Posts

Showing posts from February, 2008

Don’t do it to your business

Berapa lama sebenarnya kekuatan sebuah produk akan menjadi landasan utama persaingan dalam bisnis? Tidak terbatas pada bisnis apapun, produk memang sudah menjadi substansi utama untuk berjualan. Tetapi dalam perkembangan persaingan dan persepsi masyarakat yang juga semakin kompleks, diferensiasi produk sudah tidak sepenuhnya bisa diandalkan lagi, tetapi sifatnya mutlak. Karena apabila produk terus menerus diandalkan sebagai diferensiasi maka bisnis anda akan terjebak alias got association trap. Berkaitan dengan restoran misalnya, produk merupakan substansi yang mutlak untuk berjualan, karena baik dari skala pedagang kaki lima sampai yang sekelas hotel bintang 5, apa lagi yang dicari orang dan akan membuatnya kembali selain rasa enaknya si makanan yang dijual. Tapi ada yang dinamakan pula dengan elemen servis yang juga nga kalah pentingnya dengan si substansi mutlak produk. Malahan kalau bisa kita perhatikan atmosfer persaingan sekarang ini baik dari skala lokal sampai internasional, s…

Internal Branding

Entah strategi yang memang brilian untuk meningkatkan penjualan atau ini bentuk strategi yang membohongin konsumennya dengan cerdik, kebijakan resto melakukan kenaikan harga dengan memberikan nasi yang lebih besar dari yang tertera dipaket hematnya benar-benar membuat sahabat saya marah besar tadi malam ketika sedang bersantai di jaringan resto tersebut.
Seperti biasa setelah membeli paket makanan, mereka memberikan bon pembelian dan anehnya tercantum Rice Up dimana harga paket yang harusnya sekitar 20.000 bertambah sekitar 1700 total 3400 karena ada dua nasi tambahan. Jujur saja bukan masalah uangnya, apalah arti angka 3400 untuk sahabat saya tersebut, yang membikin jengkel tentunya tidak ada penjelasan terlebih dahulu dari pihak resto dimana inisiatif mereka mengganti nasi yang kecil dengan nasi yang besar pada paket tersebut dengan otomatis menaikan harga. Coba kita perhatikan kata-kata dari supervisornya “iya mbak, memang harga paketnya sesuai yang tertera tapi kalo kita lihat yan…

BUZZ MARKETING

Banyak pelaku pasar yang mengakui keefektifan dari aktivitas BUZZ MARKETING ini, tetapi banyak juga dari mereka yang menganggap keberhasilan pemasaran lisan itu adalah hasil dari ketidak sengajaan dan keberuntungan dan tidak bisa dipastikan dengan pola yang acak.

Sebenarnya publisitas dari mulut ke mulut ini bukan hal yang sembarangan dan tidak berpola, karena metode ini memiliki suatu formula dan trik yang dapat membuat pihak lain bersedia untuk menulis dan bercerita tentang bisnis Anda. Pemberitaan bukan pekerjaan yang dilakukan “sambil lalu” saja, tetapi suatu pendekatan terstruktur yang dapat diukur dan diprediksi hasilnya.

Dalam Buzz Marketing, perusahaan mengirim pesan kepada para konsumen, kemudian konsumen memberitahukan kepada dua orang temannya, dua orang itu kemudian memberitahukan kepada dua orang lain lagi, hal ini berlangsung terus dan berkelanjutan sehingga akhirnya tercipta suatu rumor.

Tetapi apakah hal itu terjadi begitu saja?Tentu saja tidak! Tidak sembarang cerita yan…

Sales Promo

Di jaman sekarang masih ada saja orang seperti itu yah? Kira-kira seperti itulah kejengkelan teman saya ketika berkunjung sebuah toko di bandung electronic center ketika menemani saya membeli sebuah laptop pada hari sabtu. Yah memang sedikit menjengkelkan sih cara si pegawai toko tersebut melayani kami sebagai pembeli di toko tersebut. Dengan seenaknya pegawai tersebut menjawab pertanyaan mengenai spesifikasi laptop tanpa memandang ke arah muka saya sedikitpun padahal uang yang cukup besar ingin saya transaksikan di toko tersebut dan sudah untung gua masuk ke toko elo, padahal banyak toko lain di sana guman saya.
Bisa ditebak, saya dan teman saya pergi tanpa berbasa-basi, benar-benar deh tuh orang. Kemudian saya dan sahabat saya tersebut perpindah ke toko tetangganya dan mendapatkan pelayanan yang standart namun penuh senyum, dengan sedikit selisih harga terjadilah transaksi beberapa juta rupiah, saya senyum tentunya, gampang sekali dan seperti halnya toko di atas, masuknya saya dan te…

Selalu kita yang bego

Apa yang penting bagi klien ketika menghire kita sebagai brand drivernya? PENJUALAN. Klien tidak akan peduli brandnya terkenal sehingga setiap orang yang ditanya pasti menyebutkan brand tersebut untuk top of mindnya kalo penjualannya tidak meningkat, sebesar apapun itu brand tanpa penjualan berarti semunya omong kosong. Pemikiran yang tepatkah?
Kadang saya suka bingung sendiri bila ada klien yang bertanya kok penjualan kita sudah tiga bulan ini masih stagnan yang diangka yang sama, padahal kita sudah berpromosi dan brand kita sudah cukup terkenal, nah loh wong di hirenya buat membangun identitas visual dan awareness serta even-event kecil dari brandnnya kok malah nanyain penjualan baru tiga bulan? Tentu saja serbasalah bila berhadapan dengan klien seperti ini, ujung-ujungnya panik dan marahin kita kalo penjualannya menurun padahal permintaan dan objectivenya ketika menghire perusahaan kami adalah membangun identitas visual dan awareness merek, karena itulah saya sudah sejak lama tidak …

Meremajakan Brand Jadul

Perjalanan sebuah brand memang selayaknya manusia yang dilahirkan. Ada tahapan yang dinamakan intorudction, growth, mature dan decline. Seperti manusia yang lahir, bertumbuh dari bayi hingga ke masa puncak kinerja hidupnya lalu akan menurun pada saat masuk ke usia lanjut. Tapi tentu saja ada perbedaan di antara ke-2nya. Proses penuaan suatu brand bisa dicegah, tidak seperti manusia yang terjadi atas kehendak Yang di Atas dan kita tidak bisa melawannya (kecuali di komik-komik Amrik yang bisa hidup ribuan tahun).

Proses penuaan itu sendiri sebenarnya alami, termasuk proses penuaan sebuah brand. Sebuah brand bisa dikatakan menua dikarenakan ada dimensi lainnya di sekelilingnya yang berubah yang biasa kita sebut dengan jaman. Jaman berubah, termasuk manusia di dalamnya, sistem dan segala paradigma ikut berubah. Dan sebuah brand akan menua lalu lumpuh apabila ia tidak ikut berubah.

Sudah sering kita dengar apa yang dinakaman oleh rejuvination. Tidak hanya pada lingkup branding, istilah rejuv…

Welcome to the club guys!

Bagi para perempuan, merasa bahwa akhir-akhir ini suami atau pacar anda semakin centil? Atau kalau mau pergi ke pernikahan/ke mal anda bersiap-siap 30 menit dan pacar/suami anda bersiap-siap 60 menit? Jangan khawatir! Begitulah metamorfosa yang sedang terjadi. Dulu banyak sekali pria yang menyangkal kalau mereka menggunakan minyak wangi, tapi sekarang? Banyak pria yang mengaku sedang mencari lotion yang tepat untuk kulit mereka.. halahhhh… saya sebagai salah satu perempuan di muka bumi kadang-kadang merasa geli juga yah.. tapi ya begitulah yang sedang terjadi di dunia ini… jangan langsung ber-geli-geli ria dengan para pria tersebut, karena di sisi lain mereka membentuk sebuah pasar yang baru untuk produk-produk tertentu.

Bayangkan saja dalam 3 tahun terakhir, banyak sekali brand dari hygiene products mengeluarkan varian FOR MEN. Mungkin anda bertanya kenapa tidak dari dulu saja? Kenapa pria baru centil sekarang? Ya jawabannya simple saja.. karena memang perubahan tidak terjadi begitu s…

Inovasi atau .......

Satu kata kunci yang sering dilupakan oleh market leader adalah : Inovasi! Seperti diyakinkan Peter Fisk dalam bukunya Marketing Genius, bahwa pasar yang ada sekarang dalam hal ini kondisi dan pertumbuhan masyarakat semakin tidak memiliki pola. Sekelompok orang yang memiliki kebiasaan yang serupa digolongkan dalam kategori segmen, tetapi dalam era teknologi yang semakin pesat ini, segmentasi hampir tidak dapat dilakukan karena keragaman habit yang terbentu semakin berlainan. Tidak ada lagi jaminan suatu ke-identikan dalam 1 kelompok tertentu, seperti ras, usia, agama, tempat tinggal, dll.
Selain berkembangnya metode pemikiran Marketing Genius tersebut, dalam bidang riset pun berkembang metode yang mencari Customer Insight, di mana detil per detil kebiasaan seseorang diperhatikan dan dianalisa untuk mencari celah memasukkan doktrinasi sebuah brand. Lalu berkembang lagi dengan metode Etnografi yang tidak memiliki model/pola secara signifikan. Riset dilakukan dengan begitu saja dan hasil…