Nov 26, 2016

Inovasi = .................

"Keren yah inovasi Gojek mas, ga kepikir saya dari hanya jasa penyedian gojek eh tau-tau bisa masuk ke applikasi dan menjadi "perusahaan" gojek terbesar di indonesia bahkan dunia, blom lagi layanan-layanan juga inovatif banget, go-food, go-tix, go-massage dll, kok bisa yah kepikiran membuat ide inovasi seperti itu". Gimana menurut mas Rex, seperti apa sih biar dalam bisnis kita bisa berinovasi dan menghasilkan hal yang luar biasa seperti Gojek.

Buset, nanyanya seperti salah alamat ini "guman saya" haha, lah wong saya ajah ga kebayang bagaimana caranya gojek bisa menjadi sebesar itu dan setinggi itu nilainya, istilahnya bukan level saya menjawabnya, belom competen haha.

Ngobrolin GoJek dalam konteks hari ini memang ga akan ada habisnya, satu kata Amazing Innovation, bagaimana tidak, dalam waktu singkat Gojek menjadi penyedian layanan ojek terbesar di dunia,m layanan antar makanan yang katanya juga terbesar di dunia sampai menjadi salah satu Unicorn Startup di indonesia (unicorn, valuasi mencapai 1.2M $ atau kurang lebih 15 Triliun rupiah).

Nah balik lagi pertanyaan bagaimana menurut saya? Saya tidak akan menjawab bagaimana Gojek tentunya karena keterbatasan informasi berkaitan dengan strategi inovasi yang dilakukan oleh gojek, tapi izinkan saya sharing dari sisi pendapat pribadi saya base on bisnis yang sudah pernah saya jalankan tentang bagaimana caranya kita berinovasi dan menghasilkan hal yang "luar biasa" dalam konteks bisnis yang kita jalankan.

By the way sebelum How melakukan inovasi, sedikit kita singgung apa sih Inovasi itu? nah ini jangan salah kaprah yah, tidak semua hal yang "baru" atau "Keren" atau "Wow" bisa dibilang sebuah inovasi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi (menurut beberapa devinisi para ahli) sebuah ide. gagasan atau penemuan bisa dikatakan sebuah inovasi. apa ajah berikut dalam point singkat (maybe next time kita bahas yah)
  • Implementasi sesuatu yang "baru" bagi perusahaan dan konsumen
  • Ada efek "wow" terhadap ide, gagasan atau penemuan tersebut
  • Relevan dengan focus dan arah bisnis perusahaan
  • Nilai tambah kepada konsumen dalam memenuhi need, want dan expectation
  • Nilai tambah kepada perusahaan dalam bentuk nama baik, omset, profit dan nilai perusahaan
  • Sustain dalam jangka panjang ide, gagasan atau penemuan tersebut

Ok kembali lagi bagaimana (How) kita bisa menciptakan INOVASI dalam bisnis kita?

Nov 22, 2016

Brand Adalah Tentang Nilai

Topik soal brand dalam dunia bisnis seperti merupakan topik yang tidak pernah habis-habis dan selalu menarik untuk dibahas, sejak kuliah sampai hari ini rasanya topik soal brand hampir tidak pernah ada kata kata kadaluarsa,terus relevan dan berkembang sesuai jamannya. Pun di keseharian kita sebagai pebisnis, brand adalah perbincangan setiap hari yang selalu jadi bahan pemikiran dan diskusi yang menarik.

Dalam banyak kesempatan kita lihat ada "brand" yang muncul, jadi heboh dan mungkin tidak berapa lama hilang or bahkan sukses besar, yg hari ini baru keluar eh tiba-tiba tahun depan udah jadi market leader, ato yg hari ini heboh banget eh tahun depan sudah hilang ditelan bumi,

Lantas apa itu Brand? Apakah bisnis yang kita jalankan saat ini punya Brand? Wuih nampak seru yah sepertinya membahas hal ini, walaupun saya bukan pakar brand, izinkan saya berbagi mengenai apa yang saya pahami tentang brand.

Buat saya Brand adalah kumpulan "Nilai" yang dibangun untuk setiap Stake Holder di dalam bisnis yang kita jalankan. Jadi ketika kita menyebut Apple Computer maka akan muncul sekumpulan nilai yang membentuk Apple Computer tersebut baik itu "keren" "Tempat kerja yang luar biasa" "Return bisnis yg besar" dan sebagainya tergantung stake holder mana yang memberikan "nilai" tersebut. Coba kita sedikit ulik stake holder siapa saja yang memiliki peran "nilai" terhadap brand.

Oct 25, 2016

Calon Pengusaha, Jangan Takut dengan Angka

Diskusi beberapa waktu lalu dengan teman-teman dari Forum Sharing Branding membuat saya tiba-tiba kepengen nulis hal ini, sesuatu yang biasanya cukup ditakutkan banyak pengusaha pemula namun sebetulnya inilah awal penting dalam membangun bisnis dalam jangka panjang.

"Mas Rex, apa yang harus dilakukan ketika pertama kali ingin memulai bisnis, bisa share ga pengalamannya?" Ini sejujurnya pertanyaan yang paling banyak ditanya setiap orang yang mau memulai bisnis dan jawabannya ini yang bikin bingung sebetulnya, kenapa? karena nanyanya share pengalaman, jujur ajah kalo pertanyaan berdasarkan pengalaman yah jawaban saya "yah mulai ajah, liat ntar gimana yang penting udah niat",

Yah gitulah kira-kira ketika saya memulai bisnis di tahun 2003 sembari masih kuliah, pengennya ajah berbisnis, yg lain sih ga terlalu dipikirin karena antusias untuk memulai bisnis, ujungnya yah bertahun-tahun rugi, utang sana sini, stress dan tentu ada juga happynya hehe, butuh kuat2 mental dan iman kalo mau bisnis dengan konsep "yah mulai ajah dulu".


Sep 11, 2016

4 Tips Membuat Powerfull Content di Instagram

Kalo ditanya media apa yang sekarang lagi hot-hot nya digunakan banyak pebisnis untuk berbagai kepentingan brandnya mungkin salah satunya adalah Instagram. Untuk beberapa bisnis khususnya kuliner, instagram ini sudah seperti KEHARUSAN kalo mau brand kita dikenal oleh banyak calon konsumen dan kemudian tentu bisa mendatangkan sales bagi perusahaan, sehingga tidak aneh jika kita melihat demikian massivenya instagram yang berhubungan kuliner saat ini baik itu yang menggunakan buzzer (istilah gaul untuk pemilik akun yang bisa diajak berkerjasama untuk promosi iklan) maupun IG ads.

Nah pada kesempatan kali ini saya ingin sharing mengenai bagaimana membangun konten iklan IG yang punya impact dan bisa mencapai tujuan dari iklan yang kita pasang tentunya, karena saya perhatikan banyak sekali pebisnis yang tidak mengerti bagaimana strategi memasang iklan Instagram yang tepat, efektif dan menghasilkan, bukan sekedar pasang dan akhirnya tidak ada impact sama sekali untuk bisnis kita.

Tapi sebelulum kita mulai, selalu dingat pertanyaan saya ini. Apa ukuran sebuah iklan di IG sukses atau tidak? Dimensi jawaban ini bisa beragam, tergantung ketika kita menetapkan tujuan awal, biasanya sih UUD, ujung-ujungnya duit, namun pada sisi yang lebih advance tujuan menggunakan IG untuk beriklan juga bisa berupa Brand Building, jadi hal paling penting sebelum mendevelop content adalah menetapkan tujuan dari iklan sehingga bisa diukur hasilnya.

Ok kita mulai yuk, bagaimana membangun konten timeline maupoun iklan yang punya impact terhadap objectives yang kita inginkan di Instagram.

1. Images & Video yang Powerfull

Mau LAKU? Pahami Calon Konsumenmu

"Apa yang paling penting dalam berjualan mas biar laku?" Seringkali dalam banyak diskusi atau workshop pertanyaan ini muncul dari partner diskusi atau peserta workshop, pertanyaan yang membutuhkan jawabam Multi Dimensi haha. Mengapa, yah karena BIAR LAKU dalam bisnis itu tidak bisa berdiri sendiri atau terjadi hanya karena 1 faktor, sangat banyak faktor yang harus dipenuhi ketika produk kita ingin LAKU, misalnya saya kasih contoh apakah harga murah cukup untuk membuat produk kita LAKU? Bagaimana kalo semua orang menjual MURAH?

Atau contoh lain apakah dengan promosi yang gencar dengan budget besar akan pasti membuat produk kita akan LAKU? Kalo semudah itu tentu berlombah-lombah ajah promosi yang banyak dan gencar, tapi pada prakteknya banyak yang sudah promosi gencar produknya tetap ga LAKU dipasaran khan?

Jadi harus mulai dari mana sehingga kita bisa membuat produk yang kita jual akhirnya bisa LAKU di pasar dan bukan sekedar LAKU tapi terus LAKU dan mendatangkan keuntungan yang konsisten bagi kita?

Seperti yang sudah saya singgung, banyak tahap yang harus dilakukan oleh seorang pebisnis sehingga produknya bisa LAKU secara kontinue di pasar, namun jika ditanya, mulai dari mana maka secara pribadi saya akan memberikan jawaban mulailah dari PEMAHAMAN mengenai CALON KONSUMEN. Point jawaban ini ingin mengatakan bahwa;
  1. Bisnis itu dimulai dari menemukan dan memahami apa kebutuhan, keinginan dan ekspektasi calon konsumen. Siapa konsumen kita, berapa umurnya, tinggal di mana, ngapain ajah tiap hari dan berbagai informasi mengenai mereka.
  2. Produk diciptakan setelah tahap pertama dilalui, bukan sebaliknya, sudah ada produknya baru kemudian disesuaikan konsumennya siapa (biarpun pada prateknya inilah yang paling sering terjadi, biasanya orang sudah punya dulu ajah yang akan dijual baru kemudian mikirin konsumennya, tidak salah tapi hal ini bisa kita bahas lain kali)

Jul 1, 2016

4 Media Iklan yg Power Full Untuk Brand

"kang kok bisa iklan akang muncul di Intagram yah? Dan udah beberapa kali saya liat dalam minggu ini munculnya, Saya juga mau dong kang muncul iklan seperti itu, sepertinya keren kalo Brand saya bisa muncul seperti itu di IG"

Lah ini saya kadang-kadang bingung dengan banyak pemilik brand, sampai segitu ga taunya soalnya iklan online apa yah hehe #BecandaAh. Bukan karena saya update juga dengan berbagai media online ads yang ada tapi selain dulunya pernah punya #AhensiDigital yang malang melintang ngurusin klien di Indonesia (sekarang dah pensiun), saat ini juga ada tim yang selalu kasih update soal media online di kantor.

Tapi ga ada salahnya deh kali ini saya berbagai 4 media iklan yang bisa digunakan untuk membangun brand dan bahkan meningkatkan penjualan brand kita, sebelumnya mohon maaf buat para senior digital yah, ga usah dibaca artikel ini, bahasannya #Cetek banget dan ga level tentunya buat level pakar-pakar digital hehe, cuma saya berharap mungkin ada beberapa pembaca yang mendapatkan manfaat dari sharing artikel ini.

Ok Let's go

5 Tahap Membuat Online Campaign yg Efektif untuk Brand

"Bro gimana sih biar bisa buat program online campaign yang impact full buat brand kita? Gua udah beberapa kali ngebuat program online cuma sepertinya ga terlalu impact ke bisnis gua, malah gua nilai tidak efektif, habis-habisin duit ajah".

Nah pertanyaan soal membuat kegiatan online campaign ini salah satu pertanyaan yang sering sekali ditanyakan oleh banyak temen-temen di bisnis yang ingin mengadakan online campaign untuk brandnya, soalnya memang gampang gampang susah sih dari pengalaman saya membuat online campaign apalagi kalo yang diharapkan oleh pemilik brand pengukurannya sampai ke sales.

Saya coba akan share, bagaimana tahap-tahap membuat Online campaign berdasarkan pengalaman dalam mengeksekusi brand sendiri 3 tahun kebelakang yang menurut ukuran saya cukup bisa dibilang efetif dalam membangun brand dan penjualan di bisnis saya, namun perlu saya remind, share ini ini khan menurut pengalaman saya belum tentu prosesnya cocok dengan brand dari temen-temen yang membaca ini, jadi artikel ini mungkin dijadikan inspirasi dan guideline ajah untuk kemudian di modifikasi dan kemudian idenya di eksekusi sesuai dengan kebutuhan dan strategi brand dari kita masing-masing.

Ok let's go

1. Buat Campaign Untuk Apa

Nah ini dulu hal yang paling penting dirumuskan kalo mau buat campaign untuk brand kita, TUJUANNYA apa? Mau ningkatin Awareness? Mau Ningkatin Sales? Mau memperbanyak Subscriber? Mau memperbanyak Traffic ato sekedar mau ngabisin budget promosi karena kebanyakan dan bakal ditanya bos kalo tidak habis hehe. Mengapa penting? karena tujuan akan membuat kita bisa merumuskan dengan spesific banyak hal yang terkait dengan campaign yang ingin kita lakukan mulai dari media yang digunakan, program detail yang dikeluarkan, alokasi budget yang digunakan sampai pengukuran efektivitas seperti apa yang akan dilakukan.


Jun 28, 2016

Don't Give Up


Bukan style saya sebetulnya untuk menulis artikel yang lebih ke arah motivasi, tapi entah kenapa hari ini ingin sekali menulis artikel terkait motivasi DON'T GIVE UP.

Saya membuat tulisan ini terinspirasi dengan kemenangan bersejarah dari Cleveland Caveliers dengan Lebron James nya pada final NBA 2016, mengapa bersejerah dan sangat memotivasi karena untuk pertama kalinya dalam sejarah final tim yang tertinggal 1-3 dan masih memainkan 2 pertandingan tandang bisa berbalik dan memenangkan pertandingan final apalagi yang dihadapi adalah tim juara bertahan yang tahun lalu mengalahkan James dkk dan memiliki rekor menang kalah terbaik sepanjang sejarah NBA.

Beberapa hari kebelakang ketika tertinggal 3-1 pun saya sudah tidak pernah lagi mengecek pertandingan final karena saya beranggapan "sudah pasti kalah", tidak ada gunanya dilihat lagi haha, malah bikin BT, tapi sekali waktu iseng melihat berita, "loh udah 3-2", hari berikutnya "loh 3-3" dan benar-benar supprise beberapa hari kemudian Cleveland yang juara bukan Golden State, What...... How come .............

Sebagai pengusaha, apa yang bisa kita pelajari dari perjalan final NBA 2016 ini yang mungkin akan sangat bermanfaat bagi kita

Don't Give, It is Not Over Yet

Jun 26, 2016

Everyone is Profit Makers



"Setiap divisi harus menghasilkan profit sehingga pertumbuhan perusahaan akan sehat" ini salah satu kalimat yang sangat menarik ketika minggu lalu saya meeting dengan salah satu pengusaha besar di Bandung, kok bisa semua divisi harus menghasilkan profit, bukannya pada umumnya biasanya profit dihasilkan oleh tim sales? sehingga sering khan kita denger becandaan, "ah situ mah enak bagian marketing/ admin/ atau bagian lainnya cuma ngabisin duit. kita nih capek2 dilapangan buat jualan dan menghasilkan profit untuk perusahaan".

Ketika kita misalnya bekerja di divisi branding sebuah perusahaan, bukannya lazimnya yah kerjaannya ngabisin uang yang artinya malah mengurangi profit perusahaan? Ato contoh ekstrim, bagaimana mungkin seorang satpam perusahaan bisa menghasilkan profit karena pekerjaannya yang seputar keamanan, bukan melakukan penjualan?

"Kok bisa pak tanya saya?" "yah bisa rex, tergantung bagaimana kita memahami terminologi profit dalam bisnis, ingat yah dalam bisnis bukan dalam terminologi akuntansi". Oh ok, saya paham maksudnya, dan hal ini sangat menarik karena cukup banyak pengusaha yang tidak betul-betul memahami hal ini, saya berikan 1 contoh yang sederhana ajah misalnya, ketika kita bagian produksi mencoba berbagai cara untuk menekan harga pokok produk HPP, bukankah hal ini akan punya impact peningkatan profit perusahaan?

logika sederhananya, dulu modal 500 rupiah, di jual 1000 rupiah untung 500, kemudian kurangin semua biasa katakanlah 300 rupiah, makah profit bersih 500-300 adalah 200 rupiah, nah bagaimana jika bagian riset kemudian menemukan cara yang lebih efisien sehingga harga pokok yang tadinya 500 bisa ditekan ke 300 rupiah? punya impact bukan ke profit perusahaan. Jadi pejaran apa yang bisa kita ambil dari kalimat singkat di atas "Setiap divisi harus menghasilkan profit sehingga pertumbuhan perusahaan akan sehat"?

Mindset dalam pemahaman profit

Apr 3, 2016

Inovatif, Kata Elo ato Kata Siapa?


"Wuih inovatif banget yah cafe baru itu, konsepnya beda banget dengan yang lain, blom pernah ada sebelumnya di bandung yang seperti itu" ............ Beberapa kali 10 tahun ke belakang kalimat seperti ini sering sekali saya dengar, inovatif karena berbeda dan unik, namun ironi nya mostly tempat-tempat yang dikatakan inovatif tersebut sudah tidak terdengar lagi namanya dengan membukuhkan kerugian bisnis yang lumayan besar, kebetulan saya kenal dengan beberapa pemilik bisnisnya.

Or sering juga dibidang teknologi dan starup (yang lagi naik daun banget nih) kita melihat, membaca dan mendengar muncul teknologi-teknologi dan startup baru yang sangat inovatif bahkan kadang sampe kita sendiri bingung nawarin apa sebenernya teknologi dan startup tersebut, heboh di awal tahun dengan budget komunikasi dan media yang luar biasa besar namun akhirnya redup ditelan waktu.

Inovatif kha cafe-cafe yang sangat kreatif (kata orang), or teknologi or startup tersebut sebetulnya? Apa sebetulnya defininya sehingga seseorang, product, jasa ataupun apapun yang terkait dengan bisnis (karena bahasannya bisnis) bisa dikatakan inovatif? Apakah hanya karena Absoluttly Outstanding, Luar biasa keren, Amazing or sesuatu yang sangat baru bisa dikatakan sudah memenuhi syarat untuk dikatankan inovatif?

Ide Baru yang Butuh Validasi
Yap inovatif bukan hanya bicara menciptakan sesuatu yang baru di dunia ini menurut saya, ketika kita men kreasikan sebuah proses, produck atau apapun itu kemudian muncullah sebuah Ide baru yang bisa diimplementasikan di dalam bisnis kita itulah syarat awal sesuatu bisa dikatakan inovatif atau bahkan sesuatu yang sudah ada kemudian kita kembangkan dengan pendekatan yang lebih baru, lebih modern atau lebih kreatifpun bisa dikata inovatif kok, tapi kembali lagi itu baru syarat awal.