Posts

Showing posts from January, 2009
Buta Marketing
Marketing Manager atau
"Marketing Manager"?


Dibeberapa kesempatan bertemu dengan calon klien perusahaan saya sering sekali berjumpa dengan individu yang memiliki jabatan “marketing ma”, nageryah setidaknya itulah yang tercantum di kartu nama yang saya dapatkan tentunya. Namun yang unik kebanyakan dari mereka ternyata tanggung jawabnya hanya sebatas tanggung jawab sales manager. Mereka sangat mengerti tentang bagaimana menjual produk perusahaan dan bagaimana mengatur strategi salesnya agar produknya cepat dibeli oleh target market mereka.

Namun pernah terpikir tidak oleh Anda, dengan jabatan mentereng tersebut “marketing manager” beberapa bahkan tidak mengerti berapa besar market garapannya dengan jelas? Bagaimana strategi promosi yang tepat untuk bersaing dengan competitornya, apa positioning perusahaan tersebut di pasar ataupun bahkan informasi mengenai pesaing didimiliki dengan langkap sebagai bahan dalam membuat strategi perusahaan, mereka berjualan karena kebi…
Pilih Profit atau Pangsa Pasar?


Jika anda ditanya pertanyaan ini, mana yang anda pilih? Profitkah atau pangsa pasar? Bertahun-tahun para marketer dipusingkan dengan pertanyaan ini. Berbagai pola pikir dari kedua pihak menjadi topik bahasan seminar-seminar marketing di berbagai tempat. Jika kita melihat tren yang terjadi, pangsa pasar menjadi seperti sekotak harta karun yang diperebutkan berbagai pihak. Sebut saja peperangan di dunia coke dengan pemain utama Coca Cola dan Sprite yang sudah sejak tahun 1890 hingga kini terus memperebutkan pasar yang sama. Mereka berlomba-lomba dengan berbagai cara, dari strategi distribusi hingga konsep komunikasi iklan melalui media massa yang kian ekstrim hingga saling menjatuhkan. Hingga kini pergulatan tersebut masih berlangsung di seluruh belahan dunia. Sebegitukah pangsa pasar hingga perusahaan rela mengeluarkan begitu banyaknya biaya untuk melancarkan berbagai serangan kepada para kompetitornya?

Pangsa pasar dimaknai sebagai sebuah kilang minyak, d…
Data Base Pelanggan,
Ya Jangan Disimpan Saja Tho!


“Tanyain donk sama panitianya, kalau kita ambil sponsorship yang kedua bisa collect data base juga nggak?”, minta salah seorang senior saya di kantor saat saya hendak menelfon panitia sebuah event seminar untuk klien kami. “Nggak bisa katanya, Mba!” jawab saya seusai menelfon. “Yah, kalau gitu nggak usah sponsorin ajalah!”, ujarnya. Saya bengong. Masih ingat saya setiap kami sedang berbincang dengan calon klien untuk merumuskan strategi marketing, promosi, atau event , kami tidak pernah lupa menanyakan mengenai data base yang dimiliki perusahaan klien. Pembuatan dan penambahan data base pelanggan selalu menjadi rekomendasi kami pada klien. Saya sempat bertanya dalam hati, maaan…sekeramat itukah kata “data base” bagi perusahaan?

Kalau ditanya pentingkah setiap perusahaan mempunyai data base pelanggannya, kami akan seratus persen yakin menjawab “Ya!”. Dan kalau kamu tanya ke setiap perusahaaan pertanyaan yang sama, saya yakin mereka juga a…
“Menyakiti” Hati Pelanggan =
Menurunkan Selling Sendiri


Sumpah serapah tidak berhenti saya ucapkan dalam hati sepanjang perjalanan pulang dari BSM liburan panjang kemarin. Saya tidak habis pikir kenapa di akhir tahun seperti ini saya bertubi-tubi dihadapkan pada kekesalan terhadap kualitas service dari toko-toko yang saya kunjungi. Belum habis ‘emosi’ saya karena mendapat pelayanan yang sangat buruk dari salah satu supermarket di daerah Rancabolang yang baru kali itu saya sambangi (padahal brand supermarket tersebut sudah menjadi langganan keluarga saya sejak dulu). Sampai rumah saya wanti-wanti seluruh keluarga untuk tidak berbelanja di tempat tersebut. Berbelanja telur, saya celingak-celinguk mencari petugas di depan timbangan (nggak mungkin toh saya yang nimbang sendiri!). Sumpah saya tidak melihat para karyawan supermarket itu dalam keadaan sibuk. Mata saya tertuju pada sesorang yang saya yakin merupakan store manager on duty, merasa saya perhatikan, dia pun meminta seorang satpam …
BISNIS FRANCHISE :
BANYAK HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN


Bisnis franchise memang sudah bukan lagi sesuatu yang langka. Kalau dulu, franchise itu identik dengan luar negeri, karena yang ‘empunya’ bisnis rata-rata berasal dari luar negeri, dimana kebayakan bentuknya adalah bisnis restoran cepat saji. Tapi sekarang, bisnis franchise sudah mewabah dimana-mana, jenis usahanya pun beragam, tidak terbatas hanya pada makanan saja, begitu juga dengan skala usahanya. Bisnis kecil-kecilan dengan modal awal seadanya pun bisa di franchisekan. Saya jadi teringat dengen keinginan klien saya beberapa waktu yang lalu, dimana beliau sangat ingin usaha restorannya bisa berkembang menjadi bisnis franchise. Berbagai upaya telah ditempuhnya , seperti mengikuti seminar franchise supaya bisa lebih yakin untuk mem-franchisekan usahanya. Hal itu jadi mendorong saya untuk mempelajari tentang franchise, mulai dari browsing di intgernet, sampai membaca buku panduan franchise.

Namun, setelah saya lihat dan pelajari, te…
BALADA SINETRON DAN REALITY SHOW


Dua program televisi tersebut pasti sudah tidak asing lagi di telinga penggemarnya. Saya misalnya, walaupun bisa dibilang tidak begitu suka menonton televisi, tapi yah dua program tersebut kadangkala saya tonton juga. Sinetron misalnya, karena malas mengikuti sinetron berseri yang sering tak berujung, saya biasanya hanya menonton beberapa kali saja. Lain halnya dengan sinetron lepasan alias sekali tayang. Saya sih lumayan suka nonton acara yang satu ini, kdang-kadang ada ceritanya yang menarik, walaupun yang norak juga banyak. Bagaimana dengan reality show???Naaaah kalo yang satu ini bisa dibilang saya sangat menggemari, kenapa?yah menarik saja menonton realita kehidupan seseorang. Apalagi sekarang tiap stasiun televisi swasta bisa dibilang punya acara reality show. Temanya pun beragam, ada kisah cinta, kisah tragis, dramatis, dan lain-lain.

Saya sempat melihat di salah satu majalah bisnis, bahwa acara reality show menempati rating tertinggi dari pemirsa…