"kang kok bisa iklan akang muncul di Intagram yah? Dan udah beberapa kali saya liat dalam minggu ini munculnya, Saya juga mau dong kang muncul iklan seperti itu, sepertinya keren kalo Brand saya bisa muncul seperti itu di IG"
Lah ini saya kadang-kadang bingung dengan banyak pemilik brand, sampai segitu ga taunya soalnya iklan online apa yah hehe #BecandaAh. Bukan karena saya update juga dengan berbagai media online ads yang ada tapi selain dulunya pernah punya #AhensiDigital yang malang melintang ngurusin klien di Indonesia (sekarang dah pensiun), saat ini juga ada tim yang selalu kasih update soal media online di kantor.
Tapi ga ada salahnya deh kali ini saya berbagai 4 media iklan yang bisa digunakan untuk membangun brand dan bahkan meningkatkan penjualan brand kita, sebelumnya mohon maaf buat para senior digital yah, ga usah dibaca artikel ini, bahasannya #Cetek banget dan ga level tentunya buat level pakar-pakar digital hehe, cuma saya berharap mungkin ada beberapa pembaca yang mendapatkan manfaat dari sharing artikel ini.
Ok Let's go
Jul 1, 2016
5 Tahap Membuat Online Campaign yg Efektif untuk Brand
"Bro gimana sih biar bisa buat program online campaign yang impact full buat brand kita? Gua udah beberapa kali ngebuat program online cuma sepertinya ga terlalu impact ke bisnis gua, malah gua nilai tidak efektif, habis-habisin duit ajah".
Nah pertanyaan soal membuat kegiatan online campaign ini salah satu pertanyaan yang sering sekali ditanyakan oleh banyak temen-temen di bisnis yang ingin mengadakan online campaign untuk brandnya, soalnya memang gampang gampang susah sih dari pengalaman saya membuat online campaign apalagi kalo yang diharapkan oleh pemilik brand pengukurannya sampai ke sales.
Saya coba akan share, bagaimana tahap-tahap membuat Online campaign berdasarkan pengalaman dalam mengeksekusi brand sendiri 3 tahun kebelakang yang menurut ukuran saya cukup bisa dibilang efetif dalam membangun brand dan penjualan di bisnis saya, namun perlu saya remind, share ini ini khan menurut pengalaman saya belum tentu prosesnya cocok dengan brand dari temen-temen yang membaca ini, jadi artikel ini mungkin dijadikan inspirasi dan guideline ajah untuk kemudian di modifikasi dan kemudian idenya di eksekusi sesuai dengan kebutuhan dan strategi brand dari kita masing-masing.
Ok let's go
1. Buat Campaign Untuk Apa
Nah ini dulu hal yang paling penting dirumuskan kalo mau buat campaign untuk brand kita, TUJUANNYA apa? Mau ningkatin Awareness? Mau Ningkatin Sales? Mau memperbanyak Subscriber? Mau memperbanyak Traffic ato sekedar mau ngabisin budget promosi karena kebanyakan dan bakal ditanya bos kalo tidak habis hehe. Mengapa penting? karena tujuan akan membuat kita bisa merumuskan dengan spesific banyak hal yang terkait dengan campaign yang ingin kita lakukan mulai dari media yang digunakan, program detail yang dikeluarkan, alokasi budget yang digunakan sampai pengukuran efektivitas seperti apa yang akan dilakukan.
Nah pertanyaan soal membuat kegiatan online campaign ini salah satu pertanyaan yang sering sekali ditanyakan oleh banyak temen-temen di bisnis yang ingin mengadakan online campaign untuk brandnya, soalnya memang gampang gampang susah sih dari pengalaman saya membuat online campaign apalagi kalo yang diharapkan oleh pemilik brand pengukurannya sampai ke sales.
Saya coba akan share, bagaimana tahap-tahap membuat Online campaign berdasarkan pengalaman dalam mengeksekusi brand sendiri 3 tahun kebelakang yang menurut ukuran saya cukup bisa dibilang efetif dalam membangun brand dan penjualan di bisnis saya, namun perlu saya remind, share ini ini khan menurut pengalaman saya belum tentu prosesnya cocok dengan brand dari temen-temen yang membaca ini, jadi artikel ini mungkin dijadikan inspirasi dan guideline ajah untuk kemudian di modifikasi dan kemudian idenya di eksekusi sesuai dengan kebutuhan dan strategi brand dari kita masing-masing.
Ok let's go
1. Buat Campaign Untuk Apa
Nah ini dulu hal yang paling penting dirumuskan kalo mau buat campaign untuk brand kita, TUJUANNYA apa? Mau ningkatin Awareness? Mau Ningkatin Sales? Mau memperbanyak Subscriber? Mau memperbanyak Traffic ato sekedar mau ngabisin budget promosi karena kebanyakan dan bakal ditanya bos kalo tidak habis hehe. Mengapa penting? karena tujuan akan membuat kita bisa merumuskan dengan spesific banyak hal yang terkait dengan campaign yang ingin kita lakukan mulai dari media yang digunakan, program detail yang dikeluarkan, alokasi budget yang digunakan sampai pengukuran efektivitas seperti apa yang akan dilakukan.
Jun 28, 2016
Don't Give Up
Bukan style saya sebetulnya untuk menulis artikel yang lebih ke arah motivasi, tapi entah kenapa hari ini ingin sekali menulis artikel terkait motivasi DON'T GIVE UP.
Saya membuat tulisan ini terinspirasi dengan kemenangan bersejarah dari Cleveland Caveliers dengan Lebron James nya pada final NBA 2016, mengapa bersejerah dan sangat memotivasi karena untuk pertama kalinya dalam sejarah final tim yang tertinggal 1-3 dan masih memainkan 2 pertandingan tandang bisa berbalik dan memenangkan pertandingan final apalagi yang dihadapi adalah tim juara bertahan yang tahun lalu mengalahkan James dkk dan memiliki rekor menang kalah terbaik sepanjang sejarah NBA.
Beberapa hari kebelakang ketika tertinggal 3-1 pun saya sudah tidak pernah lagi mengecek pertandingan final karena saya beranggapan "sudah pasti kalah", tidak ada gunanya dilihat lagi haha, malah bikin BT, tapi sekali waktu iseng melihat berita, "loh udah 3-2", hari berikutnya "loh 3-3" dan benar-benar supprise beberapa hari kemudian Cleveland yang juara bukan Golden State, What...... How come .............
Sebagai pengusaha, apa yang bisa kita pelajari dari perjalan final NBA 2016 ini yang mungkin akan sangat bermanfaat bagi kita
Don't Give, It is Not Over Yet
Jun 26, 2016
Everyone is Profit Makers
"Setiap divisi harus menghasilkan profit sehingga pertumbuhan perusahaan akan sehat" ini salah satu kalimat yang sangat menarik ketika minggu lalu saya meeting dengan salah satu pengusaha besar di Bandung, kok bisa semua divisi harus menghasilkan profit, bukannya pada umumnya biasanya profit dihasilkan oleh tim sales? sehingga sering khan kita denger becandaan, "ah situ mah enak bagian marketing/ admin/ atau bagian lainnya cuma ngabisin duit. kita nih capek2 dilapangan buat jualan dan menghasilkan profit untuk perusahaan".
Ketika kita misalnya bekerja di divisi branding sebuah perusahaan, bukannya lazimnya yah kerjaannya ngabisin uang yang artinya malah mengurangi profit perusahaan? Ato contoh ekstrim, bagaimana mungkin seorang satpam perusahaan bisa menghasilkan profit karena pekerjaannya yang seputar keamanan, bukan melakukan penjualan?
"Kok bisa pak tanya saya?" "yah bisa rex, tergantung bagaimana kita memahami terminologi profit dalam bisnis, ingat yah dalam bisnis bukan dalam terminologi akuntansi". Oh ok, saya paham maksudnya, dan hal ini sangat menarik karena cukup banyak pengusaha yang tidak betul-betul memahami hal ini, saya berikan 1 contoh yang sederhana ajah misalnya, ketika kita bagian produksi mencoba berbagai cara untuk menekan harga pokok produk HPP, bukankah hal ini akan punya impact peningkatan profit perusahaan?
logika sederhananya, dulu modal 500 rupiah, di jual 1000 rupiah untung 500, kemudian kurangin semua biasa katakanlah 300 rupiah, makah profit bersih 500-300 adalah 200 rupiah, nah bagaimana jika bagian riset kemudian menemukan cara yang lebih efisien sehingga harga pokok yang tadinya 500 bisa ditekan ke 300 rupiah? punya impact bukan ke profit perusahaan. Jadi pejaran apa yang bisa kita ambil dari kalimat singkat di atas "Setiap divisi harus menghasilkan profit sehingga pertumbuhan perusahaan akan sehat"?
Mindset dalam pemahaman profit
Apr 3, 2016
Inovatif, Kata Elo ato Kata Siapa?
"Wuih inovatif banget yah cafe baru itu, konsepnya beda banget dengan yang lain, blom pernah ada sebelumnya di bandung yang seperti itu" ............ Beberapa kali 10 tahun ke belakang kalimat seperti ini sering sekali saya dengar, inovatif karena berbeda dan unik, namun ironi nya mostly tempat-tempat yang dikatakan inovatif tersebut sudah tidak terdengar lagi namanya dengan membukuhkan kerugian bisnis yang lumayan besar, kebetulan saya kenal dengan beberapa pemilik bisnisnya.
Or sering juga dibidang teknologi dan starup (yang lagi naik daun banget nih) kita melihat, membaca dan mendengar muncul teknologi-teknologi dan startup baru yang sangat inovatif bahkan kadang sampe kita sendiri bingung nawarin apa sebenernya teknologi dan startup tersebut, heboh di awal tahun dengan budget komunikasi dan media yang luar biasa besar namun akhirnya redup ditelan waktu.
Inovatif kha cafe-cafe yang sangat kreatif (kata orang), or teknologi or startup tersebut sebetulnya? Apa sebetulnya defininya sehingga seseorang, product, jasa ataupun apapun yang terkait dengan bisnis (karena bahasannya bisnis) bisa dikatakan inovatif? Apakah hanya karena Absoluttly Outstanding, Luar biasa keren, Amazing or sesuatu yang sangat baru bisa dikatakan sudah memenuhi syarat untuk dikatankan inovatif?
Ide Baru yang Butuh Validasi
Yap inovatif bukan hanya bicara menciptakan sesuatu yang baru di dunia ini menurut saya, ketika kita men kreasikan sebuah proses, produck atau apapun itu kemudian muncullah sebuah Ide baru yang bisa diimplementasikan di dalam bisnis kita itulah syarat awal sesuatu bisa dikatakan inovatif atau bahkan sesuatu yang sudah ada kemudian kita kembangkan dengan pendekatan yang lebih baru, lebih modern atau lebih kreatifpun bisa dikata inovatif kok, tapi kembali lagi itu baru syarat awal.
Mar 31, 2016
Perubahan Adalah Sahabat Pebisnis
Akhir-akhir ini heboh banget soal Uber, Gojek dan Grab di pro dan kontra hadirnya layanan Aplikasi Sharing ketiga brand di atas memberikan dampak sangat besar baik bagi yang pro (yah tentu khususnya kita konsumen) dan yang kontra (kompetitor yang lahan sawahnya jadi ikut tergarap).
Baca sana sini, lihat ulasan pakar-pakar hebat membahas dari berbagai sudut seperti Sharing Economy, Wajah Kapitalisme sampai yang membahas soal aturan hukup dan asas keadilah sepertinya jadi bacaan wajib yang seru untuk dilewatkan hehe. Dari saya pribadi punya pandangan yang sangat sederhana dalam hal ini, itulah perubahan, suka tidak suka titik. Apakah kita akan mencoba ikut dan memanfaatkan perubahan ini atau mengambil sikap menolak perubahan ini entah sampai kapan dan dengan konsekensi seperti apa.
Yap, alih-alih sibuk pro dan kontra, mari kita lihat dari kacamata pebisnis seperti saya misalnya di bidang kuliner, perkembangan aplikasi seperti Gojek justru membukan pintu/ peluang yang luar biasa bagi bisnis kita tentunya, dahulu untuk membentuk 1 tim delivery makanan misalnya, setidaknya minimal membutuhkan 5 motor, 5 karyawan dengan keterbatasan jumlah yang bisa dilayani, loh kok bisa? lah coba ajah dipikir sendiri kapan biasanya order makanan masuk? Makan siang dan makan malam, 5 motor paling maksimal bisa melayani 2-3x pesanan, itupun kalo tidak jauh-jauh yang pesan dan alamatnya gampang ditemukan.
Menulis Itu Ibadah
Hampir 1 tahun sudah tidak pernah menulis lagi karena kesibukan di bisnis yang dijalankan saat ini membuat saya bingung sendiri mau menulis dari mana haha. Keinginan menulis ini timbul lagi gara-gara beberapa waktu lalu ada seorang sahabat yang mengucapkan terimakasih atas tulisan-tulisan yang pernah saya buat, sangat menginspirasi "katanya" dan bermanfaat untuk banyak orang, "ayo nulis lagi mas".
Jujur saja cukup lama saya kehilangan pijakan mengapa saya harus terus menulis, dulu karena saya seorang konsultan Brand dan Marketing menulis jadi seperti kewajiban, sejak "insaf" dan memulai bisnis kuliner saya seperti kehilangan tujuan untuk tetap menulis di blog ini sampai entah datang kata-kata dari seorang teman "menulislah untuk amal bro, khan itung-itung ibadah karena banyak yang mendapatkan manfaatnya".
Jadi, sejak sekarang Insya Allah saya akan kembali rutin menulis dengan 1 niat utama, ibadah, melalui tulisan-tulisan semoga banyak yang mendapatkan manfaat dan syukur-syukur inspirasi dari semua tulisan yang dibuat. Insya Allah. Bismillah.
(Pinjem imagenya yah bro @DewaEkaPrayoga
Apr 6, 2015
Senyum Manis + kalimat sakti = tambahan penjualan
Suatu malam ketika saya masuk & mendekati showcase berisi makanan di Starbucks:
Barista : Malam mba, mau pesan makanan apa?
Saya : Oh, iya ini lagi agak bingung mau pilih2 dulu
Barista : Sudah pernah coba quiches?
Saya : Belum, apa ya itu?
Barista : Semacam adonan kue yang dipanggang........ (dan penjelasan ttg produk)
Saya : Hmmmmm.......
Barista : Mba suka nya yang manis atau yang asin?
Saya : lebih suka asin sih, saya tertarik dengan cake nya
Barista : kalau cake sih jatoh2 nya jadi manis juga sih, kalau quiches asin
Saya : Boleh deh, saya coba quiches nya yang cheese satu ya
Barista : Makan disini ya? Baik, akan saya hangatkan dulu ya
Dan setelah itu terciptalah pembelian kue bernama bernama quiches yang saya baru tahu kalau ada kue dengan nama itu.
Sepenggal transaksi dialog itu sebenernya suka atau tidak suka sering kita alami, dan secara sadar atau tidak sadar sebenarnya kita sebagai konsumen sedang di arahkan untuk membeli sebuah produk oleh tenaga penjual, dalam hal ini sang barista yang tentu saja dilengkapi dengan wajah ramah dan senyum manis.
Pernah satu kali dalam sebuah seminar ada speaker yang menanyakan: “ Apakah mungkin meningkatkan penjualan tanpa ada nya peningkatan budget promosi?” Sebagian besar peserta mengatakan TIDAK, tapi ternyata sang speaker memberikan contoh nyata bahwa ternyata meningkatkan penjualan tidak melulu bicara peningkatan budget promosi, contoh nyata nya yang sudah dilakukan oleh perusahaan skala dunia: McDonald, pernah kah kita sadar pada saat transaksi di McD diakhir transaksi sang kasir selalu menanyakan: “Kentang nya tidak sekalian?” NAH!! Hanya dengan kalimat ini, McD menciptakan tambahan penjualan sebesar 35jutadollar
Barista : Malam mba, mau pesan makanan apa?
Saya : Oh, iya ini lagi agak bingung mau pilih2 dulu
Barista : Sudah pernah coba quiches?
Saya : Belum, apa ya itu?
Barista : Semacam adonan kue yang dipanggang........ (dan penjelasan ttg produk)
Saya : Hmmmmm.......
Barista : Mba suka nya yang manis atau yang asin?
Saya : lebih suka asin sih, saya tertarik dengan cake nya
Barista : kalau cake sih jatoh2 nya jadi manis juga sih, kalau quiches asin
Saya : Boleh deh, saya coba quiches nya yang cheese satu ya
Barista : Makan disini ya? Baik, akan saya hangatkan dulu ya
Dan setelah itu terciptalah pembelian kue bernama bernama quiches yang saya baru tahu kalau ada kue dengan nama itu.
Sepenggal transaksi dialog itu sebenernya suka atau tidak suka sering kita alami, dan secara sadar atau tidak sadar sebenarnya kita sebagai konsumen sedang di arahkan untuk membeli sebuah produk oleh tenaga penjual, dalam hal ini sang barista yang tentu saja dilengkapi dengan wajah ramah dan senyum manis.
Pernah satu kali dalam sebuah seminar ada speaker yang menanyakan: “ Apakah mungkin meningkatkan penjualan tanpa ada nya peningkatan budget promosi?” Sebagian besar peserta mengatakan TIDAK, tapi ternyata sang speaker memberikan contoh nyata bahwa ternyata meningkatkan penjualan tidak melulu bicara peningkatan budget promosi, contoh nyata nya yang sudah dilakukan oleh perusahaan skala dunia: McDonald, pernah kah kita sadar pada saat transaksi di McD diakhir transaksi sang kasir selalu menanyakan: “Kentang nya tidak sekalian?” NAH!! Hanya dengan kalimat ini, McD menciptakan tambahan penjualan sebesar 35jutadollar
Rahasia Penting Bisnis Menjadi Besar, Wajib Baca
Jika Anda memutuskan untuk membuat bisnis bakso, kira-kira bayangan Anda berapa besar income yang akan Anda dapat dalam 1 tahun? Dalam 5 Tahun atau bahkan dalam 10 tahun ke depan? Ok pertanyaan berikutnya, bagaimana dan dari mana income itu bisa Anda peroleh?
Jika pertanyaan saya di atas tidak bisa Anda jawab mungkin salah satu alasannya karena Anda belom mengerti salah satu ilmu yang sangat penting dalam bisnis yaitu Revenue Stream. Apa itu, dalam bahasa yang sederhana Revenue Stream adalah sumber pendapatan yang mungkin didapatkan oleh seorang pengusaha dalam rangka menjalankan bisnisnya.
Contoh ketika Anda memutuskan untuk berbisnis ba kso, nah sumber padapatan yang mungkin bisa didapat adalah:
1. Fokus Bisnis
Hal ini berhubungan dengan Revenues Stream apa yang akan dikembangkan menjadi sumber pendapatan perusahaan dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Hal ini sangat penting karena berhubungan dengan kapabilitas kita sebagai pemilik bisnis (Biaya, SDM, Infrastuktur dll), sebagai contoh jika modal sedikit mungkin kita bisa fokuskan bisnis kita pada warung terlebih dahulu sembari mengumpulkan modal untuk mulai mengembangkan rumah produksi.
Jika pertanyaan saya di atas tidak bisa Anda jawab mungkin salah satu alasannya karena Anda belom mengerti salah satu ilmu yang sangat penting dalam bisnis yaitu Revenue Stream. Apa itu, dalam bahasa yang sederhana Revenue Stream adalah sumber pendapatan yang mungkin didapatkan oleh seorang pengusaha dalam rangka menjalankan bisnisnya.
Contoh ketika Anda memutuskan untuk berbisnis ba kso, nah sumber padapatan yang mungkin bisa didapat adalah:
- Pendapatan Warung/ Gerobak. Pendapatan yang terjadi karena ada yang membeli bakso Anda di warung/ gerobak. Baik itu membeli Bakso, minuman atau bungkus baksonya.
- Pendapatan Jualan Bakso Beku. Nah selain punya warung, karena Anda produksi bakso sendiri, Anda memutuskan untuk menjual bakso beku juga ke warung-warung bakso lain, hotel dan ke masyarakat.
- Pendapatan Franchisee/ Mitra Cabang. Anda juga sudah berpikir nih akan mengembangkan bakso Anda dengan mengandeng investor melalui mekanisme franchisee atau mitra.
- Pendapatan Catering. Anda juga mengembangkan bakso Anda ke bisnis catering, di mana Bakso Anda bisa mobile datang ke acara-cara pesta, ultah dsb.
1. Fokus Bisnis
Hal ini berhubungan dengan Revenues Stream apa yang akan dikembangkan menjadi sumber pendapatan perusahaan dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Hal ini sangat penting karena berhubungan dengan kapabilitas kita sebagai pemilik bisnis (Biaya, SDM, Infrastuktur dll), sebagai contoh jika modal sedikit mungkin kita bisa fokuskan bisnis kita pada warung terlebih dahulu sembari mengumpulkan modal untuk mulai mengembangkan rumah produksi.
Jan 13, 2015
Aussie Vs Bekasi
"Liburan ke Aussie lebih mudah dibanding ke bekasi."
Iklan tersebut sebetulnya hanya mencoba mendriving tren-tren an soal lelucon Bekasi yang konon macetnya luar biasa, namun siapa yang menyangka iklan yang di"pikir" mungkin bakal menjadi lucu dan pay attention ini malah menjadi blunder buat perusahaan.
Pertama kali saya melihat iklan ini di posting facebook, saya sempat memberikan komen bahwa secara corporate untuk perusahaan sebesar itu menggunakan lelucon yang menyangkut nama daerah bukanlah strategi marketing yang tepat karena bisa memberikan impact yang negative ke perusahaan. Rasanya banyak ide/ konten kreatif lainnya yang bisa dijadikan bahan untuk menyampaikan pesan iklan dengan menghindara konten/ ide yang punya resiko seperti Bekasi.
Banyak juga yang mengangap keberatan banyak orang yang mengatasnamakan warga bekasi perupakan tindakan lebay sih, buat saya bukan di sana pointnya, ketika kita membuat sebuah campaign yang akhirnya malah mendapatkan liputan negatif yang mendorong sentimen serta menjadi konsumsi publik itu hal tersebut bisa dikatakan sebagai blunder marketing apalagi hal ini menyangkut sebuah daerah.
Nah muter dikit, kemarin saya berkesempatan berdiskusi dengan salah satu komisaris perusahaan besar, beliau bercerita cukup banyak soal Good Corporate Governance, basically saya belom terlalu paham soal ini cuma dari case Bekasi tersebut saya mungkin bisa share beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan topik bahasan dan komisaris tersebut, yah tentu dia ga ngebahas case bekasi ini hehe, ini saya coba sambungkan sendiri
Seperangkat Norma Tidak Tertulis
Iklan tersebut sebetulnya hanya mencoba mendriving tren-tren an soal lelucon Bekasi yang konon macetnya luar biasa, namun siapa yang menyangka iklan yang di"pikir" mungkin bakal menjadi lucu dan pay attention ini malah menjadi blunder buat perusahaan.
Pertama kali saya melihat iklan ini di posting facebook, saya sempat memberikan komen bahwa secara corporate untuk perusahaan sebesar itu menggunakan lelucon yang menyangkut nama daerah bukanlah strategi marketing yang tepat karena bisa memberikan impact yang negative ke perusahaan. Rasanya banyak ide/ konten kreatif lainnya yang bisa dijadikan bahan untuk menyampaikan pesan iklan dengan menghindara konten/ ide yang punya resiko seperti Bekasi.
Banyak juga yang mengangap keberatan banyak orang yang mengatasnamakan warga bekasi perupakan tindakan lebay sih, buat saya bukan di sana pointnya, ketika kita membuat sebuah campaign yang akhirnya malah mendapatkan liputan negatif yang mendorong sentimen serta menjadi konsumsi publik itu hal tersebut bisa dikatakan sebagai blunder marketing apalagi hal ini menyangkut sebuah daerah.
Nah muter dikit, kemarin saya berkesempatan berdiskusi dengan salah satu komisaris perusahaan besar, beliau bercerita cukup banyak soal Good Corporate Governance, basically saya belom terlalu paham soal ini cuma dari case Bekasi tersebut saya mungkin bisa share beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan topik bahasan dan komisaris tersebut, yah tentu dia ga ngebahas case bekasi ini hehe, ini saya coba sambungkan sendiri
Seperangkat Norma Tidak Tertulis
Subscribe to:
Posts (Atom)








