Skip to main content

Creative Sales ala Uje’


Siapa sih yang nggak kenal sama Uje? Ustadz ganteng dan gaul yang hobinya mengendarai motor gede ini sering banget muncul di layar televisi masyarakat Indonesia. Lewat ceramah-ceramahnya yang ringan, namun mengena, menjadikan sosok Ujee menjadi sosok yang dikagumi dan diteladani. Udah nggak aneh kan, sebutan “uje si ustadz gaul” begitu lekat sekali di telinga masyarakat. Pria kelahiran 12 April 1973 sudah melanglang buana hampir ke seluruh pelosok negeri untuk berdakwah dan menyeru umat muslim.

Sebagaimana diketahui, akhirnya pada 26 Apri 2013 dini hari, sang Ustad  Gaul akhirnya harus kembali kepada yang maha kuasa, dikarenakan kecelakaan ketika sedang mengendarai motor gedenya.  Sontak berita ini menjadi pusat perhatian dan sekaligus menjadi berita duka untuk masyarakat dan pecinta Uje. Terlepas dari itu semua, saya selaku salah satu pendengar setia ceramah-ceramah almarhum, merasa kehilangan sangat mendalam, apalagi gaya bicara dan bahasa nyelenehnya yang suka kelua saat almarhum ceramah sempat saya ikuti.

Terlepas dari itu semua, saya ingin coba melihat personal brand yang dibangun Uje selama ini dalam kacamata creative sales, dimana Uje berhasil menciptakan aktifitas buy often (membeli lebih sering) & buy recommendation (rekomendasi). Siapa sih yang gak mau sering2 datang ke ceramahnya Uje dan siapa juga akan rugi merekomendasikan Uje utk mengisi ceramah?

Mengutip dari fenomena ini, ada beberapa hal yang ingin saya angkat mengenai kesuksesan Uje dalam kacamata Creative Sales:

1. Strong Personal Branding

Personal brand yang dibangun oleh Uje sangat kuat, bayangkan saja, apa yang ada di benak setiap orang ketika ada yang bilang “ustadz gaul” ?? Yaps!! Pasti yang terlintas di benak setiap orang jawabanna sama, Ustadz Jefri Al Buchory. Sejarah hidup Uje sendiri dari seorang pria yang urakan menjadi pribadi ustadz yang di segani, menarik konsumen untuk ingin tahu, disamping itu gaya ceramah dan bahasa nyeleneh anak gaul yang kerap digunakan oleh Uje, mampu menarik hati konsumen karena pada saat itu belum ada satupun ustadz yang pernah berceramah dengan gaya modis dan gaul sehingga INOVASI gaya dakwah yang dibawa oleh Uje mampu mendapatkan tempat di hati konsumen

2. Trust
Sama halnya dengan product atau brand tertentu, Uje yang memang memiliki Fan Based yang sangat luas di Indonesia. Tingkat trust (kepercayaan) konsumen akan sosok Uje ini sangat tinggi, sehingga Uje mampu dengan mudah menciptakan aktifitas creative sales buy often (membeli lebih sering), buy leads (menambah jaringan fan based) dan buy recommendation (membuat orang lain merekomendasikan dia).

3. Inovasi
Kenapa Inovasi? Selain gaya ceramah Uje yang dibilang baru pada saat itu, menjadikan gaya ceramah Uje mulai banyak diikuti oleh beberapa penceramah lainnya. Gaya ceramah yang mulai disenangi konsumen, karena padaa saat itu, sulits sekali menyentuh konsumen-konsumen usia muda untuk suka mengikuti ceramah.

Gaya “gaul” yang diusung Uje ini menjadikan satu trend gaya berdakwah tersendiri yang melekat pada konsumen. Selain itu, beberapa album nasyid yang dikeluarkan Uje dengan genre semi-rock menjadikan musik dakwah yang awalnya identik dengan kesederhanaan dan musik yang mengalun, mampu Uje modifikasi menjadi musik yang modern dan disenangi oleh oleh konsumen karena gaya musik yang tetep nge-rock tapi islami.

Semga amal ibadahUstadz Jefri diterima Allah Swt. Amin

Posted by.
Creasionbrand I Brand & Creative Sales Consultant

Sumber Gambar
infoanyar.com

Comments

Anonymous said…
Yupz.. des rayyy... personal branding yg dimiliki Uje ini memang bikin konsumen "jemaah" me mindset dirinya kalo si Uje ini value lebih dari ustad2 lain.. sebenernya tnpa pake WOM, dia udh bisa ngerangkul konsumen... dan personal branding dan "produk"nya ini bisa masuk ke semua target pasar,,,

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…