nih, di beberapa tempat makan besar seperti pizza hut sudah memasukan Yakulzt sebagai bagian dari pengolahan resep minuman mereka, ada berapa banyak pizza hut di Indonesia? Hitung sendiri deh, saya pun kebetulah di bandung punya beberapa cafe yang memasukan Yakuzt sebagai bagian dari olahan minuman dan bisa dibilang ordernya cukup besar harian untuk produk Yakult ini.
Sukro juga bahkan saya pernah lihat iklannya mencoba menjadi produk pendamping untuk makan bakso, terlihat mereka mencoba memposisikan produknya bisa digunakan dalam bisnis kuliner sehingga bisa menghasilkan demand dan konsumsi yang tinggi terhadap produknya dan masih banyak lagi brand yang mungkin secara "sengaja" atau "tidak sengaja" justru dikonsumsi dalam jumlah besar karena menjadi "olahan" dari produk-produk kuliner seperti keju Kraft yang jelas dari dulu sudah menggarap pasar "Warkop Indomie" dan berbagai kebutuhan kuliner lainnya.
Pertanyaan bagaimana Brand kita menjadi pilihan dan "olahan" dari Bisnis kuliner sehingga dari sisi sales bisa didongkrak dengan tajam? Yah blom tentu konsumsinya mengalahkan konsumsi rumah tangga tapi setidaknya demand produk akan lebih sustain jika industri yang dibangun oleh kuliner tersebut membesar seperti Warung Kopi yang menjual Indomie, coba saja hitung sendiri berapa banyak Indomie yang digunakan oleh warkop diseluruh Indonesia?
1. Berikan resep dan kreativitas pengolahan produk
Aug 3, 2014
Syahrini .... I Feel Freeee
Artis yang paling punya influence tinggi di social media siapa coba? Wkwk ini sih kalo nanyanya akhir-akhir ini mudah sekali menjawabnya, tidak lain dan tidak bukan adalah Syharini. Coba saya bayangkan dalam 2 bulan ini ajah, setidaknya ada dua peristiwa "heboh" yang melibatkan Syharini sebagai pemeran utamanya yaitu ketika yang bersangkutan mengucapkan "I feel free" dan kemudian terlentang di rumput ketika berada di Roma Italia dan kedua ketika menggunakan Jilbab seperti rumah orang eskimo. Sebagai informasi keduanya kalo tidak salah di upload oleh Syharini di Instagramnya.
Puluhan meme "bisa cek di google" bertebaran berkaitan dengan "i feel Free" yang dilakukan oleh Syharini dengan pose terlentang, sampe di meme jadi sate dan bahkan masuk ke rana Yunani kuno Sparta "This is Sparta". Saya pribadi sampe geleng-geleng kepala melihat betapa "kreatifnya" netizen Indonesia ini dan betapa cintanya mereka dengan Syharini sampe niat repot-repot mengedit gambar dan menyebar luaskannya di rana online.
Tapi by the way bukan 2 bulan ke belakang ini ajah sih brand Syharini ini menjadi brand yang sangat kuat impact viralnya di sosmed khususnya, coba kita lihat-lihat lagi kebelakang seperti kalimat "Sesuatunyya" yang bahkan jadi bahasa sehari-hari yang sering digunakan oleh masyarakat, kalimat "Alhamdullilahnya" yang juga sering digunakan atau "cetar membahana" dan kalimat atau bentuk kreatif lainnya yang sering kali menjadi heboh karena Syharini.
Sebegitu kuatnya kha Brand Syharini sampai sebuah posting di Instagram ajah bisa menjadi viral impact yang luar biasa di social media? Nah ini yang sangat membuat saya penasaran sebagai seorang marketer, kok bisa yah. Kalo saya jawab menurut subjektivitas saya mungkin kurang afdol kali ini karena ini saya coba riset kebeberapa teman di path dengan sebuah pertanyaan "Kasih dong 3 alasan kenapa Syharini sering sekali dijadikan meme di sosmed?". COba saya rangkum yang jawaban kurang lebih dari 20 orang teman di path.
1. Orginal Personal Branding
Puluhan meme "bisa cek di google" bertebaran berkaitan dengan "i feel Free" yang dilakukan oleh Syharini dengan pose terlentang, sampe di meme jadi sate dan bahkan masuk ke rana Yunani kuno Sparta "This is Sparta". Saya pribadi sampe geleng-geleng kepala melihat betapa "kreatifnya" netizen Indonesia ini dan betapa cintanya mereka dengan Syharini sampe niat repot-repot mengedit gambar dan menyebar luaskannya di rana online.
Tapi by the way bukan 2 bulan ke belakang ini ajah sih brand Syharini ini menjadi brand yang sangat kuat impact viralnya di sosmed khususnya, coba kita lihat-lihat lagi kebelakang seperti kalimat "Sesuatunyya" yang bahkan jadi bahasa sehari-hari yang sering digunakan oleh masyarakat, kalimat "Alhamdullilahnya" yang juga sering digunakan atau "cetar membahana" dan kalimat atau bentuk kreatif lainnya yang sering kali menjadi heboh karena Syharini.
Sebegitu kuatnya kha Brand Syharini sampai sebuah posting di Instagram ajah bisa menjadi viral impact yang luar biasa di social media? Nah ini yang sangat membuat saya penasaran sebagai seorang marketer, kok bisa yah. Kalo saya jawab menurut subjektivitas saya mungkin kurang afdol kali ini karena ini saya coba riset kebeberapa teman di path dengan sebuah pertanyaan "Kasih dong 3 alasan kenapa Syharini sering sekali dijadikan meme di sosmed?". COba saya rangkum yang jawaban kurang lebih dari 20 orang teman di path.
1. Orginal Personal Branding
Jul 25, 2014
Google Salesmanku
Ada percakapan yang menarik beberapa waktu lalu dengan sahabat saya ketika asik kongkow di Warunk Indomie UpNormal Bandung, beliau bertanya "Bro situ khan akhir-akhir ini sering banget nolak klien, btw kok bisa yah terus ada yang kontak ke perusahaanmu padahal dari ceritamu sama sekali tidak ada bagian sales yang berkerja seperti telemarketing, sales dor to dor ataupun melakukan aktivitas yang biasa dilakukan seperti kirim proposal dan sebagainya". Hmm pertanyaan ini sebetulnya menarik juga secara yang nanya sebetulnya jagoan dalam bidang online wkwk.
Telemarketing, sales dor to dor, kirim proposal cetak, hahh jadi teringat masa-masa di mana ketika saya mendirikan perusahaan beberapa tahun silam, semua itulah yang dilakukan setiap hari ini, cari sana sini database seperti lewat internet, B2B Directory sampe buka-bukan Yellow Pages untuk sekedar mendapatkan nama dan nomor telepon kemudian di prospek melalu telemarketing, kirim proposal sampe kalo perlu di sms terlebih dahulu, senyum-senyum sendiri saya kalo inget semua itu apalagi kalo diingat-ingat semua proses itu dijalankan tidak kurang dari 4-5 orang, hasilnya? Tebak sendiri deh hehe.
Sekarang, 5 orang tersebut sudah saya gantikan dengan google, biaya hanya 1/4 nya tapi efektivitas jauh sekali untuk dibandingkan. Coba bayangkan, kalo dulu telemarketing melakukan tugasnya yg ditelepon adalah orang yang belum tentu butuh, biaya telepon bisa 2-3 juta karena yang telepon bisa jadi ke HP, bisa jadi luar kota dll dan bagus ga pake diomelin karena menelepon tanpa permisi, namun dengan google sebaliknya, kita di telepon oleh orang yang butuh dengan kita, yah catat orang yang BUTUH dgn kita.
Telemarketing, sales dor to dor, kirim proposal cetak, hahh jadi teringat masa-masa di mana ketika saya mendirikan perusahaan beberapa tahun silam, semua itulah yang dilakukan setiap hari ini, cari sana sini database seperti lewat internet, B2B Directory sampe buka-bukan Yellow Pages untuk sekedar mendapatkan nama dan nomor telepon kemudian di prospek melalu telemarketing, kirim proposal sampe kalo perlu di sms terlebih dahulu, senyum-senyum sendiri saya kalo inget semua itu apalagi kalo diingat-ingat semua proses itu dijalankan tidak kurang dari 4-5 orang, hasilnya? Tebak sendiri deh hehe.
Sekarang, 5 orang tersebut sudah saya gantikan dengan google, biaya hanya 1/4 nya tapi efektivitas jauh sekali untuk dibandingkan. Coba bayangkan, kalo dulu telemarketing melakukan tugasnya yg ditelepon adalah orang yang belum tentu butuh, biaya telepon bisa 2-3 juta karena yang telepon bisa jadi ke HP, bisa jadi luar kota dll dan bagus ga pake diomelin karena menelepon tanpa permisi, namun dengan google sebaliknya, kita di telepon oleh orang yang butuh dengan kita, yah catat orang yang BUTUH dgn kita.
Jul 17, 2014
Gratis buat yang NYOBLOS, Buruan ....
Moment Pemilu Presiden tahun ini jujur saja menyita sangat banyak sekali energi dan perhatian baik dari masyarakat awam, timses dan juga para kader partai. Jika ingin di ingat-ingat, 5 tahun dan 10 tahuin yang lalu kondisi persaingan antar calon dan juga eufopria dukungan untuk para jagoan rasanya tidak se fanatik dan sekeras saat ini, teman-teman di beberapa komunitas yang saya coba ikuti bahkan ada jadi bermusuhan hanya gara-gara berbeda pilihan calon presiden. Padahal “ribut” nya panjang (kurang lebih sebulanan CMIIW), nyoblos nya sebentar ya hehehehe…..
Tapiiii karena saya hanya rakyat biasa dan bukan pengamat politik, maka untuk tulisan saya kali ini tidak akan membahas soal siapa calon pilihan saya dan analisa dan prediksi kedepannya siapa yang akan menang… lah wong saya nda ahli blasss banget kalo ngomongin soal politik hahahaha….. pingin nya membahas yang ringan-ringan saja apa yang dilakukan para brand-brand baik F&B dan industry service memanfaatkan moment Pemilu Presiden kali ini (maklum Pemilu pemilihan Presiden haya terjadi 5 tahun sekali, jadi Pemilu yang kali ini istimewa tentunya).
Seperti yang pernah saya singgung di artikel saya yang lalu (Baca Nih …. Gratis Stabucks) mengenai moment marketing dan persiapan untuk melakukannya, di bahasan kali ini saya masih ingin mengupas sedikit analisa dan kira2 apa saja sih persiapan yang sebaik nya dilakukan untuk memeriahkan moment Pemilu kali ini
1. Planning & forecasting
Tapiiii karena saya hanya rakyat biasa dan bukan pengamat politik, maka untuk tulisan saya kali ini tidak akan membahas soal siapa calon pilihan saya dan analisa dan prediksi kedepannya siapa yang akan menang… lah wong saya nda ahli blasss banget kalo ngomongin soal politik hahahaha….. pingin nya membahas yang ringan-ringan saja apa yang dilakukan para brand-brand baik F&B dan industry service memanfaatkan moment Pemilu Presiden kali ini (maklum Pemilu pemilihan Presiden haya terjadi 5 tahun sekali, jadi Pemilu yang kali ini istimewa tentunya).
Seperti yang pernah saya singgung di artikel saya yang lalu (Baca Nih …. Gratis Stabucks) mengenai moment marketing dan persiapan untuk melakukannya, di bahasan kali ini saya masih ingin mengupas sedikit analisa dan kira2 apa saja sih persiapan yang sebaik nya dilakukan untuk memeriahkan moment Pemilu kali ini
1. Planning & forecasting
Jul 11, 2014
Konsumen "Die Hard"
Sepanjang suasana pemilu ini ada banyak hal yang sangat menarik untuk diamati khususnya soal pendukung kedua calon presiden RI, eh tapi digaris bawahi dulu yah, saya sedang tidak membahasa dari sisi politik tapi ingin membahas dari sisi marketing terlepas dari dukung mendukung capres.
Ada tidak diantara anda yang sampai bersitegang karena membela masing-masing calon dengan sahabat, keluarga, teman kerja dan bahkan orang yang belum Anda kenal sebelumnya? Banyak mungkin yah wkwk, saya sendiri termasuk bagian di atas karena situasi yang memang sedang hot-hotnya sering kali terlibat diskusi yang tajam mengenai masing-masing wapres. Hebatnya semua seperti merasa benar, memiliki data yang konkrit dan punya alasan yang sangat kuat bahwa apa yang mereka pikirkan soal capresnya adalah yang paling benar.
Di Social media juga lebih hebat lagi, berhamburan link artikel, komen, gambar dan berbagai hal lain yang berhubungan dengan pemilihan calon presiden ini, entah betul entah salah pokoknya hantam bleh, sampai-sampai beberapa "tokoh" masyarakat kebabalasan dalam membela capresnya dengan mengorbankan kredibilitasnya karena mengangkat isue-isue yang tidak relevan. Beberapa teman saya bahkan berujar "gua sampe musuhan sama teman gua wkwk" WOW, tapi bisa juga sih, saya juga sampai harus unfollow beberapa orang yang menurut saya sudah cukup anoying "nyampah".
Media cetak dan TV? apalagi, sudah bingung mau yang mana yang ditonton wkwk, yah kalo pendukung Jokowi pasti suka nonton Metro TV dan Kompas TV tapi akan sangat enek nonton TV One dan MNC mungkin haha pun sebaliknya karena masing-masing terjebak pada pusaran dukung mendukung
Kok bisa sampai segitunya yah? Banyak sekali Die hard yang muncul untuk membela kedua pasangan ini baik itu yang memang tulus muncul untuk menjadi die hard maupun yang memang dibayar. Ah kalo dibayar sih ga menariklah buat dibahas, kita coba lihat bagaimana Die Hard-Die hard "Ikhlas" muncul dan sangat agressive membela dan mempromosikan brand yang mereka bela, asik bener khan kalo sampai brand kita punya Die hard-Die Hard seperti ini.
1. Merasa terwakili
Ada tidak diantara anda yang sampai bersitegang karena membela masing-masing calon dengan sahabat, keluarga, teman kerja dan bahkan orang yang belum Anda kenal sebelumnya? Banyak mungkin yah wkwk, saya sendiri termasuk bagian di atas karena situasi yang memang sedang hot-hotnya sering kali terlibat diskusi yang tajam mengenai masing-masing wapres. Hebatnya semua seperti merasa benar, memiliki data yang konkrit dan punya alasan yang sangat kuat bahwa apa yang mereka pikirkan soal capresnya adalah yang paling benar.
Di Social media juga lebih hebat lagi, berhamburan link artikel, komen, gambar dan berbagai hal lain yang berhubungan dengan pemilihan calon presiden ini, entah betul entah salah pokoknya hantam bleh, sampai-sampai beberapa "tokoh" masyarakat kebabalasan dalam membela capresnya dengan mengorbankan kredibilitasnya karena mengangkat isue-isue yang tidak relevan. Beberapa teman saya bahkan berujar "gua sampe musuhan sama teman gua wkwk" WOW, tapi bisa juga sih, saya juga sampai harus unfollow beberapa orang yang menurut saya sudah cukup anoying "nyampah".
Media cetak dan TV? apalagi, sudah bingung mau yang mana yang ditonton wkwk, yah kalo pendukung Jokowi pasti suka nonton Metro TV dan Kompas TV tapi akan sangat enek nonton TV One dan MNC mungkin haha pun sebaliknya karena masing-masing terjebak pada pusaran dukung mendukung
Kok bisa sampai segitunya yah? Banyak sekali Die hard yang muncul untuk membela kedua pasangan ini baik itu yang memang tulus muncul untuk menjadi die hard maupun yang memang dibayar. Ah kalo dibayar sih ga menariklah buat dibahas, kita coba lihat bagaimana Die Hard-Die hard "Ikhlas" muncul dan sangat agressive membela dan mempromosikan brand yang mereka bela, asik bener khan kalo sampai brand kita punya Die hard-Die Hard seperti ini.
1. Merasa terwakili
Jul 4, 2014
Konsumen Dalam 10 Jari
Sering kali saya mendengar komentar bahwa sosial media seperti twitter tidaklah efektif untuk digunakan sebagai tools dalam membangun bisnis apalagi meningkatkan penjualan, "twitter itu cuma untuk iseng" "Twitter itu cuma sebentar ajah impactnya dan ga terlalu penting untuk bisnis" "mana bisa jualan menggunakan twitter di bisnis ini" dan berbagai komen lainnya yang sangat meng under estimate twitter.
Saya beritahu Anda, jika Anda masih berpikir dengan pemikiran-pemikiran di atas hanya ada dua kemungkinan yang ada, pertama memang bisnis Anda tidak cocok menggunakan twitter sebagai media yang bisa digunakan untuk membangun bisnis Anda atau kedua Anda tidak mengerti bagaimana media ini bekerja sehingga bisa digunakan sebagai media untuk membantu pengembangan bisnis Anda.
Dan kalo boleh sedikit sharing, cukup banyak yang berpikir bawah twitter tidak akan memberikan impact yang positif apalagi sampai ke wilayah sales hanya karena sebetulnya yang bersangkutan tidak mengerti bagaimana cara memanfaatkannya dengan maksimal atau sometime dibeberapa kesempatan saya suka bilang "mungkin terlalu jadul dan males belajar" untuk mau mencoba mengerti.
Ok pada satu sisi saya setuju bahwa ada memang bisnis di mana twitter tidak bisa memberikan advantage atau KPI sampai wilayah sales, untuk hal ini tidak ada yang perlu dibahas, rasanya pasti betul, namun melakukan generalisasi bahwa twitter tidak bisa memberikan impact untuk bisnis adalah sesuatu pemikiran yang salah besar, mengapa?
Yah tapi karena pada kenyataannya banyak juga bisnis yang bisa besar, penjualan bisa sukses karena memanfaatkan media twitter, ambil contoh yang paling fenomenal Ma Icih, dengan media twitter produk kripik ini sukses melakukan penjualan yang konon omsetnya mencapai milirian setiap bulan atau salah satu brand di mana saya terlibat dari 0 membangun bisnisnya yaitu @NasGorMafia yang fokus berjualan nasi goreng, saya bisa bilang karena twitternya brand ini bisa berkembang menjadi besar sampai 8 cabang hanya dalam waktu 6 bulan.
Bagaimana bisa? Yah mungkin saya bisa sharing beberapa hal yang membuat media twitter bisa maksimal memberikan kontribusi pada bisnis kita bahkan sampai sales tentunya.
1. Ubah pola pikir, ini investasi bukan biaya
Saya beritahu Anda, jika Anda masih berpikir dengan pemikiran-pemikiran di atas hanya ada dua kemungkinan yang ada, pertama memang bisnis Anda tidak cocok menggunakan twitter sebagai media yang bisa digunakan untuk membangun bisnis Anda atau kedua Anda tidak mengerti bagaimana media ini bekerja sehingga bisa digunakan sebagai media untuk membantu pengembangan bisnis Anda.
Dan kalo boleh sedikit sharing, cukup banyak yang berpikir bawah twitter tidak akan memberikan impact yang positif apalagi sampai ke wilayah sales hanya karena sebetulnya yang bersangkutan tidak mengerti bagaimana cara memanfaatkannya dengan maksimal atau sometime dibeberapa kesempatan saya suka bilang "mungkin terlalu jadul dan males belajar" untuk mau mencoba mengerti.
Ok pada satu sisi saya setuju bahwa ada memang bisnis di mana twitter tidak bisa memberikan advantage atau KPI sampai wilayah sales, untuk hal ini tidak ada yang perlu dibahas, rasanya pasti betul, namun melakukan generalisasi bahwa twitter tidak bisa memberikan impact untuk bisnis adalah sesuatu pemikiran yang salah besar, mengapa?
Yah tapi karena pada kenyataannya banyak juga bisnis yang bisa besar, penjualan bisa sukses karena memanfaatkan media twitter, ambil contoh yang paling fenomenal Ma Icih, dengan media twitter produk kripik ini sukses melakukan penjualan yang konon omsetnya mencapai milirian setiap bulan atau salah satu brand di mana saya terlibat dari 0 membangun bisnisnya yaitu @NasGorMafia yang fokus berjualan nasi goreng, saya bisa bilang karena twitternya brand ini bisa berkembang menjadi besar sampai 8 cabang hanya dalam waktu 6 bulan.
Bagaimana bisa? Yah mungkin saya bisa sharing beberapa hal yang membuat media twitter bisa maksimal memberikan kontribusi pada bisnis kita bahkan sampai sales tentunya.
1. Ubah pola pikir, ini investasi bukan biaya
Jul 1, 2014
Businesman dan Rasa "Galau"
Sering sekali saya bertemu dengan pebisnis yang "curhat" bawah begitu lama sudah berbisnis tapi rasanya bisnisnya seperti jalan di tempat, ga maju-maju bahkan beberapa merasa malah bisnisnya malah bergerak ke belakang. Kadang kalo sudah berhadapan dengan kondisi seperti ini saya sering tersenyum sendiri karena jangankan para pebisnis yang "curhat" tersebut, sayapun kadang merasakan hal yang sama sejak berbisnis dari tahun 2003, kadang bagus, kadang stagnan dan bahkan mengalami kemunduran dan kebangkrutan.
Normal tidak sih pertanyaannya karena di sisi lain kadang kita sering sekali melihat ada pebisnis yang sepertinya masih "pemain baru" tapi tidak butuh waktu bertahun-tahun bisnisnya sudah menghasilkan omset yang bahkan belum pernah kita capai selama ini dan yang bersangkutan bisa mencapainya hanya dalam hitungan bulan atau tahun sementara kita yang sudah "asam garam" eh bisnis masih segini-segini ajah, kadang rasanya ingin berhenti dan meninggalkan dunia bisnis.
Ok berdasarkan pengalaman pribadi kalo saya boleh saya menjawab sebetulnya hal ini bisa dikatakan "wajar" dan memang dialami oleh sebagian besar pebisnis dan bahkan mungkin banyak yang berlarut-larut sampai akhirnya "ajal" bisnisnya datang atau tiba-tiba yang bersangkutan menemukan "petunjuk" dan kemudian bangkit untuk bisa sukses akhirnya.
Nah tentu kita sebagai pebisnis tidak ingin mengalami pengalaman seperti ini secara berlarut-larut, maksudnya ok lah kita berasumsi sudah mengalaminya atau sedang mengalami situasi seperti di atas, tapi dengan cepat kita bisa membalikan arah untuk menjadi lebih baik tentunya, bagaimana?
1. Check your passion
Normal tidak sih pertanyaannya karena di sisi lain kadang kita sering sekali melihat ada pebisnis yang sepertinya masih "pemain baru" tapi tidak butuh waktu bertahun-tahun bisnisnya sudah menghasilkan omset yang bahkan belum pernah kita capai selama ini dan yang bersangkutan bisa mencapainya hanya dalam hitungan bulan atau tahun sementara kita yang sudah "asam garam" eh bisnis masih segini-segini ajah, kadang rasanya ingin berhenti dan meninggalkan dunia bisnis.
Ok berdasarkan pengalaman pribadi kalo saya boleh saya menjawab sebetulnya hal ini bisa dikatakan "wajar" dan memang dialami oleh sebagian besar pebisnis dan bahkan mungkin banyak yang berlarut-larut sampai akhirnya "ajal" bisnisnya datang atau tiba-tiba yang bersangkutan menemukan "petunjuk" dan kemudian bangkit untuk bisa sukses akhirnya.
Nah tentu kita sebagai pebisnis tidak ingin mengalami pengalaman seperti ini secara berlarut-larut, maksudnya ok lah kita berasumsi sudah mengalaminya atau sedang mengalami situasi seperti di atas, tapi dengan cepat kita bisa membalikan arah untuk menjadi lebih baik tentunya, bagaimana?
1. Check your passion
Jun 4, 2014
Bosan Ala Marketer
Dunia bisnis yang sangat dinamis membuat kita pelaku di dalamnya baik itu business owner maupun professional yang berkerja di dalamnya terus menerus dihadapkan pada sesuatu yang baru dan bergerak sangat cepat, yah bagi yang mencintai duni ini hal ini sih malah jadi "candu" yang membuat kita makin ketergantungan dan menikmati setiap waktu yang terjadi di dalamnya.
Tiap hari kita sebagai owner bisnis atau professional dituntut untuk terus bisa memberikan kontribusi besar dan mencapai target yang dibuat dengan ide-ide yang outstanding, eksekusi yang lugas dan cepat dan pemikiran-pemikiran yang terus dipacu sehingga bisa mencapai objectives yang dibuat dan memenangkan kompetisi pasar yang Ada.
Tapi pernahkah di satu titik Anda merasa Jenuh? Bosan? Dan bahkan malas sekali untuk berpikir urusan bisnis? Situasi di mana sehebat apapun Anda tiba-tiba menjad have no idea apa yang harus dilakukan karena pikiran dan otak Anda menjadi sangat lelas karena semua kedinamisan tadi? Secara pribadi saya jawab Ya, ada satu waktu saya mengalami hal seperti ini, termasuk ketika saya menulis saat ini wkwk. Nah tentu sebagai business owner atau professional kita harus bisa mencari jalan keluar untuk mengatasi hal ini karena bisnis terus berputar dan tidak menunggu kita untuk kembali siap.
Bahasan kali ini saya tidak ingin sharing soal case study atau hal-hal yang terlalu berbau marketing deh karena saya lagi merasa Bosan haha, kali ini saya ingin coba sedikit sharing bagaimana mengatasi hal tersebut ala Gue tentunya sehingga tidak butuh waktu lama mengembalikan apa yang biasa kita sebuat passiona dan atusias kita untuk kembali di dunia yang kita cintai ini yaitu bisnis dan marketing
Tiap hari kita sebagai owner bisnis atau professional dituntut untuk terus bisa memberikan kontribusi besar dan mencapai target yang dibuat dengan ide-ide yang outstanding, eksekusi yang lugas dan cepat dan pemikiran-pemikiran yang terus dipacu sehingga bisa mencapai objectives yang dibuat dan memenangkan kompetisi pasar yang Ada.
Tapi pernahkah di satu titik Anda merasa Jenuh? Bosan? Dan bahkan malas sekali untuk berpikir urusan bisnis? Situasi di mana sehebat apapun Anda tiba-tiba menjad have no idea apa yang harus dilakukan karena pikiran dan otak Anda menjadi sangat lelas karena semua kedinamisan tadi? Secara pribadi saya jawab Ya, ada satu waktu saya mengalami hal seperti ini, termasuk ketika saya menulis saat ini wkwk. Nah tentu sebagai business owner atau professional kita harus bisa mencari jalan keluar untuk mengatasi hal ini karena bisnis terus berputar dan tidak menunggu kita untuk kembali siap.
Bahasan kali ini saya tidak ingin sharing soal case study atau hal-hal yang terlalu berbau marketing deh karena saya lagi merasa Bosan haha, kali ini saya ingin coba sedikit sharing bagaimana mengatasi hal tersebut ala Gue tentunya sehingga tidak butuh waktu lama mengembalikan apa yang biasa kita sebuat passiona dan atusias kita untuk kembali di dunia yang kita cintai ini yaitu bisnis dan marketing
Subscribe to:
Posts (Atom)









