Jun 17, 2011

Orang sales harus baca ini. Personal Branding (Part 2)

Di artikel sebelumnya telah disampaikan bahwa setiap orang Sales perlu atau bahkan wajib! Membangun Personal Branding mereka. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana caranya?

Model POCI di bawah ini dapat menjawab pertanyaan Anda dan membimbing Anda membangun Personal Branding yang dapat bermanfaat dalam pencapaian hasil Sales Anda.



Elemen yang pertama P, adalah passion!
Sebelum Anda membangun Personal Branding Anda, Anda perlu menemukan sebenarnya Passion Anda dimana, apakah sudah sejalan dengan profesi yang saat ini Anda bangun. Berhubungan dengan elemen ke 3 yaitu Consistency, jika hal yang akan bangun tidak sesuai dengan Passion Anda, maka Anda akan sulit memenuhi Consistency pada akhirnya. Karena saat Anda melakukan semua proses dengan terpaksa, juga akan mempengaruhi hasil output yang Anda kerjakan.

Jun 16, 2011

Simon Says = Mother Says


Masih ingat dengan permainan simon says? Simons say adalah jenis permainan asal Inggris yang menguji tingkat konsentrasi kita. Terdiri dari 3 orang atau lebih dan ada 1 orang yang ditunjuk sebagai simon. Jika simon says lompat, maka yang lainnya harus melompat hingga simon memberika aba – aba yang baru. Hati – hati dengan aba – aba yang dikeluarkannya. Jika simon hanya mengucapkan duduk (tanpa ada kata simon say didepannya) maka anggota jangan duduk. Permainan yang mudah tapi membutuhkan konsentrasi terhadap apa yang dikatakan oleh ketua. Usut punya usut nama simon itu berasal dari Ibrani yang artinya adalah yang mendengar.

Berdasarkan dari permainan ini menunjukkan kepada kita bahwa betapa sosok seorang bernama simon itu selalu didengar dan ditaati perintahnya (tidak hanya dalam sebuah permainan tetapi terdapat kisah nabi di kitab agama).

Dalam kehidupan sehari – hari sosok simon kerap kali kita temui dirumah, yaitu ibu. Jika ibu sudah mengatakan A maka seluruh keluarga akan menjalankan A. walaupun dalam keluarga ada istilah Kepala Keluarga (Ayah) kenyataannya adalah yang mengurus segala keperluan rumah tangga itu adalah ibu. Mulai dari tata letak perabotan dirumah, pemilihan warna tembok, hingga keputusan untuk sudah waktunya membeli barang baru.

Nah, hal ini dijadikan alat bagi brand – brand yang peka untuk memasarkan produknya.

Logo oh Logo



Bicara soal logo, logo apa yang ada di pikiran Anda saat ini? Nah, lalu kenapa ya bisa logo itu yang kepikiran? Apakah karena Anda pengguna brand tersebut? Apakah sekadar bagus? Atau karena kebetulan logo ini ada di sekitar dalam jarak pandang Anda? Yang mana pun itu, sah-sah saja menilai sebuah logo dari bagus/tidak, apalagi bagi orang awam karena memang pada dasarnya logo adalah tentang visual/ apa yang terlihat.

Tapi jauh dibalik itu ada banyak hal tentang sebuah logo bagi sebuah brand. Kita bisa mulai dari identitas. Logo merupakan salah satu identitas sebuah brand, lebih tepatnya, identitas visual. Sebagai sebuah elemen visual, logo yang baik tentu harus gampang diingat. Sebuah visual yang saat kita menyebutkan namanya pun terbayang logonya. Seperti kalau saya sebut Nike, Adidas, Apple, Windows, Blackberry, dan yang lainnya.

Jun 14, 2011

Ogilvy Ajah Setuju



“Penjualan bulan ini lumayan naik cukup tinggi!!! biasanya weekdays diangka 4 jutaan sekarang udah 6 juta. Week end biasanya 9 jutaan sekarang bisa sampai 16 juta. Ini terjadi semenjak kita rubah bahasa komunikasinya, dengan media promosi yang sama angka penjualan meningkat dengan dahsyat” begitulah salah satu komentar sahabat saya dalam sebuah kesempatan ngobrol-ngobrol di coffee shop.

Hasil luar biasa dari usaha sebuah bisnis yang sudah hamper menyerah. Hampir seluruh upaya komunikasi sudah dilakukan; pembagian voucher, iklan koran, flyering, sms blast,sponsorship sampai dengan direct selling. Akhirnya karena serangkaian kalimat, sim salabim semuanya mulai bergerak menjadi trend positif.

Sebenarnya kalimat apa sih yang begitu mustajab sehingga membuat penjualan begitu melonjak? Sederhana, merubah promo buy one hour get one hour menjadi promo undian gratis satu tahun yang diundi setiap bulan* (dibatasi 1jam penggunaan jasa setiap hari selama satu tahun). Effort sama dari brand tetapi dikemas dengan bahasa yang berbeda!!

Orang sales harus baca ini. Personal Branding (Part1)!


Bagi orang sales, terutama pada produk-produk seperti asuransi, properti ataupun saham, sepertinya sudah menjadi satu rahasia umum bahwa mereka dikejar target setiap bulannya untuk mendapatkan konsumen.

Begitu banyak cara yang dilakukan, dari mulai mencari prospek melalui kenalan, mengadakan pameran, menjaring database, sales call ataupun sekarang ini banyak yang sudah menggunakan media online untuk mendapatkan konsumen, lagi-lagi untuk mengejar target dan tentu saja bonus 

Nah satu hal yang perlu kita tanyakan pada diri sendiri sebagai orang sales, apakah kita sudah membangun yang namanya Personal Branding?

Nah lho?! Apa pentingnya ya? Ngapain bangun personal branding, tempat kerja gw kurang terkenal apa, kalo sebut semua juga udah pasti tau (pasti tau trus kabur ga ya?! :D karena tau loe mau jualan :D :D)

Yah begitulah seringkali mindset dari para orang sales, sebagian besar dari kita merasa sudah cukup dengan membawa nama perusahaan, karena perusahaan sudah begitu terkenal atau menjadi no. 1 di industrinya. Dan merasa bahwa semua orang dapat percaya dan mau menjadi konsumen hanya karena brand perusahaan Anda. Nah, itu kalau brand perusahaan tempat Anda bekerja terkenal, kalau tidak? Wah lebih banyak lagi dong barrier nya?!

Membangun Personal Branding sebagai seorang Sales sangat penting. Berikut merupakan alasan mengapa Anda perlu membangun Personal Branding :

Jun 12, 2011

Word Of Mouth Marketing (5T + 1T)



Sepertinya basih banget yah nulis artikel soal peti mati ini, semua orang membahasnya, sudah dua blog setidaknya yang saya baca menulis soal peti mati ini dari sudut pandang strategi (udah 10 lebih blogger yang menulis katanya dari yang saya baca di komen salah satu Group di facebook). Saya tidak mau terlibat pembahasan setuju atau tidak setuju dengan strategi peti mati ini, secara pribadi jika ditanya apakah saya setuju dengan tegas saya jawab NO. jujur saya tidak setuju bentuk kreatifitas seperti ini (bahkan saya masih sangsi apakah ini layak disebut kreatif) but buat saya ini bukan sebuah bahasan yang menarik "setuju atau tidak setuju" lagi pula sudah banyak yang ngebahasnya hehe.

Ada point penting yang lebih menarik untuk dibahas yang sangat berguna bagi banyak pelaku bisnis dari keheboan peti mati minggu lalu, yaitu WOMM dan bagaimana sih langkah-langkah untuk menciptakan WOMM ini. (nah ini buat saya jauh lebih menarik untuk didiskusikan hehe).

Saya ambil sedikit cerita beberapa bulan ke belakang.


Jun 10, 2011

Doni dan Budi, Kok Bisa Jelek yah Salesnya?



Doni “Bud Produkmu enak  namanya brandnya juga unik kayaknya oke berat ni penjualannya Bro!!”

Budi “Hehehe sayangnya saat ini masih kurang ok ni padahal tahu sendiri dari produk sudah oke, aku sudah melakukan riset tentang produk sebelumnya, nama dan logo kupikiri sudah cukup unik. Promosi di awal malah udah kukasih gratis tu buat promo, kalau kita bicara masalah tempat ga kurang strategis apa tempatku ini sudahnya lokasinya di pinggir jalan depan kampus pula, tapi heran kok hasilnya ga sesuai dengan bayanganku sebelumnya ya”

Mancing Besar di “Kolam” Online

Ngomong-ngomong tentang internet zaman sekarang bukan lagi ngomongin mirc, email, dan milis, yang rasanya ngga bisa lepas dari saat kita kenalan dengan internet di waktu lalu. Sekarang, semua kebutuhan kita ada di dunia online, tempat di mana orang melakukannya secara digital. Ngga perlu lagi kita repot cari alamat, karena sudah ada Google Maps; Atau mau tau tips makan sehat tanpa harus datang ke tempat praktik dokter gizi? Search aja di Google (Googling) dan bahkan bisa mention @tanyagoogle bagi yang  memiliki akun twitter.

Nah termasuk diantara kegunaan internet adalah sebagai salah satu media pemasaran. Jadi ngga heranlah kalau kiblat pemasaran sekarang sudah mulai bergeser ke arah pemasaran online/ digital. Bisa sebagai supporting tools, bisa juga sebagai tools utama pemasaran suatu brand.


Jun 7, 2011

SOYJOY Healthylicious 2



Beberapa waktu kebelakang ini saya sibuk meneror temen-teman kantor saya dengan sebuah product yaitu Soyjoy. Hampir setiap hari “promosi” lisan hehe saya jalankan untuk memperkenalkan kebiasaan makanan/ camilan sehat ini hehe. Bahkan tidak jarang dengan menggunakan sedikit “power” semua teman-teman kantor saya kumpulkan untuk sedikit mendengarkan presentasi saya mengenai SOYJOY hehe lagi.

Loh kok bisa? Apa saya dibayar oleh SOYJOY untuk ini? Tentu saja tidak, selain jujur karena manfaatnya memang baik untuk diri sendiri dan sejak dulu saya memang menyukainya, hal ini karena saya mengikuti kompetisi SOYJOY Healthylicious yang diadakan oleh SOYJOY untuk tahun ini, lumayan hitung-hitung tambah teman dan kalo sedikit beruntung bisa jalan-jalan ke Jepang (-:


Gulaku from Commodity to Brand





Di artikel kali ini spesial ada iklan sebuah produk gula, yaitu Gulaku! Dan entah Anda juga seperti saya tidak, yang setuju bahwa iklan gula ini memang begitu menyenangkan dan jadi membuat saya jatuh cinta pada brand Gulaku

Video tersebut menjadi pembuka karena pada artikel ini akan membahas mengenai bagaimana cara para brand keluar dari jenuhnya persaingan produk komoditas. Ya, seperti kita ketahui bahwa gula memang adalah bagian dari komoditas, begitu juga seperti minyak, beras, telur dan berbagai barang lainnya yang seringkali terjebak dengan persaingan harga.



Cara paling mudah mempelajari suatu strategi yang digunakan, mari kita memperhatikan satu per satu para brand yang sukses membangun brand value mereka di industri komoditi, paling tidak membuat kelompok target market yang rela membayar lebih mahal untuk membeli produk mereka, karena alasan brand