Kemarin (23/06) adalah momen yang cukup mendebarkan untuk sebagian masyarakat Bandung yang menantikan hasil pemilu walikota dan wakil walikota Bandung yang baru. Hasil data quick count terakhir dari JSI menunjukkan bahwa pasangan Ridwan Kamil dan Oded berhasil melesat di urutan pertama dengan perolehan suara 45,98%. Terkait hasil resminya, kita akan menantikan pengumuman resmi dari KPU.
Namun terlepas dari berapa hasil akurat perolehan suara, ada hal yang ingin saya bahas melalui artikel ini yang menunjukkan kekuatan Online Media di balik kesuksesan kampanye Ridwan Kamil dan Oded (RIDO)
Banyak yang berpendapat bahwa “Indonesia belum saatnya percaya pada Media Online”. Hal ini seringkali menjadi pertimbangan para pebisnis dalam menentukan apakah mereka akan mulai melakukan investasi brand mereka melalui media Online. Dan semoga kita bisa belajar terkait pemanfaatan efektifas media Online dalam case study kampanye RIDO yang berhasil meraih impresi tertinggi di Social Media selama masa kampanye berlangsung.
1. Target Market yang Tepat
Keputusan penggarapan target market yang tepat adalah hal yang krusial di dalam sebuah bisnis, dalam hal ini kampanye RIDO diasumsikan sebuah usaha untuk meningkatkan keberhasilan penjualan produk sosok RIDO itu sendiri.
Walaupun masyarakat Bandung terdiri dari berbagai segmentasi yang beragam, namun Tim Sukses RIDO mampu memetakan segmentasi tersebut dengan tepat dan menciptakan program yang sesuai dengan segmentasi masing-masing. Hal ini penting mengingat tidak semua segmen dapat digarap dengan media yang sama dan dengan message yang sama.
Jun 24, 2013
Meretas Segmentasi Konsumen Di Social Media
Tema yang akan kita bahas kali ini kebetulan membahas mengenai Segmentasi, nah kalo ngomongin aktifitas bisnis apapun itu, tentunya nggak lepas dari yang namanya Segmentasi, kenapa? karena bisa dibilang Segmentasi merupakan salah satu fondasi awal dari kebijakan Strategi Marketing atau Branding yang akan kita eksekusi, nggak hanya itu Segmentasi juga merupakan salah satu bagian pertama yang diperhatikan ketika kita sebuah bisnis menghasilkan sebuah produk.
Kenapa membahas Segmentasi dalam konteks konsumen di Social Media? tentunya dalam tulisan-tulisan sebelumnya banyak dibahas mengenai Digital Marketing, bagaimana sebuah aktifitas marketing dari yang sebelumnya vertikal menjadi horizontal dengan adanya media digital seperti internet dan Social Media, sebuah media yang turut memunculkan Digitalpreneur menjadi para pelaku bisnis online yang sukses. Mungkin melalui tulisan ini saya hanya ingin membahas sedikit mengenai gambaran bagaimana meretas Segmentasi di Social Media khususnya.
Sebelum mulai pembahasan ada baiknya kita membahas sedikit mengenai apa itu Segmentasi? sederhananya sih Segmentasi itu merupakan sebuah upaya kita (baik sebagai pelaku bisnis, marketing, atau branding) dalam mengkategorikan pasar (konsumen). Misalkan Segmentasi berdasarkan social economic status (S.E.S) atau mengklasifikasi konsumen berdasarkan tingkat pendapatan dan status social seperti SES A, B, C1, C2, D, dan E, atau Segmentasi berdasarkan usia remaja, dewasa, dan orang tua.
Kenapa membahas Segmentasi dalam konteks konsumen di Social Media? tentunya dalam tulisan-tulisan sebelumnya banyak dibahas mengenai Digital Marketing, bagaimana sebuah aktifitas marketing dari yang sebelumnya vertikal menjadi horizontal dengan adanya media digital seperti internet dan Social Media, sebuah media yang turut memunculkan Digitalpreneur menjadi para pelaku bisnis online yang sukses. Mungkin melalui tulisan ini saya hanya ingin membahas sedikit mengenai gambaran bagaimana meretas Segmentasi di Social Media khususnya.
Sebelum mulai pembahasan ada baiknya kita membahas sedikit mengenai apa itu Segmentasi? sederhananya sih Segmentasi itu merupakan sebuah upaya kita (baik sebagai pelaku bisnis, marketing, atau branding) dalam mengkategorikan pasar (konsumen). Misalkan Segmentasi berdasarkan social economic status (S.E.S) atau mengklasifikasi konsumen berdasarkan tingkat pendapatan dan status social seperti SES A, B, C1, C2, D, dan E, atau Segmentasi berdasarkan usia remaja, dewasa, dan orang tua.
Jun 22, 2013
Isi Kepala + Go Back Analog + Get Bored = Kreativitas
Agenda acara rutin saya setiap Sabtu atau Minggu sore adalah jalan-jalan ke toko buku. Kalau jalan-jalan ke toko buku biasanya saya akan mengosongkan pikrian dan keinginan, karena biasanya chemistry akan muncul di buku-buku yang tak terduga. Seperti kemarin saat saya jalan-jalan tiba-tiba saya jatuh cinta dan tertarik banget dengan buku karangan Austin Kleon yang berjudul “Steal like an artist!”.
Buku ini lebih kurang menjelaskan tentang 10 hal yang tidak kita ketahui tentang kreativitas. Beberapa hal bersifat umum, sudah kita ketahui sebelumnya, namun beberapa sangat inspiratif dan patut dicoba! Saya akan share di akhir artikel ini.
There’s nothing new under the sun
Jika selama ini Anda cukup desperate merasa bahwa Anda ga kreatif, ga bisa menciptakan sesuatu yang baru atau merasa bahwa orang lain lebih kreatif dari Anda, sepertinya Anda harus mulai merubah cara berpikir.
Setelah membaca buku ini, saya setuju bahwa kreativitas adalah output! Kreativitas bukan bakat, tapi kreativitas adalah keahlian yang bisa diasah dari setiap orang. Menurut saya, ada 3 hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan output kreativitas tersebut :
1. Isi Kepala
Buku ini lebih kurang menjelaskan tentang 10 hal yang tidak kita ketahui tentang kreativitas. Beberapa hal bersifat umum, sudah kita ketahui sebelumnya, namun beberapa sangat inspiratif dan patut dicoba! Saya akan share di akhir artikel ini.
There’s nothing new under the sun
Jika selama ini Anda cukup desperate merasa bahwa Anda ga kreatif, ga bisa menciptakan sesuatu yang baru atau merasa bahwa orang lain lebih kreatif dari Anda, sepertinya Anda harus mulai merubah cara berpikir.
Setelah membaca buku ini, saya setuju bahwa kreativitas adalah output! Kreativitas bukan bakat, tapi kreativitas adalah keahlian yang bisa diasah dari setiap orang. Menurut saya, ada 3 hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan output kreativitas tersebut :
1. Isi Kepala
Jun 21, 2013
Kartu Bintang Persib, The Art of Selling
Kartu Bintang? Nama yang cukup unik untuk sebuah seri koleksi kartu, usut punya usut ternyata Kartu Bintang ini adalah serangkaian set kartu bergambar foto para pemain Persib (kesebelasan sepak bola yang berada di kota Bandung), lengkap dengan posisi nya di tim tersebut. Untuk kita yang bukan fans nya Persib mungkin kartu ini hanyalah seperti kartu koleksi biasa saja, tapi bagi pecinta Persib, kartu ini mungkin adalah salah satu merchandise koleksi yang layak untuk diburu.
Kartu ini dikemas dengan tampilan yang cukup bagus, peluncuran nya dilengkapi dengan program promosi berhadiah motor dan voucher belanja. Wah... buat yang fans berat Persib, hal ini tentu aja jadi sebuah kabar yang amat sangat menggembirakan cetar membahana, bukan cuma bisa punya koleksi kartu yang ada gambar para pemain nya saja, tapi juga buat yang beli dan ngumpulin secara lengkap kartu ini bisa juga dapet kesempatan untuk dapetin hadiah tambahan berupa sepeda motor atau kalau ga dapet motor minimal bisa juga dapet banyak voucher belanja di Alfamart.
Langkah Persib untuk meluncurkan produk dan campaign Kartu Bintang ini tepat menurut saya, berikut beberapa sisi marketing yang coba saya bahas:
1. Serial make us BUY MORE
Dulu waktu kecil, saya pernah mengkoleksi kartu bergambar Sailor Moon dan juga Kartu telepin dengan gambar berseri tokoh2 Pooh, (wah... jadul banget ya, jadi ketahuan deh saya generasi kapan), Hehehe....tapi yang paling penting, pendekatan serial itu kapan pun akan tetap digunakan oleh para marketer.
Kartu ini dikemas dengan tampilan yang cukup bagus, peluncuran nya dilengkapi dengan program promosi berhadiah motor dan voucher belanja. Wah... buat yang fans berat Persib, hal ini tentu aja jadi sebuah kabar yang amat sangat menggembirakan cetar membahana, bukan cuma bisa punya koleksi kartu yang ada gambar para pemain nya saja, tapi juga buat yang beli dan ngumpulin secara lengkap kartu ini bisa juga dapet kesempatan untuk dapetin hadiah tambahan berupa sepeda motor atau kalau ga dapet motor minimal bisa juga dapet banyak voucher belanja di Alfamart.
Langkah Persib untuk meluncurkan produk dan campaign Kartu Bintang ini tepat menurut saya, berikut beberapa sisi marketing yang coba saya bahas:
1. Serial make us BUY MORE
Dulu waktu kecil, saya pernah mengkoleksi kartu bergambar Sailor Moon dan juga Kartu telepin dengan gambar berseri tokoh2 Pooh, (wah... jadul banget ya, jadi ketahuan deh saya generasi kapan), Hehehe....tapi yang paling penting, pendekatan serial itu kapan pun akan tetap digunakan oleh para marketer.
Jun 20, 2013
6 taktik promosi untuk perempuan
Suatu hari saya bertemu dengan seorang teman perempuan. Kalau diperhatikan dandanannya sudah jauh berbeda dibandingkan jaman waktu kuliah dulu, lebih fashionable dan nampak memakai atribut yang bermerk. Lalu tanpa diminta pun sambil ngobrol sesekali dia mengatakan merk-merk atribut yang dia pakai sekarang, mulai dari syal, jam tangan, sepatu sampai tas jinjingnya. Selain itu dia juga menyebutkan mana yang asli dan mana yang KW.
Saya hanya tersenyum saja menanggapi ceritanya, dalam hati saya berkata “sepertinya yang namanya perempuan memang ditakdirkan untuk punya naluri hobi belanja”. Karakter perempuan yang cenderung lebih emosional ga cuma dalam kehidupan sehari-hari tapi juga sangat terasa ketika berbelanja, coba deh diingat-ingat kita berbelanja lebih sering karena memang butuh atau cenderung lebih karena mendadak pengen aja? Kayaknya sh lebih sering mendadak beli karena ada promo yang menarik yah hehe.
Nah selain itu perempuan juga cenderung cerewet dan kalo sudah berkumpul dengan teman-temannya nalurinya adalah ngerumpi. Yup ngerumpi tentang apapun, mulai dari keseharian sampai urusan belanja-belanja ini.
Nah pada kesempatan kali ini, saya mau share nih 7 taktik promosi yang bisa kita manfaatkan untuk menggarap segmen perempuan.
1. Promo gratis
Saya hanya tersenyum saja menanggapi ceritanya, dalam hati saya berkata “sepertinya yang namanya perempuan memang ditakdirkan untuk punya naluri hobi belanja”. Karakter perempuan yang cenderung lebih emosional ga cuma dalam kehidupan sehari-hari tapi juga sangat terasa ketika berbelanja, coba deh diingat-ingat kita berbelanja lebih sering karena memang butuh atau cenderung lebih karena mendadak pengen aja? Kayaknya sh lebih sering mendadak beli karena ada promo yang menarik yah hehe.
Nah selain itu perempuan juga cenderung cerewet dan kalo sudah berkumpul dengan teman-temannya nalurinya adalah ngerumpi. Yup ngerumpi tentang apapun, mulai dari keseharian sampai urusan belanja-belanja ini.
Nah pada kesempatan kali ini, saya mau share nih 7 taktik promosi yang bisa kita manfaatkan untuk menggarap segmen perempuan.
1. Promo gratis
Jun 19, 2013
Jasa Antar Pizza Via DomiCopter “Helicopter”
Apa sih musuh terbesar dari sebuah jasa antar? Pasti macet. Jasa antar memang mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di jalanan seperti ban bocor, cuaca buruk atau kecelakaan di jalanan. Namun pastinya jika hal tersebut terjadi, maka anggota lain yang ada di tim tersebut bisa mengganti peran pengantar sebelumnya. Lain halnya jika menghadapi kemacetan. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan oleh seorang pengantar jasa antar adalah menghadapi kemacetan tersebut dan menerjangnya. Namun bagaimana jika sebuah bisnis bisa memberikan pelayanan jasa antar kepada konsumennya dengan menggunakan helicopter yang bebas hambatan dari kemacetan? Wih. Seru, ya!
Kalau softrinknya ada Coca Cola yang selalu memberikan inovasi terbaru, untuk pizza ada Domino’s. Kali ini Domino’s membuat sebuah konsep yang sangat kreatif. Seperti memecahkan sebuah masalah terbesar yang dihadapi oleh pelayan jasa antar: kemacetan, kini Domino’s membuka pelayanan jasa antar melalui DomiCopter. Melalui konsep pelayanan jasa antar terbaru yang dikembangkan oleh Domino’s, mereka menjanjikan kecepatan pelayanan antar nomor satu dibandingkan dengan jasa antar lainnya.
Kalau softrinknya ada Coca Cola yang selalu memberikan inovasi terbaru, untuk pizza ada Domino’s. Kali ini Domino’s membuat sebuah konsep yang sangat kreatif. Seperti memecahkan sebuah masalah terbesar yang dihadapi oleh pelayan jasa antar: kemacetan, kini Domino’s membuka pelayanan jasa antar melalui DomiCopter. Melalui konsep pelayanan jasa antar terbaru yang dikembangkan oleh Domino’s, mereka menjanjikan kecepatan pelayanan antar nomor satu dibandingkan dengan jasa antar lainnya.
Jun 18, 2013
7 Tips Menyusun Program Pemasaran
Kalo ngomongin pemasaran ujung-ujungnya pasti yang ditanya adalah sales performance, yang intinya nggak perform kalo gagal mencapai target penjualan yang sudah ditetapkan. Pertanyaan selanjutnya bagaimana penjualan bisa mencapai performa maksimal?
Jawabannya tentunya adalah melalui program-program pemasaran yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh tim pemasaran. Nah sekarang kalo kita ngomongin program pemasaran tentunya konsepnya harus kreatif alias out of the box dong, dan harus memiliki konten yang bisa menciptakan ketertarikan (grab attention) bagi konsumen, namun demkian alih-alih program yang out of the box atau kreatif terkadang tim pemasar lupa akan batasan dalam mengcreate sebuah program pemasaran yang baik.
Dalam kesempatan kali ini saya cuma mau share sedikit saja mengenai bagaimana mengcreate sebuah program pemasaran yang baik, semoga apa yang ditulis ini bisa memberikan insight bagi para pembaca, monggo dibaca.
1. Kreatif & Out Of The Box
Hal pertama yang paling sulit dalam mencreate sebuah program pemasaran, sudah disebutkan dalam kalimat pembuka tulisan ini adalah program itu sendiri harus kreatfi atau out of the box kata sebagaian orang, dalam hal ini program yang ditawarkan harus benar-benar unik dan segar sehingga bisa grab more attention dari konsumen kita, bahkan akan lebih oke jika program pemasaran yang dibuat disetting untuk menciptakan word of mouth.
2. Relevan
Jawabannya tentunya adalah melalui program-program pemasaran yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh tim pemasaran. Nah sekarang kalo kita ngomongin program pemasaran tentunya konsepnya harus kreatif alias out of the box dong, dan harus memiliki konten yang bisa menciptakan ketertarikan (grab attention) bagi konsumen, namun demkian alih-alih program yang out of the box atau kreatif terkadang tim pemasar lupa akan batasan dalam mengcreate sebuah program pemasaran yang baik.
Dalam kesempatan kali ini saya cuma mau share sedikit saja mengenai bagaimana mengcreate sebuah program pemasaran yang baik, semoga apa yang ditulis ini bisa memberikan insight bagi para pembaca, monggo dibaca.
1. Kreatif & Out Of The Box
Hal pertama yang paling sulit dalam mencreate sebuah program pemasaran, sudah disebutkan dalam kalimat pembuka tulisan ini adalah program itu sendiri harus kreatfi atau out of the box kata sebagaian orang, dalam hal ini program yang ditawarkan harus benar-benar unik dan segar sehingga bisa grab more attention dari konsumen kita, bahkan akan lebih oke jika program pemasaran yang dibuat disetting untuk menciptakan word of mouth.
2. Relevan
Jun 17, 2013
5 Langkah Up Selling, Jualan Naik Tanpa Promosi
Me & Mie Ayam
Saya: "Bang pesen mie Ayamnya yah"
Abang: "Siap den, Mau versi jumbo den? Lebih muntap kenyangnya"
Saya: "Oh bisa gitu?"
Abang: "Bisa den, cuma tambah 3 ribu kok, posri jumbo jadinya"
Saya: "Wah boleh juga deh pak lagi laper nih.
Me & Toko Komputer
Saya: "Mas laptop Acer ini bagus ga yah?"
Si Mas: "Oh bagus nih, keluaran baru, undah Quad Core, buat apa mas emang laptopnya, di pake design or multimedia?
Saya: "iya saya mau pake buat editing video dan musik juga"
Si Mas: "Oh udah ok laptop yang ini, Tapi klo mau saya sarankan yang ini mas, bedah 500 ribu tapi spek nya lebih ok, bisa digunakan untuk graphis berat juga"
Saya: "Oh gitu, boleh juga deh soalnya biar mantap kerjanya"
Dari membaca dua buah cerita di atas, apa point yang anda tangkap? Yak dua cerita di atas punya point yang sama yaitu menganjurkan konsumen membeli yang lebih mahal dari harga yang tadinya dia ingin bayar. Yang juga berarti, kita berhasil meningkatkan omset penjualan tanpa harus mengeluarkan biaya media promosi sama sekali, cukup SSD (spik spik dewa) kepada calon konsumen yang akan membeli di kita.
Dalam Creative Sales Method yang dikembangkan oleh Creasionbrand inilah yang dinamakan dengan UP SELL bagian dari Promotion Taktik yang bertujuan untuk meningkatkan omset penjualan melalui sebuah proses yang siapkan dengan matang secara internal dan ditawarkan kepada konsumen secara terkondisi dan hebatnya tidak disadari oleh konsumen itu sendiri.
Saya: "Bang pesen mie Ayamnya yah"
Abang: "Siap den, Mau versi jumbo den? Lebih muntap kenyangnya"
Saya: "Oh bisa gitu?"
Abang: "Bisa den, cuma tambah 3 ribu kok, posri jumbo jadinya"
Saya: "Wah boleh juga deh pak lagi laper nih.
Me & Toko Komputer
Saya: "Mas laptop Acer ini bagus ga yah?"
Si Mas: "Oh bagus nih, keluaran baru, undah Quad Core, buat apa mas emang laptopnya, di pake design or multimedia?
Saya: "iya saya mau pake buat editing video dan musik juga"
Si Mas: "Oh udah ok laptop yang ini, Tapi klo mau saya sarankan yang ini mas, bedah 500 ribu tapi spek nya lebih ok, bisa digunakan untuk graphis berat juga"
Saya: "Oh gitu, boleh juga deh soalnya biar mantap kerjanya"
Dari membaca dua buah cerita di atas, apa point yang anda tangkap? Yak dua cerita di atas punya point yang sama yaitu menganjurkan konsumen membeli yang lebih mahal dari harga yang tadinya dia ingin bayar. Yang juga berarti, kita berhasil meningkatkan omset penjualan tanpa harus mengeluarkan biaya media promosi sama sekali, cukup SSD (spik spik dewa) kepada calon konsumen yang akan membeli di kita.
Dalam Creative Sales Method yang dikembangkan oleh Creasionbrand inilah yang dinamakan dengan UP SELL bagian dari Promotion Taktik yang bertujuan untuk meningkatkan omset penjualan melalui sebuah proses yang siapkan dengan matang secara internal dan ditawarkan kepada konsumen secara terkondisi dan hebatnya tidak disadari oleh konsumen itu sendiri.
Jun 14, 2013
3 Ide Video Youtube Untuk Bisnis
Beberapa minggu ini saya jadi rajin nongkrongin Star TV karena lagi ada Got To Dance UK session baru. Yang unik yang sempat dilontarkan oleh para juri di session kali ini adalah kemunculan bakat-bakat baru yang luar biasa pada anak-anak di bawah usia 17 tahun. Saat mereka ditanya dimana mereka belajar untuk ‘dance like a pro’ mereka cuma jawab 3 hal : Kamar Tidur, Kaca dan YouTube!
Di salah satu episode sempat ada beberapa menit sesi para juri membahas hal khusus tentang ini, bahwa di jaman mereka belajar dance, orang-orang ikut klub atau paling tidak ‘menari di jalanan’ untuk bisa meningkatkan kemampuan mereka, tapi jaman sekarang? Mereka belajar semuanya dari YouTube! And officially mereka menyebutnya dengan YouTube Generation!
Siang tadi saya baru saja selesai mengikuti conference pengusaha dari beberapa negara, sebagian besar dari Indonesia, Jepang dan Amerika. Salah satu pembicara menekankan tentang cara berkomunikasi saat ini di dunia pemasaran, yang salah satu media utamanya adalah internet. Seperti kita ketahui bahwa yang bisa merajai bisnis melalui media internet adalah mereka yang mampu untuk memproduksi content yang diminati. Dan kalau kita breakdown lagi, konten bisa terdiri dari text (paling umum sekali di internet), kemudian gambar (opsi kedua untuk berkomunikasi setelah text) dan yang terakhir adalah video (walaupun ada juga audio, namun video lebih populer di media internet).
Di pembahasan tersebut dikatakan bahwa gambar lebih efektif dari text, tapi video lebih efektif dari gambar! Alasan yang diungkapkan adalah karena pada dasarnya interaksi manusia meliputi berbagai aspek, seperti gerak tubuh, mimic, ekspresi (baik dari orang yang berbicara maupun kumpulan gambar2 bergerak), dll yang tidak mampu di deliver oleh media lain selain video. So… sudah siapkan Anda memproduksi konten video untuk bisnis Anda?
Ga ada ide mau bikin video apa. Sebenarnya banyak yang bisa kita lakukan untuk memproduksi video konten untuk bisnis kita, berikut adalah beberapa ide sederhana yang bisa dieksekusi :
Di salah satu episode sempat ada beberapa menit sesi para juri membahas hal khusus tentang ini, bahwa di jaman mereka belajar dance, orang-orang ikut klub atau paling tidak ‘menari di jalanan’ untuk bisa meningkatkan kemampuan mereka, tapi jaman sekarang? Mereka belajar semuanya dari YouTube! And officially mereka menyebutnya dengan YouTube Generation!
Siang tadi saya baru saja selesai mengikuti conference pengusaha dari beberapa negara, sebagian besar dari Indonesia, Jepang dan Amerika. Salah satu pembicara menekankan tentang cara berkomunikasi saat ini di dunia pemasaran, yang salah satu media utamanya adalah internet. Seperti kita ketahui bahwa yang bisa merajai bisnis melalui media internet adalah mereka yang mampu untuk memproduksi content yang diminati. Dan kalau kita breakdown lagi, konten bisa terdiri dari text (paling umum sekali di internet), kemudian gambar (opsi kedua untuk berkomunikasi setelah text) dan yang terakhir adalah video (walaupun ada juga audio, namun video lebih populer di media internet).
Di pembahasan tersebut dikatakan bahwa gambar lebih efektif dari text, tapi video lebih efektif dari gambar! Alasan yang diungkapkan adalah karena pada dasarnya interaksi manusia meliputi berbagai aspek, seperti gerak tubuh, mimic, ekspresi (baik dari orang yang berbicara maupun kumpulan gambar2 bergerak), dll yang tidak mampu di deliver oleh media lain selain video. So… sudah siapkan Anda memproduksi konten video untuk bisnis Anda?
Ga ada ide mau bikin video apa. Sebenarnya banyak yang bisa kita lakukan untuk memproduksi video konten untuk bisnis kita, berikut adalah beberapa ide sederhana yang bisa dieksekusi :
Jun 13, 2013
5 Tricks Abracadabra for Business
Minggu lalu saya baru saja menonton sebuah film dengan tema drama dilengkapi sedikit action, awalnya keinginan saya menonton simple hanya dikarenakan poster film nya bagus, dan aktor dan aktris utama nya yang cukup banyak, saya pikir.. wah.. jarang2 nih ada film seperti Lord Of The Ring, yang aktor dan aktris utama nya banyak. Hahaha.... Tapi memang setalah melihat poster nya hal kedua yang saya lakukan adalah browsing sinopsis nya, ingin tahu kita2 cerita film nya tentang apa.
Film yang saya maksud adalah Now You See Me, secara garis besar film ini menceritakan sebuah kelompok magician yang menamakan dirinya “Four Horseman” yang mengadakan pertunjukan di beberapa negara di Amerika, tapi ternyata dibalik pertunjukan2 yang dilakukan kelompok ini, ternyata sebenarnya mereka adalah komplotan perampok yang menggunakan trik cerdik yang dibungkus pertunjukan ilusi (dari mulai kecepatan tangan, manipulasi, hingga hipnotis). Hebatnya lagi mereka proses perampokan mereka dilakukan diatas panggung dan disajikan dalam bentuk pertunjukan. Polisi pun dibuat kebingungan dan sangat kesulitan dalam menangkap mereka.
Tapi ternyata dari semua kejeniusan rencana yg dieksekusi oleh 4 orang komplotan ini, sebenarnya blue print grand startegy hanya disusun oleh 1 orang pemimpin mereka, yang dari awal sampai hampir akhir film tidak diketahui sosok nya ataupun namanya, bahkan ke empat orang horseman itu belum pernah bertemu langsung dengan pemimpin mereka. Singkat cerita ada banyak sekali trik yang disajikan dalam film ini membuat kita yang menyukai cerita2 detektif dan sulap bisa sangat menikmatinya. Dalam bisnis, kita juga seringkali dihadapkan pada situasi dan kondisi yang seringkali meleset dari prediksi ataupun justru diluar perkiraan kita, dari film ini saya banyak belajar dari kerapihan rencana yang disusun oleh “Sang Konduktor” yang bisa dijadikan contoh untuk menjalankan bisnis dan marketing:
1. Perencanaan
Film yang saya maksud adalah Now You See Me, secara garis besar film ini menceritakan sebuah kelompok magician yang menamakan dirinya “Four Horseman” yang mengadakan pertunjukan di beberapa negara di Amerika, tapi ternyata dibalik pertunjukan2 yang dilakukan kelompok ini, ternyata sebenarnya mereka adalah komplotan perampok yang menggunakan trik cerdik yang dibungkus pertunjukan ilusi (dari mulai kecepatan tangan, manipulasi, hingga hipnotis). Hebatnya lagi mereka proses perampokan mereka dilakukan diatas panggung dan disajikan dalam bentuk pertunjukan. Polisi pun dibuat kebingungan dan sangat kesulitan dalam menangkap mereka.
Tapi ternyata dari semua kejeniusan rencana yg dieksekusi oleh 4 orang komplotan ini, sebenarnya blue print grand startegy hanya disusun oleh 1 orang pemimpin mereka, yang dari awal sampai hampir akhir film tidak diketahui sosok nya ataupun namanya, bahkan ke empat orang horseman itu belum pernah bertemu langsung dengan pemimpin mereka. Singkat cerita ada banyak sekali trik yang disajikan dalam film ini membuat kita yang menyukai cerita2 detektif dan sulap bisa sangat menikmatinya. Dalam bisnis, kita juga seringkali dihadapkan pada situasi dan kondisi yang seringkali meleset dari prediksi ataupun justru diluar perkiraan kita, dari film ini saya banyak belajar dari kerapihan rencana yang disusun oleh “Sang Konduktor” yang bisa dijadikan contoh untuk menjalankan bisnis dan marketing:
1. Perencanaan
Subscribe to:
Posts (Atom)









