Apr 8, 2013
Tampan Tailor
Begitu membaca judul di film di atas saya langsung mengatakan dalam hati "harus nonton" padahal saat itu saya tidak mengetahui dengan jelas kenapa saya harus menonton film ini, siapa yang main di film tersebut dan film tentang apa ini sebetulnya, satu-satunya alasan saya ingini menonton film ini adalah karean JUDUL nya yang sangat menarik buat saya Tampan Tailor.
Nah apalagi setelah sahabat saya mengatakan bahwa film ini diperankan oleh Vino Bastian, salah satu cineas yang paling saya sukai karena karakter yang diperankan di film biasanya bagus dan enak di tonton dan juga film ini diceritakan oleh sahabat saya mirip dengan Pursuit of Happiness, sebuah film yang sangat inspirational yang diperankan oleh Will Smith dan Anaknya, wah makin ajah pengen nonton filmnya.
Akhirnya sabtu lalu kesempatan untuk menonton Tampan Tailor ini kesampaian juga, flot filmnya walaupun sedikit maksa dibeberapa bagian (anyway saya bukan kritikus film) hehe, namun secara overall film ini bisa dikatakan sangat bagus dan memberikan inspirasi untuk penontonnya, tapi okelah tentu saya ingin bahas tetap dalam koridor marketing hehe, ada beberapa pelajaran yang sangat berharga yang bisa kita ambil dari Tampan Tailor ini, apa ajah itu? COba yuk kita diskusikan satu per satu.
1. Judul is Everything
Apr 4, 2013
5 “Sihir” Marketing dari Subak Bali Agro
Minggu lalu,saya sempat mengunjungi Bali, sebuah pulau eksotis yang indah menurut sebagian besar orang yang pernah saya tanya tentang Bali. #BaliTrip ini sedikit banyak menyisakan banyak kesan dan inspirasi untuk saya, termasuk sebuah kunjungan kami di sebuah tempat kedai kopi di kawasan Bedugul, Bali. Saya memang memiliki kebiasaan meminum kopi dalam keseharian, maka di hari itu di tengah perjalanan kami ke Ubud, saya bertanya kepada Pak Ketut (driver ramah dan ceria yang menemani liburan saya di Bali): “Pak, nanti kalau ada tempat beli kopi mampir ya, saya mau beli kopi dulu.”
Tadinya saya kira Pak Ketut akan membawa kami ke kedai kopi pinggir jalan biasa tempat kita disuguhkan kopi – glek langsung – bayar – selesai. Tapi ternyata Pak Ketut membawa kami ke sebuah tempat minum kopi yang sangat menarik, mengapa menarik? Disini kami para tamu bukan hanya masuk untuk minum kopi saja, tapi di awal gerbang kami memasuki sebuah “jalan setapak” di mana di pinggir-pinggir nya dipenuhi pohon, kemudian seorang wanita Bali pun menyambut dan mengantar kami seperti tour guide, rupanya sudah SOP untuk wanita bali itu untuk mengantar dan memperkenalkan cara pegolahan kopi dan teh disana, dimulai mengunjungi tanaman-tanaman kopi dan teh, kemudian memperlihatkan proses mengsangrai kopi dan menjemur (maaf) kotoran luwak agar biji kopi bisa diambil, sampai dengan memberikan kami “treatment” minum kopi gratis... wah.. sebuah experience yang sungguh membekas.
Menariknya lagi sepanjang “touring” tersebut kami tidak diberikan informasi mengenai berapa macam produk dan harga produk teh dan kopi tersebut,tapi selalu dijawab dengan kata2: “Nanti bisa langsung dilihat harga dan ragam nya di toko nya”. Setelah meninggalkan tempat tersebut saya jadi merasa “disihir” oleh pelayanan dan alur yang diciptakan oleh SOP tempat tersebut, berikut saya akan coba bahas beberapa hal yang membuat kami “tersihir”
Apr 2, 2013
Tandem Maut Menciptakan Profit
Sepulang dari liburan panjang di pulau dewata ada kejadian menarik yang ingin saya ceritakan pada artikel kali ini, kejadiannya ketika rombongan berada di dalam pesawat yang sedang melaju dari Bandung ke Bali. Setelah lampu sabuk pengaman dipadamkan dengan kompak pramugari menghampiri para penumpang dan memberikan satu lembar kertas dimana dibagian depannya tertulis dengan cukup besar “TERBANG DENGAN LION TICKET HEMAT RP.300.000 !*”. Kalimat yang cukup memprovokasi terutama bagi penumpang yang memang hobi bepergian dengan menggunakan pesawat.
Rasa penasaran membuat saya membaca lebih lanjut informasi yang tertera di selembar flyer tersebut, dan ada satu hal yang membuat saya tersenyum yaitu ternyata ini bukan semata iklan dari Lion Air, tetapi merupakan aktivasi yang dilakukan oleh Bank Sinar Mas untuk mendrive customer untuk buy now, dengan menyebarkan form pembukaan rekening tabungan bekerjasama dengan Lion Air.
Salah satu konten program co-branding yang tertulis dari Lion Air dan Bank Sinar Mas ini adalah Penumpang yang membeli tiket Lion minimal 500.000 akan mendapatkan cash reward sebesar Rp. 300.000,- asalkan membuka rekening tabungan di Bank Sinar Mas sebesar Rp. 1.000.000,- sampai tanggal 31 Maret 2013. Cukup menarik, tapi apakah pasti berhasil? Tentunya hanya Lion dan Bank Sinar mas yang tahu. Tapi anyway apapun hasilnya program ini merupakan salah satu program creative sales yang cukup dapat membuat target market melakukan push to action, salah satunya seperti yang saya lakukan yaitu membaca seluruh konten promo yang dibuat dan akhirnya saya buatkan sebuah artikel yang tentunya bisa menciptakan program womm bagi kedua brand ini.
Lalu, bagaimana sebuah brand bisa menciptakan program co-branding yang efektif dalam menciptakan Buy Leads & Buy Now.
1. Pilih yang Satu level
Apr 1, 2013
Air Asia Go, Amazing Creative Sales
Beberapa hari lalu saat saya sedang berjalan-jalan di mall, saya melihat sebuah stand yang menarik perhatian sekali. Selain memang padat dikunjungi orang, saya tertarik dengan warna merah yang saya kenal di stand tersebut. Ya betul! Warna merah tersebut adalah warna merah Air Asia, dan kalo di baca dengan lebih teliti memang tulisannya adalah Air Asia GO!
Ternyata Air Asia sedang mempopulerkan produk baru mereka yaitu AirAsiaGo.com bagi kalian yang sudah sering masuk ke website Air Asia tentu tidak jarang melihat promo beserta dengan penjualan hotel, namun kali ini Air Asia melangkahkan kaki ke arah yang lebih serius dalam menyediakan promo Penerbangan Plus Hotel!
Beberapa tahun belakangan ini sejak Social Media dan internet kian populer, jika saya perhatikan memang industri pariwisata sangat berkembang. Apalagi ditambah dengan banyaknya berbagai tempat wisata baru dan jalur penerbangan langsung dari berbagai kota. Wah.. semakin banyak orang yang berpergian menjadi suatu kondisi yang begitu menggiurkan bagi para pelaku bisnis wisata, baik penerbangan, hotel, kuliner maupun tempat-tempat wisata.
Mar 28, 2013
Riset Milyaran v.s Riset “Gratisan”
Kenapa sih riset selalu menjadi perbincangan semua orang di jagat bisnis? heran emang si riset itu hebat banget yah sampe-sampe selalu dijadikan senjata pamungkas untuk menjadi kunci kemenangan dari persaingan? siapa ya kira-kira yang pertamakali nemuin si riset? He4, lebay yah. Nah balik ngomongin riset nih memang benar riset bisa dibilang segalanya dalam sebuah bisnis atau apapun itu, karena melalui riset kita bisa mengumpulkan data dan fakta di lapangan untuk selanjutnya di olah sebagai bagan pertimbangan utama di setiap proses pengambilan keputusan.
Ngomongin riset pastinya bukan perkara yang mudah dan murah, untuk sebuah brand atau perusahaan besar riset merupakan salah satu aktifitas yang menjadi keharusan walaupun menghabisakan biaya yang tidak sedikit tentunya. Namun demi untuk sekumpulan data aktual dan akurat di lapangan yang memiliki dampak besar terhadap sebuah brand atau perusahaan, biaya besar nampaknya tidak menjadi permasalahan utama.
Dalam tulisan sebelumnya saya pernah membahas mengenai riset “Spionase Konvensional vs 3.0” mengenai bagaimana memaksimalkan riset melalui aktifitas offline dan online, nah terinspirasi dari sebuah buku yang saya baca saya ingin sedikit membahas mengenai riset dalam perspektif bisinis yang nggak melulu ngomongin duit, proses yang ribet, namun ternyata bisa dilakukan dengan upaya yang sederhana bahkan “gratisan”, nah biar nggak salah persepsi gratisan disini bukan berarti nggak ngeluarin duit sama sekali yah, memang benar untuk beberapa kondisi mungkin bisa murni gratisan namun untuk beberapa kondisi lainnya “gratisan” disini diartikan sebagai sebuah kondisi yang membutuhkan biaya minim alias murah banget.
1. Riset Nggak Selalu Ribet (make it simple)
Mar 27, 2013
Masterchef on Pizza, Mau?
Beberapa hari lalu saya melihat poster ini nih di depan restoran Pizza Hut. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya melihat promo ini, karena beberapa bulan lalu saat saya makan di Pizza Hut, saya melihat di dalam menunya, ada beberapa masakan yang dibuat khusus oleh si pemenang kedua Master Chef Agus Sasirangan. Gara-gara lihat promo ini, saya jadi keingat dulu saya pernah nemu program yang serupa di Air Asia, yaitu ada masakan khusus Farah Quinn buat Air Asia. 2 promo ini sama-sama memanfaatkan momentum tren “Chef” baik itu Celebrity Chef maupun Masterchef untuk menarik minat para customer.
Ngomongin tentang promo yang berlangsung di Pizza Hut, sepertinya sudah bukan rahasia lagi kalo restoran yang satu ini punya hobi bikin inovasi! Saya sebagai pecinta Pizza Hut memang langganan nyoba-nyoba berbagai menu baru yang mereka keluarkan. Dan karena itulah saya jadi mulai bisa membaca strategi produk yang mereka lakukan.
Menurut saya apa yang dilakukan oleh Pizza Hut adalah dengan tujuan untuk menciptakan “something to talk about” yah.. kalo bahasa marketingnya adalah Word Of Mouth. Kalaupun bukan WOM, mereka ingin agar selalu ada alasan untuk datang ke Pizza Hut.
Mar 26, 2013
Kalah Sama Nenek-Nenek
Hari ini benar-benar menjadi hari yang luar biasa buat saya. 2 orang nenek-nenek berhasil memotivasi saya. Apa yang beliau-beliau lakukan pada saya? Ternyata cukup dengan kalimat yang saya tulis penggalannya sebagai judul diatas, “Kamu anak muda, jangan kalah sama nenek-nenek!”. Jleb, bener-bener mengiris kalbu banget itu kalimat. Anda semua harus tahu apa yang terjadi hari ini, dan apa saja poin-poin penting yang saya terima hari ini. Inilah kisahnya :
2 orang nenek-nenek yang saya temui memiliki bisnis yang skalanya besar. Memproduksi bukan lagi satuan unit, tapi beratus-ratus unit. Tidak hanya satu macam bisnis, tapi dua bahkan lebih. Tidak banyak mengeluh, tapi terus mengucap syukur. Baiklah teman-teman, mungkin sudah kebayang apa yang akan saya share di artikel kali ini. Mari kita mulai!
1. Punya impian
Pertama kali mereka memperkenalkan diri. Dengan bangganya mereka bilang, “kami adalah orang yang selalu bermimpi, dan untuk mewujudkannya, kami harus beraksi”. Apakah kita anak muda masih memiliki semangat yang membara-bara seperti diawal kita mau buka bisnis? Beliau yang sudah 30 tahunan menggeluti bisnis, masih berani bermimpi dan masih semangat menggapai mimpi-mimpinya. Jadi, jangan terus-menerus mengeluhkan hal-hal yang sebenernya akan mendidik kita. Terus pahami, terus renungkan, dan mari meraih mimpi!
2. Jatuh bangun yang positif
Mar 25, 2013
Uniqlo, Buy Awareness With Lucky Dip
Untuk menarik para participant di beberapa event memang sering menggunakan strategi Lucky Dip atau undian. Khususnya di beberapa pusat perbelanjaan di mall-mall besar di Indonesia, strategi seperti ini cukup sering digunakan. Dengan menyertakan persyaratan minimal pembelanjaan di outlet atau pusat perbelanjaan tertentu, para calon partisipan bisa mengikuti undian berhadiah.
Bagaimana dengan Lucky Dip yang ada di online? Beberapa strategi lucky dip atau undiah berhadiah yang dilakukan untuk aktivasi online adalah dengan memberikan beberapa pertanyaan atau tantangan namun tetap melakukan pengundian hadiah secara offline, baik ditentukan secara acak oleh penyelenggara ataupun pengundian yang ditonton oleh beberapa saksi yang kemudian hasil pengundiannya dipublish di website atau social media penyelenggara aktivasi online tersebut.
Uniqlo, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ritel dan merchandise asal Jepang yang mulai membuka channel penjualan di Jakarta, membuat kampanye online dengan strategi lucky dip pada landing page kuisnya. Partisipan hanya perlu menjawab satu pertanyaan dengan syarat utamanya yaitu like dan follow social media mereka. Partisipan akan mendapat kesempatan untuk membuka kado yang isinya adalah hadiah yang sudah disetting secara random oleh penyelenggara kuis.
Pengundian secara langsung di online? Kenapa enggak? Inilah 3 latar belakang yang bisa kita pelajari dari strategi yang mereka gunakan:
Tune Hotels, Semua Ada Harganya
Mau saya rekomendasikan hotel di Bali, dekat sekali dengan pantai Kuta atau Legian dan tarifnya amazing sekali, 205 ribu per malam? Yah jika Anda berkunjung ke Bali dengan budget terbatas atau ingin mendapatkan pengalaman menginap yang memiliki nilai cerita, maka saya sarankan menginaplah di Tune Hotels Bali (kuta or legian).
Apa pengalamannya? Pertama Anda akan kaget bila bertanya tarif per malamnya karena hanya 205 ribu per malam? Serius lo? Yah iyalah, bener-bener 200 ribu per malam, di jamin bisa tidur di sebuah hotel. Berikutnya? Pengalaman mengejutkan berikutnya adalah setelah selesai membayar 205 ribu Anda bisa masuk kamar dan eng ing eng, ternyata pake Kipas Angin seperti di restaurant padang, diletakan tepat di atas tempat tidur Anda hehe, kenapa? karena jika mau dapet kamar AC Anda harus tambah Rp. 40.000 untuk 12 jam atau 50 ribu untuk 24 jam.
Selanjutnya? Mau mandi nih, pas masuk kamar Mandi Eng ing eng, kok ga ada sabun? ga ada Handuk? cuma ada air showernya? Yak betul sekali kalo mau pake sabun dan dapet handuk harus tambah kembali Rp. 17.000, udah beres nih mandi mau cek Wifi ah, loh kok ga ada sinyal, hehe iyalah seperti biasa ada biaya Wifi Rp. 40.000. Kamarnya jangan ditanya segede apa, yang kurang lebih kamar kos lah. Oh bosen nih, mau nonton TV ah, loh kok ga ada, yah betul kembali tambah 50 ribu wkwk.
Jadi total kalo semua fasilitas mau di pake 205 ribu + 55 ribu AC 12 jam + Alat Mandi + 40 ribu Wifi + 50 ribu tv total 350 ribu, yah masih lebih murah dari hotel bintang 3 di seputaran Kuta dan Legian sih.
Saya sering sekali menggunakan Tune Hotels ini sebagai contoh Brand yang memanfaatkan Creative Sales Creado #4 yaitu Buy More, di mana secara sistematis sebuah brand merancang point-point penjualan yang pada akhirnya membuat konsumen membeli lebih banyak dari yang dibutuhkan, catet yah yang dibutuhkan. Coba yuk kita diskuskan, seperti apa strategi buy more agar bisa sukses berdasarkan studi cases sederhana dari Tune Hotel
1. Ceruk Pasar
Mar 21, 2013
Strategi - Master Brand
Sedikit berbicara mengenai master brand, strategi ini biasa dilakukan oleh beberapa korporat besar tentunya dalam mepertahankan eksistensi merk sebagai top leader hingga dalam upaya memperlebar bisnis, salah satunya yang saya amati adalah PT. Telkom yang saat ini menadaptasi strategi master brand bersamaan dengan tranformasi Positioning menjadi konsep TIME (telecomunication, information, multimedia, edutaiment) dengan tagline “world in your hand”.
Dengan peta persaingan industri telekomunikasi yang tidak bisa dimonopoli dan kemunculan kompetitor baru strategi master brand ini saya nilai sebagai upaya dalam mempertahankan superiority PT. Telkom sebagai leader di industri tersebut, dengan konsep tranformasi TIME yang mengadaptasi strategi master brand ini Telkom menjadi “integrated communication service solution for costumer”, karena secara langsung unit-unit bisnis yang sudah dibangun selama ini Telkomsel, Telkom Vision, Infomedia, Speedy, dll kini menginduk pada merk corporat Telkom.
Nah setelah sedikit menguti cerita dibalik Tranformasi PT. Telkom, melalui tulisan ini saya ingin sedikit berbagi mengenai 4 point yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari strategi master brand sendiri berdasarkan sedikit pengetahuan dan informasi yang saya dapatkan.
1. Focus Pada Satu Merk
Subscribe to:
Posts (Atom)









