May 30, 2013

Rekening Ponsel, Ambil Duit di ATM pake No HP


Minggu lalu saya sempat melihat sebuah iklan dari CIMB Niaga, iklan itu mengisahkan seorang laki2 (secara wajah mirip sekali dengan Vidi Aldiano) yang pada saat jalan2 diterpa angin yang sangat kencang, saking kencang nya sampai2 semua baju, tas dan celana nya terlepas dari tubuh nya, dan menyisakan kaos dalam dan celana pendek, dan handphone nya yang masih di genggam nya erat2. Walupun sudah tidak memiliki apa2, tapi selama masih punya HP rasanya tidak akan ke napa2. 

Scene iklan pun berpindah ke lokasi ATM di dalam bank CIMB Niaga, dan kemudian si anak laki2 yang masih dengan setelan kaos dalam dan celana pendek mendekati mesin ATM, sambil dipelototi oleh satpam bank, kemudian anak laki2 tersebut melakukan transaksi penarikan tunai di mesin ATM, di ikuti senyum si anak laki2 ke satpam bank yang juga di ikuti senyum si satpam yang semula curiga dengan tingkah laku si anak.

Iklan ini membuat saya tertawa-tawa, karena unsur komedi, tapi waktu saya cermati lagi, produk yang baru saja diluncurkan oleg Bank CIMB Niaga ini bisa dikatakan solusi untuk beberapa golongan masyarakat yang tidak memiliki rekening bank. Mengapa? Karena rekening ponsel ini memungkinkan kita untuk melakukan transaksi tapi tidak memiliki rekening pada sebuah bank, kita hanya perlu punya ponsel dan kartu saja, dan nomor yang digunakan bisa dari provider mana saja, GSM maupun CDMA. Selain itu coba kita lihat beberapa fasilitas rekening ponsel ini:

Dengan Rekening Ponsel, kita dapat melakukan banyak hal seperti: 

May 29, 2013

Srigala Berbulu Domba, 5 Ancaman Pebisnis Online


Ngomongin online nih guys, memang media ini sangat berjasa banget dalam kemunculan sistem bisnis baru dan era kebangkitan startup business yang memanfaatkan online media sebagai channel promosi dan penjualan. Nah itu impact positif yang dihasilkan tentunya bagaimana dengan impact negatifnya ada tidak yah khususnya dalam hal jual beli online? ada tentunya karena saya selalu berlandaskan bahwa segala sesuatu itu bagaikan dua sisi mata uang ada pro ada kontra dan ada negatif juga positifnya.

Begitupun dalam tulisan kali ini, saya ingin membahas mengenai hal-hal yang perlu untuk diperhatikan oleh para pelaku bisnis online khususnya para startup dalam menghadapi 5 ancaman isu negatif saat berbisnis online, karena dalam realitanya para pelaku bisnis saya kira akan menghadapi 5 ancaman tersebut baik diawal kemunculannya bahkan pada saat sedang on top performance.

Mungkin dalam tulisan ini setiap 5 isu yang dimaksud tidak dibahas secara mendalam, namun saya kira tulisan ini cukup memberikan masukan mengenai apa ancamannya dan bagaimana solusi untuk menghadapinya.

1. Srigala Berbulu Domba
Ancaman pertama yang perlu diwaspadai oleh para pelaku bisnis online adalah “Srigala Berbulu Domba” yang biasanya suka berkeliaran cari korban dengan memanfaatkan forum-forum jual beli yang sudah ada. Beberapa kali saya mendapatkan cerita teman saya yang kena penipuan “Sang Srigala” pada saat melakukan jual beli online, bagaimana? rata-rata sih udah trasfer sejumlah uang cuma sayangnya barang yang dipesan tidak kunjung tiba.


May 28, 2013

10 Tips Cetar Membahana



Sebagai pebisnis dan juga penulis, membuat content yang viral sudah menjadi pemikiran yang tidak pernah ada habisnya sejak dulu, yah wajarlah karena sebagai writer tentu kita berharap tulisan kita selalu menarik minta orang lain untuk membacanya dan dengan sukarela membagikan kepada pembaca lain entah itu dengan melakukan RT, Re post, mendiskusikan ataupun memforward tulisan kita ke relasinya.

Kadang sebagai seorang writer saya juga sangat penasaran mengapa kadang 1 tulisan dengan tulisan lain kadang punya respon yang sangat berbeda dari sisi pembaca dan efek viralnya, dari mana saya tahu ini yah simple sih pasang google analytic atau lihat saja di statistik kunjungan blog kita, or kita kita menyebarkan bisa di record di bit.ly link yang disebar or lihat di report tools twitter berapa banyak yang RT apa yang kita post.

Yah ini tidak ada bedahnya dengan "jualan barang", cuma yang dibeli orang adalah tulisan kita dengan cara membaca dan kemudian membagikannya. Dari semua tulisan yang saya pernah tulis dan pernah baca izinkan saya ingin share beberapa tips membuat tulisan "khususnya di blog" bisa menjadi Content Viral sehingga banyak yang membaca apa yang kita tulis tentunya.

Coba yuk kita lihat beberapa tips, semoga bisa mebermanfaat ketika kita membuat sebuah tulisan atau berita nantinya.

1. Tulis sesuatu yang sedang HOT di Bahas
Pengalaman saya dalam membuat tulisan, semakin Hot topik yang dibahas akan semakin banyak yang akan membacanya. Ketika sedang heboh-hebohnya klinik tong fang, saya coba membuat tulisan "Terimakasih Klinik Tong Fang" dalam waktu singkat pembacanya sesuai dengan harapan saya dan juga banyak yang melakukan RT karena memang sedang Hot di bahas. Atau pas lagi hot-hot nya kasus Eyang Subur, saya buru-buru nulis tentang Eyang Subur dan seperti yang sudah diduga juga, efek viralnya dan pembacanya sesuai dengan harapan.

Sesuatu yang baru/ update/ trend biasanya menimbulkan minat orang untuk membaca dan kemudian membagikan apa yang sudah dibacanya, "biar keliatan update" mungkin atau juga memang ingin menginformasikan hal tersebut kepada rekan. relasi atau followernya. Sehingga tips pertama yang sangat penting untuk membuat Tulisan yang Viral adalah, tulislah sesuatu yang HOT, yah tentu sesuaikan dengan bidang tulisan Anda.

2. Headline yang Cetar Membahana

May 27, 2013

6 Lessons From Antagonist


Euforia Fast & Furious 6 pada akhirnya menyeret saya juga yang penasaran dengan kelanjutan cerita Toretto and the gank. Selain itu kehebohan berita ttg akting Joe Taslim (aktor Indonesia yang memiliki kesempatan untuk bisa ikut bermain di film itu) menambah bumbu penasaran terhadap film ini. Orang Indonesai pastinya bangga dengan kehadiran Joe Taslim di film ini, walaupun bukan sebagai main character, tapi kehadiran Joe Taslim di film ini cukup bisa membuat kita yang menonton puas dengan porsi kemunculannya.

Euforia Fast & Furious memang cukup dahsyat, terbutki saking banyak disukai nya serial ini sampai juga di film ke 6, bahkan jika kita menonton sampai habis, di bagian akhir film, diselipkan lah sebuah adegan yang memberikan teaser/pancingan sekaligus pemberitahuan bahwa aksi Toretto and the gank masih akan berlanjut di seri ke 7, tidak tanggung2 teaser itu dibalut dengan kemunculan Jason Statham (aktor laga Amerika yang cukup tenar & disukai).

Setelah menonton film ini, saya justru lebih “terpikat” pada sepak terjang pimpinan sang tokoh antagonis, Owen Shaw. Dengan semua strategi dan prinsip yang dimiliki nya sebenarnya bisa dikatakan misi yang dilakukan nya nyaris berhasil (ya kalo di film kan ga mungkin sisi antagonis ini menang, ya pasti Toretto lah yang harus menang). Prinsip2 yang dilakukan Owen Shaw justru lebih mirip pebisnis, walaupun ada beberapa hal “licik” yang tidak baik juga untuk dicontoh, tapi kalau boleh sedikit membahas, berikut beberapa poin penting yang mungkin bisa kita pelajari dari Owen Shaw.

Oh, ya sebelum membaca lebih lanjut, bagi yang belum menonton film ini, sebaiknya tidak meneruskan membaca, karena ada beberapa spoiler di tulisan2 saya :)

1. Never underestimate your enemy
Di bagian awal film kita sudah diberikan gambaran betapa kuatnya tim Owen Shaw dalam hal strategi & perencanaan, mereka dengan mudah nya bisa mengecoh dan melumpuhkan para DSS Agent (polisi), bahkan tidak sulit mengalahkan tim Toretto, dan kabur bagai asap dari kejaran polisi yang dibantu dengan tim Toretto.

Walaupun dalam kondisi “diatas angin”, saya sangat suka dengan pemikiran Shaw pada saat memberikan informasi ttg komposisi tim Toretto kepada tim nya, kurang lebih perkataannya seperti ini: “Jangan pernah kita menyepelekan kekuatan lawan kita, atau kita yang akan menjadi lemah menghadapi mereka”. Dalam bisnis dan usaha, kita memiliki competitor dan banyak rintangan dalam melakukan penjualan dan melancarkan bisnis kita, namun pada saat kondisi perusahaan “diatas angin” mungkin kita harus belajar dari prinsip Shaw, tidak pernah menyepelekan competitor dan iklim bisnis, karena perubahan sedikit saja bisa jadi merubah langkah bisnis kita kedepan: bertahan, adaptasi (berubah) atau mati.

May 22, 2013

Reality Show & Social Media


Kalo liat acara di televisi kayaknya lagi pada “demam kambuhan” program reality show deh, soalnya kalo diperhatikan di beberapa televisi kini cukup aktif dengan campaign program reality show unggulannya, well lets say beberapa diantaranya kini merupakan program yang cukup digemari oleh audience televisi sebut saja Master Chef Indonesia, X-Factor, The Voice Indonesia, Take Me Out Indonesia, Indonesia Mencari Bakat.

Nah seperti kita ketahui program reality show di televisi ini memang merupakan penyakit “demam kambuhan” yang muncul di waktu-waktu tertentu, kenapa? pertama tentunya program reality show ini memiliki rating viewer yang sangat tinggi terlebih jika viewer (penonton) dilibatkan dalam program itu salah satunya vote via sms, acaranya dikemas semenarik mungkin dengan teaser-teasernya, hingga memanfaatkan popularitas public figure yang dijadikan juri atau salah satu peserta yang mulai disukai penonton, udah deh hal tersebut membuat penonton makin penasaran.

Ok, lantas apa hubungannya dengan social media? bukannya televisi dan social media merupakan dua media yang berbeda ya? yang satu elektronik yang satu konvergensi? well kalo dari aspek itu mungkin bener, nah disini sebenarnya saya tertarik untuk membahas mengenai fenomena reality show yang menjamur di televisi, yang menariknya di balik fenomena tersebut mereka juga sangat aktif “mengawinkannya” dengan social media, coba deh perhatiin. Pertanyaannya kenapa yah program reality show cukup rajin mengitegrasikan program reality shownya dengan social media, begitupun sebaliknya? apakah gerangan misteri yang menjadi jawaban atas pertanyaan saya tersebut? nah semoga tulisan ini bisa memberikan sedikit jawaban, lets read.

1. Grab Netizen As Viewer

May 21, 2013

Heineken - The Negotiation


Final Liga Champion kemarin dijadikan ajang untuk tema di beberapa acara atau konten promosi yang dilakukan beberapa brand, nasional maupun internasional. Ada juga brand yang menghabiskan dananya untuk menjadi sponsor di acara nonton bareng pertandingan Final Liga Champion ini dengan membuka stage cukup besar dan mendatangkan beberapa artis sebagai ‘gula pengundang semut’ untuk menaikkan traffic dan memperbanyak crowd di lokasi tempat mereka membuka acara nonton bareng. Semakin banyak crowd, maka kemungkinan mereka untuk mendapatkan awareness dari banyaknya logo yang mereka tempel di sudut ruangan nonton bareng akan semakin besar.

Berbeda dengan brand pada umumnya yang memanfaatkan momen Final Liga Champion ini untuk menjadi sponsor untuk beberapa kegiatan nonton bareng pertandingan tersebut, Heineken membuat aktivasi sendiri yang lebih unik dan seru yang melibatkan peran wanita sebagai pengambil keputusan.

Heineken menyediakan 2 tiket nonton pertandingan Final Liga Champion secara live di London dengan biaya akomodasi dan transportasinya sekaligus. Eits... Jangan kira tidak ada tantangan di dalamnya. Tantangannya cukup rumit. Karena tiket yang tersedia adalah sebanyak 2 orang, maka Heineken menyasar para pasangan. Lokasi yang dipilih adalah di Furniture Store. Laki-laki harus merayu wanitanya untuk mau membeli kursi stadion yang harganya mencapai 20 juta Rupiah.

Jika si laki-laki ini berhasil merayu wanitanya, maka tiket menjadi milik mereka. Terdengar sangat menantang ya? Penasaran? Coba cek videonya disini



1. Gimmick yang Tepat dan Terbatas

May 20, 2013

BB Messenger, Kamikaze atau Brilian?


Terlalu berlebihan yah judul di atas, tapi inilah yang terjadi di kantor saya 3 minggu ke belakang, beberapa orang memutuskan untuk "menjual" dan tidak lagi menggunakan black berrynya dengan berbagai alasan seperti sudah tersedianya Multiplatform Chat seperti Line, Kakao, We Chat dan Whatsapp dan juga alasan lainnya seperti BB yang suka ngehang serta klien-klien yang juga sudah menggunakan Chat Multiplatform di atas "Buat apalagi menggunakan BB Bos? Wong sudah ada Whatsapp" kira-kira itu salah satu alasan mereka ketika saya tanya.

Nah beberapa hari kebelakang muncul berita yang sangat heboh di kalangan pencinta gadjet dan marketing khususnya bahwa BBM akan menjadi MultiPlatform, lah kalo begitu " apa gunanya punya BB lagi" kira-kira ini respon yang saya dapat cukup banyak dari berita hangat tersebut haha. Saya yang sampai saat ini belom "lo gue end sama black berry" juga bertanya-tanya, iya yah apa gunanya lagi BB setidaknya buat saya? Hampir tidak ada lagi sejujurnya karena selama ini BB di hidupkan murni karena BBM nya, soal layanan lain seperti Push Mail saya lebih suka menjalankannya di Hp Andorid saya.

Coba kita lihat komentar berikut
You get a much bigger effect from having the size of community that Facebook has, compared to BlackBerry. It's going to be difficult for BlackBerry to massively increase its traction because of the number of other services out there that are already multi-platform and that have huge user numbers.
Tony Cripps, a devices and platforms analyst at Ovum.

Saya juga setuju dengan peryataan dari Tony Cripps di atas, rasanya setelah jumlah Multi Platform Chat lainnya tembus dalam jumlah yang luar biasa banyak (whatsapp 200 juta lebih, We Chat di atas 190 juta kalo tidak salah) sekarang BB baru mau "sadar" bahwa jaman sudah berubah? Hmmm.

Penasaran dengan strategi Kamikaze BB ini, saya coba cari-cari tahu ada apa ini, apa motif di balik strategi Kamikaze yang dilakukan oleh RIM ini dan muncullah beberapa alasan yang melatar belakangi strategi ini, dari beberapa berita yang saya baca, saya coba simpulkan beberapa hal (mohon di koreksi di komen atau ditambahkan) bila memang kurang tepat:

A. Collaboration

May 19, 2013

Popok Pintar


Tau Huggies kan ?! kayaknya kalo yang udah berumah tangga tau deh sama salah satu brand produk Popok dunia bekerjasama dengan Apple, yang dimana merupakan perusahaan ternama di Dunia yang sukses dengan brand IPhone dan Mac nya ini. Haha kebayang nggak nih bentuk kerjasama apa sih yang dilakukan oleh Huggies dan Apple ini, mungkin sebagian orang bakal bertanya-tanya dan penasaran nih, seperti apa sih program kerjasama popok bayi dan gadget.

Yaps! Bentuk kerjasama yang dilakukan adalah dengan membuat sebuah aplikasi khsus di Iphone yang dinamakan dengan “TweetPee”. Apa sih TweetPee ini? Ini adalah sebuah aplikasi yang dibuat khusus untuk membantu orang tua yang baru memiliki momongan, hehehe. Untuk beberapa pasangan orang tua mungkin masih kewalahan pada pengalaman pertama mereka harus ganti popok bayi. Hehehe. Nah disini pintarnya Huggies! Melihat peluang ini muncullah ide untuk membuat aplikasi TweetPee dan menggandeng Apple untuk join.

Aplikasi TweetPee ini membantu orang tua yang memiliki bayi untuk mengingatkan waktu mengganti popok bayi mereka. Sebuah alat sensor yang ditempelkan di popok yang dikenakan bayi akan mengirimkan pesan/ tweet ke perangkat Iphone kita melalui aplikasi “TweetPee” yang sudah di install sebelumnya jika popok yang dikenakan oleh bayi basah karena ompol bayi. Wah helpful banget ya! Dari sini saya terpikir untuk membuat artikel ini, melalui pembahasan popok pintar ini ada beberapa hal yang ingin coba saya share:

1. Konsumen suka hal yang praktis

May 18, 2013

Lomba Avatar ARB Berhadiah 120 Juta!


Ampun ampe bosen deh saya he4, perasaan baru kemarin bahas mengenai perang public campaign cagub dan cawagub sang ibu kota Jakarta juga mengenai icon campaign sang cawalkot kota kembang Bandung, dan perasaan baru kemaren juga saya nulis tentang sosok sang presiden yang tiba-tiba nyapa lewat twitter! Well emang udah jodoh kali yah empat kali kudu nulis tentang kampanye politik di ranah online media, kenapa? soalnya baru aja saya nemu fenomena baru yang sangat disayangkan kalo nggak di bahas di sini. Wah jangan-jangan saya cocok nih jadi analyst politik? ha4 nggak banget.

Nah sekiranya apa isu menarik yang akan dibahas di tulisan kali ini? adalah kampanye lomba avatar ARB a.k.a Aburizal Bakrie yang katanya mau mencalokan diri jadi orang nomer wahid di Indonesia tahun depan, nah mungkin beliau nggak mau kalah sama walikota, gubernur, dan bapak presiden sendiri yang cukup gencar muncul namanya di social media, dan demi untuk persiapan menuju kemenangan pemilu Presiden segala sesuatunya dipersiapkan dengan matang, adalah Lomba Avatar ARB berhadiah uang tunai senilai 120 Juta!.

Wow baca iklannya aja roman-romannya bakalan jadi W.O.W di masyarakat, iya dong hadiahnya gede mana lomba ini juga diiklanin di tivi sang juragan lagi he4, dan kalo berhasil W.O.W tahap pertama berhasil, saatnya kita mempersiapkan tahap kedua. Apakah itu? mau tau he4 silahkan baca saja yah, oh ya sebelumnya kembali saya tekankan dalam tulisan ini tidak ada maksud untuk mendukung pihak atau sosok tertentu, begitupun tidak ada tujuan untuk menjelek-jelekan, yang ada adalah menjadikan fenomena ini menjadi insight tulisan yang menarik untuk dibaca bersama bersama teh manis panas di sore hari yang cerah.

1. Lirik Netizen

May 17, 2013

Komunitas Paruh Baya, 3 Rahasia Penting Sssttt ....


Percaya atau tidak, menunjukan keeksisan diri bukan hanya terjadi di kalangan generasi muda. Tetapi juga terjadi di kalangan paruh baya sekalipun. Sabtu malam, saya sempatkan diri untuk melakukan sedikit penyegaran pikiran dengan berjalan-jalan di Car Free Day Braga di Bandung. Ada beberapa circle yang mengadakan event yang berbeda.

Ada yang menggunakan panggung dan tenda, ada yang tidak. Beberapa meter tidak jauh dari pintu gerbang jalan Braga, ada yang membuat saya tertarik. Saya melihat sebuah banner bertuliskan “Suara Middle Age Community”. Ada lebih dari sepuluh orang wanita paruh baya berdiri dan membuat barisan rapi tepat di depan banner tersebut. “Hmm.. Komunitas Paruh Baya?”, pikir saya. “Hahaha. Lucu! Semuanya aja dijadiin komunitas!”, ejek teman saya. Sampai akhirnya saya menyadari bahwa ini adalah sebuah fenomena unik yang seru untuk dibahas.

Bahasan mengenai komunitas ini memang sedikit menyinggung hal psikologi. Namun tanpa disadari atau tidak, para brand atau pelaku pun mulai menyasar komunitas-komunitas yang berkaitan dengan produk mereka untuk mengembangkan strategi marketing mereka. Para brand mulai menyadari bahwa komunitas memiliki peran yang sangat penting di kehidupan masyarakat, khususnya untuk target market mereka.
Semakin banyak komunitas yang terbentuk, tentu akan menjadi nilai tambah bagi para brand atau pelaku usaha.