Beberapa waktu lalu saat saya bertemu kakak dan kakak ipar saya yang sudah 5 tahun tinggal di Australia, kami mendiskusikan tentang perkembangan tren penggunaan internet dalam bisnis. Di Australia, sama seperti di Negara-negara maju lainnya, internet telah menjadi bagian dari infrastruktur utama kehidupan masyarakat, sama seperti air dan listrik. Bisa dibilang seluruh bagian aktivitas masyarakat menggunakan fasilitas internet. Dari beli tiket bioskop sampai beli tiket tol (tidak ada layanan bayar tol offline).
Apalagi belanja online, belanja online tidak hanya masuk dalam kategori produk fisik namun juga semua bentuk transaksi sudah terbiasa orang lakukan melalui internet. Lalu karena memang saya penasaran saya bertanya apakah mereka juga jualan lewat messenger dan social media seperti yang heboh sekali di Negara kita. Ternyata jawabannya tidak. Malah mereka sempat bingung masa iya social messenger digunakan untuk jualan, apalagi social media, komentarnya kurang lebih "Jualan kok lewat sosmed?"
Dan penguat saya pada akhirnya ingin menuliskan ini, karena saya baru membaca data yang dikeluarkan oleh Marketeers di tahun 2013 ini, terkait kebenaran bahwa e-commerce di Indonesia dikuasai oleh social channels. (Lihat Tabel di Atas)
Dec 9, 2013
Nov 25, 2013
UnitLink, Kisah si A dan si B
Ada dua pristiwa yang cukup inspiratif yang saya alami beberapa waktu lalu, alkisah ada 2 sahabat saya yang sama-sama berkerja sebagai agen asuransi Pru..., dua-duanya menjual unit link dan dua-duanya menghubungi saya untuk coba mempresentasikan unit linknya di Creasionbrand dan Dixgital. Yah sebagai teman, tentu saya ga enak kalo ga kasih izin hehe, sehingga biarpun produknya sama namun saya izinkan keduanya untuk melakukan presentasi.
Singkat kata, teman saya pertama menghasilkan penjualan NOL dan teman saya yang melakukan presentasi kedua menghasilkan 6 polis di kantor. Wow singnifikan sekali yah, bagaimana bisa ceritanya sehingga hasilnya yang terjadi cukup mencolok seperti itu padahal apa yang mereka tawarkan pada dasarnya sama persis lha wong dari perusahaan yang sama kok.
Pada awalnya saya sengaja mengundang mereka satu per satu untuk mempresentasikan terlebih dahulu penawarannya kepada saya, dan dari hasil presentasi tersebut saya 1000 persen yakin sepertinya si B akan bisa melakukan clossing dan si A kemungkinan besar bisa gagal melakukan clossing, dan ternyata memang terbukti persis seperti yang saya pikirkan sebelumnya. Mengapa?
Ada beberapa point yang saya lihat secara signifikan memberikan perbedaan hasil antara Si A dan Si B, coba yuk kita lihat:
1. How to say
Biarpun produk sama tapi cara menyampaikannya berbeda hasil bisa menjadi sangat signifikan berbeda, inilah yang sebetulnya terjadi. Kemampuan dalam "membahasakan" kembali apa yang dijual menjadi signifikan faktor yang menyebabkan satu penjual menghasilkan ZERO clossing dan satu lagi pada persis calon konsumen yang sama menghasilkan 6 polis.
Jadi kadang urusan menjual apalagi yang memang menuntut individual skill is not about only what you sell, but it is about how do you sell it. Nah ini juga sebetulnya apa yang dinamakan dengan differensiasi, bukan hanya berarti harus produknya berbeda tapi juga bisa jadi dibangun dengan cara menyampaikannya yang berbeda. Dalam konteks ini si A hanya menyampaikan Produk Unit Link, sementara si B menyampaikan Solusi dari Unit Link.
2. Solution - Benefit - Function
Singkat kata, teman saya pertama menghasilkan penjualan NOL dan teman saya yang melakukan presentasi kedua menghasilkan 6 polis di kantor. Wow singnifikan sekali yah, bagaimana bisa ceritanya sehingga hasilnya yang terjadi cukup mencolok seperti itu padahal apa yang mereka tawarkan pada dasarnya sama persis lha wong dari perusahaan yang sama kok.
Pada awalnya saya sengaja mengundang mereka satu per satu untuk mempresentasikan terlebih dahulu penawarannya kepada saya, dan dari hasil presentasi tersebut saya 1000 persen yakin sepertinya si B akan bisa melakukan clossing dan si A kemungkinan besar bisa gagal melakukan clossing, dan ternyata memang terbukti persis seperti yang saya pikirkan sebelumnya. Mengapa?
Ada beberapa point yang saya lihat secara signifikan memberikan perbedaan hasil antara Si A dan Si B, coba yuk kita lihat:
1. How to say
Biarpun produk sama tapi cara menyampaikannya berbeda hasil bisa menjadi sangat signifikan berbeda, inilah yang sebetulnya terjadi. Kemampuan dalam "membahasakan" kembali apa yang dijual menjadi signifikan faktor yang menyebabkan satu penjual menghasilkan ZERO clossing dan satu lagi pada persis calon konsumen yang sama menghasilkan 6 polis.
Jadi kadang urusan menjual apalagi yang memang menuntut individual skill is not about only what you sell, but it is about how do you sell it. Nah ini juga sebetulnya apa yang dinamakan dengan differensiasi, bukan hanya berarti harus produknya berbeda tapi juga bisa jadi dibangun dengan cara menyampaikannya yang berbeda. Dalam konteks ini si A hanya menyampaikan Produk Unit Link, sementara si B menyampaikan Solusi dari Unit Link.
2. Solution - Benefit - Function
Nov 21, 2013
Inovasi itu apa
"Sebuah proses dalam menciptakan sesuatu yang baru atau memberikan nilai tambah baru pada product atau jasa yang kemudian bisa memberikan dampak terhadap brand dan penjualan perusahaan secara kontinue"
Inovasi, ini kata-kata yang sering sekali menjadi jargon banyak pemasar di dunia ini, kata-kata yang mudah sekali diucapkan dibahas dan dijadikan topik dalam setiap bisnis yang ada, namun sebetulnya apa sih inovasi itu? apakah sekedar nyeleneh? atau tiap bulan launching produk baru?? atau buat iklan yang buat orang WOW?
Saya sendiri sering kali bingung dengan terminologi inovasi khususnya bila kita bicara dalam konteks pemasaran, sampai pagi ini ketika sedang asik di kamar mandi terpikirlah untuk menuangkan ide dalam tulisan tentang inovasi ini hehe, yah tentu ide dalam tulisan ini berdasarkan pengalaman dan juga baca-baca dari yang sudah pernah ditulis oleh banyak marketer.
Dalam tulisan ini saya ingin mencoba menuangkan dua point utama yaitu definisi dari inovasi itu sendiri dan kemudian bagaimana proses dari inovasi itu sendiri yang pada akhirnya memberikan impact pada kegiatan pemasaran di perusahaan baik itu dari sisi brand maupun sales.
Ok apa sih inovasi itu? Nih definisi saya yah setelah bertapa 30 menit di kamar mandi hehe yaitu "Sebuah proses dalam menciptakan sesuatu yang baru atau memberikan nilai tambah baru pada yang sudah eksis yang kemudian bisa memberikan dampak terhadap brand dan penjualan perusahaan secara kontinue". So kalo tidak ada dampak terhadap ekuitas brand dan sales bukan inovasi dong namanya? Lah iyalah, wong kita ngomongin bisnis, kalo kata bapak saya "kalo ga dibeli orang yah artinya ga inovatif".
Inovasi, ini kata-kata yang sering sekali menjadi jargon banyak pemasar di dunia ini, kata-kata yang mudah sekali diucapkan dibahas dan dijadikan topik dalam setiap bisnis yang ada, namun sebetulnya apa sih inovasi itu? apakah sekedar nyeleneh? atau tiap bulan launching produk baru?? atau buat iklan yang buat orang WOW?
Saya sendiri sering kali bingung dengan terminologi inovasi khususnya bila kita bicara dalam konteks pemasaran, sampai pagi ini ketika sedang asik di kamar mandi terpikirlah untuk menuangkan ide dalam tulisan tentang inovasi ini hehe, yah tentu ide dalam tulisan ini berdasarkan pengalaman dan juga baca-baca dari yang sudah pernah ditulis oleh banyak marketer.
Dalam tulisan ini saya ingin mencoba menuangkan dua point utama yaitu definisi dari inovasi itu sendiri dan kemudian bagaimana proses dari inovasi itu sendiri yang pada akhirnya memberikan impact pada kegiatan pemasaran di perusahaan baik itu dari sisi brand maupun sales.
Ok apa sih inovasi itu? Nih definisi saya yah setelah bertapa 30 menit di kamar mandi hehe yaitu "Sebuah proses dalam menciptakan sesuatu yang baru atau memberikan nilai tambah baru pada yang sudah eksis yang kemudian bisa memberikan dampak terhadap brand dan penjualan perusahaan secara kontinue". So kalo tidak ada dampak terhadap ekuitas brand dan sales bukan inovasi dong namanya? Lah iyalah, wong kita ngomongin bisnis, kalo kata bapak saya "kalo ga dibeli orang yah artinya ga inovatif".
Oct 31, 2013
Bolu Alexis
"bro titip bolu Meranti or Bika Ambon yah nanti pas pulang dari medan". Sering tidak mendengar kalimat seperti ini ketika Anda sedang pergi atau berkunjung ke sebuah daerah di Indonesia, di mana teman, keluarga atau rekan kerja kita nitip makanan khas daerah tempat kita berkunjung tersebut? Pasti.
Nah ketika mengadakan seminar Creative Sales di Ibis Jakarta saya pernah ditanya soal makanan khas ini, begini kira-kira pertanyaannya "Pak di tempat saya, ada 1 brand yang iklan terus bahwa kalo ke daerah tersebut makanan khasnya adalah brand tersebut, pasang billboard segala, tapi kenapa yah yang ramai di beli orang yah yang sudah lama dikenal di daerah tersebut bukan brand baru itu padahal udah gencar iklan?". *Hari gini jualan masih percaya ajah iklan yang menentukan sukses atau tidak sebuah brand* hehe.
Nah ini menarik sekali tentunya, sebagai konsumenpun klo ada teman yang pergi sayapun melakukan hal yang sama, tapi pertanyaannya berapa berapa banyak brand yang Anda ingat ketika datang sebuah daerah dan ingin membeli oleh-oleh khas daerah tersebut? Hanya 2-3 mungkin yah hehe, itu juga ingatnya kadang katagori produknya ajah, brandnya sometimes ga tau, mau di test? Kalo ke semarang khan biasanya suka nitip lumpia yah? Coba apa nama brand tempat jualan lumpiahnya?
Nah dari sisi Brand untuk menjadi makanan khas daerah tersebut/ oleh-oleh yang ada di benak konsumen jelas bukan perkara mudah, biasanya WOM yang ada bener-bener kuat sehingga kegiatan branding massive sekalipun belum tentu bisa membuat brand yang baru muncul menjadi pilihan ketika konsumen ingin membeli makanan khas tersebut. So pertanyaan, jika kita ingin membuat makanan kita menjadi makanan khas yang dikenal dan dibeli oleh turis lokal bagaimana caranya? Yah ini tentu hanya ide gila setelah baca-baca beberapa sejarah Bolu Meranti dan Amanda (sudah tidak khas lagi sih kalo Amanda) tapi mungkin ajah bisa memberi sedikit inspirasi, klo enggakpun cuekin ajah, ga usah di baca lagi hehe. Siap?
1. Bagikan FREE ke Ibu-Ibu
Nah ketika mengadakan seminar Creative Sales di Ibis Jakarta saya pernah ditanya soal makanan khas ini, begini kira-kira pertanyaannya "Pak di tempat saya, ada 1 brand yang iklan terus bahwa kalo ke daerah tersebut makanan khasnya adalah brand tersebut, pasang billboard segala, tapi kenapa yah yang ramai di beli orang yah yang sudah lama dikenal di daerah tersebut bukan brand baru itu padahal udah gencar iklan?". *Hari gini jualan masih percaya ajah iklan yang menentukan sukses atau tidak sebuah brand* hehe.
Nah ini menarik sekali tentunya, sebagai konsumenpun klo ada teman yang pergi sayapun melakukan hal yang sama, tapi pertanyaannya berapa berapa banyak brand yang Anda ingat ketika datang sebuah daerah dan ingin membeli oleh-oleh khas daerah tersebut? Hanya 2-3 mungkin yah hehe, itu juga ingatnya kadang katagori produknya ajah, brandnya sometimes ga tau, mau di test? Kalo ke semarang khan biasanya suka nitip lumpia yah? Coba apa nama brand tempat jualan lumpiahnya?
Nah dari sisi Brand untuk menjadi makanan khas daerah tersebut/ oleh-oleh yang ada di benak konsumen jelas bukan perkara mudah, biasanya WOM yang ada bener-bener kuat sehingga kegiatan branding massive sekalipun belum tentu bisa membuat brand yang baru muncul menjadi pilihan ketika konsumen ingin membeli makanan khas tersebut. So pertanyaan, jika kita ingin membuat makanan kita menjadi makanan khas yang dikenal dan dibeli oleh turis lokal bagaimana caranya? Yah ini tentu hanya ide gila setelah baca-baca beberapa sejarah Bolu Meranti dan Amanda (sudah tidak khas lagi sih kalo Amanda) tapi mungkin ajah bisa memberi sedikit inspirasi, klo enggakpun cuekin ajah, ga usah di baca lagi hehe. Siap?
1. Bagikan FREE ke Ibu-Ibu
Oct 28, 2013
Obsessive Corbuzier's Diet, kontroversi Marketing?
"THIS IS AN ANCIENT CHINESE SECRET that people forget and don't care...
WESTERN world has made a very money oriented business to gain money from
supplements and FAKE science and illegal drugs to make people looks good. yet they demand the people to suffer their life by dieting, and fear from lack of supplements..."
Obsessive Corbuzier's Diet (OCD), ga tahan juga buat nulis keheboaan OCD ini, bagaiamana tidak hampir setiap pembicaraan soal diet ataupun berat badan akan muncul pembahasan soal OCD saat ini, bahkan sampai orang tua saya yang tinggal di daerah pun ketika bertemu bertanya hal yang sama. Apa ini OCD, ini adalah metode diet yang diperkenalkan oleh Deddy yang hari ini saya baca di dalam ebooknya sudah di download lebih dari 2 juta ebook (wow) mungkin sudah lebih karena ini khan sudah lama dia tulis dan hebatnya lagi di ebook tersebut ditulis menurut hasil survey sudah 4 juta orang dalam 3 minggu yang melakukan OCD ini, Ruarrr biasa.
Yang menarik dan akhirnya ini menjadi pembicaraan yang sangat Hot di kalangan "per dietan" adalah metode yang dikenalkan cukup bertolak belakang dengan metode yang selama ini saya dan orang umum pahami mungkin, saya pribadi karena sejak dua tahun menerapkan pola diet dari seorang pakar di Indonesiapun cukup geleng2 kepala ketika melihat pola OCD ini, beberapa hal menurut saya cukup bertolak belakang dengan apa yang sudah saya "pahami" soal diet misalnya "tidak makan pagi jauh lebih baik daripada tidak makam malam" WOW ini bener-bener nonjok pikiran penganut diet haha, bagaimana mungkin? Yg selama ini kita pahami adalah sarapan pagi adalah hal yang sangat penting bagi program diet, sementara sarapan malam justru akan membuat berat badan pertambah, betul tidak? Nah kontroveri lainnya silahkan download dan baca ajah deh ebook nya http://www.readyforfit.com/grab-the-secret-here-download-ebook.html
OK kita bagaimana kita melihat fenomena OCD dari dari sisi marketing? Yah iyalah ini khan blog soal marketing hehe bukan soal diet, Anda mau setuju atau tidak mau di coba atau tidak itu urusan pribadi masing-masing soal dietnya, tapi saya melihat OCD ini dari sisi marketing sebuah case yang sangat menarik untuk dijadikan pembahasan, bagaimana dalam waktu singkat OCD menjadi WOM dan trending baru di perdietan Indonesia hehe. Coba yuk kita lihat beberapa alasannya.
WESTERN world has made a very money oriented business to gain money from
supplements and FAKE science and illegal drugs to make people looks good. yet they demand the people to suffer their life by dieting, and fear from lack of supplements..."
Obsessive Corbuzier's Diet (OCD), ga tahan juga buat nulis keheboaan OCD ini, bagaiamana tidak hampir setiap pembicaraan soal diet ataupun berat badan akan muncul pembahasan soal OCD saat ini, bahkan sampai orang tua saya yang tinggal di daerah pun ketika bertemu bertanya hal yang sama. Apa ini OCD, ini adalah metode diet yang diperkenalkan oleh Deddy yang hari ini saya baca di dalam ebooknya sudah di download lebih dari 2 juta ebook (wow) mungkin sudah lebih karena ini khan sudah lama dia tulis dan hebatnya lagi di ebook tersebut ditulis menurut hasil survey sudah 4 juta orang dalam 3 minggu yang melakukan OCD ini, Ruarrr biasa.
Yang menarik dan akhirnya ini menjadi pembicaraan yang sangat Hot di kalangan "per dietan" adalah metode yang dikenalkan cukup bertolak belakang dengan metode yang selama ini saya dan orang umum pahami mungkin, saya pribadi karena sejak dua tahun menerapkan pola diet dari seorang pakar di Indonesiapun cukup geleng2 kepala ketika melihat pola OCD ini, beberapa hal menurut saya cukup bertolak belakang dengan apa yang sudah saya "pahami" soal diet misalnya "tidak makan pagi jauh lebih baik daripada tidak makam malam" WOW ini bener-bener nonjok pikiran penganut diet haha, bagaimana mungkin? Yg selama ini kita pahami adalah sarapan pagi adalah hal yang sangat penting bagi program diet, sementara sarapan malam justru akan membuat berat badan pertambah, betul tidak? Nah kontroveri lainnya silahkan download dan baca ajah deh ebook nya http://www.readyforfit.com/grab-the-secret-here-download-ebook.html
OK kita bagaimana kita melihat fenomena OCD dari dari sisi marketing? Yah iyalah ini khan blog soal marketing hehe bukan soal diet, Anda mau setuju atau tidak mau di coba atau tidak itu urusan pribadi masing-masing soal dietnya, tapi saya melihat OCD ini dari sisi marketing sebuah case yang sangat menarik untuk dijadikan pembahasan, bagaimana dalam waktu singkat OCD menjadi WOM dan trending baru di perdietan Indonesia hehe. Coba yuk kita lihat beberapa alasannya.
Oct 17, 2013
Jualan Konten,Visi Bisnis Masa Depan
Kemarin malam menyempatkan diri membaca sebuah headline berita dari Daily Social yang menyebutkan salah satu provider telekomunikasi di Indonesia, Indosat yang meresmikan peluncuran Ideabox sebuah program Inkubator Startup hasil pengembangan dari program IWIC (Indosat Wireless Innovation Contest), sebuah program pencarian developer-developer digital berbakat yang sudah diselenggarakan hingga tahun ke tujuh.
Nah jikaberbicara mengenai program Inkubator Startup, selain Indosat Telkom merupakan salah satu perusahaan di bidang telekomunikasi yang sudah menyelenggarakan program Inkubator Startup sejak 2 tahun kebelakang melalui program Indigo Incubator, yang di desain untuk mendukung perkembangan startup di Indonesia khususnya yang berbasis produk IT,dimana intinya akan dipilih beberapa startup digitalpreneur yang akan dibina, diberikan fasilitas, hingga pendanaan oleh Telkom.
Melalui tulisan kali ini saya tidak akan membahas mendalam mengenai inkubator startup, namun lebih pada bagaimana sebuah “konten” (berbasis digital) saat ini menjadi orientasi (visi)dari bisnis di masa depan, kenapa? pernyataan tersebut tentunya saya utarakan bukan dikarenakan tanpa alasan yang jelas, hal pertama adalah insight dari seorang dosen yang dijadikan tulisan mengenai bagaimana google melalui jaringan konten digital yang dimilikinya menjadi sebuah kekuatan yang menakutkan bahkan menjadi ancaman serius khususnya untuk industri telekomunikasi, kedua adalah revolusi digital dimana era internet yang terus berkembang turut berperan dalam merubah perspektif bisnis dan perilaku konsumen.
Mungkin kedua poin tersebut masih belum cukup mewakili alasan mengenai konten digital akan menjadi orientasi bisnis masa depan karena tentunya masih ada aspek-aspek lainnya yang juga turut berpengaruh, terlepas dari hal tersebut mungkin tulisan ini bisa memberikan insight mengenai bisnis masa depan yang berorientasi pada konten.
1. Selamat datang Revolusi Digital
Nah jikaberbicara mengenai program Inkubator Startup, selain Indosat Telkom merupakan salah satu perusahaan di bidang telekomunikasi yang sudah menyelenggarakan program Inkubator Startup sejak 2 tahun kebelakang melalui program Indigo Incubator, yang di desain untuk mendukung perkembangan startup di Indonesia khususnya yang berbasis produk IT,dimana intinya akan dipilih beberapa startup digitalpreneur yang akan dibina, diberikan fasilitas, hingga pendanaan oleh Telkom.
Melalui tulisan kali ini saya tidak akan membahas mendalam mengenai inkubator startup, namun lebih pada bagaimana sebuah “konten” (berbasis digital) saat ini menjadi orientasi (visi)dari bisnis di masa depan, kenapa? pernyataan tersebut tentunya saya utarakan bukan dikarenakan tanpa alasan yang jelas, hal pertama adalah insight dari seorang dosen yang dijadikan tulisan mengenai bagaimana google melalui jaringan konten digital yang dimilikinya menjadi sebuah kekuatan yang menakutkan bahkan menjadi ancaman serius khususnya untuk industri telekomunikasi, kedua adalah revolusi digital dimana era internet yang terus berkembang turut berperan dalam merubah perspektif bisnis dan perilaku konsumen.
Mungkin kedua poin tersebut masih belum cukup mewakili alasan mengenai konten digital akan menjadi orientasi bisnis masa depan karena tentunya masih ada aspek-aspek lainnya yang juga turut berpengaruh, terlepas dari hal tersebut mungkin tulisan ini bisa memberikan insight mengenai bisnis masa depan yang berorientasi pada konten.
1. Selamat datang Revolusi Digital
Oct 10, 2013
Bengkel Irit BBM .... Googling Ajah
Hari senin seperti biasanya memulai rutinitas kerja ke Jakarta untuk bertemu dengan beberapa klien, singkat cerita sepanjang perjalanan saya di jalan tol dari Bandung menuju Jakarta pandangan saya kembali terfokus pada sesuatu hal yang menurut saya menarik untuk dijadikan tulisan, adalah spanduk besar yang terpampang di salah satu jembatan penyebrangan yang dilalui oleh tol Cipularang arah ke Jakarta yang saya maksudkan (mohon maap saya tidak ingat KM-nya).
Pertanyaannya apa yang menarik dari sebuah spanduk? paling kontennya berisi informasi atau paling-paling promosi? nah buat yang ngejawab begitu mungkin kalian ada benarnya juga, karena spanduk yang saya lihat itu memang berisi konten informasi dan promosi secara tidak langsung, lalu apa yang berbeda? adalah bagaimana konten tersebut dikemas dengan copywriting singkat namun berhasil menarik perhatian orang dan push to act karena penasaran.
Oke biar nggak nambah bingung iklan yang saya maksud adalah “Bengkel Irit BBM”, jadi yang menarik perhatian saya saat itu adalah sebuah spanduk panjang dan besar berwarna putih yang dipasang di 2 jembatan penyebrangan yang sudah pasti dilalui oleh kendaraan yang hendak ke Jakarta dari Bandung melalui tol Cipularang, dan menariknya dalam spanduk tersebut hanya ada 2 konten yang saya ingat, pertama adalah logo Google, dan kedua adalah Copywriting “Bengke Irit BBM” yang sudah saya sebutkan tadi.
Nah karena sudah saya bilang tadi saya penasaran makanya saat itu juga saya ambil tablet saya dan buka google, lalu menuliskan keyword “Bengkel Irit BBM”, dan tebak apa yang muncul di jajaran 3 teratas google berdasarkan pencarian Keyword tersebut? yup, adalah Provis Auto Sport sebuah bengkel yang melayani berbagai pelayanan salah satunya ya spesialisasi irit BBM untuk kendaraan. Terbayar sudah rasa penasaran saya, dengan demikian melalui tulisan kali ini saya ingin share mengenai kreativitas yang dilakukan oleh Provis dalam hal promotion untuk generate leads, mengkolaborasi metode konvensional dengan digital, langsung saja monggon dibaca gan.
1. Memaksimalkan Pencarian Google
Pertanyaannya apa yang menarik dari sebuah spanduk? paling kontennya berisi informasi atau paling-paling promosi? nah buat yang ngejawab begitu mungkin kalian ada benarnya juga, karena spanduk yang saya lihat itu memang berisi konten informasi dan promosi secara tidak langsung, lalu apa yang berbeda? adalah bagaimana konten tersebut dikemas dengan copywriting singkat namun berhasil menarik perhatian orang dan push to act karena penasaran.
Oke biar nggak nambah bingung iklan yang saya maksud adalah “Bengkel Irit BBM”, jadi yang menarik perhatian saya saat itu adalah sebuah spanduk panjang dan besar berwarna putih yang dipasang di 2 jembatan penyebrangan yang sudah pasti dilalui oleh kendaraan yang hendak ke Jakarta dari Bandung melalui tol Cipularang, dan menariknya dalam spanduk tersebut hanya ada 2 konten yang saya ingat, pertama adalah logo Google, dan kedua adalah Copywriting “Bengke Irit BBM” yang sudah saya sebutkan tadi.
Nah karena sudah saya bilang tadi saya penasaran makanya saat itu juga saya ambil tablet saya dan buka google, lalu menuliskan keyword “Bengkel Irit BBM”, dan tebak apa yang muncul di jajaran 3 teratas google berdasarkan pencarian Keyword tersebut? yup, adalah Provis Auto Sport sebuah bengkel yang melayani berbagai pelayanan salah satunya ya spesialisasi irit BBM untuk kendaraan. Terbayar sudah rasa penasaran saya, dengan demikian melalui tulisan kali ini saya ingin share mengenai kreativitas yang dilakukan oleh Provis dalam hal promotion untuk generate leads, mengkolaborasi metode konvensional dengan digital, langsung saja monggon dibaca gan.
1. Memaksimalkan Pencarian Google
Oct 9, 2013
E-Cash, Uang Tunai di Hanphone
Sekitar satu tahun yang lalu, saya sempat menyaksikan sebuah video semacam prototype sebuah produk bahwa beberapa waktu mendatang akan ada saatnya semua transaksi akan dilakukan melalui handphone pribadi masing-masing. Seseorang hanya perlu mendekatkan handphone mereka ke alat scanning untuk memindai data yang ada di handphone mereka ke alat pindai tujuan dia mentransfer informasi atau mentransfer dana. Handphone akan berfungsi sebagai mana layaknya sebuah dompet.
Bukan hanya media untuk melakukan transaksi, bahkan untuk menyimpan identitas diri kita. Ternyata ada beberapa brand yang sudah merealisasikan teknologi ini. Salah satunya adalah Bank Mandiri yang menamakan program E-Cash mereka dengan sebutan Mandiri Cash. Bedanya dengan prototype yang pernah dibuat di Youtube adalah tidak ada proses scanning. Transaksi dilakukan di handphone dan menggunakan koneksi internet untuk mentransfer informasi atau dana dari e-wallet mereka ke channel tujuan mereka.
Kalian sudah dengar berita terbaru Blackberry yang akhirnya terjun ke dunia e-money juga? Seperti Bank Mandiri, Blackberry juga mulai mengembangkan produk mengenai transaksi online yang dilakukan dengan hanya menggunakan handphone dan jaringan internet untuk melakukan pembayaran. Kedua brand ini menyediakan tempat bagi para konsumen mereka untuk ‘menabung’ di akun mereka di Mandiri Cash untuk produk Bank Mandiri dan BBM Money untuk produk dari Blackberry. Sehingga pembayaran nantinya akan dilakukan langsung dari handphone mereka. Tidak perlu menggunakan token atau tool ketiga lainnya.
Bukan hanya media untuk melakukan transaksi, bahkan untuk menyimpan identitas diri kita. Ternyata ada beberapa brand yang sudah merealisasikan teknologi ini. Salah satunya adalah Bank Mandiri yang menamakan program E-Cash mereka dengan sebutan Mandiri Cash. Bedanya dengan prototype yang pernah dibuat di Youtube adalah tidak ada proses scanning. Transaksi dilakukan di handphone dan menggunakan koneksi internet untuk mentransfer informasi atau dana dari e-wallet mereka ke channel tujuan mereka.
Kalian sudah dengar berita terbaru Blackberry yang akhirnya terjun ke dunia e-money juga? Seperti Bank Mandiri, Blackberry juga mulai mengembangkan produk mengenai transaksi online yang dilakukan dengan hanya menggunakan handphone dan jaringan internet untuk melakukan pembayaran. Kedua brand ini menyediakan tempat bagi para konsumen mereka untuk ‘menabung’ di akun mereka di Mandiri Cash untuk produk Bank Mandiri dan BBM Money untuk produk dari Blackberry. Sehingga pembayaran nantinya akan dilakukan langsung dari handphone mereka. Tidak perlu menggunakan token atau tool ketiga lainnya.
Oct 8, 2013
1000 Nasi Goreng Gratis, Bayar Pake Doa
Bandung ini memang gudangnya kreativitas apalagi yang berkisar soal makanan, mulai dari nama-nama brand yang aneh seperti Ceker Setan, Bebek Garang Segar Merangsang sampai sekarang muncul lagi satu brand nasi goreng dengan nama Nasi Goreng Mafia. Wuihh serem juga namanya yah, tapi eits jangan negatif dulu, Mafia ini kepanjangan dari Makanan Favorit Indonesia, yaitu ....... Yah nasi goreng.
Nah di promonya yang akan mereka akan launching Jumat, Sabtu, Minggu ini ada program yang cukup heboh apa itu? Yah Makan Nasi Goreng Gratis sebanyak 1000 Piring, Bayar Pake Doa. Wah serius nih, mungkin dalam bayangan kita rugi banget yah membagikan nasi goreng gratis sebanyak itu, tapi eits #lagi tunggu dulu, nanti lihat point2 yang akan saya di bahas mengapa menurut saya program ini justru cost effective dan push to action sekali.
Dari pembicaraan dengan salah satu owner Nasi Goreng Mafia ini, mereka men klaim merupakan nasi goreng dengan bumbun rempah pertama di indonesia (kurang lebih 15 rempah dalam satu jenis bumbunya) *pake cmiiw tapi haha, dan luar biasanya mereka punya 3 jenis bumbu rempah yang diracik secara berbeda dan sangat khas Indonesia.
Ownernya juga kemudian menjelaskan bahwa rempah di pilih sebagai positioning yang dibangun karena ini sejalan dengan Mafia itu sendiri (makanan favorit indonesia) dan juga dari visi Mafia itu sendiri mereka ingin membangun sebuah Brand yang secara Khas membaca INDONESIA BANGET dan kelak bahkan bisa membuka cabang di luar negeri dan membawa nasi Goreng Khas Indonesia ke kanca Global.
Ok kembali lagi ke program promotion yang mereka jalankan, 1000 Piring Nasi Goreng Gratis Bayar Pake Doa, saya lihat program ini bisa cukup efektif dijalankan, bahkan bisa jauh lebih efektif daripada hanya sekedar pasang billboard, baliho dan sejenisnye (passive) mengapa?
1. Menciptakan Trial
Program seperti ini bersifat aktif yang artinya menciptakan product trial, dan bukankan ini yang paling penting ketika kita berjualan makanan? Urusan orang balik, rekomendasi dll tentu urusan setelah "coba" betul tidak? Dengan mencoba kita kita menciptakan "peluang" untuk konsumen kembali membeli produk kita secara kontinue dan juga mau merekomendasikan brand kita ke orang banyak yang ini hampir mustahil terjadi kalo campaign promo kita hanya sebuah billboard atau bahkan iklan koran "Grand Opening".
Nah di promonya yang akan mereka akan launching Jumat, Sabtu, Minggu ini ada program yang cukup heboh apa itu? Yah Makan Nasi Goreng Gratis sebanyak 1000 Piring, Bayar Pake Doa. Wah serius nih, mungkin dalam bayangan kita rugi banget yah membagikan nasi goreng gratis sebanyak itu, tapi eits #lagi tunggu dulu, nanti lihat point2 yang akan saya di bahas mengapa menurut saya program ini justru cost effective dan push to action sekali.
Dari pembicaraan dengan salah satu owner Nasi Goreng Mafia ini, mereka men klaim merupakan nasi goreng dengan bumbun rempah pertama di indonesia (kurang lebih 15 rempah dalam satu jenis bumbunya) *pake cmiiw tapi haha, dan luar biasanya mereka punya 3 jenis bumbu rempah yang diracik secara berbeda dan sangat khas Indonesia.
Ownernya juga kemudian menjelaskan bahwa rempah di pilih sebagai positioning yang dibangun karena ini sejalan dengan Mafia itu sendiri (makanan favorit indonesia) dan juga dari visi Mafia itu sendiri mereka ingin membangun sebuah Brand yang secara Khas membaca INDONESIA BANGET dan kelak bahkan bisa membuka cabang di luar negeri dan membawa nasi Goreng Khas Indonesia ke kanca Global.
Ok kembali lagi ke program promotion yang mereka jalankan, 1000 Piring Nasi Goreng Gratis Bayar Pake Doa, saya lihat program ini bisa cukup efektif dijalankan, bahkan bisa jauh lebih efektif daripada hanya sekedar pasang billboard, baliho dan sejenisnye (passive) mengapa?
1. Menciptakan Trial
Program seperti ini bersifat aktif yang artinya menciptakan product trial, dan bukankan ini yang paling penting ketika kita berjualan makanan? Urusan orang balik, rekomendasi dll tentu urusan setelah "coba" betul tidak? Dengan mencoba kita kita menciptakan "peluang" untuk konsumen kembali membeli produk kita secara kontinue dan juga mau merekomendasikan brand kita ke orang banyak yang ini hampir mustahil terjadi kalo campaign promo kita hanya sebuah billboard atau bahkan iklan koran "Grand Opening".
Oct 7, 2013
Ganteng Maksimal & Cross Media Campaign
Beberapa waktu lalu saya sempat mengikuti Workshop Creative Sales di hotel Ibis Tamarin Jakarta, kebetulan memang teman-teman saya yang menjadi pembicara, nah di salah satu sesi workshop tersebut ada sesi terakhir yang cukup menarik untuk dijadikan pembahasan dalam tulisan kali ini, adalah Cross Media Campaign materi yang disampaikan di sesi terakhir oleh pembicara dari creasion-education, Andi Primaretha.
Cross Media Campaign tentunya memberikan insight baru bagi saya, kalo yang saya pahami Cross Media Campaign merupakan sebuah aktifitas bagaimana kita memaksimalkan aktifitas promosi yang mengangkat campaign tertentu dengan mengintegrasikan beberapa media (menjadi cross media), misalkan di ranah online (website, social media, google, hingga mobile apps), media ATL (tv ads, radio, billboard), dan media BTL seperti event, nah intinya sih bagaimana kita mengemas campaign kita secara sinergi kedalam beberapa media tersebut (sinergi).
Lantas apa yang melandasi tulisan saya kali ini? tentunya bukan mau membahas mengenai Cross Media Campaign, namun lebih pada pembahasan sebuah case yang saya nilai merupakan sebuah aktifitas Cross Media Campaign, cerita ini diawali pada saat saya mengakses detik - mobile apps di sela-sela sabtu pagi, tujuannya sih waktu itu pengen update info saja, namun saat itu fokus saya teralih oleh salah satu highlight berita yang berjudul “Ariel Kini Punya Teman Baru Yang Selalu Setia”, he4 bukan berarti suka berita gossip yah namun karena penasaran ya saya klik beritanya waktu itu.
Singkat cerita saya baca berita tersebut yang intinya si teman baru Ariel ini senantiasa menemaninya dan biki dia merasa semakin ganteng, diakhiri dengan quotes : “Siapakah dia? Temukan Jawabannya di – Link video Ganteng Maksimal”, semakin penasaran saya pun klik link tersebut dan saya diarahkan ke halaman youtube salah satu brand sabun muka untuk cowok yang cukup gencar promo menggandeng brand ambassador noah band.
1. Bendera #GantengMaksimal
Cross Media Campaign tentunya memberikan insight baru bagi saya, kalo yang saya pahami Cross Media Campaign merupakan sebuah aktifitas bagaimana kita memaksimalkan aktifitas promosi yang mengangkat campaign tertentu dengan mengintegrasikan beberapa media (menjadi cross media), misalkan di ranah online (website, social media, google, hingga mobile apps), media ATL (tv ads, radio, billboard), dan media BTL seperti event, nah intinya sih bagaimana kita mengemas campaign kita secara sinergi kedalam beberapa media tersebut (sinergi).
Lantas apa yang melandasi tulisan saya kali ini? tentunya bukan mau membahas mengenai Cross Media Campaign, namun lebih pada pembahasan sebuah case yang saya nilai merupakan sebuah aktifitas Cross Media Campaign, cerita ini diawali pada saat saya mengakses detik - mobile apps di sela-sela sabtu pagi, tujuannya sih waktu itu pengen update info saja, namun saat itu fokus saya teralih oleh salah satu highlight berita yang berjudul “Ariel Kini Punya Teman Baru Yang Selalu Setia”, he4 bukan berarti suka berita gossip yah namun karena penasaran ya saya klik beritanya waktu itu.
Singkat cerita saya baca berita tersebut yang intinya si teman baru Ariel ini senantiasa menemaninya dan biki dia merasa semakin ganteng, diakhiri dengan quotes : “Siapakah dia? Temukan Jawabannya di – Link video Ganteng Maksimal”, semakin penasaran saya pun klik link tersebut dan saya diarahkan ke halaman youtube salah satu brand sabun muka untuk cowok yang cukup gencar promo menggandeng brand ambassador noah band.
1. Bendera #GantengMaksimal
Subscribe to:
Posts (Atom)









