Jul 12, 2013

Aku, Mama, Starbucks dan Pisang Sunpride

Kejadian 1
Alkisah suatu hari saya membawa pisang Sunpride pulang ke rumah dan kemudian pisang tersebut saya letakan di meja, tak lama ibu saya kemudian memakan pisang tersebut dan berkata "pisang apa nih nak, kok kurang manis yah dibanding pisang yang biasa mama beli", "Oh itu pisang Sunpride ma, tuh 8 biji harganya 16 ribuan" Nyokap "Yang bener, mama beli pisang di pasar ajah cuma 15 ribu dapet dua sisir, lebih banyak lagi".

Kejadian 2
Alkisah kembali, ketika sedang jalan-jalan di Mall, "ma sebentar mau beli kopi dulu di starbucks" kemudian saya membeli segelas kopi dan kembali jalan dengan ibu saya "mau nyobain ga ma, enak nih" Mama "boleh" diminumnyalah kopi tersebut kemudian beliau berkata "ah enakan kopi buatan mama di rumah, si papa pasti ga suka tuh, kopi gini doang dijual di mall", Saya "tau ga ma harganya berapa? 38 ribu loh", Mama "Uedannn kamu yah, apa kurang kerjaan beli kopi 40 ribu, bisa buat berapa cangkir itu kalo mama buat, lebih enak lagi".

Dua case di atas mau cerita apa sih? Yak tepat Branding Efek. Begitulah kalo Brand kita sudah dikenal dan sudah terbangun "nilai" brandnya di benak target market kita, biar kata harganya lebih mahal, kualitasnya tidak lebih baik orang tetap saja membeli Brand tersebut karena "percaya" dengan "nilai" brand tersebut.

Nah anehnya, sebetulnya bisa dikatakan juga mungkin wajar karena pengetahuan tentang brand masih sangat minim bagi kebanyakan pebisnis, proses membangun brand itu selalu dikesampingkan atau bahkan dianggap sebagai beban biaya bagi bisnisnya. "Ah yang penting jualanlah, dari dulu saya bisnis ga ada tuh bangun-bangun brand tapi bisa survive ajah bisnisnya" kira-kira ini kalimat yang sering sekali saya dengar ketika ngobrol dengan bisnis owner.


Jul 11, 2013

Creating Sales via Crowd Sourcing

Buat yang suka online nampaknya akan cukup familiar dengan yang namanya sribu.com, tees.co.id, dan gantibaju.com, dibalik kesamaan diantara ketiganya yang merupakan sebuah bisnis berbasis online adalah metode “crowd sourcing” yang mereka gunakan salah satunya sebagai bagian dari upaya mereka menjalankan bisnisnya tersebut.

Nah apa sih crowd sourcing? menurut kamus dari William-Webster : “crowd sourcing merupakan praktek memperoleh layanan yang dibutuhkan, idem atau konten, dengan meminta kontribusi dari sekelompok besar orang, dan terutama komunitas online”.

Gampangnya sebagai gambaran untuk 3 role model yang sudah saya jelaskan, ketiganya menjadikan metode crowd sourcing menjadi bagian dari bisnis mereka misalkan sribu.com yang mengundang para desainer freelance professional untuk berkontribusi menjadi desainer sribu.com, jika karya mereka terpilih yang dapet bagian tentunya. Selanjutnya gantibaju.com yang mengkombinasikan jualan baju, dengan e-comerce, dan crowd sourcing dimana mereka membuak peluang bagi para desainer untuk kirim desain dan membuka toko sendiri, dan jika terjual mereka akan mendapatkan royalti, dan hal ini kurang lebih sama diaplikasi oleh tees.co.id yang mengajak masyarakat umum untuk buka toko sendiri untuk jualan.

Nah jika berbicara konteks community dan crowd sourcing tentunya akan sangat luas sekali pembahasannya, dengan demikian dalam tulisan kali ini saya akan batasi lebih pada bagaimana kita menjadikan community sebagai tenaga pendorong yang powerfull bagi bisnis atau brand kita di media online.

Penting tentunya terlebih saat ini internet, social media, dan community merupakan perkawinan yang sangat “sexy” terlebih jika kita bisa memaksimalkan dan mekolaborasinya dalam satu wadah. Oke tanpa panjang lebar langsung saja gan monggo dibaca point-point pentingnya dan semoga ada manfaatnya.

1. Find Right Costumer or Community

Jul 10, 2013

Wajib Buat Pebisnis, Office Sales Check Activites

"Gawat gua kalang kabut nih dengan perkembangan bisnis gua"
“Hah? Kok bisa sampai kalang kabut sih?”
“Hmmm gak tau juga nih gue kenapa tapi semua rada ga jelas hariannya, mulai dari report, hasil dan detail jalannya sales”

Ayo siapa yang merasa bisnisnya lagi kalang kabut? Percakapan diatas mungkin pernah Anda alami. Sebenernya sih ini cerita yang penulis alami, hihi. Tapi tenang, kalimat terakhir dari percakapan diatas adalah topik yang akan saya bahas kali ini, Manage Your Sales Activity. Ayo siapkan diri buat baca paragraf-paragraf yang akan saya paparkan ya. Dan..tetap fokus! Itulah cara ampuh untuk memperbaiki capabilitas organisasi perusahaan Anda khususnya dibagian sales.

Buat para pebisnis yang masih pemula nih, gak perlu nunggu harus mapan atau maju dulu kok baru kita bener-bener bikin sales activity. Justru, mulai dari sekaranglah, mulai dari yang kecil-kecil sajalah dulu, dan mulailah dari saat ini.  Yuk, kita buat activity sheet untuk mengontrol penjualan kita sudah selaris apa. Produk apa yang banyak digemari dan kurang begitu menarik perhatian para pelanggan tercinta kita.

Contoh kasusnya bisnis yang teman saya jalani. Selama keberjalanannya, dia gak tau produk apa yang paling laris, wong gak pernah dicatet. Dia juga gak tau kapan seharusnya dia ningkatin jumlah bahan baku untuk siap sedia dijual ke pasaran dan itu bisa habis di hari itu juga, wong gak pernah narget. Jangan pernah deh ngikutin jejak langkah teman saya tersebut, kalang kabut beneran deh. Dan kali ini, sudah cukup bisnis kita kalang kabut. Saatnya kita untuk Plan! Do! And Check!

Apa aja sih yang harus kita rencanakan? Lakukan? Dan cek? Nih, saya jabarkan dengan gaya bahasa yang umum :

1. Daily/ Weekly Target

Social Media, Peluang atau Ancaman?

Ngobrolin lagi social media pada kesempatan kali ini saya ingin membahas sedikit mengenai trend social media khususnya dalam konteks user (konsumen) dan fungsi dalam bisnis, kenapa? karena dalam kenyataannya kemunculan social media ini menjadi dua sisi mata uang dalam bisnis.

Pertama bagi para pelaku bisnis konvensional kemunculan social media ini tentunya menjadi ancaman bermunculannya pesaing baru, kedua bagi sebagaian orang dan pelaku bisnis konvensional kemunculan social media menjadi peluang yang sangat menarik dan menjanjikan.

Dalam konteks analisa 4C khususnya aspek costumer trend merupakan salah satu aspek yang turut berpengaruh pada pola perilaku konsumen (costumer behaviour) yang secara tidak langsung juga akan berdampak kepada para pelaku bisnis yang memanng menjadi bagian penting dari konsumen itu sendiri.

Nah langsung saja kita bahas kedua point tersebut, mengenai bagaimana melihat trend social media dalam bisnis dalam hal ini sebagaian pelaku bisnis melihatnya sebagai peluang namun disatu sisi bagi pelaku bisnis lainnya melihatnya sebagai sebuah ancaman. Monggo, dibaca saja.

1. Trend social media sebagai peluang

Jul 9, 2013

Jual Pulsa Plus Asuransi

Banyak sekali aspek-aspek yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan untuk bisa menjaga kelangsungan bisnisnya. Memperkuat diferensiasi ataupun melakukan inovasi-inovasi pada bisnisnya adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kelangsungan bisnis. Seperti yang dilakukan oleh XL. PT. XL Axiata Tbk bekerja sama dengan Bisma & Equity Life Indonesia menciptakan pelayanan baru yaitu perlindungan asuransi jiwa kepada para pelanggan setia XL.

Case Study yang saya bahas di sini masih memiliki kaitan erat dengan 4C. Bedanya, di sini saya hanya fokus terhadao unsur C Competitor. Kita posisikan bahwa kita ini adalah si pemilik brand dari XL. Dengan pengembangan bisnis untuk menyediakan layanan asuransi jiwa pastinya konsep tersebut tidak datang tiba-tiba. Ada beberapa hal yang mereka analisa dan teliti terlebih dahulu. Di sini, saya akan fokus terhadap segi Competitor.

Tanpa kita sadari, terkadang hal yang membuat kita berubah menjadi baik dari hari ke hari itu karena adanya peranan para pesaing di industri yang sama. Para pesaing tidak selalu membawa hal buruk. Tetapi dengan menyadari bahwa kita memiliki kompetitor, hal ini bisa jadi solusi bagi para pemilik bisnis. Tentu saja dengan strategi dan persaingan yang sehat, adanya kompetitor bisa mendorong kita untuk memberikan dan meningkatkan kualitas pelayanan menjadi lebih baik dari waktu ke watu agar konsumen bisa menjadi loyal terhadap brand atau bisnis kita.

Banyak sekali manfaat dari kehadiran kompetitor terhadap perkembangan bisnis kita. Nah.. Apa saja faktor-faktor yang melatarbelakangi pengembangan konsep yang dilakukan oleh brand XL ini dengan mulai merambah industri asuranis jiwa dilihat dari segi kompetitor? Yuk, simak.

1. Memonitori Pesaing di Pasaran

Jul 8, 2013

4 Pivot Strategy, Biar bisnis ga masuk jurang

Ada yang bilang kalo bikin bisnis itu lebih gampang daripada mempertahankan bisnis.. mmhhhh menurut Anda gimana? Kalo menurut saya hal ini ada benarnya lho! Kenapa? Karena seringkali saat Anda memulai bisnis, Anda mengerahkan 1000% tenaga dan pemikiran Anda supaya bisnis Anda “jadi” tapi begitu bisnis Anda jalan dengan keuntungan yang lumayan, seringkali banyak jebakan2 yang tidak sadar ada di depan mata..

Banyak yang bilang kalo mau bisnisnya survive kuncinya adalah inovasi.. nah lho.. tapi kadang ga kepikir juga ya inovasi belah mana??? Inovasi kan juga luas……

Nah akhir pekan kemarin saat saya mengikuti sesi Juwanda Ajun, salah satu sosok penting dibalik kesuksesan kampanye RK beberapa waktu lalu, saya mendapatkan beberapa pencerahan terkait “inovasi” apa saja yang bisa kita lakukan dalam menyelamatkan bisnis kita saat melihat jurang di depan…

Dalam melakukan inovasi atau perubahan tersebut ada yang namanya istilah “pivot”. Ya.. seperti makna di dalam permainan basket, pivot adalah sebuah gerakan untuk merubah arah dengan tetap berbijak pada salah satu kaki. Dalam bisnis, lebih kurang maknanya sama. Dalam bisnis pivot dilakukan dengan merubah arah atau strategi namun dengan tetap mempertahankan visi bisnis itu sendiri. Analoginya dalam basket, walaupun kita merubah arah atau strategi, namun tujuannya (visi) tetap memasukkan bola ke dalam keranjang kan..

Berikut adalah beberapa pilihan pivot dalam bisnis yang bisa kita lakukan saat kita harus mengambil keputusan untuk berubah :

1. Zoom In Pivot

Jul 5, 2013

6 Tips Membangun Kepercayaan Konsumen

Mungkin banyak sebagian konsumen dalam menentukan dan memilih produk untuk dibeli dan digunakan bukan hanya melulu soal kualitas yang bagus dan brand yang terkenal, tapi mungkin saja karena penjualnya yang ramah dan menyenangkan.

Hehe. Banyak saya rasakan sendiri hal-hal seperti itu. Sama seperti halnya ketika saya membeli sebuah kepingan DV Film, saya akan lebih suka membeli di Penjual A, walaupun sebenarnya jumlah koleksi filmny nggak terlalu banyak tapi penjualnya sangat ramah dan informative karena dia paham betul perkembangan film-film baru yang ada, daripada saya harus beli ke penjual B, ya walaupun koleksinya lebih lengkap, dia agak jutek dan pelit informasi, apalagi kalo saya tidak membeli dan hanya Tanya-tanya saja.

Membangun kedekatan emosi itu menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam upaya meningkatkan penjualan untuk pengembangan bisnis dan brand. Bagaimana tidak? Dengan memberikan kualitas pelayanan yang baik, secara langsung akan membuat konsumen merasa senang dan tersolusikan sehingga loyalitas akan terbangun sendiri tanpa perlu repot-repot di drive kembali oleh si pembeli melalui . Hanya saja masih banyak beberapa penjual yang belum “ngeh” dengan hal yang ini, apalagi untuk skala bisnis kecil, masih banyak saja yang memiliki kualitas dan mutu pelayanan yang rendah.

Nah kali ini saya akan mencoba saling berbagi mengenai beberapa kiat atau tips trik yang bisa diterapkan untuk membangun kepercayaan konsumen dalam upaya meningkatkan penjualan: 6 kiat yang akan di share diantaranya :

1. Grab The Testimonial

Jul 3, 2013

Google Ads, Pasang iklan sesuai target

Ngomongin soal iklan, pasti udah banyak sekali ya iklan yang dibuat oleh para perusahaan besar maupun menengah untuk mendapatkan perhatian dari para pelanggannya. Dengan iklan, maksud yang ingin mereka sampaikan, menjadi lebih mudah tersalurkan. Dengan iklan juga, orang menjadi tertarik untuk memutuskan produk mana yang akan dia pilih, tergantung dari sebagaimana iklan tersebut dapat meyakinkan para konsumen, atau bahkan dengan menggunakan artis terkenal di sebuah Negara sebagai endorser produk tersebut.

Iklan televisi bisa membutuhkan dana sekitar ratusan juta rupiah, besar kecilnya iklan ditentukan dari pemilihan jam tayang dan frekuensi munculnya iklan. Kenapa ya banyak yang pasang iklan di TV? Ya karena masih banyak orang yang menonton TV, dan memang masih banyak juga orang yang memperoleh informasi mengenai produk tersebut dari iklan TV. Tapi pernahkah kita perhatikan, bahwa iklan-iklan produk anak-anak, sering sekali muncul di hari minggu di saat banyak program TV anak pada beberapa stasiun TV swasta. Kalau saya tanya, kenapa mereka melakukan hal seperti itu? Jelas sekali, jawabannya adalah segmentasi dan target pasar.

Jul 2, 2013

Brown & Cony: Is it love?

Beberapa hari ini saya sering sekali mendapati parodi dan cerita2 lucu yang beredar, baik itu melalui whatsapp messenger, path, youtube, dan juga twitter. Salah satu tema yang saya paling suka adalah tema Brown & Cony.

Karakter unik dan lucu milik LINE, salah satu vendor messenger yang sekarang sedang giat2 nya menggarap market anak muda di Indonesia. Kalau di artikel saya sebelumnya saya lebih banyak membahas dari sisi LINE menggarap Indonesia, maka kali ini saya tidak akan membahas LINE lebih jauh, tapi fokus di dua karakter Brown & Cony.

Bisa dikatakan kedua karakter ini sangat mudah diingat dan diparodikan oleh banyak org yang aktif di Online, bahkan sering kali beredar banyak di akun-akun on line saya.

Kelucuan ekspresi dan tingkah laku mereka, baik yang dilakukan solo (sendiri) maupun bersama (berdua) memancing kreatifitas orang-orang yang iseng untuk banyak berkreasi, uniknya lagi sebenarnya hal ini justru menjadi nilai positif dan menguntungkan untuk LINE sendiri, karena parodi2 ini justru beredar secara viral di platform-platform tersebut, dan justru di retweet dan repath oleh banyak penggunainternet di Indonesia.
Berikut beberapa sisi positif yang akan saya bahas yang membuat Brown & Cony begitu mudah terkenal:

1. Karakter yg unik dan lucu
Mendesain rupa ataupun gambar dari sebuah karakter memang penting, tapi mendesain nya dengan cute memiliki sebuah nilai tambah yang sangat powerfull. Karakter Brown (beruang coklat minim ekspresi) ini mampu membuat konsumen Indonesia, terutama perempuan terpikat, apalagi ketika Brown dipasangkan dengan Cony (kelinci putih centil), dan juga beberapa seri sticker yang menggambarkan kebersamaan mereka. Diakui atau tidak elemen cute dan minim ekspresi ini membuat sebagian besar pengguna LINE rela membeli kelucuan-kelucuan mereka dengan harga 1,99 dollar, atau sekitar 20.000 rupiah per seri sticker nya.


Jul 1, 2013

Jeremy Teti BBM CAMPURAN --- Instant Fenomena

Siapa Jeremi Tetti? Mungkin kalo yang ga suka nonton berita nama ini kurang familiar yah, yah kalo suka nonton berita sih harus tahu atau setidaknya pernah dengar nama tersebut.

Saya pribadi sudah cukup lama mengetahui kalo Jeremy Tetti merupakan penyiar berita TV di SCTV, rasanya sudah cukup lama beliau berkerja sebagai anchor kali yah. yah waktupun berlalu, dgn banyanya penyiar TV baru yang jauh lebih enak di lihat hahaha (yah lah saya suka penyiar wanita, Jeremy kan cowo) nama Jeremi Tetti dan acaranya juga udah ga pernah saya tonton.

Nah tiba-tiba beberapa minggu ke belakang nama tersebut mendadak kembali TENAR atau bahkan sangat tenar dengan kemunculan video youtube yang sampai hari ini sudah ditonton lebih dari 2.9 juta viewrs yg dibuat oleh @EkaGustiwana. Ini baru youtube channel, blom lagi undangan dari Bukan Empat Mata Tukul Arwana yg membuat Jeremy Tetti menjadi lebih heboh lagi, yah bisa kita duga ujung-ujungnya akan seperti Arya Wiguna mungkin yah hehe, jadi bintang di dunia entertainment.

Instant Fenomena, seperti Sinta Jojo, Briptu Norman, Arya Wiguna dan terakhir Jeremy Tetti (khusus yg ini memang sudah di kenal namun bukan di entertainment awalnya) menjadi hal yang menarik untuk dibahas karena saya yakin ini bukan yang terakhir, akan muncul lagi Instant Fenomena lainnya yang akan kita lihat di waktu yang akan datang, kok bisa? Nah coba kita lihat beberapa alasan mengapa hal ini akan terus terjadi:

1. Social Media User & Tools