Apr 27, 2021

New Blog Post

 Dear Temen-Temen

Silahkan akses ke link ini, sudah ada 200 artikel baru namun blog nya sudah pindah ke https://www.foodizz.id/blog See You

Salam Hormat.

Nov 27, 2019

Rahasia ...... 10 Jurus Ampuh Bikin Press Release

Apa itu “Press Release”? mungkin bagi sebagian besar foodpreneur, press release perlu ga perlu dibuat, biasanya dibuat jika hanya ada kasus aja, untuk klarifikasi isu. Bagi saya yang sdh bbrp tahun menjalankan fungsi PR, Release bukan hanya dijadikan alat klarifikasi isu semata, tapi bisa juga dijadikan alat untuk mendistribusikan informasi untuk banyak kalangan, terutama teman2 Media.

Media dalam hal ini temen-temen Jurnalis merupakan salah satu point penting dalam membangun Komunikasi brand kita ke target market, media punya jangkauan yang sangat luas yang penting dalam membangun awareness brand kita dan tentu saja media, melalui aktivitas PR selain efektif juga sangat efisien dari sisi Cost.

Tapi tentu membangun strategi komunikasi dengan teman-teman media butuh knowledge selain tentu kemampunan dalam membangun relasi dengan teman-teman media, nah kali ini saya akan coba membahan beberapa check list penting dari salah satu kunci menjalan aktivitas PR yaitu Press Release. Check list ini sangat penting agar temen-temen pengusaha kuliner dapat memaksimalkan campaign yang dibuat yang artinya tentu punya daya tarik untuk bisa dipublish or diliput oleh temen-temen dari media. Ok, Siap? Let's go

1. Judul yang powerfull
PASTI!! Apa yang kita baca pertama kali klo buka e mail atau baca tulisan?? Pasti judul nya duluan, nah jadi klo bikin judul release harus yang punya stopping power, bombastis, heboh, fenomenal!! Kenapa?? Karena klo tujuan kita adalah temen-temen media, pasti mereka punya dateline untuk buat tulisan yang bagus untuk pembaca nya, jadi sebisa mugnkin kita bisa “grab attention” dengan judul tersebut. Ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan untuk membuat judul yang menarik: bisa dengan pencantuman angka, misal: “55 Cara Menciptakan Ide Kreatif dan Inovatif”, bandingkan klo judulnya: “Cara Menjadi Kreatif dan Inovatif”, pencantuman angka disini akan meberikan kesan lebih menarik. Atau bisa juga dengan pendekatan impresi, misal: “Heboh!! Outlet Boedjangan DU dibanjiri Millenial”, atau “Terungkap!! Founder Upnormal bongkar rahasia memulai bisnis dari nol”


Nov 25, 2019

Hati2 .... Ini Gerbang Uang Keluar dalam Bisnis Kuliner

Tidak terasa hampir 6 tahun berlalu sejak 2013 memutuskan menjadi pebisnis kuliner, banyak sekali pelajaran yang ada sejak 6 tahun berada dalam industri ini apalagi memang sejak awal saya dan temen-temen memang tipe yang sangat agressive dalam membangun bisnis.

Dulu saya pikir bisnis kuliner ini yah ga ribet-ribet amalah, maklum sudah 8 tahun jadi konsultan marketing dan branding jadi dengan begitu banyak pengalaman menangani perusahaan rasanya semua hal "tau lah" dan selalu ada cara untuk membuat hal apapun beres, tapi ternyata tidak semua sesuai bayangan, ketika kita ada di dalam sebuah bisnis dan focus sejak kecil menjadi besar dan makin besar ternyata banyak sekali hal detail, tantangan dan masalah yang muncul untuk diselesaikan mulai dari marketing, operasional finance, legal, Supply Chain Management, Sales, Branding, Human Capital, Teknologi dan lainnya.

Nah topik kali ini saya coba sharing ringan salah satu fungsi penting dalam bisnis kuliner yang punya peranan sangat besar dalam memastikan perusahaan bisa profit sesuai target ato malah jadi minus gara-gara "mahluk" yg satu ini, apa itu Purchasing, atau bagian pembelian. Sebuah divisi yang keliatannya bukan bagian paling penting dalam sebuah bisnis kuliner tapi ternyata punya pengaruh besar terhadap performa perusahaan khususnya terkait COGS/ HPP serta profit margin tentunya.


Aug 27, 2019

The "Invisible" Hacking Growth in Business

"Dulu pas pertama kali membangun bisnis pernah membayangkan akan punya ratusan outlet seperti saat ini ga kang?" Pertanyaan ini sering banget ditanyakan diberbagai kesempatan, saya coba mau sharing soal ini ditulisan kali ini.

"klo planning, yes jawabannya pernah" karena sebagai pebisnis sudah seharusnya kita harus bisa membayangkan dan kemudian menjadikan hal tersebut planning jkt pendek yang harus di eksekusi, itu namanya Visi dan Misi, klo 3/5 tahun depan kita ga punya bayangan soal ini, wah perlu direview lagi bisnis yang kita jalankan saat ini tentunya.

Nah kalo pertanyaan "apakah semua karena planning yang dibuat dulu" saya bisa jawab TIDAK. Banyak hal yang sudah jauh dari planning sederhana yang kita buat dulu, banyak hal "tidak terduga" yang muncul, banyak ilmu baru yang "hadir" dan banyak kesempatan-kesempatan dari berbagai retentan kejadian yang akhirnya membuat kita bisa sampai pada saat ini (yah walaupun masih jauh perjalanan dan sulit).

Dalam perjalan muncul partners2 bisnis yang luar biasa, bertemu dengan mitra-mitra strategic dll tentu bukan hal yang bisa saya bayangkan dari awal bahkan jika bicara jujur ga sampe ilmu saya untuk mikiran pada tahap seperti sekarang, tapi terjadi juga, kok bisa?

Yah salah satunya yang sering saya bilang Hacking Growth kelas berat dalam dunia bisnis, tidak bisa dipelajari, harus diyakini dan kemudian dijalankan dengan niat yang betul yaitu Pertolongan Allah.

Banyak bisnis yang kadang "alah gitu doang" "Yah ela udah banyak kali yang ngerjain" "Ga unik" "Kurang prospek" "ga ada masa depan" dan lain sebagainya tiba2 berlalu waktu kita mendapati bisnis tersebut atau owner bisnisnya menjadi berkembang luar biasa, menepis semua keraguan dan asumsi serta seolah2 menabrak kewajaran padahal klo saja kita mau membuka hati dan pikiran apa sih yang tidak mungkin dengan Allah sebagai penolong kita?

Inilah salah satu Ilmu Hacking Growth yang sangat penting yg seharusnya banyak diajarkan dan jadi ilmu wajib soal hacking Growth karena melibatkan investor MAHA KAYA di dalamnya yang hanya perlu Kun fayakun untuk membuat perbedaan SIGNIFIKAN di dalam bisnis. ALLAH.

Nah bagaimana hacking growth ini bisa terjadi, basically Wawlahualam, tapi mungkin saya bisa sedikit berbagai dari apa yang "mungkin" saja membuat hal ini bisa terjadi sejak pertama kali 2013 mendirikan bisnis di bidang kuliner.

1. Doa
Visi, Misi, Objective, Plan dan Execution boleh jadi sesuatu yang secara teoritis akan membuat kita menjadi sukses tapi sebetulnya ada satu komponen lagi yang penting menggawangin itu semua yaitu doa. Dengan doa kita bukan hanya menyertakan kekuatan otak, keterampilan diri, kekuatan financial tapi kita juga menyertakan kekuatan "Terkuat".

Doa siap? doa siapa ajah, mintalah doa ke dua orang tua, guru, teman, sahabat, istri dan bahkan konsumen kita sendiri karena kita tidak pernah tau darimana dan doa mana yang dikabulkan oleh Allah. Saya pribadi kadang berpikir, dulu melalui program 1000 nasgor gratis bayar pake doa mungkin inilah salah satu Hacking Growth yang tidak pernah saya sadari bisa membuat perusahaan bisa terus berkarya sampai saat ini.

2. Amalan Rutin
Buatlah amalan rutin yang dikerjakan secara terus-menerus, makin besar dengan seiring bertumbuhnya bisnis tentu makin baik. Apa itu? wah bisa apa ajah, misa setiap jumat bersedekah nasi box, mau itu lagi ga bagus bisnis maupun bisnis lagi bagus. Contoh lain berbagi ilmu secara rutin, dan berbagai kegiatan lainnya yang mungkin tidak membuat kita terkenal di mata banyak orang tapi apa yang kita kerjakan tersebut terdengar di langit sehingga pertolongan Allah selalu datang untuk bisnis kita.

Seoarang sahabat pernah bercerita kepada saya bahwa dikenal seseorang yang dulunya biasa ajah, hanya pedagang kecil yang sekarang menjadi kaya, ketika sahabat saya tersebut bertanya apa rahasia dari perkembangan bisnis bapak, dengan sedikit berpikir bapak tersebut kemudian menjawab "saya selalu mencari mesjid untuk diperbaiki saluran wuduhnya, ledeng dan sumurnya, mungkin dari sanalah rezeki saya terus mengalir nak"

3. Memberi banyak manfaat bagi banyak orang
Bisa jadi bisnis kita terus bertumbuh karena kita memberikan banyak manfaat bagi banyak orang yang ada di sekitar kita. Hasil bisnis yang didapat banyak dikembalikan lagi untuk kepentingan banyak orang sehingga pada akhirnya kita dipercaya Allah untuk menjadi keran rezeki bagi banyak orang.

Tidak ada matematika untuk Hacking Growth dari langit khususnya dalam berbisnis sejauh yang saya pahami, yg ada hanya keyakinan bahwa ketika kita berbisnis dengan "Investor Terbesar dan Terkaya serta paling Powerfull" Insya Allah tidak ada yang tidak mungkin.

Semoga tulisan ini bermanfaat, menjadi koreksi serta nasehat yg selalu ter remind dalam hati saya dan teman-teman.

Yuk. Start your business with Bismillah.

Silahkan di share jika ada manfaatnya, tidak perlu izin.

Di tulis sambil ngopi asik di Upnormal.

Baca Popular Post Lainnya

Tingkatkan Leads dan Sales Via Affiliate Marketing
Tingkatkan Penjualan dgn Speak-Speak Dewa (SSP)
Ayam dan telor akhirnya terjawab mana duluan

Note.
Silahkan jika ingin di repost atau disebarkan ulang seluruh konten yang ada di dalam blog ini untuk tujuan sharing dan berbagi ilmu. Dilarang untuk penggunaan komersil.

Oct 21, 2018

Jadi MIlioner dengan Bakmi Jowo, bisa?

Banyak sekali pertanyaan seperti ini muncul di berbagai kesempatan baik itu kegiatan workshop ataupun pertanyaan yang langsung dikirim via sosial media. "kang klo mau usaha mulai dari mana yah kira2". Pertanyaan seperti ini kadang keliatan memang pertanyaan sederhana, sangat umum dan sering sekali ditanyakan memang tapi pada prateknya kadang sulit juga memberikan jawaban yang pasti dari mana sebetulnya usaha harus dimulai, banyak sekali teori dan nasihat terkait hal ini.

Tidak ada ya salah or benar mutlak dari berbagai hal yang akan coba kita paparkan dibawah karena setiap point salalu ada contoh yang sukses ataupun tidak sehingga point2 tersebut lebih bersifat pengetahuan yang bisa dijadikan pemikiran ketika kita akan memulai usaha tentunya yah.

Coba kita lihat beberapa nashiat/ teori/ ataupun cara bagaimana memulai usaha yang sudah lazim dan sering dipraktekan oleh banyak pengusaha.

1. Aliran Mulai Ajah Dulu (Mokat, Modal Nekat)
Pengajunut paham ini klo mau usaha yah yang penting START NOW, mau usaha apapun NIATKAN dan jalankan, lihat ajah dulu apa yang kita bisa, peluang apa yang ada atau pontesi di depan mata yang ada untuk diSIKAT dan dijalankan SEGERA. RESIKO, yah biasalah, klo gagal yang jadikan cambuk untuk lebih termotivasi, belajar lagi sehingga akhirnya nanti bisa sukses.

Paham ini lebih menekankan untuk kita segera DO ACTION karena memang kadang jadi pengusaha itu base on pengalaman saya sendiri yah mulai ajah dulu sih, tapi mungkin ada beberapa hal yang akan menjadi catatan di bawah.


Aug 3, 2018

5 Bahan Bakar Bisnis

FIuhhhh "capex banget bang berbisnis itu ternyata yah, hampir ga istirahat saya beberapa bulan ini dalam menjalankan bisnis, bangun shubuh balik tengah malam dan itupun tidak ada garansi akan sukses dan jadi besar bisnis yang gua jalanin ini". 

Ini tema obrolan yang sering banget saya temui khususnya klo lagi ngobrol bareng temen-temen startup, bagaimana lelah dan capexnya jadi pengusaha. "WELCOME TO REAL WORLD OF ENTREPRENUER bro". Yes dunia usaha memang tak seindah "COCOTE MOTIVATOR".

Saya termasuk yang mengamini sedikit obrolan diatas, karena memang sejak masih kuliah dan berkantor di kamar kos, yah inilah yg saya alami sejak belasan tahun lalu. Butuh "bahan bakar" yang cukup banyak dan kuat untuk kita bisa bertahan di dunia usaha yang tidak mengenal belas kasihan apalagi orang manja di dalamnya karena tanpa "bahan bakar" tersebut niscaya saya pribadi sudah ingin sekali berucap "Sayonara" dalam banyak kesempatan terhadap dunia usaha namun akhirnya saya urungkan karena kembali Re-Charge dan mengisi mesin "hati dan kepala" saya dengan bahan bakar baru.

Kesempatan kali ini saya ingin sekali berbagi tentang "bahan bakar" ini, setelah beberapa hari lalu mengisi jadi Mentor dan Juri di Food Start Up Indonesia entah kenapa tiba-tiba ingin sekali menulis soal ini karena saya yakin bukan saya aja or temen saya di atas yang mengalami hal tersebut tapi lebih banyak lagi temen-temen di sana yang mungkin sudah mulai kehabisan "bahan bakar" dan sudah memikirkan untuk mundur dari dunia usaha.

Nah apa ajah itu bahan bakar untuk kita bisa terus semangat dan survive di dalam dunia usaha, izinkan saya untuk sharing.

1. Keyakinan sama Allah
Buat saya pribadi inilah bahan bakar utama dalam dunia usaha, yakin sama Allah. Yakin bahwa ketika memulai usaha diniatkan karena Allah pasti Allah akan bantu kita untuk bisa menjalini dunia usaha ini dengan sabar dan kuat. Yakin bahwa sukses or gagal itu soal proses dan belajar tapi ketika dilakukan karena Allah tidak ada lagi beban yang harus dipikul.

Jul 27, 2018

Pelajaran dari F & B di Amrik

Kesempatan beberapa waktu lalu ke USA betul-betul memberikan banyak sekali inspirasi dan pelajaran yg bisa dipetik oleh saya pribadi dan tim tentunya. Kadang memang dipikir2 cukup banyak literatur online yang membahasa banyak strategi, taktik dan program di lapangan namun beda banget ketika kita melihat langsung, merasakan dan mengalami sendiri experience nya.

Sudah lama sebetulnya mau di share cuman di draft doang hehe, yah kebeneran siang ini lagi buka2 draft keliatan file ini, boleh lah dan izinkahn saya sharing.

1. Fast service industry (5 minutes’ food service)
Ini hal yg sangat menarik di mana banyak sekali restaurant dengan konsep Fast Food Fast service yang ada di Amrik dan sangat ramai dengan pembeli bahkan antrinya sangat Panjang tapi hebatnya bahkan kita tidak perlu menunggu lebih dari 5-10 menit untuk pesanan yang cukup banyak. Jika diperhatikan konsep2 Fast Food seperti ini sudah cukup banyak diadopsi di Indonesia khusus oleh Global Brand seperti Mc Donald, KFC dll di mana dengan membangun system Fast Food akan sangat mungkin bisnis bisa dijalankan dengan lebih efisien khususnya terkait karyawan.

Pertanyaan bagaimana dengan yang banyak menu? Nah ini juga menarik teryata konsep dengan banyak menu juga bisa dijadikan konsep Fast Food Fast Service, jumlah SDM efisien tapi revenue tetap besar dan menarik, menariknya di Indonesia konsep banyak menu ini sudah lama dan banyak kita jumpai melalui bisnis Nasi Padang dan Warung Tegal hehe.

So kesimpulan sebetulnya soal konsep di Indonesia kita punya banyak yang keren-keren tapi satu hal yang perlu dikembangkan dan diupgrade adalah bagaimana membangun konsep Fast Food Fast Service dengan standart tinggi yang meliputi Training, Konsep tempat serta memenuhui unsur Food Safety yang ketak.

2. Invest in technology 
Satu hal yang sangat terasa cukup massive di amrik adalah penggunaan teknologi dalam bisnis F & B, self service order, bayar sendiri pake kartu kredit atau bahkan order sebelum datang sudah menjadi hal umum di sana, malah dibeberapa kesempatan karyawan café sering kali kebingungan dengan uang kembalian karena mereka sangat jarang bertemu dengan konsumen yang bayar pake cash, dan udah bisa di tebak hehe kita turis yah biasa bayar pake cash.


Jul 14, 2018

Jadi dari mana ide datang

"Mas gimana yang biar ide kita bisa banyak?"
"Mas bagaimana yah biar ide moncer terus"
"Bro gimana sih cara mikir biar terus bisa update ide kita?"
"Bro kasih tips dong biar bisa mikir kreatif?"
"Bro gimana caranya biar terus bisa inovatif yah perusahaan kita?"

Begitu banyak pertanyaan seputar ide selama ini yg saya temui diberbagi kesempatan dan memang sih klo dipikir-pikir apapun yang sukses di dunia bisnis ini pasti langsung atau tidak langsung memang terkait ide pada awalnya.

Pendiri Facebook Mark Z muncul dengan ide bagaimana membuat semua orang pada akhirnya terkoneksi dalam sebuah platform, Tony F pada awalnya muncul dengan ide bagaimana bisa membangun bisnis penerbangan murah yang bisa dinikmati oleh banyak orang, RuangGuru dari yg saya baca berawal dari ide bagaimana merevolusi dunia pendidikan secara digital sehingga bisa diakses oleh siapapun sejauh terhubung dengan internet dan bahkan mungkin jika boleh sedikit bercerita, Warunk Upnormal juga dibangun dari sebuah Ide bagaimana membuat warkop bisa bersaing dengan coffeeshop yang keren.

Bahkan kalo dipikir-pikir bisnis agency atau konsultan yang pernah saya jalankan juga malah menjadikan Ide sebagai mata uang untuk ditukar dengan billing dalam bentuk uang. Coba saja bayangkan, ada kenalan saya yang dibayar cukup mahal oleh kliennya hanya demi IDE.

jadi gimana biar IDE bisa muncul, relevan tentunya (yah klo ide sembarangan sih semua orang bisa), bisa dieksekusi dan tentu pada akhirnya bisa memberikan impact tergantung digunakan untuk apa ide tersebut.

1. Banyak membaca
Membaca merupakan gerbang ide yang sangat luar biasa, apalagi di jaman seperti sekarang di mana apapun yang ingin dibaca tinggal di googling ajah di handphone kita jadi tidak ada alasan misalnya tidak bawa buku dll. Saya sering sekali jika tertarik sebuah topi misalnya, selalu mencari banyak referensi secara online, dibaca semua referensi dan di resume sehingga topik yg saya tertarik tersebut bisa diketahui lebih dalam. Nah dari sini percaya deh, BUANYAKK sekali ide-ide baru muncul biasanya.


Keep The Spirit

"Seriusan bro buat cafe Indomie haha, di mana-mana makan indomie yah di warkop lah, mau lo jual berapa itu Indomie kalo dijadiin di cafe, ada-ada ajah sih elu haha"

"Ala utang miliaran ajah pake jadi konsultan, tulis buku segala, sharing2, apa yang udah dibuktikan emang, buktiin dulu baru ngomong"

"Wuih asik yah buat workshop, bayar jutaan, cepet tajir nih, harus kalo udah berhasil mah gratis lah bagi-bagi, cari uang kok dari ilmu sih bro"

"Hadohhh kerjaan udah jelas, keren, gaji ok eh malah pake keluar jadi pengusaha, kaga salah apa pilihan loh, coba dipikirin lagi, ga sayang apa dengan keluarga yg jadi ga jelas pendapatannya dan bisa-bisa kaga ada penghasilan lo"

Banyak dari kita mungkin mengalami hal-hal di atas khususnya yang memutuskan untuk menjadi dan menjalani hidup sebagai pengusaha, yah tentu itu contoh-contoh yang kurang positif, banyak juga contoh yg memberikan dorongan positif ketika kita memulai dan menjalani hidup sebagai pengusaha.

Semua hal yang kurang positif ini klo dipikirin bakal jadi "baper" kita pasti apalagi misalnya ketika dijalani dunia usaha tidak semudah "daun kelor" eh ga nyambung yah haha, maksud saya tidak semua "kicau" motivator ketika di dalam ruangan seminar motivasi hehe.

Kalo saya sih dari dulu sering ambil positifnya ajah kalo muncul temen-temen ato bahkan orang ga dikenal punya komen-komen seperti itu

1. Blom nyampe pikirannya
Nah ini mungkin jawaban pertama, yg komen blom nyampe mikirnya, sehingga dimaklumi ajah, tidak ada kewajiban juga kita untuk menjelaskan panjang lebar mengenai apa yang mereka komenin, life goes on, banyak hal yang perlu kikerjakan, masih banyak sukses yang perlu kita kejar sehingga hal terbaik adalah buktikan ajah dengan sejalannya waktu.

Jun 21, 2018

5 Strategi Memenangkan Pasar

Obrolan di sebuah coffee shop di bali malam ini cukup seru buat saya, pertama coffee shop tempat kita ngobrol kedua tentu saja bisnis coffee shop yang sedang menjamur saat ini.

"Iya nih di Bali kayaknya tiap bulan ada ajah coffee shop baru muncul dengan berbagai hal baru maupun yang begitu-begitu ajah sih" 

Hmm ini ga jauh beda sih kayaknya seperti Bandung or Jakarta, coffee shop tumbuh dengan pesat di dua kota ini juga, sepertinya klo di instagram ada ajah tiap bulan muncul coffee shop baru dengan berbagai hal baru maupun standart yang ditawarkan mulai dari design keren, variant coffee yang sangat variatif yang mungkin istilah beberapa pemain kopi "mencederai" dunia kopi dengan menambahkan variant2 yang bikin geleng-geleng seperti Chesee, buah, ato bahkan coffee shop jualan Indomie, beans-beans dari belahan dunia lain, specialty beans, jualan bakery sampe bekicot (haha becanda) kalo perlu, barista juara, Baristanya ganteng-ganteng dan cantik, punya mesin super mahal, interior super mewah bahkan baru punya 1 outlet sudah ada pajangan mesin roasting merek Probat.

Jadi ujungnya semua mirip2 yah? Yah jawab sendiri lah, sudah sering kan ke coffee shop tentunya, bener ga mirip2? Klo iya kenapa ada yang rame dan ada yg sepi? Faktor mana yang paling punya pengaruh sehingga bisa seperti itu? "Itu si A pake mesin Lamarzocco 3 group, custom design tapi kok sepi yah", "Itu si B, edun designnya keren banget, pake designer kayanya, tapi kok sepi yah, ramean yg cuman suasana ala seadanya, kursi kayu dan tempatnya nyempil lagi ga keliatan dari jalan"

Jadi apa yang membuat satu brand bisa lebih laku daripada brand yg lain? Tau ga? Enggak, sama saya juga ga tau haha. Seriusan ini karena tiap brand yang laku mungkin konsumennya punya "reason to buy" yang berbeda dari brand lainnya, punya "brand value" yg mungkin tidak tampak secara kasat mata yg perlu dikaji dan dicari insightnya sehingga mungkin kita bisa memperkirakan "why" nya konsumen terus datang dan membeli di coffeeshop tersebut.

Salah satu contoh coffeeshop di bali yg sudah cukup lama ada, dari dulu biasa-biasa ajah sih, but beberapa bulan ke belakang ini brandnya cukup menjadi perhatian, sering dibicarakan orang, di post di instagram, dan cukup banyak pengunjun dari luar bali datang untuk sekedar selfie, trial ato merasakan sendiri "ada apa" kok rame. "gara-gara apa yah?" "Life Music" ... Seriusan gitu ajah? Yap, Musik for entry kemudian tentu didorong oleh program-program yang kuat serta komunikasi yg intens sehingga kemudian "positioning terbangun" then "Simsalabim" customer berdatangan .. ini magical dari ilmu marketing hehe.

KOK BISA SUKSES sih?

"Eh gile kreatif banget yah tuh orang, kok bisa dimikir begitu dan kemudian jadi bisnis yang mendatangkan omset miliaran"

"Buset deh es kopi susu doang, resepnya gua juga bisa bikin lebih enak padahal tapi kok bisa yah si x jadi miliader dari sana"

"Yah ela dari dulu ojek udah eksis, bisa ajah tuh Gojek kepikiran buat di online in eh udah gitu jadi triliunan lagi nilainya"

"Buset dah, jualan album photo doang bisa jadi bisa miliaran, padahal standart banget idenya dan ga jauh2 dari design dan cetak"

"Buset dah itu kang Dewa, cuman mainan online ajah bisa jadi miliuner, jualan buku bisa puluhan ribu eklemplar, buat seminar harga mahal sold out"

Sering terpikir hal-hal di atas? Terpikir bagaimana sih bisnis-bisnis di masa lampau maupun di saat ini muncul dari sebuah ide kemudian dieksekusi menjadi bisnis yang luar biasa pada waktunya? Bagaimaan cara berkerja orang-orang "kreatif" "luar biasa" "jenius" "beruntung" or you name it sehingga ide yang kadang sepertinya "sederhana" "gua juga kepikir" menjadi sebuah bisnis yang sukses?

Yah ini pertanyaan yg selalu muncul di kepala saya hampir setiap saat jika melihat kesuksesan sebuah produk/ jasa/ personal di pasar, "pasti ada caranya, ada polanya" yg bisa dipelajari dan mungkin sesuatu saat giliran kita yang muncul dengan ide dan dieksekusi menjadi luar biasa dan sukses PASTI.

Dari sini saya coba baca, buka-buka artikel, berdikusi dan mengkaji lagi POLA bagaimana sebuah ide yg bahkan sederhana sekalipun bisa dieksekusi menjadi bisnis yang bernilai juta, puluhan juta, miliran, puluhan miliar, ratusan miliar bahkan triliunan pada akhirnya.

Biar sederhana point2nya saya akan coba menulis berdasarkan pengelaman saya mulai dari ide "nasi goreng" sampai akhirnya punya 170 lebih cabang dengan berbagai brand di bidang bisnis kuliner, tentu masih jauh dari kata sukses namun setidaknya bisa sedikit memberikan inspirasi bahwa ide yang sederhanapun jika di eksekusi dengan "betul" bisa menjadi sebuah bisnis yang bernilai sangat besar.

1. Apa Idenya?

Jun 16, 2018

The Beginning of My Business Journey. Part 1

"Pilihan bisnis itu hanya ada dua, memulai atau tidak memulai, sesederhana itu saja"

Sering kali saya diminta sharing soal bagaimana bisa membangun bisnis dari nol, hanya modal secukupnya dan kemudian berkembang menjadi ratusan cabang dalam kurang lima tahun di bidang bisnis kuliner sejak 2013.

Sebelum saya jawab pertanyaan di atas, mungkin ada cerita yang banyak orang tidak ketahui bahwa karir bisnis saya bahkan sudah dimulai sejak masih jaman-jaman kuliah di universitas parahyangan bandung. Ada suatu malam diacara malam keluarga kampus saya melontarkan sebuah pertanyaan tentang seperti apa masa depan karir kami kelak setelah lulus, jawaban yg saya terima saat itu malah membuat saya berpikir "wah ga jelas gini bakal jadi apa yah, apalagi kalo harus lanjut s2 or s3 duit dari mana" yah mungkin itulah keterbatasan pemikiran saat itu sebagai seorang mahasiswa jadi hanya bisa nangkep segitu haha. Hal ini terus jadi pikiran saya sampai sulit sekali kadang-kadang tidur karena memikirkan akan seperti apa saya ke depannya setelah lulus.


Feb 27, 2018

10 Golden Rule Memulai Bisnis Kuliner

Sering sekali disetiap kesempatan workshop, training atau diskusi ringan saya ditanya "gimana mas memulai bisnis kulinernya dulu dari nol banget, tanpa pengalaman kemudian bisa berkembang seperti sekarang".

Klo ditanya bagaimana memulai saya mungkin bisa cerita panjang lebar hehe karena memang pengalaman memulai bisnis ini seru sekali untuk diceritakan dan mungkin bisa jadi sebuah buku sendiri.

Tapi melalui tulisan kali ini, saya mungkin mau mencoba merangkum 10 Golden Rule (biar keren ajah lah judulnya) ketika akan memulai bisnis kuliner khususnya sehingga mungkin temen-temen yang akan or ingin memulai bisnis punya sedikit gambaran dan arah sehingga kelak tidak "tersesat" di dunia yang keliatannya "enak" tapi sebetulnya sangat "kejam" yaitu dunia bisnis kuliner.

Oh iya sebelum saya mulai, jika temen-teman membaca artikel ini janji yah untuk menyebarkan link artikelnya ke group, sosmed dan ke kontak pribadi karena mungkin saja ada yang memerlukan or mungkin bisa menjadi manfaat bagi banyak orang yang membacanya. Janji yah, klo ga janji dilarang membaca tulisan berikutnya hehe.

Jan 9, 2018

8 Tips Penting Menghadapi Era Disruptif

Bahasan era disruptif memang sedang panas-panasanya menjadi topik yang sangat menarik beberapa bulan ke belakang, berbagai pendapat, analisa, data dan insight bermunculan baik itu membahas dari sisi optimis peluang maupun kadang membuat sedikit pesismis dan ancaman. Berbagai contoh tumbangnya bisnis-bisnis yang dulunya "berjaya" dikaitkan dengan era disruptif menjadi pokok bahasan yang sepertinya tidak pernah habis-habisnya dibahas diberbagai media dan kesempatan.

Lantas apa impactnya buat kita? Nah ini masalahnya, impact itu tentu dirasakan jika sudah terjadi kadang kala, tapi tentu pula kita berharap bahwa impact yang terjadi adalah impact positif yang dapat kita rasakan dengan datangnya era disruptif ini bukan kebalikannya, kita harus bisa memanfaatkan hal ini menjadi peluangan dan kesempatan untuk bisa kita dapat tumbuh dan berkembang bahkan menjadikan hal-hal yang muncul di era disruptif malah menjadi competitive advantages bagi perusahaan kita.

Dari berbagai artikel dan literatur yang saya baca, pada tulisan kali ini saya ingin memberikan sedikit rangkuman yang mungkin bisa bermanfaat untuk semua teman2 pebisnis yang bersiap atau bahkan blom siap untuk masuk ke dalam era disruptif (anyway where are already in), yah tentu tips ini berdasarkan apa yang saya baca dan dengar bukan apa yang sudah saya alami karena seperti kebanyakan kita saat ini, bisnis kita sedang ada di dalamnya dan kita sedang "do" something untuk menghadapi era disruptif ini.

1. Don't Ignore it, Open Mind
Setiap pebisnis di era disruptif tidak boleh mengacuhkan apapun yang berubah saat ini khususnya perilaku konsumen dan teknologi. Perubahan perilaku milenial misalnya lebih mementingkan "leisure", kemudahan, dan hal-hal simple harus menjadi perhatian untuk bisa diselaraskan dengan strategy bisnis yang dijalankan oleh perusahaan saat ini atau untuk kasus indonesia misalnya di mana Gojek demikian expansive sehingga menciptakan "cashless" melalui gopay harus betul-betul diperhatikan dan dicermati dengan sangat dalam apa saja yang akan berubah, bergerak akibat teknologi ini sehingga kita bisa memetahkan mana yang akan jadi peluang dan mana yang akan jadi ancaman tergantung dengan bisnis yang kita jalankan saat ini.

Jan 1, 2018

Why?


Welcome 2018, akhirnya tahun baru telah tiba, bagi sebagian orang tahun baru kadang jadi tonggak, titik tinggal landas atau semangat baru untuk menjadikan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, membuat terobasan- terobosan baru atau bahkan target baru yang tentunya lebih besar atau lebih baik dari tahun sebelumnya. Tulisan kali ini mungkin akan sangat singkat namun semoga bisa mengisi sedikit semangat di tahun baru untuk kita semua.

Di salah satu video favorit saya, Simon Sinek, ada hal yang menarik untuk dijadikan titik awal "kembali" yg terkait dengan tujuan mengapa kita berbinis, mengapa konsumen harus membeli produk kita atau mengapa sebetulnya yg menjadi eksitensi bisnis kita saat ini. WHY? Ini menarik karena jika kita harus melakukan review, hal paling mendasar yang harus direview ada "Why", karena dari sinilah semua kemudian kita susun ulang atau kita lanjutkan untuk bisa dicapai "Why" tersebut.

Dec 25, 2017

6 Alasan Mengapa Konsumen Membeli Brand Anda

Mengapa konsumen membeli atau akan membeli brand kita? Sebuah pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab dari waktu ke waktu karena "keinginan" atau "Motivasi" konsumen untuk membeli seiring waktu selalu berubah dipengaruhi berbagai faktor baik internal maupun faktor eksternal.

Dahulu datang ke tempat makan mungkin faktor paling penting mengapa tempat tersebut dipilih karena memang makanannya terkenal enak, namun sekarang defini "enak" tanpa didukung oleh fasilitas yang diharapkan oleh konsumen "jaman now" seperti Wifi, nyaman, kemudahan pembayaran, instagramable, layanan bagus menjadi kurang relevan lagi karena "enak" jadi relatif tanpa hal-hal yg sebetulnya "dinginkan" oleh konsumen tersebut tidak terpenuhi. Pernah tidak kita datang ke satu restaurant misalnya ternyata tidak bisa debit dan kita tidak jadi makan ditempat tersebut?

Dahulu, saya punya tempat favorit sekali untuk nonton bioskop, masalah memang harus ke sana langsung untuk membeli tiket klopun bisa online rada "ribet" prosesnya menurut saya, sekarang dengan Go-Tix powered by Gojek, tinggal buka Handphone, pilih seats, ok done, tinggal datang diwaktunya dan beres. Apa ini? yah Motivasi saya nonton bukan semata dipengarahi "brand" biskop tersebut tapi lebih kuat dipengaruhi bawah brand yang satu lagi memberikan "solusi" untuk saya dan menyelesaikan sebagaian besar masalah saya untuk untuk menonton film di bioskop yaitu harus antri, datang berjam-jam sebelum film mulai karena harus antri dan belom tentu dapat.


Dec 21, 2017

Bisnis (Berubah/ Mati)

Contoh. 1
Apa berbedaan cara berkomunikasi 2013 dengan 2017 saat ini? Dulu ketika awal membangun bisnis kuliner, twitter masih sangat powerfull sebagai channel komunikasi sampe-sampe sepertinya tidak akan sukses bisnis kita kalo tidak berkomunikasi di twitter, pas per post nya klo pake buzzer bahkan pada masanya bisa mencapai puluhan juta rupiah. 2017? dunia persilatan berubah, Intagram merajai channel komunikasi social media diindustri kuliner jika dapat dikatakan demikian, hampir semua pemain kuliner rasanya sepakat, intagram saat ini salah satu channel media yang paling powerfull untuk membangun bisnis di bidang kuliner.

Contoh. 2
2013, membangun delivery sistem adalah sebuah keharusan, bisa dibayangkan bagaimana ribetnya tuh kalo lagi jual nasgor, pas makan siang yang pesan 30 order, sehingga akhirnya dibatasi wilayah antarnya karena armada tidak cukup, coba nego sama tukang ojek untuk anter makanan di daerahnya, kebanyakan nolak, ga tau juga kenapa mungkin 5.000 or 10 ribu ga menarik buat mang ojek. Sekarang? 100 order juga santai ajah bro, pagi siang malam Gojek siap antar di mana pun dan kapanpun, dunia delivery berubah total, bahkan cara belinyanya berubah total, ga perlu kita sibuk siapin apa2, cukup tunggu abang gojek antar duit ke tempat kita.


Dec 20, 2017

"Membeli" Konsumen Masa Depan

"mas kayanya buat bisnis kuliner gampang yah, tinggal cari koki yg jago cari tempat dan minimal punya modal awal lah bisa tuh kita langsung berbisnis"

Yah BETUL 100%, ga ada yang salah dengan statement di atas klo cuman mau "buka" "punya" bisnis di bidang kuliner ato di bidang apapun lah, asal ga usah mikirin nanti soal omset berapa, dapat untung ato enggak, balik modal nya kapan, setelah beberapa lama bisnis masih jalan ato enggak yah sekali lagi BETUL 100% pernyataan diatas hehe.

Tapi sayangnya "buka" bisnis adalah pekerjaan yang paling gampang yang dilalui oleh setiap pebisnis, namun setelah "buka" pekerjaan berat yang akan menunggu adalah apakah bisnisnya mampu mendatangkan konsumen, bisa mencetak omset sesuai target, apakah profit bersihnya bagus dan sesuai target, apakah costnya terkontrol, apakah bisa dikembangkan menjadi bisnis yang lebih besar dan berbagai tantangan-tantangan lain yang tidak kalah sulitnya untuk dijalankan.

"wah jadi sulit banget juga kalo gitu yah" hehe klo setiap orang yg mau menjalankan bisnis memikirkan 2 paragrap di atas pasti mereka akan berpikir dan berhitung kembali yang artinya kalo tetap terjun sebagai pebisnis mereka pasti sudah betul-betul memperhitungkan setiap hal yang ada di 2 paragraph tersebut tentunya.

Nah beberapa tulisan ke depan saya akan coba membahas step by step terminologi business yang penting untuk setiap pebisnis untuk bisa sukses dan bisnisnya terus bisa berkembang tentunya. Apa ajah itu, Buy Leads, Buy Now, Buy More, Buy Often, Buy Recommendation.

Buy Lead (Mendatangkan Konsumen)

Nov 22, 2017

2. Q&A (SOP + Fast Growing + Consultant)

Tadi pagi asik ngobrol dengan temen di group Whatsapp ada pertanyaan yang menarik yang dikemukakan oleh beliau yang saya rasa cukup ok untuk dibahas dan mungkin bisa bermanfaat bagi setiap pebisnis.

"Mas, ini kita udah cukup banyak cabang, cuman sejujurnya kita bingung bagaimana yah biar lebih terstandart, bisa berkembang lebih professional dan tumbuh cepat?"

Ok basically pertanyaan diatas ada 3 hal yang ditanyakan dan semua pertanyaan yang berat untuk dijawab karena sejujurnya saya juga terus improvement persoalan-persoalan di atas, tapi its ok mungkin saya bisa sharing base on pengalaman apa yang sedang kita jalankan dan sudah pernah kita jalankan.

1. Standarisasi
Point paling utama dalam melakukan standarisasi adalah DOKUMENTASI - TRAINING - IMPLEMENTASI - KONTROL - EVALUASI - IMPROVEMENT circle. Hal apapun ikut semua circle ini jika kita ingin membangun standarisasi yang kuat bagi bisnis kita. Contoh klo kita punya bisnis kuliner, tata cara masuk, tata cara layanan, tata cara kebersihan dan semua hal yang terkait bisnis kita tidak ada DOKUMENTASI bagaimana bisa terstandart?


Nov 14, 2017

Q&A. Target + Passion + Investor

Sudah lama sekali ga nulis nih, alasan klasik sih terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga menyempatkan waktu untuk menulis menjadi sesuatu yang "langkah".

Sering sekali saya berpikir bagaimana yah biar ide menulis bisa ngalir gitu ajah, sometimes idenya lagi ada eh lagi pas dijalan, sudah di depan komputer hilang tanpa bekas haha sampai tadi di mobil, dalam kondisi dingin dan hujan yang rintik-rintik terpikirlah sesuatu yang lebih sederhana untuk ditulis tapi Insya Allah punya manfaat yang sama dengan tulisan-tulisan dalam bentuk artikel, apa itu?

Q & A, Yap, tiap minggu ada-ada ajah pertanyaan soal bisnis baik secara langsung, melalui social media, curhat di DM ataupun di channel lainnya, kadang pertanyaan yang sama berulang dan saya rasa bagus juga kalo saya tuliskan ajah (bisa gantian dengan menulis artikel) sehingga bisa dibaca oleh temen-temen semua yang mungkin punya problem yang sama dalam bisnisnya. Or bisa juga tuliskan pertanyaan di kolom komen, Insya Allah saya balas jika saya rasa ada sedikit kemampuan untuk menjawabnya.

Seperti tadi sore ketika ngobrol santai dengan beberapa temen-temen MBA ITB ada beberapa pertanyaan yang mereka tanyakan, nah kita mulai yuk. Btw mungkin tidak 100% sama pertanyaan tapi saya modif2 dikit biar lebih kontekstual tentunya.

1. "Mas gimana yah buat nentuin berapa besar target jualan buat bisnis saya, rada bingung soalnya untuk menetapkan target buat orang salesnya"