Apr 30, 2013

Creative Sales ala Uje’


Siapa sih yang nggak kenal sama Uje? Ustadz ganteng dan gaul yang hobinya mengendarai motor gede ini sering banget muncul di layar televisi masyarakat Indonesia. Lewat ceramah-ceramahnya yang ringan, namun mengena, menjadikan sosok Ujee menjadi sosok yang dikagumi dan diteladani. Udah nggak aneh kan, sebutan “uje si ustadz gaul” begitu lekat sekali di telinga masyarakat. Pria kelahiran 12 April 1973 sudah melanglang buana hampir ke seluruh pelosok negeri untuk berdakwah dan menyeru umat muslim.

Sebagaimana diketahui, akhirnya pada 26 Apri 2013 dini hari, sang Ustad  Gaul akhirnya harus kembali kepada yang maha kuasa, dikarenakan kecelakaan ketika sedang mengendarai motor gedenya.  Sontak berita ini menjadi pusat perhatian dan sekaligus menjadi berita duka untuk masyarakat dan pecinta Uje. Terlepas dari itu semua, saya selaku salah satu pendengar setia ceramah-ceramah almarhum, merasa kehilangan sangat mendalam, apalagi gaya bicara dan bahasa nyelenehnya yang suka kelua saat almarhum ceramah sempat saya ikuti.

Terlepas dari itu semua, saya ingin coba melihat personal brand yang dibangun Uje selama ini dalam kacamata creative sales, dimana Uje berhasil menciptakan aktifitas buy often (membeli lebih sering) & buy recommendation (rekomendasi). Siapa sih yang gak mau sering2 datang ke ceramahnya Uje dan siapa juga akan rugi merekomendasikan Uje utk mengisi ceramah?

Mengutip dari fenomena ini, ada beberapa hal yang ingin saya angkat mengenai kesuksesan Uje dalam kacamata Creative Sales:

1. Strong Personal Branding

Personal brand yang dibangun oleh Uje sangat kuat, bayangkan saja, apa yang ada di benak setiap orang ketika ada yang bilang “ustadz gaul” ?? Yaps!! Pasti yang terlintas di benak setiap orang jawabanna sama, Ustadz Jefri Al Buchory. Sejarah hidup Uje sendiri dari seorang pria yang urakan menjadi pribadi ustadz yang di segani, menarik konsumen untuk ingin tahu, disamping itu gaya ceramah dan bahasa nyeleneh anak gaul yang kerap digunakan oleh Uje, mampu menarik hati konsumen karena pada saat itu belum ada satupun ustadz yang pernah berceramah dengan gaya modis dan gaul sehingga INOVASI gaya dakwah yang dibawa oleh Uje mampu mendapatkan tempat di hati konsumen

2. Trust
Sama halnya dengan product atau brand tertentu, Uje yang memang memiliki Fan Based yang sangat luas di Indonesia. Tingkat trust (kepercayaan) konsumen akan sosok Uje ini sangat tinggi, sehingga Uje mampu dengan mudah menciptakan aktifitas creative sales buy often (membeli lebih sering), buy leads (menambah jaringan fan based) dan buy recommendation (membuat orang lain merekomendasikan dia).

3. Inovasi
Kenapa Inovasi? Selain gaya ceramah Uje yang dibilang baru pada saat itu, menjadikan gaya ceramah Uje mulai banyak diikuti oleh beberapa penceramah lainnya. Gaya ceramah yang mulai disenangi konsumen, karena padaa saat itu, sulits sekali menyentuh konsumen-konsumen usia muda untuk suka mengikuti ceramah.

Gaya “gaul” yang diusung Uje ini menjadikan satu trend gaya berdakwah tersendiri yang melekat pada konsumen. Selain itu, beberapa album nasyid yang dikeluarkan Uje dengan genre semi-rock menjadikan musik dakwah yang awalnya identik dengan kesederhanaan dan musik yang mengalun, mampu Uje modifikasi menjadi musik yang modern dan disenangi oleh oleh konsumen karena gaya musik yang tetep nge-rock tapi islami.

Semga amal ibadahUstadz Jefri diterima Allah Swt. Amin

Posted by.
Creasionbrand I Brand & Creative Sales Consultant

Sumber Gambar
infoanyar.com

1 comment:

Anonymous said...

Yupz.. des rayyy... personal branding yg dimiliki Uje ini memang bikin konsumen "jemaah" me mindset dirinya kalo si Uje ini value lebih dari ustad2 lain.. sebenernya tnpa pake WOM, dia udh bisa ngerangkul konsumen... dan personal branding dan "produk"nya ini bisa masuk ke semua target pasar,,,