Oct 8, 2012
7 Tips Menggoda Konsumen di Twitter
Indonesia memang bukan negara terbanyak pengguna Twitter, urutannya nomor 5 (Data januari 2012) tapi Jakarta adalah kota dengan paling banyak tweet dan Bandung di urutan ke-6 (Data Juni 2012) dibandingkan semua kota di seluruh dunia. Artinya apa? Artinya orang Jakarta (terutama) ga banyak di Twitter, tapi paling eksis :D !!! Jadi jangan suka heran kalo paling hobi nyumbang Trending Topic dari soal video porno sampai bulu mata Cherrybelle.. semua bisa jadi populer :D
Semakin banyaknya orang yang hilir mudik di Twitter bolehlah kita coba manfaatkan, jadikan mereka sebagai leads kita. Setelah kita jadikan leads tentu saja donk waktunya kita membuat mereka mau beli atau sekedar coba produk kita. Simak 7 tips praktis berikut ini yang bisa menggoda goda si target market kita yang sering keliaran di Twitter untuk lebih akrab dengan kita, jatuh cinta dengan brand kita dan akhirnya bisa membeli lebih banyak, lebih sering atau bahkan merekomendasikan ke teman-teman mereka.
1. Tunjukkan produk Anda
Jangan Cuma di profile pic doank sekali-sekali, tapi tiap hari donk kasi liat produk Anda yang menarik. Ingat ya konsumen Cuma bisa liat produk kita lewat foto, makanya jangan pelit-pelit investasi foto. Kalo mau jual risoles tapi warna fotonya aja hijau-hijau kurang cahaya karena jepret dari kamera Blackberry yang ala kadarnya, jangan harap konsumen mau ngiler dan pengen beli. Atau kalau produk kita fashion dan penyajiannya Cuma dilipat doank ga akan menarik tuh, tapi kalo jual sepatu yang pakai sepatunya kakinya mulus dan jenjang jadi beda cerita kan
Oct 1, 2012
Spionase Konvensional vs 3.0 #2
Setelah di tulisan sebelumnya sharing sedikit mengenai “spionase” metode konvensional kini saatnya kita membahas mengenai “spionase” metode Web 3.0. Nah sebelumnya perlu kita bahas sedikit bahwa metode ini memiliki advantage low cost dibandingkan dengan metode konvensional yang notabene membutuhkan cost dan effort yang cukup besar dalam banyak hal.
“kemajuan teknologi informasi khususnya media konvergensi (internet) nampaknya kini menyebabkan perputaran informasi menjadi sangat cepat, bebas, dan tidak terbatas. Kini hanya dengan menuliskan satu kata atau beberapa kalimat saja kita bisa mengetahui banyak hal mengenai apa yang kita cari. Terlebih kini dengan web 3.0 yang lebih berorientasi pada konten sharing semakin mempermudah pencarian informasi yang belum tentu kita dapatkan jika menggunakan metoda konvensional.” #Web 3.0"
1. Google
Situs paling populer di dunia yang selalu menjadi tampilan yang pertamakali muncul saat kita membuka browser, situs yang setiap bulannya dikunjungi kirang lebih 91 Juta orang ini bisa membantu kita dalam mencari data, fakta, atau informasi apapun. Sederhananya anda mengetik keyword-keyword yang berhubungan dengan kompetitor maka google tidak akan sungkan segera memunculkan data – data yang berhubungan dengan keyword tertentu (example : event, strategi, marketing, public relation, promosi, campaign, konsumen, achivement) atau untuk konteks image (flyer, poster, packaging, billboard, catalog, design), nah dengan “mengawinkan” salah satu keyword tersebut dengan nama merk atau produk kompetitior kita kemungkinan besar akan muncul beberapa bahkan banyak data yang bisa kita jadikan referensi data untuk dijadikan kekuatan untuk mengukur sejauh mana kekuatan dan pergerakan kompetitor dimana selanjutnya kita menentukan langkah apa yang perlu diambil.
Lagi melalui google, tools-tools seperti google insight, google keyword tool box, Google trend juga dapat digunakan untuk menggali banyak informasi seputar kompetisi brand kita.
5 Tips Customer Service Via Social Media
Sebuah perusahaan seringkali memiliki berbagai tujuan dalam memanfaatkan Social Media. Salah satunya adalah dalam menyajikan layanan pelanggan atau biasa dikenal dengan Customer Service (CS). Perjalanan perkembangan media dalam menyajikan sebuah CS juga berkembang sejalan dengan berbagai media yang kian populer atau mudah diakses oleh konsumen.
Contohnya saja dulu sebelum Call Center populer, seringkali apabila kita ingin melakukan kritik atau menyampaikan saran/pertanyaan kita harus mengirimkan surat ke alamat PO BOX yang tertera pada kemasan. Setelah era pengiriman surat (yang sampai sekarang juga masih tersedia), perusahaan wajib memberikan layanan yang lebih mudah diakses oleh para konsumen yaitu melalui telepon. Ada brand yang menyediakan layanan pelanggan melalui telepon bebas pulsa, ada juga yang masih menggunakan saluran telepon biasa (dengan pulsa).
Apapun medianya, pada intinya layanan pelanggan disajikan sebagai niat baik sekaligus “keharusan” dari sebuah brand dalam menjalin hubungan dengan konsumen yang telah membeli produk mereka. Apa tujuannya? Tentu saja untuk menjaga kepuasan para pelanggan yang ujung-ujungnya mendukung Credo #4 Buy Often –#5 Buy More dan #6 Buy Recommendation. Ya betul! Kepuasan pelanggan menjadi faktor yang cukup besar dalam menentukan langkah lanjut setelah pembelian pertama sebuah produk.
Sep 19, 2012
SPIONASE konvensional vs 3.0 Bagian #1
1. Apa yang sedang kompetitor lakukan atau rencanakan saat ini? 2. Langkah apa yang harus dilakukan untuk bisa bersaing (counter) dengan kompetitor?
Dua pertanyaan mendasar yang saya yakin akan selalu muncul di benak para marketers atau para pebisnis visioner yang tidak mau salah mengambil langkah atau ditinggalkan oleh para pesaingnnya. Oke pertanyaan selanjutnya yang akan muncul dari dua pertanyaan tersebut adalah 3.bagaimana kita bisa mengetahui apa yang sedang dilakukan atau direncanakan oleh kompetitor, dan 4. apa langkah yang harus kita buat untuk bisa tetap bersaing dengan kompetitor kita?
Dari ke empat pertanyaan di atas saya kira hanya ada satu jawaban “spionase” (riset) yang dalam hal ini konteksnya adalah aktifitas mengumpulkan data dan fakta mengenai pesaing kita dan bagaimana kondisi persaingan di lapangan, melalui data dan fakta tersebut kita bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah saya lontarkan sebelumnya, nah dengan terjawabnya pertanyaan-pertanyaan tersebut langkah selanjutnya adalah menentukan langkah apa yang harus kita jalankan.
Ngomongin “spionase” dalam dunia marketing, berdasarakan ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan terdapat dua upaya yang bisa dilakukan oleh para pelaku bisnis dan marketers dalam bersaing dengan pesaing khususnya dalam mengumpulkan data dan fakta, kenapa? karena pihak yang memiliki dan menguasai data merupakan pihak yang kemungkinan memiliki Competitive Advantage dibandingkan pesaing. Adalah Metode Konvensional dan Metode Web 3.0 jawabannya, nah pada kesempatan kali ini melalui artikel ini saya ingin terlebih dahulu membahas mengenai #Metode Konvensional, apa saja yang bisa kita lakukan? lets find out.
Sep 18, 2012
3 Kunci meningkatkan penjualan Online yang mungkin selama ini Anda lupakan!
Dulu waktu menyelesaikan pendidikan S2 saya, saya semakin tertarik dengan topik melakukan optimasi pada konsumen eksisting sebuah produk. Hal ini karena topik yang saya angkat sebagai Tesis saya pada waktu itu juga seputar pembahasan Customer Loyalty.
Saya masih ingat dengan jelas, data yang saya jabarkan waktu itu terkait usaha sebuah brand/perusahaan dalam menciptakan konsumen baru lebih kurang 3-4 kali lipat lebih besar dibandingkan membuat konsumen eksisting kita membeli lagi. Nah lho? Trus kenapa banyak sekali para pelaku bisnis yang usahanya terus-terusan mencari konsumen baru, sampai-sampai lupa menggarap konsumen lama.
Kemarin ini saya baru saja bertemu dengan salah seorang manager penjualan produk Online, salah satu toko online terbesar di Indonesia. Diskusi kami pada waktu itu mengakomodasi kebutuhannya dalam meningkatkan traffic pada Online Store mereka. Saya terbiasa untuk mendeteksi suatu permasalahan tidak hanya pada satu area saja, tapi saya ingin memastikan seluruh tahapan Credo Creative Sales telah dijalankan dengan benar. Pada akhirnya saya menanyakan satu per satu hal-hal yang berhubungan dengan peningkatan penjualan yang mereka harapkan.
Sep 17, 2012
1, 3, 4 dan Pembelipun Berjibun
Penasaran...kata ini yang terlintas pertama di benak saya ketika melihat fenomena ini. Akhirnya kami mendekati spot berjualan teh tersebut. Awalnya kami hanya ingin melihat-lihat, sebenarnya jualan teh kayak apa sih kok sampai ramai antriannya. Sampai akhirnya pandangan saya tertahan di sebuah standing aklirik yang terpasang beberapa di depan meja jualan yang bertulis Buy One Get One.
Wow..wow apa ini, yang tadinya datang hanya buat lihat-lihat akhirnya saya sudah berada di depan si mbak penjaga outlet buat mencari tahu lebih banyak produk-produk yang mereka jual dan berapa kisaran harganya. Jika dilihat dari sisi produk lumayan variatif dari mulai teh biasa denga berbagai rasa sampai ditambah topping bubble, susu, kismis dan bisa dijadikan shake juga. Hmm menarik, mata saya langsung menelusuri daftar harga yang tertera di samping dan yang termurah 15.000 rupiah. Otak matematika saya langsung berhitung 15 ribu rupiah dibagi 2 adalh 7.500 rupiah, secara alam bawah sadar saya berfikir teh dengan branding yang rapi serta lokasi berjualannya ada di tengah mall elit kok jadi kayak yang murah ya. Akhirnya saya putuskan untuk beli !
Sep 14, 2012
"Goyang Kuda" Gangnam Style dan 161 Juta Youtube Viewers
Kaget... sekaligus terbahak-bahak pertama kali tau tentang fenomena “Gangnam Style”, dari namanya saja sudah cukup aneh, ya, gangnam style adalah sebuah judul lagu Korea, milik PSY, seorang penyanyi rapper dari negeri ginseng yang sedang booming di berbagai belahan dunia. Bukan cuma Indonesia, tapi kalangan artis2 Hollywood juga ikut ambil bagian membicarakannya, seperti Britney Spears yg diberikan surprise dalam Ellen Show, diajarkan cara menari ala “Gangnam Style” langsung oleh PSY.
Bahkan yang lebih hebat lagi calon presiden Amerika dari partai Republik melakukan tari Gangnam Style ketika akan memulai pidato kampanye beberapa waktu lalu. (Wow, Calon presiden Amerika gitu loh). Di negeri kita sendiri, Indonesia, bahkan hari Minggu kemarin, 9 September 2012, sekelompok komunitas menginisiasi flashmob ala “Gangnam Style” di Bundaran HI, stylenya seperti StepUp Revolution, walaupun tidak tahu sudah izin atau blom ke aparat hehe di Bundaran HI, tapi inilah salah satu "wabah" Gangnam Style.
Sep 12, 2012
Kisah Sukses Penjualan dgn Lubang Odol "Lebih Besar"
Alkisah, Penjualan sebuah brand Odol pada tahun 80 an dulu sudah stagnan pada sebuah angka penjualan. Si Bos besar akhirnya punya ide untuk mencari seorang marketing manager yang mampun menjawab tantangannya yaitu meningkatkan penjualan brand odol tersbut (katakan saja 100 persen) dari penjualan sekarang.
Akhinrya dibuatlah sayembara dan lowongan kerja untuk mencari super manajer ini, berikut isi sayembaranya:
"Dicari seorang Marketing Manager yang bisa meningkatkan penjualan brand kami dengan gaji 1 juta dollar, Di salam surat lamaran tuliskan apa rencana Anda untuk mencapai target penjualan tersebu"
Tentu saja pada jaman itu gaji 1 juta dollar itu sangat luar biasa besarnya, sehingga ribuan atau puluhan ribu pelamar mengirimkan lamarannya. Hampir semua lamaran berisi kisah sukses di tempat kerja sebelumnya dan rencana-rencana besar untuk meningkatkan penjualan Brand Odol in. Sampailah pada sebuah lamaran yang membuat syok Bos dari brand tersebut karena di dalam lamarannya hanya tertulis 3 baris kata:
- Saya tidak mau digaji 1 juga dollar, bayar saya dengan persentase saham sesuai peningkatan penjualan kelak.
- Ide saya hanya akan saya jabarkan jika Anda meng Hire saya.
- Jika gagal, saya yang bayar 1 juta dollarnya.
Nilai Tambah = Tambah Penjualan
Baru saja kemarin saya mengunjungi seperti toko buku Toga Mas yang berlokasi di Jl. Supratman, Bandung. Awalnya saya parkir di toko buku lain yang berlokasi tidak jauh dari Toga Mas. Sewaktu saya sudah menemukan buku yang akan dibeli di toko tersebut saya berpikir saya ingin lihat-lihat dulu di Toga Mas, karena jaraknya bisa dicapai dengan jalan kaki.
Sesampainya di Toga Mas saya kembali menemukan buku yang saya cari dan ternyata diskonnya sama yaitu sebesar 15 %. Ya sudah, saya pikir beli saja di Toga Mas supaya saya tidak perlu masuk lagi ke toko buku yang pertama saat pulang nanti. Pas saya mau membayar ke kasir lucunya si kasir menginformasikan jika kami menunggu 3 menit lagi, yaitu tepat jam 19.00 kami akan mendapatkan diskon 25%. Wah.. pikir saya baik sekali si petugas ini, lantaran jika dia tidak menginformasikan pada saya tentu saya tidak akan tahu dan Toga Mas mendapatkan keuntungan lebih. Tapi, menurut saya langkahnya untuk memberitahukan saya sangat tepat karena setelah nya saya langsung nge tweet ke 1.700 followers saya dan membuat artikel ini dengan potensi ratusan pembaca setiap hari.
Ternyata pas saya tanya-tanya lebih jauh programnya berlangsung setiap hari. Dalam 1 hari terdapat 2 jam yang berlaku promo ini yaitu jam 13.00 dan jam 19.00. Mereka akan memberikan diskon 25% pada 100 buku pertama di masing-masing jam tersebut. Wah... benar-benar menggiurkan untuk dimanfaatkan, percaya atau tidak.. sebenarnya awalnya saya hanya berencana membeli 1 buah buku, tapi karena mendengar ada diskon 25% saya jadi membeli 2 buku.. Wah.. sepertinya strategi memberi BENEFIT PLUS ini bermanfaat untuk membuat konsumen membeli lebih banyak nih
Sep 3, 2012
Meningkatkan Penjualan 35 Million Dollar dengan SOP
Case 1
Saya: "Mbak beli paket ayamnya dong, yang paket 1."
Si Mbak: "baik pak, nasinya mau di upsize?"
Saya: "Enggak deh".
Si Mbak: "Tambah French Fries nya pak?"
Saya: "Oh boleh deh"
Si Mbak: "Kalo yang besar hanya selisih 5000 ribu, mau yang besar ajah?"
Saya: "Wah boleh juga deh"
Si Mbak: "Coca colanya di upsize juga pak? hanya tambah 3000 rupiah?
Saya: "Boleh sekalian"
Case 2
Agency: "Oh jadi bapak butuhk pembuatan website yang ada CMS nya yah"
Agency: "Apa ga sebaiknya di SEO sekalian pak?, biar search naturalnya di page 1 google"
Klien: "Wah bener juga sekali deh mbak"
Agency: "Ok siap pak. Btw bapak sudah masuk social media? srkg sedang grwoth banget pak"
Klien: " oh yah, gimana emang datanya"
Agency: "Wah online user ajah udah 60 juta, twitter 29.4 dan facebook 37 juta, potensi besar buat brand pak"
Klien: "Iya yah sepertinya penting untuk mempersiapkan hal tersebut"
Agency: "Bener pak, sudah tanggung masuk online sekalian bangun sosmednya"
Klien: "Boleh deh sekali buatin penawarannya".
Dalam konsep creative sales yang kami kembangkan di creasion, membuat konsumen membeli lebih banyak (Buy More, Creative Sales Credo #3) adalah hal yang sama pentingnya dengan mendatangkan konsumen baru. Bahkan dalam konteks ini tingkat kesulitan dalam membuat konsumen membeli lebih banyak jauh lebih mudah daripada mendatangkan konsumen baru. Mengapa? Yah sederhana saja, konsumennya sedang ada dihadapan kita dan kita punya kesempatan untuk membuat dia membeli lebih banyak dari yang mereka "rencanakan".
Subscribe to:
Posts (Atom)










